Terbelenggu Oleh CEO Angkuh

Terbelenggu Oleh CEO Angkuh
S2 69 - Cobaan Apalagi Ini?


__ADS_3

2 Minggu Kemudian...


Seorang tamu tidak diundang datang siang hari sekali ke rumah Arya. Kebetulan Tuan rumah sedang berada di rumah tidak pergi kemana-mana. Sehingga dengan begitu senantiasa tamu yang datang bisa segera dipersilakan masuk.


Darwin tiba di depan rumah Arya. Dengan kakinya yang jenjang ia seolah sedikit berlari masuk ke dalam rumah itu.


"Tuan Darwin..."


"Darwin..."


Ya, Tamu yang datang ke rumah Arya adalah Darwin. Kali ini dia datang secara tiba-tiba setelah sekian lama tak saling bertemu. Entah ada maksud apa kedatangannya?


Darwin memberi salam pada wanita dan pria itu, setelahnya melihat Dini dengan kecewa.


Dini diam menatap Darwin.


"Ada apa? Tiba-tiba sekali kau datang ke rumah ku." Ujar Arya


"Ah,, Kakak, Ini kebiasaan mu. Apa kau tidak ingin mempersilakan tamu mu masuk?" Kata Darwin


"Ya, Masuk saja." Ujar Arya


Darwin pun masuk lebih dalam ke rumah Arya.


"Silakan duduk!" Titah Arya


"Tidak perlu, Sepertinya aku tidak akan lama di sini. Aku hanya ingin mengundang kalian ke acara pernikahan ku." Ungkap Darwin


"Undangan pernikahan? Kau sudah mendapatkan wanita pujaan mu, Kenapa kejutan sekali. Bahkan kami tidak tahu jika kau sedang dekat dengan wanita." Kata Arya


"Dari dulu aku sudah mendapatkan wanita pujaan hatiku. Tapi besok adalah hari tidak ada penolakan untuk menikah dengannya." Ujar Darwin


"Siapa wanita itu? Seharusnya kami sebagai Keluarga harus tahu bagaimana anggota baru keluarga Pratama. Dia pasti sangat mencintaimu." Tanya Arya


"Omong-omong wanita sulit dipahami, Aku memberikannya cinta tapi dia tidak sadar. menurut kalian kenapa dia seperti itu?" Kata Darwin


Dini angkat bicara, "Mungkin itu bukan cinta, jika kau mencintainya dia pasti merasakan ketulusan mu." Darwin menoleh pada Dini


Darwin tersenyum tipis, "Dia rapuh. Dia seolah-olah akan pergi entah ke mana, jadi aku mencoba melindugi nya dan dia sering mengeluh, itu sangat menyiksa."


Dini menyahut, "Kau memetik bunga untuk disimpan dan bunga pasti akan layu. Kau menangkap kupu-kupu dan sayapnya akan hancur." Ucap Dini yang merasakan perasaannya tak tenang saat datang kehadiran Darwin ke rumahnya


Dini terlihat ketakutan lagi, Darwin menggenggam tangannya. Dini menatap Darwin yang tersenyum padanya.


Arya benar-benar tidak mengerti dengan tatapan Darwin pada Dini yang seolah ingin memangsa saat itu juga.


"Kau dengar itu Dini, Darwin sudah menemukan cinta sejatinya dan mendadak dia memberi kabar akan segera menikah. Keluarga kita akan mendapatkan kebahagiaan lagi." Ujar Arya


"I-iya tentu saja. Kami sangat senang mendengar Adik ipar akan segera menikah." Balas Dini membuat Darwin mengepal tangannya keras saat Dini menyebutnya Adik ipar

__ADS_1


“Aku akan menantangmu mulai sekarang!" Ungkap Darwin secara tiba-tiba dan membuat terkejut


"Apa maksudmu?" Lirih Arya


"BERIKAN ISTRIMU DINI PADAKU ATAU TAMAT RIWAYATMU!!!" Pekik Darwin mengungkap hal tak terduga


"Kau datang-datang seperti ini. Ayo, sebaiknya kita duduk dulu!" Ujar Arya bersikap tenang dan tidak ingin berpikir negatif


"Bagiku tidaklah sulit untuk mengakhiri hidupmu Arya. Hanya soal waktu." Darwin memperingatkan Arya yang terdiam bagai patung.


"Darwin, Kau pasti hanya sedang mabuk. Kenapa kau terus minum-minum di siang hari seperti ini? Di jalan banyak mobil yang berlelangan, bagaimana jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan saat alkohol berpengaruh pada kesadaran mu." Ucap Arya masih tenang dan tidak begitu menanggapi


"AKU TIDAK MABUK!! Aku sepenuhnya sadar mengatakan semua ini. Kau selalu merebut Dini dari genggaman ku, tapi tidak untuk sekarang, Aku akan merebutnya kembali dari tanganmu!" Kecam Darwin


Plakkk...


Arya menampar Darwin sangat keras. Darwin terpaksa menoleh ke samping.


Semua orang pun berhamburan pergi keluar melihat Darwin yang ada di sana.


"Darwin??" Pekik Bu Amira


"Sebesar itu kah kau terobsesi pada istriku sampai menerobos hawa nafsu mu? Seharusnya kau bisa menahan nafsu mu itu, Kau tahu jika dia adalah istriku dan kau masih ingin merebutnya!!!" Gertak Arya


Sementara Dini yang mendengar pernyataan mereka menangis menahan kemarahan pada Darwin.


Darwin menodongkan pistol ke arah Arya. Arya terkejut melihat Darwin yang memegang pistol dan akan mengoperasikannya.


Arya menatapnya tanpa rasa takut. Darwin menangis kemudian tertawa secara bersamaan. Darwin mengatakan tatapan Arya yang tidak pernah berubah dan betapa Arya membencinya.


Di todong pistol seperti itu tepat ke mukanya membuat Arya tak gentar. Ia malah semakin menatap Darwin tajam seakan menantangnya.


Dini yang melihat mereka, khawatir menyuruh Darwin menurunkan pistolnya dan mengatakan tidak akan mungkin bersama. Darwin menyahut mengatakan tak ingin membahayakannya dan meminta Dini untuk tenang karena ini urusan dia dengan kakaknya.


Dini berlari ke hadapan Arya dan menghalangi suaminya. Namun, Arya menarik Dini ke belakang tubuhnya dan menghadapi Darwin tanpa ada penghalang.


"Tuan Darwin Jangan bermain-main dengan benda itu. Kau bisa saja akan membahayakan nyawa seseorang." Ujar Dini


"Tenang saja. Aku tidak akan pernah menodongkan pistol ini padamu. Karena kedatangan ku kesini hanya ingin membawamu pergi dari rumah pria ini." Kata Darwin


Darwin semakin gila. Matanya memerah dan menodongkan pistol tepat di kepalanya.


Darwin berteriak sekencang-kencangnya ingin segera menekan pelatuk agar peluru keluar. Ia hanya membuat suasana menjadi lebih kecam dengan teriakannya itu.


Hiiaaaat....


"Hanya ada satu peluru di dalamnya. Dini Syahera Amalia, daripada tidak bisa memiliki mu seutuhnya, lebih baik aku pergi." Kecam Darwin


"Sangat mudah untuk mengatakan dengan mulut mu. Tapi aku sudah membuktikannya. Cintaku pada Dini!" Kata Darwin lagi

__ADS_1


Dini merasa ketakutan. Tubuhnya bergemetar saat Darwin terus ingin menarik pelatuk itu.


Hahh...


Napasnya terdengar berat dan tercekat.


"Tuan Darwin, Aku mohon." Dini histeris. Tubuhnya gontai seolah tak bisa menapak hingga ia terjatuh duduk di lantai.


Arya hanya diam menatap Darwin tak menyangka. Matanya sedikit berkaca-kaca.


"Jika tidak gila, Itu bukan cinta, bukan?" Darwin meletakkan pistol di bawah dagu.


Haa...Haa...Haa...


Dengan berat Dini bangkit dan berlari tertatih-tatih berguntai di kaki Darwin.


"Tuan Darwin, Tidak, Ku mohon. Berhenti, Ku mohon!" Ucap Dini histeris tak karuan dengan linangan air mata


Darwin terlihat sangat menekan pistol dibawah dagunya itu sampai urat nadi di tangannya terlihat. Sekujur tubuhnya pun berkeringat ingin bersiap-siap segera menekan pelatuk itu.


Namun, wanita dibawahnya terus bergelayutan memohon untuk berhenti.


"Cinta, hanya orang hidup yang bisa mencintai. Itulah cintaku." Kata Darwin


"Aku mengerti. Aku mengerti maksudmu. Aku juga mencintaimu!" Ujar Dini tidak terduga dan membuat semua tidak menyangka


Mendengar pernyataan Dini, Itu membuat hati Darwin tenang mendengarnya. Ia melihat ke arah Dini yang bersimpuh menangis padanya.


Darwin pun melempar pistol itu. Dia berjongkok untuk berbicara dengan Dini.


"Kau benar mengatakan hal itu? Kau mencintaiku?" Tanya Darwin memegang dagu Dini


Dini mengangguk cepat.


"Kau ingin kembali padaku?" Tanya Darwin lagi


Dini mengangguk cepat.


"Kau akan kembali dan menikah denganku?" Tanya Darwin sekali lagi


"Iya, Iya... Aku akan kembali dan menikah denganmu!" Ujar Dini dengan berat hati dan menangis


Huffftt...


Darwin menghela napas panjang. Ia benar-benar lega.


"Akhirnya... Kenapa tidak dari tadi jika kau ingin kembali denganku. Jika tahu lebih awal, aku tidak akan mengeluarkan pistol untuk menakuti semua orang. Tinggal di sini pasti bagaikan neraka, bukan?" Kata Darwin


Sedari tadi Arya hanya diam mematung seperti patung yang hanya bisa merasakan kesedihan. Seketika Dunia terhenti begitu saja, tidak ada celah untuk dia melawan dan hanya berkaca menahan tangis.

__ADS_1


__ADS_2