Terbelenggu Oleh CEO Angkuh

Terbelenggu Oleh CEO Angkuh
46. Biaya Rumah Sakit


__ADS_3

POV Pak Malik~


Setelah Dokter memperbolehkan pasien pulang, perawat akan menyiapkan administrasi, kartu kepulangan dan mengecek obat-obatan yang telah dipakai.


Setelah semua selesai disiapkan, perawat akan memberikan surat kepulangan kepada keluarga pasien untuk melakukan pembayaran ke bagian Administrasi.


"Benar dengan Keluarga Atas nama pasien Dini. Syahera Amalia."Ucap Seorang Suster


"Iya, Suster. saya ayahnya." Jawab Pak Malik yang sedang berjalan di koridor setelah


kembali dari luar


"Baik, Pak. Saya ingin menyampaikan perihal rincian biaya pasien atas nama Dini selama dirawat di rumah sakit ini.dikarenakan hari ini pasien sudah dinyatakan bisa pulang, ada beberapa tagihan biaya yang diharapkan bisa dilakukan pembayaran saat ini juga." Ucap Suster memberikan surat kepulangan pasien


"Saya harus membayar di mana ya, Sus?" Tanya Pak Malik setelah membaca surat kepulangan yang diberikan suster dan di sana tertera harus menyelesaikan administrasi sebelum pulang


"Mari silahkan bapak.bapak bisa mendatangi ruang administrasi di depan sana." Ucap Suster itu sopan sambil menunjukkan semua jarinya ke arah yang dituju


"Baik, Terima Kasih, Suster." Jawab Pak Malik langsung bergegas pergi ke bagian administrasi


Ruang Administrasi~


"Permisi..." Ucap Pak Malik


"Baik, Bapak. Ada yang bisa saya bantu?" Ucap Suster yang bertugas sebagai Admin


"Begini Sus, saya ingin membayar biaya pasien atas nama Dini."


"Baik Bapak ditunggu sebentar." Mengecek perincian biaya di komputer


"Mohon maaf bapak bisa diberi tahu nama lengkapnya! dikarenakan di sini tertera banyak nama Dini." Ucapnya


"Dini Syahera Amalia!" Jawab Pak Malik yang sejak tadi tidak tenang memikirkan total biayanya


"Baik Bapak, mohon ditunggu sebentar." Ucap Suster itu fokus pada komputer nya mengecek


"Iya, Suster." Jawab Pak Malik dengan tidak tenang

__ADS_1


"Semua total pembayaran sejumlah Rp.209.250.000, Pak." Ucap Suster sampai membuat Pak Malik membelalakkan matanya tercengang mendengar biaya yang fantastis


"209 Juta, Sus." Pungkas Pak Malik terkejut


"Iya, Pak." Jawab santai suster itu


Adapun perincian biaya yang mencakup:



Jasa Dokter : Rp.80.000.000


Ruang UGD VVIP Kelas 1, 3 hari : Rp.30.000.000


Ruang Rawat Inap biasa 2 hari : Rp.8.000.000


Obat-obatan : Rp.50.000.000


Tindakan:


a. Infus : Rp.2.000.000


Laboratorium : Rp.5.000.000


Jasa Perawat : Rp.30.000.000


Makan : Rp.750.000


Ambulance : Rp.1.000.000



Total : Rp.209.250.000


"Ingin pembayaran Cash atau kartu kredit?" Tanya Suster


"Cash saja, Sus." Jawa Pak Malik dengan gemetar

__ADS_1


Pak Malik mengeluarkan uang yang baru saja ia ambil di bank dari hasil pengumpulan nya untuk membayar rentenir. ia sudah mengira jika biaya rumah sakit di kalangan orang elit tidaklah murah, sehingga pak Malik menggesek uang sebesar 250 juta untuk jaga-jaga.


"Baik Bapak, pembayaran atas nama pasien Dini Syahera Amalia sebesar Rp.209.250.000, dengan pembayaran cash sudah lunas.pasien sudah bisa pulang saat ini."


Setelah melakukan pembayaran, Suster memberikan perincian biaya, kwitansi, surat kepulangan yang sudah di cap lunas, serta foto copy hasil pemeriksaan laboratorium kepada pak Malik.


"Terima Kasih, Suster." Ucap Pak Malik lemas mengambil kwitansi pembayaran yang mencantumkan nominal total pembayaran cukup besar


...***...


"Akhirnya kau sudah sembuh dan pulang juga, Nak.nanti di rumah ibu akan membuatkan makanan kesukaan mu." Ucap Bu Lia kepada Dini yang berjalan di koridor untuk pergi keluar pulang


"Iya, Alhamdulillah, Bu. selama di rumah sakit, aku sangat bosan sekali.maafkan Dini ya Bu, Karena perbuatan ku membuat kalian menjadi khawatir.entah apa yang mendorong ku untuk melakukan perbuatan yang dilarang itu, jika saja itu terjadi mungkin aku tidak akan melihat kalian lagi." Ucap Dini


"Hush,,,kau tidak boleh mengatakan hal itu.yang terpenting kau selamat dan masih bersama ibu saat ini."


"Bapak kemana, Bu?" Tanya Dini


"Ibu juga tidak tahu bapak kemana, mungkin bapak sudah di luar."


"Yasudah kita segera ke sana, takutnya bapak sudah menunggu lama."


Seperti yang disangka, Pak Malik sedang berdiri mematung dengan melamun menyilangkan tangannya di dada menatap kendaraan yang berlelangan di jalan raya.


"Bapak...!!" Panggil Dini menyadarkan Pak Malik yang sedang melamun


"Eh, Putri bapak sudah bisa pulang." Ucap Pak Malik


"Bapak kenapa? Bapak seperti sedang melamun, bapak memikirkan apa?" Tanya Dini


"Siapa yang melamun, bapak baik-baik saja." Ucap Pak Malik tidak berani melihat wajah putrinya


"Ada yang sedang disembunyikan oleh bapak dari ku.apa ini ada hubungannya dengan biaya rumah sakit ini?"


"Tidak, Tidak. Tidak ada!" Jawab Pak Malik dengan gundah dan resah


"Kita bicarakan ini di rumah saja ya, Nak." Ucap Bu Lia

__ADS_1


"Iya, betul. Kita pulang saja!" Ucap Pak Malik meninggalkan mereka lebih dulu


__ADS_2