
Di mansion Pratama~
"Kenapa Arya belum datang juga ya, Pak? Ibu jadi khawatir jika Arya tidak akan pulang. Dia hanya mengatakan hal itu untuk meyakinkan kita supaya pulang saja." Ucap Bu Amira
"Sebentar lagi Arya pasti datang, Bu. Arya sendiri mengatakan dia akan pulang jika pekerjaannya sudah selesai.mungkin saja memang pekerjaanya saat ini belum selesai jadi dia sedikit terlambat.ibu duduk saja dulu jangan khawatir kan dia." Ucap Pak Barma
"Tapi tetap saja ibu jadi khawatir, ibu takut Arya berbohong.padahal ibu sangat menantikan kita akan berkumpul kembali bersama Arya di sini." Ucap Bu Amira
"Ibu ini!! Bapak sudah tidak mengerti bagaimana bisa batin seorang ibu begitu kuat terhadap anaknya." Ucap Barma tidak habis pikir
"Itulah perasaan seorang ibu yang tidak akan ada dalam diri seorang ayah.dari anak kita masih kecil, ibu tidak pernah melihat bapak begitu dekat dengan anak-anak kecuali Luna." Jawab Bu Amira
"Ya harus bagaimana lagi. seorang ayah tidak mungkin memanjakan anak laki-laki nya.terkecuali anak perempuan, bapak jadi teringat Luna sampai jadi merindukannya." Ucap Pak Barma
Ding...Dong...
Suara bel berbunyi~~
"Itu pasti Arya, dia sudah datang." Ucap Bu Amira langsung berlari membuka pintu
Sebelum membuka pintu, Bu Ashna sudah lebih dulu berada di sana namun, ia belum sempat membukakan pintu dan memilih melihat dulu siapa yang datang dari kamera interkom Doorbell.
"Pasti Arya yang datang kan, Bu Ashna." Ucap Bu Amira
"Bukan, Nyonya. tapi Non Luna yang datang." Ucap Bu Ashna
"Luna?? Dia datang juga!!" Ucap Bu Amira senang dan langsung membukakan pintu
Dihadapinya Luna yang sedang berdiri di depan pintu dengan tersenyum sumringah.
Luna pun di sambut dengan pelukan hangat dari ibunya.
"Lunaaa...!!" Senang dan Langsung memeluknya
Begitupun dengan Luna, ia membalas pelukan dari ibunya.
"Tak disangka kita kedatangan tamu putri kerajaan setelah selama 1 bulan tidak tinggal bersama kita." Ucap Bu Ashna merasa senang juga
"Apa kabarmu, Bu?" Tanya Luna pada ibunya
"Seperti yang kau lihat, ibu semakin baik dengan melihat putri ibu yang cantik ini datang." Ucap Bu Amira
"Ayo masuk, Non!" Ucap Bu Ashna
"Iya benar, ibu sampai lupa membawa mu masuk." Ucap Bu Amira
Luna pun masuk ke dalam~
"Pak, lihat siapa yang datang!" Ucap Bu Amira
Pak Barma yang sibuk dengan laptopnya duduk di ruang tamu, refleks melihat ke depan dan menyudahi aktivitasnya.
"Lunaa...??" Ucap Pak Barma berdiri
__ADS_1
"Ayahhhh..." Pungkas Luna berlari menghampiri dan langsung memeluk ayahnya
"Putri Ayah, kau datang, Nak! baru saja ayah membicarakan dan merindukan mu, kau langsung saja datang tanpa memberi kabar." Ucap Pak Barma begitu erat memeluk putrinya dan mencium pucuk rambut Luna dengan lembut
"Manisnya mereka berdua." Ucap Bu Amira yang terharu melihat kasih sayang antar ayah dengan anak perempuannya
"Bagaimana kabarmu?" Tanya Pak Barma
"Sangat Baik, Ayah. Ditambah lagi ada hal yang membuatku hari ini senang sekali, aku akan menceritakannya pada ayah nanti."
"Oh, Ya. apa itu yang membuat putri ayah ceria kali ini."
"Ayah akan tahu nanti." Ucap Luna yang membuat penasaran semua orang
Tak lama kemudian suara bel terdengar kembali.
Ding...Dong...
"Biarkan saya yang membukanya, Nyonya." Ucap Bu Ashna
"Baiklah, Silahkan!" Jawab Bu Amira
"Tuan muda, Anda sudah datang." Ucap Bu Ashna yang sangat senang sekali melihat Arya datang
Sontak ketika mendengar nama Arya disebut, Bu Amira berbalik dan melihat Arya sedang berdiri di depan pintu. Bu Amira berlari menghampirinya dengan raut wajah yang sumringah.
"Suatu kebahagiaan besar bagiku hari ini, melihat 2 anakku datang secara berturut-turut.ayo Arya masuklah...!" Ucap Bu Amira merangkul pinggang Arya karena jika pundaknya, Bu Amira tidak sampai. Tinggi badan Arya sangat tinggi hampir 185 Cm.
"Memangnya apa yang terjadi dengan kakak? ibu berbicara seolah kakak datang setelah pergi dari mansion." Pungkas Luna heran
"Itu memang benar...!" Ucap Pak Barma
"Masalah yang tidak terlalu penting, secara kau pun mendadak pergi meninggalkan kami ingin tinggal di asrama tempatmu berkuliah.entah apa yang ingin kau lakukan di sana, dan sekarang kau kembali juga. Tidak tahu malu!" Ucap Arya
"Kakak, kau tidak bisa mengejek adikmu ini.aku melakukan hal ini karena aku sedang menjalankan misi ku, dan saat ini aku sudah menyelesaikan nya.kalian pasti senang jika aku mendapatkan nilai tertinggi posisi pertama di kampus, sekaligus aku dinobatkan sebagai Duta Putri di sana." Jelas Luna yang sangat girang menceritakan kebahagiaannya
"Owh, Ya. Jadi itu yang membuat putri ayah senang hari ini. Sudah ayah duga putri ayah yang cantik ini sangat hebat, ia bisa meraih kesuksesan di kampusnya. Lihat itu Bu, putriku ini dia sangat pintar." Ucap Pak Barma ikut bahagia
"Apa yang ayah katakan, Luna juga adalah putriku. Selamat atas keberhasilan mu ya, Nak." Ucap Bu Amira Memeluk Luna dan memberikan ciuman di pucuk rambutnya lembut
"Terima Kasih, Bu, Ayah. Dan kakak, kakak tidak ingin memberikan selamat atau hadiah pada adikmu ini." Panggil Luna menggoda Arya
Arya memutarkan bola mata malas.
"Itu tidak penting. Baru saja pertama kali meraih keberhasilan di posisi pertama, kau sudah senang. Bagaimana dengan diriku yang menjadi Raja Dunia Bisnis.aku tidak perlu menjelaskan nya karena kau sendiri pasti sudah tahu mengenai kehebatan kakak mu ini." Pungkas Angkuh Arya
"Ibu, Ayah. Lihat kakak, dia malah mengejek ku!" Rengek Luna manja pada ayah dan ibunya
"Hush...Arya jaga ucapan mu, Nak.seharusnya kau memberi dia apresiasi dukungan pada prestasi yang didapatkan adikmu ini." Ucap Bu Amira
"Dasar anak manja!!" Ucap Arya berlalu lalang pergi menaiki tangga menuju kamarnya
Luna malah semakin merengek mendengar Arya mengejeknya lagi.
Pak Barma dan Bu Amira pun mencoba memberi pengertian untuk menenangkan nya.
__ADS_1
"Arya, Kau akan pergi kemana? sebaiknya kita makan bersama terlebih dahulu, ibu sudah memasak makanan semua kesukaan mu." Teriak Bu Amira memanggil Arya yang melihatnya sudah menaiki tangga
"Aku akan membersihkan diriku dulu setelah itu, akan turun." Jawab Arya
Sambil menunggu Arya turun untuk makan. Di meja makan, Pak Barma, Bu Amira dan Luna berbincang banyak. Luna menceritakan banyak hal pada ayah dan ibunya, ia banyak bicara sekali.
"Ayah dan ibu tahu, mahasiswa berprestasi yang sempat ku ceritakan tahun lalu mendapatkan posisi pertama dua kali berturut-turut?!" Pungkas Luna
"Iya, ibu masih ingat, dia sangat pintar sekali. Seharusnya kau berteman dengannya." Ucap Bu Amira yang membuat Luna memutar bola mata malas
"Iya, lalu kemana dia sekarang.kenapa kali ini putri ayah yang mendapatkan posisinya." Ucap Pak Barma
"Kalian terlalu memuji dan berharap padanya. Kalian tidak tahu jika roda itu berputar. ayah dan ibu pasti tidak menyangka jika mahasiswa yang dulu sempat meraih posisi pertama, saat ini dia meraih kedudukan diposisi 5020 dengan nilai point akhir 420." Jelas Luna
"Kenapa bisa seperti itu?" Tanya Bu Amira tercengang
"Ya, begitulah. tidak banyak yang menyangka jika dia wanita yang liar dan nakal. selama pertengahan akhir ini dia sering membolos hanya demi pekerjaan."
"Ya, itu bagus, Kenapa kau menyebutnya nakal? Toh dia masih melakukan hal baik dengan bekerja.ada alasan dibalik segala sesuatu." Ujar Bu Amira
"Ibu ini bagaimana malah mendukung wanita itu.apa ibu tidak tahu jika wanita itu adalah orang yang sudah melecehkan kakak! dia bekerja di perusahaan kakak, sekaligus berkuliah di tempat sama denganku." Cetus Luna
"Kau mengenali wanita itu?!" Pak Barma dengan murka
"Bagaimana tidak, secara dia berada dalam satu lingkungan kampus ku yang sama.kenapa aku tidak mengenalinya."
"Jika begitu ibu menarik perkataan ibu tadi. Dan kau jangan sampai berteman dengannya." Ucap Bu Amira
"Ingin berteman bagaimana, dari dulu aku tidak menyukai wanita itu. Toh dia juga sudah dikeluarkan!"
"Baguslah, sekiranya tidak ada teman yang nakal di tempat kuliahmu." Ucap Bu Amira
"Kau tahu di mana dia tinggal, ayah ingin sekali memberinya pelajaran." Ucap Pak Barma
"Aku tidak tahu.lagipula untuk apa aku mengetahui tempat tinggalnya, mendengar namanya saja sudah membuatku mual." Ucap Luna
"Sudah pantas pihak universitas mengeluarkan mahasiswa seperti itu.dia sama sekali tidak pantas untuk dipertahankan lagi, itu akan membuat reputasi universitas hancur dengan menampungnya.ibu menjadi tahu kenapa dia melakukan hal ini dengan menggoda Arya, karena dia ingin memeras uang Arya." Sarkas Bu Amira
"Ya, begitulah, Bu.dari awal aku sudah curiga jika dia bukan wanita baik-baik, dan akhirnya itu terbukti dengan skandal menjebak kakak ku.malang sekali nasib kakak, bisa jadi kakak pergi dari mansion karena ulah wanita itu." Jawab Luna
"Iya, bisa jadi.sudah lama Arya tidak marah pada kami, hanya karena kejadian masalah kecil dia malah meninggalkan kami." Ucap Pak Barma
"Dan mengenai penyakit yang kakak alami dari dulu!!" Ucap Luna membuat ayah dan ibunya saling bertukar pandangan tidak ingin untuk membahas, dan menyimpan pembicaraannya dalam pikiran mereka
"Oh, Iya ayah. aku harap ayah tidak marah karena aku meninggalkan kalian pergi dari mansion dan tinggal di asrama tanpa meminta izin dari kalian." Lanjut Luna berbicara
"Tidak apa, Nak. Untuk apa kami marah padamu, kau pasti memiliki alasan melakukan hal ini." Jawab Pak Barma
"Dan setelah ini, aku ingin tinggal bersama kalian lagi di sini untuk selamanya.aku berjanji tidak akan meninggalkan kalian lagi, aku harap ayah masih memberiku tempat di sini."
"Kenapa kau berbicara begitu seolah kau bukan anak kami. ini adalah mansion mu juga, kau pantas tinggal di sini.untuk apa kau meminta hak mu pada ayah dan ibumu." Ujar Pak Barma
"Jadi, Ayah tidak marah dan aku bisa tinggal di sini?"
"Iya, Nak. tinggal saja bersama kami, lagipula ayah dan ibu sangat senang melihat anak-anak kami kumpul bersama. walaupun tidak lengkap karena kakakmu Darwin masih harus menyelesaikan pendidikannya di Amerika." Ucap Bu Amira
__ADS_1
"Baiklah, ayah, Ibu. Terima Kasih, aku sangat menyayangi kalian." Ujar Luna
"Kami juga sangat menyayangimu." Ucap Pak Barma dan Bu Amira bersamaan