Terbelenggu Oleh CEO Angkuh

Terbelenggu Oleh CEO Angkuh
S2 31 - Bertemu Dengan Panas


__ADS_3

"Hari ini Presdir telah diundang untuk mengisi acara seminar kesehatan yang diselenggarakan rumah sakit Jakarta general dan dilaksanakan di gedung." Ujar Asisten Damar yang memberitahukan agenda hari ini pada Arya


"Baiklah. Kita berangkat sekarang ke sana." Balasnya


Acara seminar sudah dipersiapkan jauh-jauh hari. Dengan mendatangkan beberapa pembicara, dan orang-orang khusus untuk mengisi acara.


Dikarenakan ini seminar kesehatan, otomatis yang banyak diundang adalah seorang dokter maupun orang yang memiliki latar belakang dari kesehatan. Walaupun Arya adalah seorang CEO dia menjadi tamu kehormatan yang diminta untuk menghadiri seminar tersebut dan berbicara sepatah dua patah kata.


Tak lama kemudian mereka telah sampai di gedung tempat seminar diadakan. Sesuai batas waktu yang sudah ditentukan, di gedung itu sedang berlangsung nya acara seminar yang telah dimulai.


Hal yang tidak disangka lagi dan lagi ia bertemu dengan seorang wanita yang tidak asing lagi. Sama halnya dengan si wanita yang melihat kedatangan pria itu. Takdir memang berpihak pada seorang pria yang membuatnya selalu terbawa dalam pertemuan tidak terduga.


Sebagai dokter seminar kesehatan ini pantas disalurkan oleh orang yang memiliki latar belakang pendidikan kesehatan. Dini salah satunya yang menjadi pengisi acara untuk memberikan edukasi. Tujuan dari seminar kesehatan ini yaitu mengedukasi kepada seluruh mahasiswa, masyarakat, maupun tenaga kesehatan untuk memunculkan dan meningkatkan kesadaran dan kemampuan hidup sehat pada masyarakat dalam mencegah penyakit serta untuk membiasakan masyarakat hidup sehat seperti melakukan pola hidup sehat.


Dini menundukkan wajahnya, berharap dengan melakukan hal itu bisa mengalihkan perhatian laki-laki itu darinya.


Namun, ternyata dia sudah terlambat, laki-laki itu sudah menyadari keberadaannya. Pandangan mereka saling terpaut dan terkunci. Mereka tidak peduli dengan orang sekitar. Yang mereka pedulikan hanya keberadaan satu sama lain.


Kilatan rasa terkejut, marah, dendam, benci dan kecewa tampak terlintas di wajah Arya. Dini merinding ketakutan. Dia takut Arya akan melakukan sesuatu padanya. Lama mereka bertatapan dalam diam. Setelah di kejutkan oleh Damar asistennya, baru Arya memutus kontak mata dengannya. Tanpa berpamitan, dia mulai keluar dari ruangan itu.


Dini menghembuskan napas lega begitu mengetahui laki-laki itu keluar dari ruangan. Dia lega laki-laki itu masih bisa mengontrol emosinya dan tidak melakukan sesuatu padanya setelah penolakan kemarin.


Dini mencaci maki kebodohannya sendiri. Seharusnya dia lebih mencari tahu tentang tamu pengisi acara yang akan datang. Karena terbuai dengan kehadiran untuk menjadi pembicara dalam seminar, dia jadi lengah dan tidak mencari tahu siapa saja pengisi acara. Hal itu ia lakukan karena tidak tahu takdir hari sekarang akan membawanya seperti ini.


Andai saja dia tahu bahwa pengisi acara terhormat yang spesial adalah Arya, dia tidak akan menerima tawaran ini. Tujuh tahun ini dia berjuang untuk menghindar dari buruan laki-laki itu, dan sudah empat kali karena kecerobohannya sendiri dia malah masuk ke sarang laki-laki itu dengan sendirinya, sungguh sial!!


Setelah seminar ini selesai, dia berencana akan mengundurkan diri lebih awal untuk tidak mengikuti sampai selesai. Tidak apa-apa bila orang-orang menganggapnya tidak disiplin dan bertanggung jawab. Lebih baik orang-orang menganggapnya seperti itu daripada dia harus berurusan dengan laki-laki itu lagi.


Namun, Ternyata atasannya tidak mengizinkan dia untuk meninggalkan seminar lebih awal. Terpaksa Dini menuruti seminar ini hingga akhir yang tidak lepas dari tatapan Arya yang selalu melihat ke arahnya.

__ADS_1


Tanpa disadari seminar itu telah selesai. Dia berjalan sembari melamun, pikirannya bercabang kemana-mana. Dia tidak menyadari ada seseorang yang mengintainya dari kejauhan. Menunggu kesempatan untuk menangkapnya.


"Aakhhhpp!!" Dini berteriak terkejut ketika seseorang menarik tangannya dan memasukkannya ke ruang kosong. Tangan orang itu menutupi mulutnya. Dini menatap sosok itu dengan panik. Ketika mata mereka bertemu, Dini merasa sudah tidak bisa melarikan diri lagi. Nasibnya sudah tamat!! Arya sudah membawanya!!


Arya menatap wajah Dini itu lekat-lekat. Ekspresi wajahnya tampak berubah-ubah. Ada kemarahan, kebencian, kekecewaan dan juga kerinduan. Ya!! Dalam lubuk hatinya yang terdalam dia sangat merindukan wanita ini! Namun, Dini selalu menghindar dan dia masih teringat pada penolakannya kemarin. Hari-harinya selalu di penuhi kegilaan karena frustasi tidak bisa menemukan wanita itu, namun saat bertemu sama sekali tidak sepenuhnya mengobati kerinduannya.


Sekarang wanita itu ada di depan matanya. Dia bebas untuk melakukan apa saja. Logika dan pikirannya kalah. Naluri kebinatangan memenuhi tubuhnya. Tiba-tiba saja Arya merasakan terjangan birahi menghantamnya. Menghidupkan tubuhnya yang telah mati suri. Dia kembali menjadi laki-laki seutuhnya setelah selama tujuh tahun penyakitnya kambuh kembali yang membuatnya tersiksa tidak bisa merasakan rangsangan dari seorang wanita.


Arya menghimpit tubuh Dini dengan ketat. Gejolak birahi memenuhinya. Dia menekankan kejantanannya pada tubuh lembut Dini. Arya membuka bekapan tangannya di mulut Dini dan menggantinya dengan mulutnya sendiri.


"Arya... Apa yang ka-kau lakukan..." Dini memejamkan matanya saat bibir Arya dengan berani mulai mencium leher jenjangnya


"Dini..." Panggil Arya dengan lirih setelah melepas ciuman di leher jenjang Dini hingga meninggalkan jejak merah di sana


"Aku..." Arya tak lagi melanjutkan ucapannya karena pria itu lebih memilih membenamkan bibirnya di bibir tipis Dini


la menekuk leher Dini sangat kuat dan melahap bibirnya rakus.


"Bibirnya tetap sama dan manis juga." Batin Arya, lalu memperdalam ciumannya


"Arya..." Dini nampak ingin marah akan kelakuan lancang mantan suaminya itu. Namun melihat wajah tampan Arya, membuatnya luluh begitu saja.


"Akhhpp!!" Dini terkesiap. Dia tidak siap dengan serangan dadakan seperti ini


Mulut Arya menciumnya dengan rakus. Menjelajahi setiap rongga di mulutnya. Menyesap dan mereguk manisnya. Memainkan dan menggoda lidahnya. Sedikit demi sedikit nafsu Dini menjadi goyah. Seketika pandangannya mulai berkabut. Dia mulai hanyut dan mengikuti permainan Arya. Tubuhnya mulai mengikuti arus. Perasaan ingin memberontak hilang dari pikirannya.


Dia berusaha mereguk segala kenikmatan yang di suguhkan. Dia tidak peduli lagi dengan hal lainnya. Merasa mendapatkan tanggapan, Arya mulai melepaskan cekalan tangannya pada tangan Dini.


Arya meraih tubuh Dini. Menempelkan tubuh mereka sepenuhnya. Tangannya mulai bergerilya. Dia mulai menjelajahi bagian tubuhnya yang lain.

__ADS_1


Dini terkesiap. Akal sehatnya mulai kembali. Dia melepaskan pagutan bibirnya dan mulai menjauhi tubuh Arya. Tapi laki-laki itu tidak membiarkannya. Dia tetap menahan tubuh Dini dengan erat. Gerakan tangannya menjadi semakin kasar. Dini mulai memberontak. Dia merasakan dejavu.


Arya tidak membiarkan Dini lepas darinya. Dia tetap melanjutkan aktivitasnya. Selama tujuh tahun ia memendam hasrat seorang pria normal, hanya karena dia memiliki penyakit, dia tidak bisa berdekatan dengan wanita lain selain Dini.


Arya memenuhi leher itu dengan kemerahan. Tangannya menarik paksa blazer yang di kenakan Dini. Membuat kancing blazer bertebaran di lantai. Tidak berhenti sampai disitu, Arya menarik bh Dini, membuat kedua buah dada wanita itu tampak menyembul padat berisi walaupun terlihat kecil.


Arya menatap pemandangan indah itu dengan nanar. Matanya di penuhi dengan hawa nafsu. Dalam sekali gerakan, dia langsung melahap keduanya.


"Lepaskan Aku brengsek!! Lepaskan Aku!!" Dini mulai berteriak. Dia berharap teriakannya akan di dengar oleh orang yang berlalu lalang di luar ruangan kosong yang terkunci rapat itu. Arya menyumpal mulut Dini dengan tangannya. Dia tetap melanjutkan aktivitasnya.


Arya tidak menggubrisnya.


Dini menjadi semakin ketakutan. Sepertinya kejadian pemerkosaan di alaminya. Apakah nasibnya memang seperti ini? Menjadi korban kekerasan lagi dengan orang yang sama? Dan apakah mereka pantas melakukan itu di tempat yang tidak seharusnya walaupun sepi dan kosong? Terlepas dari status hubungan mereka yang simpang siur!


Dini menolaknya. Berulang kali dia menggigit lidah dan bibir Arya, tapi laki-laki itu masih tidak menghentikan aksinya.


Arya mulai menggerakkan tubuhnya. Gerakannya kasar dan penuh dengan penyiksaan. Tidak ada kelembutan di dalamnya.


Dini pasrah, membiarkan Arya bersikap seinginnya. Hilang sudah kerinduannya terhadap laki-laki itu. Yang tersisa hanya sepenggal kebencian.


Yang ada dalam otak Arya saat ini hanyalah menyalurkan hasratnya yang tidak tersalurkan selama tujuh tahun.


Setelah itu, dia mulai membenahi baju Dini. Dengan telaten Arya memakaikan baju dalam dan blazer Dini.


"Persiapkan tubuhmu. Itulah akibat atas perlakuan mu yang sudah mengacuhkan ku." Arya berbisik pelan dengan nada yang mengancam. Kemudian dia mulai meninggalkan Dini seorang diri.


Dini jatuh terduduk. Tubuh dan pikirannya masih terkejut dengan apa yang baru saja di alaminya. Dia tidak percaya bisa mendapatkan perlakuan bodoh dari laki-laki yang biadab. Tujuh tahun tidak merubahnya. Dia tetap menjadi wanita lemah di hadapan laki-laki itu.


Dini terdiam. Matanya kering. Kali ini dia tidak menangis, namun kecewa tidak bisa menjaga dirinya, Dan dia hanya menyesali ketidakmampuannya dalam menghadapi kekuatan laki-laki itu. Yang dipikirkannya sekarang, apa yang akan terjadi pada mereka kedepannya? Apa yang akan terjadi padanya? Apakah laki-laki itu akan kembali mencari dan memperkosanya? Memikirkan kemungkinan itu, membuat Dini kembali sadar.

__ADS_1


Dia harus kembali berlari dari Arya. Dia tidak boleh membiarkan Arya mengetahui keberadaan Ansel. Bila Arya tahu, laki-laki itu akan merampas Ansel darinya. sama seperti dia yang merampas hak nya sebagai wanita baik yang bukan merupakan seorang ****** hari ini.


__ADS_2