
Hari Esok...
Di Rumah Zayn...
"Sebaiknya kau segera kembali ke Swiss. Kau tidak perlu berlama-lama di sini jika pekerjaan mu sudah selesai." Gema bicara orang tua pada anaknya
"Tapi sepertinya pekerjaan ku belum selesai Ayah." Jawab Zayn
"Heh,,, Belum selesai bagaimana? Apakah ada kerja sama dilakukan sampai kau sendiri tidak bisa memutuskan kapan bisa selesai lalu kau pulang." Ejek Pak Antonio
"Tapi aku benar-benar tidak bisa meninggalkan negara ini. Aku terlalu nyaman berada di sini." Ungkap Zayn
"Sampai kapan? Sampai kau bisa menjadi keluarga dari mereka. Akhir-akhir ini ayah lihat kau sangat dekat dengan putri bungsu Pratama itu. Kalian sering menghabiskan waktu bersama dan ayah lihat kau seperti menyukainya." Ujar Pak Antonio
"Apa yang ayah katakan? Kedekatan ku dengannya hanya sebagai teman, Aku dekat dengannya sudah terjalin saat kakaknya meninggal, tak lebih hanya untuk menghibur dia."
"Alasan! Kau sampai lupa pada kami hingga tidak ingat di mana kau tinggal. Seharusnya dari dulu saat pekerjaan mu selesai kau harus segera kembali."
"Apa yang membuat ayah ingin agar aku segera kembali ke Swiss?" Tanya Zayn
"Kau harus ingat ini baik-baik. Ayah tidak suka jika kau dekat dengan keluarga mereka. Terutama Dini istri Arya Pratama yang kau anggap sebagai dokter yang membantu pengobatan mu itu, Apalagi ayah dan juga ibunya. Jika kau ingin sembuh, ayah juga bisa meminta dokter kenalan untuk membantumu." Kecam Pak Antonio
"Kenapa? Setiap tindakan pasti ada alasan? Kenapa ayah melarang ku? mereka orang baik, dan tidak akan mungkin berbuat macam-macam padaku. Apalagi dokter Dini dialah orang yang mengetahui apa penyebab aku bisa kehilangan ingatanku, dan dia juga mencoba memberikan ku pengobatan." Kata Zayn
"Itu masalahnya. Ayah tidak ingin kau dekat dengan dia." Ujar Pak Antonio khawatir
"Jadi, Ayah tidak ingin aku sembuh? Jika aku sembuh, Aku bisa mengingat segalanya. Aku juga akan mengingat kenangan masa kecil bersama ayah." Ujar Zayn terlihat sedih
Pak Antonio terlihat menghembuskan napas berat. Ia menatap Zayn, dan memegang kedua bahu menatap putranya sangat lekat.
"Ayah, Tolong jelaskan padaku. Ayah juga baru bertemu dan mengenal mereka. Tapi pernyataan ayah kemarin pada Tuan Arya, Ayah seolah tahu banyak mengenai dirinya. Apakah ketika di Swiss Ayah diam-diam menjadi detektif?"
Pak Antonio hanya terdiam dan ia berpikir keras.
"Zayn, kau adalah putraku satu-satunya. Ibumu pasti akan sedih jika kau pergi meninggalkan dia. Ayah hanya menyelamatkan mu dari orang-orang yang akan membuat keluarga kita hancur." Ucap Pak Antonio yang membingungkan Zayn
__ADS_1
Zayn mengerutkan dahinya. Ia bingung tidak mengerti apa yang dikatakan ayahnya. Apa arti dari pernyataan itu? Apa maksud dari menyelamatkan keluarga kita?
"Jelaskan dengan rinci apa masalah Ayah dengan mereka?! Apa ayah sudah lama mengenal dan berhubungan dengan mereka? Apa ini berkaitan dengan masa lalu ayah?" Tanya Zayn menelisik
"Jika kau masih ingin tinggal di sini, Terserah saja. Pastinya ayah dan ibu akan tinggal di sini bersamamu sampai kau ikut pulang bersama kami." Ucap Pak Antonio tidak menjawab pernyataan Zayn dan malah pergi meninggalkannya
Zayn kebingungan, Ia beranggapan jika sepertinya ayahnya itu memiliki kaitan masa lalu bersama keluarga Dini. Dari kemarin ia memang melihat raut wajah ayahnya yang menatap tidak suka ke arah Dini, ibu dan ayahnya.
Zayn, Ayah dan ibunya sama-sama orang Indonesia yang beremigrasi ke negara Swiss.
...***...
Di Rumah Arya...
Arya tengah mengupayakan mangga untuk Dini yang katanya sedang mengidam dan meminta mangga. Ia menjaga ibu hamil itu dengan sangat baik. Apapun yang istrinya minta ia akan menuruti semua keinginannya.
"Berikan! Biarkan aku yang mengupasnya untukmu. Aku takut pisau ini akan melukai tanganmu yang indah ini." Ujar Arya datang dan merebut pisau dan mangga dari tangan Dini
Dini tersenyum melihat Arya datang dan ingin mengupas kan mangga untuknya.
"Tapi untuk 6 bulan ke depan kau tidak akan pernah menyentuh pisau atau senjata tajam lainnya. Aku tidak akan membiarkan mu bekerja, baik itu memasak, membersihkan rumah, ataupun pekerjaan yang sering kau lakukan." Titah Arya
"Penyiksaan. Kau meminta istrimu untuk diam." Tawa kecil Dini diakhir
"Apa salahnya? Aku hanya ingin membayar kesalahanku padamu di kehamilan kedua ini." Ucap Arya sambil mengupas kulit mangga itu
Dini hanya tersenyum. Ia sangat bahagia dijadikan seperti ratu oleh suaminya.
Selain mengupas, dia juga menyuapi mangga itu pada Dini.
Dini mengunyahnya. Belum sempat menelan, Arya sudah memasukkan potongan mangga itu lagi ke mulut Dini.
"Sudah cukup! Aku belum sempat menelan yang tadi." Ujar Dini berbicara dengan mulutnya yang penuh
Sangat menggemaskan. Pipinya menyembul, membuat Arya tersenyum gemas.
__ADS_1
"Ayo makanlah! Kau harus banyak makan." Ujar Arya memasukkan potongan mangga lagi ketiga kalinya
Dini tidak bisa menampung mangga itu lagi dalam mulutnya. Ia pun berusaha lebih cepat untuk mengunyah dan menelannya hingga habis.
Saat habis, Ia menatap Arya yang tengah tertawa-tawa kecil dengan masam.
"Kau sangat lucu. Kau tidak melihat bagaimana pipi mu itu menyembul besar. Seharusnya aku memotretnya tadi." Pungkas Arya masih tidak bisa menahan tawanya
Dini pun hanya tersenyum sipu malu dengan kelakuan jahil suaminya
"Kau juga harus makan. Apa kau sudah makan?" Tanya Dini
"Belum..." Jawab Arya
"Hah,,, Kenapa belum? Seharusnya kau makan. Itulah mengapa sekiranya kau mengizinkan aku tetap mengurus mu. Apa kata ibu nanti jika kau mendadak kurus." Celoteh Dini
"Tidak masalah. Aku akan makan nanti. Saat ini aku sedang tidak ingin makan." Kata Arya
"Makanlah atau kau akan sakit nanti. Jika sakit, Siapa yang akan mengupas kan mangga ini untukku?" Senyum manisnya
"Aku akan makan setelah mangga ini kau makan habis." Jawab Arya
Dini pun segera memakan beberapa potongan mangga itu lagi.
"Oh iya, Din. Apa kau merasa keanehan dengan ayahnya Zayn." Tanya Arya
Dini pun terdiam dan berpikir sejenak.
"Iya, Aku juga merasakan hal itu. Bertemu dengannya kemarin sudah seperti tidak asing karena dia mengetahui masa kelam itu. Aku yakin sepertinya bukan hanya itu saja yang diketahui Ayahnya Zayn." Balas Dini
"Aku juga heran kenapa bisa dia mengetahui kematian Richo dan Valerie. Dia pun membahas kematian adikku. Apa mungkin Zayn menceritakan semuanya?"
"Aku rasa tidak mungkin Tuan Zayn menceritakan ini. Dia baru pertama kali bertemu dengan ayahnya yang datang ke Indonesia. Tuan Zayn pernah mengatakan ia tidak pernah bercerita apapun pada ayahnya, baik itu masalah pribadi." Kata Dini
Kedatangan Pak Antonio mencuat kecurigaan dan kebingungan bagi mereka. Ini masalah yang sulit melihat orang yang baru mereka kenal sudah mengetahui banyak hal tentang mereka. Apakah Pak Antonio seorang detektif yang mengintai siapa saja atau peramal yang bisa menerawang seseorang? Aku tidak percaya pada peramal di dunia ini!
__ADS_1