Terbelenggu Oleh CEO Angkuh

Terbelenggu Oleh CEO Angkuh
S2 51 - Karena Dia Ibuku!


__ADS_3

"Ibu, Ayo masuk! Ini juga rumahmu, jangan sungkan." Ucap suara seorang anak kecil yang terdengar di kala Dini ingin pergi menjemput anaknya dan ternyata mereka sudah datang bersama seseorang


"Ibu lihat. Akhirnya Arsen bertemu dengan ibunya... Aku dan Arsen bertemu dia di jalan. Dia bibi yang kemarin datang, Ternyata dia tidak sejahat itu Bu. Dia melakukan itu pada kita karena hanya ingin bertemu Arsen, katanya dia sedang sakit dan sering kali marah tanpa sadar." Ucap Ansel yang otaknya sudah dicuci oleh taburan kata manis Valerie


"Valerie?? Kenapa dia datang lagi bersama Arsen?" Gumam Dini


"Bu Shani, Tolong siapkan kamar untuk ibuku. Mulai sekarang dia akan tinggal di sini." Titah Arsen


"Agh,,, Tapi Tuan muda..." Bu Shani kebingungan dan sekilas melirik ke arah Dini


"Cepat saja lakukan! Kau harus ingat apa tugasmu." Ketus Arsen


"Ba-baik Tuan muda. Akan saya siapkan sekarang." Pergi Bu Shani ke lantai dua untuk menyiapkan kamar yang diminta Tuan mudanya


"Duduklah di sini Bu. Pembantu sedang menyiapkan kamarnya untuk ibu, setelah itu ibu bisa pergi ke kamar untuk istirahat." Ujar Arsen mengarahkan


"Terima Kasih putraku sayang. Kau tumbuh menjadi anak yang berbakti sekali." Ujar Valerie dengan mengelus lembut pucuk rambut Arsen


Dini yang sedari tadi melihat fenomena itu sangatlah sedih. Arsen terlihat sangat baik memperlakukan Valerie layaknya seorang anak yang menyayangi ibunya.


"Ibu, Aku dan Arsen sama-sama memiliki seorang Ibu. Dia sudah bertemu dengan ibunya. Ayah dan ibunya pun akan berkumpul tinggal di sini. Aku jadi rindu ayah, kapan kita akan pulang Bu? Sudah lama kita pergi meninggalkan Ayah." Ucap Ansel menghampiri Dini dan meraih tangannya


Dini terlihat berkaca-kaca yang sedari tadi menahan air matanya.


"Iya Nak, Nanti kita akan pulang. Tapi tidak sekarang, Hem?"


"Jika ibu masih betah tinggal di rumah paman tampan tidak apa-apa. Aku juga senang bisa tinggal di rumah paman tampan, karena di sini ada teman. Arsen terkadang ingin bermain denganku." Ujar Ansel


"Iya. Sekarang kau pergi ke kamar mengganti pakaian mu dan setelah itu makan siang, Ya." Titah Dini yang langsung dituruti Ansel


Setelah memastikan anak-anaknya pergi, Dan di sana hanya tersisa Dini dengan Valerie. Dini melangkah menghampirinya.


"Kenapa kau datang kembali ke sini?" Tanya Dini

__ADS_1


"Terserah ku. Anakmu sendiri yang membawaku kesini. Percuma saja kalian menyuruh bawahan untuk menjaga rumah ini agar aku tidak masuk. Tetap saja mereka takut melawan Tuan mudanya." Terkekeh Valerie


"Sebelum Tuan Arya tahu jika kau ada di sini, Sebaiknya kau segera pergi. Jika saja dia pulang dan melihat mu, maka kau akan habis berhadapan dengannya." Kecam Dini


"Oh ya? Aku tidak takut. Arsen putranya adalah kelemahan Arya, Aku tahu dia sangat menyayangi putranya itu. Apa yang dia inginkan, Arya pasti akan menuruti keinginannya. Termasuk mengizinkan ku tinggal di sini."


"Berapa lama lagi kau akan terus menggangu kami agar aku bisa menghitungnya dari sekarang."


"Berapa lama, Ya? Setelah keluar dari penjara banyak sekali yang ingin aku lakukan menghirup udara bebas di sini. Mungkin kau bisa menghitungnya sampai akhir hayat mu."


Lalu, berkata lagi


"Kau harus tahu. Ketika aku tidak mendapatkan keadilan di dunia ini, aku tidak akan membiarkan mu bahagia sedetik pun. Semua kehidupan yang ku alami saat ini adalah gara-gara dirimu, dan kau harus mengalami apa yang ku rasakan." Kecam Valerie


"Ibu, Kamarnya sudah siap. Ayo ku antarkan kesana." Panggil Arsen


Valerie sedikit terkejut saat ia sedang mengecam Dini dan mendengar suara Arsen memanggilnya. Ia pun kembali mengontrol dirinya agar tidak terlihat menunjukkan bahwa dia yang jahat saat Arsen melihatnya.


"Agh,,, Iya sebentar. Ibu akan naik ke atas sekarang." Jawab Valerie


...***...


"Kau sudah pulang? Tidak biasanya kau pulang lebih awal seperti ini." Ujar Dini menyambut kepulangan Arya dan membawakan tas kantornya


"Ada apa? Kau seperti tidak suka jika aku pulang lebih awal hari ini. Padahal aku sengaja meninggalkan kesibukan yang masih berlanjut hanya karena merindukan istriku ini." Ujar Arya merengkuh pinggang Dini dan mendekatkan wajahnya dekat hingga hidung mancung mereka bertemu


"Jangan seperti ini. Seseorang akan melihat." Kata Dini yang menghindar


"Anak-anak sudah ada di kamarnya saat jam seperti ini. Tidak akan ada yang melihat kebersamaan kita." Ujar Arya yang terus menyosor


"Wahh... Pasangan yang romantis sekali. Sepasang suami istri yang tidak tahu tempat menunjukkan kemesraan terang-terangan walaupun di rumah. Mereka tahu di sini ada dua orang anak, bagaimana jika mereka melihat fenomena ini antara ayah dan ibunya, bukankah ini termasuk pornografi. Jika mereka sampai melihat dapat menyebabkan kerusakan pada otak bagian depan dan sudah termasuk tindakan norma asusila." Bicara Valerie yang datang dan mengejek mereka sambil menelusuri turun dari tangga


Sontak Arya tercengang mendengar suara itu dan melihat siapa yang berbicara. Dia tidak bisa menduga kenapa Valerie bisa ada di dalam rumahnya, bahkan muncul dari lantai dua kamarnya.

__ADS_1


Arya sekilas melirik ke arah Dini mencari jawaban.


"Seperti yang kau lihat. Dia memang ada di sini sejak siang tadi." Jawab Dini yang peka


"Bawahan yang tidak becus! Bagaimana bisa mereka membiarkan wanita ular ini masuk ke dalam rumahku setelah memberitahu mereka untuk mengawasi kemunculannya." Marah Arya


"Arsen memiliki pengaruh menjadi atasan yang lebih baik yang ditakuti dibandingkan dirimu. Mereka takut pada Arsen, dan Arsen sendiri yang membawa dia ke dalam rumah ini." Jawab Dini memberikan penjelasan


"Di mana anak itu?" Cari Arya yang marah pada Arsen


"Aku di sini. Ada apa? Ayah ingin memarahiku kenapa aku membawa Ibu Valerie masuk ke dalam rumah kita?" Muncul Arsen keluar dari kamarnya


Lalu, Menambahkan


"Jawabannya sangat simple Ayah. Karena Ibu Valerie dia adalah ibuku yang sebenarnya!" Imbuh Arsen membuat orang yang mendengarnya kesal


"Kalian dengar itu? Arsen menganggap diriku sebagai ibunya. Dan sebagai ibunya, Aku berhak tinggal di sini." Pungkas Valerie


"Sebaiknya kau tutup mulutmu. Tidak perlu berbicara apa-apa. Kau sudah menghasut anakku dengan bualan mu itu. Sehingga lebih baik kau diam saja." Gertak Arya


"Setelah ini aku yakin kau akan memohon karena menyerah. Kau menyerah untuk menanggapi anakmu yang menginginkan ku di sini. Sekuat apapun kau meminta Arsen tidak membiarkan aku tinggal di sini, Aku yakin dia lebih memilih ikut pergi bersama ibunya."


"Yang dikatakan ibuku benar. Aku sudah bersama dengan ibu yang menyayangi ku. Jika ayah mencoba mengusirnya, Maka aku sendiri akan ikut bersamanya." Kata Arsen


"Tidak. Arsen tidak boleh pergi dari sini, Apalagi harus ikut dengan wanita jahat itu tinggal bersamanya. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana dia akan mencuci otak Arsen terus menerus." Ujar Dini meminta pada Arya agar melakukan sesuatu


"Tapi tinggal di rumah ini bukanlah hal yang baik juga. Bukan hanya Arsen yang menderita, Tapi kau dan Ansel akan ikut terseret oleh kejahatannya."


"Orang jahat tidak pantas memanggil orang lain jahat. Orang jahat sesungguhnya di sini adalah kau." Tunjuk Arsen pada Dini


"Lancang sekali kau menunjuk ibumu seperti itu." Marah Arya melihat Arsen keterlaluan


"Tidak masalah. Biarkan saja Valerie tinggal di sini dengan Arsen yang menganggap dia sebagai ibunya. Jika kau mengusir dia, Arsen akan ikut dan dia tidak mungkin bermain-main dengan ucapannya. Sudah cukup selama 7 tahun dia tidak bersama denganku, sekarang tidak lagi, biarkan saja seperti ini walaupun dia tidak mengganggap ku ibunya, Asalkan aku tinggal di rumah ini bersama dengannya." Pungkas Dini

__ADS_1


"Hanya karena keinginan istriku. Aku akan membiarkan mu tinggal di sini, dengan satu syarat kau tidak berbuat semena-mena di rumah ini. Lakukan saja dan anggap apa yang kau inginkan itu, Kau ingin Arsen menganggap mu sebagai ibunya silakan saja, Dan kau harus tahu aku akan memberitahu kebenaran beserta bukti sebentar lagi." Kecam Arya


Valerie hanya tersenyum menyungging penuh kemenangan. Terserah orang lain berusaha ingin membuatnya terjatuh, tapi ujungnya dia akan menang karena Arsen adalah alat pengendalinya.


__ADS_2