
Deg!
Jantung Dini tiba-tiba saja berdetak begitu kencang saat melihat dengan jelas siapakah pemilik wajah yang sedang berdiri dihadapan nya itu.
TUAN ARYA!!
Sama halnya dengan pria itu yang mengenal dari awal dan kini ia melihatnya dengan jelas terpampang nyata jika wanita itu benar-benar sangat dikenalnya.
DINI!!
Mata bulat itu menatapnya balik. Ekspresi yang di tampilkan wajah itu juga tidak berbeda jauh darinya. Raut wajah terkejut, panik, khawatir, takut, sedih bercampur menjadi satu. Keduanya saling bertatapan dengan waktu yang lama.
Dini mematung di tempatnya. Tubuhnya tiba-tiba saja membeku saat manik matanya bertatapan dengan tatapan elang yang kini terhunus kepadanya. Dini segera mengalihkan pandangannya. Ia tidak ingin pria yang telah menorehkan luka di hati dan fisiknya itu melihat keberadaannya.
Pria itu pun kembali berjalan mendekat saat wanita yang ditatapnya mengalihkan pandangannya.
"Apa dia benar-benar tidak mengenaliku? Kenapa dia diam saja saat ini? Namun, bagaimana dengan tatapannya itu seolah-olah tengah menyudutkan ku?" Batin Arya bertanya-tanya
Arya semakin mendekati Dini yang sedang mematung.
"A-Ansel, Ayo kita pergi dari sini!" Ajak Dini menarik anaknya dan tergesa-gesa pergi dari sana
"Dini!!" Panggil Arya yang mengikuti
Melihat Arya yang mengejar dirinya, Dini semakin berlari membawa Ansel.
"Ibu, kenapa kita harus berlari?" Tanya Ansel
"Kita harus segera cepat pergi dari sini, Ansel." Dini pun sampai harus berlari kencang akibat Arya yang terus mengejarnya
la pun sampai menggendong Ansel karena ia pasti akan kelelahan untuk berlari.
Dini pun sudah sampai di dalam lift. sedangkan Arya sangat kesal lift yang tersedia semuanya terpakai akibat kesibukan karyawan. Dia tidak ingin kehilangan wanita yang ia cari dan sudah menemui dia dengan sendirinya itu kehilangan jejak begitu saja.
"Dini...!!" Teriak Arya memanggil di lobby
"Kalian semua! Hentikan dia!" Teriak Arya pada petugas keamanan yang sedang berjaga di luar
__ADS_1
Petugas keamanan pun linglung harus bagaimana, mereka melihat seorang wanita yang menggendong seorang anak berlari dan dikejar oleh atasannya. mungkin itulah target mereka.
Namun, Dini terus saja berlari dengan menambah kecepatan agar bisa lolos dari kejaran Arya.
"Ibu, Paman tampan itu mengejar kita. Mungkin ada sesuatu yang ingin dikatakan. tidak baik berlari jika ada orang yang memanggil, ibu sendiri yang mengatakan." Ujar Ansel
"Tidak Ansel, jika dalam keadaan darurat kita bisa berlari saat orang lain memanggil kita." Ujar Dini
Ansel pun terdiam dan memikirkan perkataan Dini.
Dini melihat pintu utama lobby yang akan ditutup. ia tidak bisa membiarkan hal itu, sehingga menambah kecepatan larinya. secara mendadak dia menjadi seorang atlet lari maraton.
Arya berhasil mengejar Dini sampai kini ia meraih tangannya. Dini yang sedang berlari dan menggendong Ansel pun terkesiap dan mereka berputar-putar sampai terjatuh bersama di atas tubuh Arya. kejadian itu disaksikan oleh semua karyawan yang ada di sana.
Brugh...
Dini terjatuh di atas tubuh Arya, Arya melingkarkan kedua tangan di pinggang Dini untuk menahannya.
Ansel yang ikut terjatuh, namun terlindungi oleh Dini yang masih menggendongnya. ikut bersama dengan sebuah jatuhan dari satu orang yang sedang merindu.
Kedua manik Arya dan Dini saling bertemu, memancarkan tatapan dari salah satunya dengan kerinduan. ia tidak menyangka berhasil menghentikan wanita itu, bahkan kini sedang berada dalam pelukannya.
"Lepaskan aku!!" Dini mencoba bangkit, namun Arya menariknya lebih kuat sehingga ia harus kembali terjatuh dalam dada Arya
"A-apa aku sedang tidak bermimpi? K-kau istriku ada di sini?" Ujar Arya gemetar
"Lancang sekali anda, Tuan! Kau bisa saja dijerat pasal pelecehan akibat sudah menganggu seorang wanita yang tidak dikenal!!" Hardik Dini. Dia memberontak sekuat tenaga hingga pada akhirnya ia berhasil lolos dengan menginjak masa depan Arya
"Ini bukan mimpi. Dia adalah wanita yang sangat ku kenal..." Ucap Arya melupakan rasa sakit akibat rasa senangnya yang tidak terbandingkan
Dini berhasil lolos keluar dari perusahaan itu. ia pun menghentikan taksi dan masuk dengan segera.
"Ayo cepat jalan, Pak!" Titah Dini
Supir pun segera menjalankan taksinya. Taksi itu sudah melaju jauh dari perusahaan Arya.
Dini menghela napas dengan lega. la berhasil lolos dari kejaran Arya dan bawahnya yang tidak bisa mengejarnya lagi.
__ADS_1
Arya mengacak-acak rambutnya dengan frustasi. Ia melihat Dini yang sudah menaiki taksi dan pergi jauh dari jangkauannya.
"Cepat kejar taksi itu!! Kalian tidak boleh kembali sebelum membawa penumpang yang ada di dalamnya." Titah Arya berteriak nada tinggi pada bawahan
Dengan gerak cepat sekaligus tekanan yang melihat Arya berteriak, Mereka memasuki mobil mereka dan mulai mengendarai untuk mengejar taksi itu.
Arya menatap kesal pada jalanan yang nampak padat dengan kendaraan roda dua dan roda empat itu. la benar-benar menyesal kehilangan kesempatan untuk mendapatkan Dini yang lari darinya setelah berhasil mendapatkannya dan malah kembali lepas darinya.
"Apa kau sudah sadar siapa wanita itu?" Tanya Damar yang menyusul mengetahui jika ternyata Dini berada di kota ini
"Aku akan segera mendapatkannya kembali. Kau lihat itu Damar, Ternyata Dini datang dengan sendirinya untuk menemui ku. Pencarian kita akan lebih mudah karena ternyata dia berada di sini." Ujar Arya senang
"Benar. Aku senang akhirnya kita bisa melihat Dini ada di sini. Kita hanya tinggal mencari titik keberadaannya dan kau bisa mendapatkannya lagi."
"Tapi anak itu, siapa dia, kenapa dia memanggilnya dengan ibu?" Heran Arya bertanya-tanya
"Akan ku cari informasi mengenai ini!"
"Tidak perlu. kerjamu sangat lambat! Kau tidak akan membuahkan hasil apapun jika menyelidiki masalah yang ku minta. sudah banyak penyelidikan yang aku tugaskan padamu, tapi sekarang tidak, aku yang akan mencari tahunya sendiri. anak itu adalah teman putraku!" Ujar Arya
Damar sangat senang melihat atasannya kini berwajah seri setelah melihat wanita yang selalu ia rindukan pada waktu yang tidak pernah disangka datang tanpa sengaja menuju ruangannya.
"Kau dengar apa yang dikatakan anak tadi. Ternyata selama ini dia berada di Swiss, sebuah negara yang bagiku tidak ada tandingannya, kenapa aku sangat sulit menemukan istriku sendiri, bahkan tak ada yang menyadari jika selama tujuh tahun ia ada di sana." Pungkas Arya
"Saya senang Presdir bisa melihat istri anda kembali di sini. semoga saja ini awal pertemuan kalian untuk memulai semuanya dari awal. tandanya tuhan masih memberikan kesempatan untuk memperbaiki segalanya." Ujar Damar
"Terima Kasih. akhirnya ibu dari anakku berhasil ku temukan walaupun belum bisa membawanya kembali padaku, aku bisa memberikan harapan pada Arsen jika sebentar lagi dia akan bertemu dengan ibunya. Ini bukanlah suatu kebetulan!" Kata Arya
......................
Ada pula pepatah yang mengatakan 'Kebetulan adalah takdir, dan takdir bukanlah kebetulan'. Seseorang yang menganggap suatu kejadian merupakan kebetulan, itu berarti belum paham arti kehidupan.
Mereka selalu pesimis akan menggunakan kata kebetulan sebagai tameng menenangkan hati, sementara orang optimis akan selalu berpikir itu adalah takdir yang harus diterima dan siap memperbaiki diri.
"Kau tidak bertemu dengan seseorang karena kebetulan. Akan selalu ada alasannya, entah itu sebagai anugrah maupun pelajaran."
"Tidak ada yang kebetulan dalam hidup ini, semua adalah dampak dari segala tindakan yang kita lakukan."
__ADS_1
"Takdir bukanlah sebuah kebetulan. Itu adalah pilihan. Bukan sesuatu yang harus ditunggu, tetapi sesuatu dicapai."