Terbelenggu Oleh CEO Angkuh

Terbelenggu Oleh CEO Angkuh
63. Pernikahan (Part 2)


__ADS_3

"DIA...wanita itu!" Cengan Arya berdiri dari duduknya



Pak Barma dan Bu Amira terheran melihat raut wajah Arya menatap tidak menyangka dan geram seperti itu.


Dini yang belum menyadari melihat siapa yang akan menjadi suaminya itu, masih fokus berjalan menyusuri red carpet menuju tempat akad nikah yang pak penghulu dan calon suaminya sudah ada di sana.


"Bu, Bukankah itu Tuan Arya yang merupakan CEO ternama dan pemilik perusahaan sukses yang dikenal angkuh dan dinginnya itu." Ucap Pak Malik yang menyadari


"Iya, Pak. Itu Tuan Arya!" Cengan Bu Lia juga


Dini yang mendengar Ayah dan ibunya berbisik namun, terdengar oleh Dini, mengerutkan keningnya.ia cukup kenal dengan nama Arya, yang merupakan pemimpin perusahaan CEO perusahaan Pratama Group yang sukses itu.bahkan ia sendiri merupakan mantan pekerja di sana.mendengar ayah dan ibunya menyebut nama Arya orang yang ia benci, sudah merusak kebahagiaan, rencana dan masa depannya hancur berdigik ngeri seketika.


"Apa maksud bapak dan ibu? kenapa mereka membicarakan pria itu, apakah dia ada di sini?" Gumam Dini


"Bukankah, Dini dengan Tuan Arya memiliki skandal berita yang tidak benar itu." pungkas Pak Malik lagi


Rasa ingin tahunya semakin menggebu-gebu karena ayahnya terus membicarakan orang yang dia benci bersama ibunya.namun, ia berusaha berpikir positif karena tidak mungkin calon suaminya adalah Arya.


Saat sampai di tempat akad nikah dan saling berhadapan satu sama lain. Dini tidak tahu jika ada sepasang mata elang yang menatap geram dirinya.


Pak Malik dan Bu Amira yang menyadari menunduk takut mengkhawatirkan putrinya.


Dari menunduk, Dini mendongakkan kepalanya menatap seorang pria yang sudah berdiri gagah tanpa memikirkan apapun.


Saat matanya tepat saling bertatapan satu sama lain, dia sangat syok melihat begitu jelas seorang yang tinggi dan berdiri menatap dirinya dengan tatapan tajam.


Seketika jantungnya berdebar dengan sangat kencang, ia benar-benar syok mendapati orang yang ada dihadapannya.


"KAUU...!!" Ucap Dini dan Arya dengan bersamaan


Hal itu mencuat perhatian Pak Barma dan Bu Amira.


"Jadi, kalian sudah saling kenal?" Tanya Bu Amira


"Jadi, ibu menjodohkan ku dengan wanita ini!" Pungkas Arya nada tinggi sambil menunjuk Dini dengan tidak sopan menggunakan jari telunjuknya


"Iya, dialah wanita yang ibu ceritakan padamu." Jawab Bu Amira

__ADS_1


"Aku membatalkan pernikahan ini!" Ucap Dini dengan tegas


Bu Amira menghampiri Dini dengan mengerutkan keningnya.


"Apa yang kau katakan? kau sendiri sudah menyetujui pernikahan ini dan pernikahan kalian sudah berada di depan mata.kau ingin membatalkan pernikahan yang sudah dipersiapkan hanya tinggal ijab kabul saja tanpa memikirkan apapun." Ucap Bu Amira sedikit marah


"Aku tidak bisa menerima pernikahan ini."


"Apa yang kurang dengan putraku? Apa dia memiliki kesalahan padamu, Hah? apa yang harus aku lakukan agar kau menerima pernikahan ini, apa perlu aku bersimpuh di kakimu?" Ucap Bu Amira marah begitu menjadi-jadi


"Ibu, apa ibu tidak tahu jika dia-..." Bicara Luna namun di cela oleh Arya


"Ibu, mungkin dia sudah mengetahui kekurangan ku.dia tidak ingin menikah dengan laki-laki yang penyakitan seperti diriku, ibu berkata dia berbeda dari wanita lain.tapi kenapa dia ingin memalukan diriku dengan membatalkan pernikahan ku di depan semua orang?" Keluh Arya memasang wajah sendu untuk memprovokasi


"Aku mohon padamu, Din. lanjutkan pernikahan ini." Ucap Bu Amira


Air mata yang sudah membendung di pelupuk mata Dini susah untuk dijatuhkan.ia benar-benar terpuruk mengetahui kenyataan jika dia akan menikah dengan orang yang sudah membuatnya terpuruk dan akan semakin membuatnya terpuruk pula.


Sebuah pernikahan tanpa cinta adalah seperti mimpi buruk bagi siapa saja, tapi tidak ada yang pernah tahu bahwa mimpi buruk bisa menjadi manis bila berpihak padanya.


Dini meremas gaun mewah pernikahan yang membalut tubuhnya dengan indah. Tangannya berkeringat dan jantungnya berdetak cepat luar biasa. Dini melihat Luna yang memandangnya dengan tatapan benci.Bagaimana tidak, Dini yang merupakan teman rekan kuliahnya dulu yang sangat ia benci, ternyata akan menjadi kakak iparnya dalam hitungan beberapa menit lagi.


Ditatapnya sendu wajah Luna karena sangat merasa bersalah.dia akui ketegarannya menyaksikan kakaknya menikah dengan orang yang ia benci dan jijik, bukan suatu penentangan menerima kenyataan yang biasa.


Niat hati pada awal masuk universitas ingin berteman dengan Luna, itu adalah mimpi angan-angannya.ia tidak berani, Luna terlalu bersinar dan Dini sadar ia hanya gadis biasa yang penuh kesederhanaan yang kebetulan mendapatkan beasiswa untuk berkuliah di universitas favorit dari kalangan atas, sama dengannya yang saat ini mengalami skandal yang belum terungkap setelah takdir membawanya kehadapan pria yang akan menjadi suaminya.


Hari ini Arya mengumandangkan ijab kabul menyebut nama calon istrinya yang sialnya terdengar merdu ketika diucapkannya.seharusnya bukan Dini yang duduk dengan jantung berdebar disampingnya dihadiri keluarga tertentu untuk menyaksikan penyatuan mereka.


Pak Malik dipandu oleh Penghulu, berjabatan tangan dengan Arya bersiap untuk membacakan ijab kabul.


"Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau Ananda Arya Razvan Pratama bin Barma Pratama dengan anak saya yang bernama Dini Syahera Amalia Binti Malik Darmawan dengan maskawin berupa seperangkat alat sholat, uang tunai sebesar 10 Milyar, 2 unit mobil, sejumlah properti tanah dan rumah, perhiasan berlian sebesar 31,06 karat, Tunai." Ucap lantang Pak Malik membacakan ijab kabul


Banyak yang tidak heran ataupun terkejut dengan mahar yang diberikan Arya atas usulan Bu Amira untuk Dini. Karena telinga mereka sudah terbiasa mendengar harga fantastis ataupun barang mewah tanpa melihat nominalnya.


Hanya saja Bu Lia, Pak Malik termasuk Dini sangat terkejut mendengar mahar yang diberikan keluarga Pak Barma padanya. Telinga mereka tidak bisa mencerna satu persatu mahar yang disebutkan.


"Saya Terima nikah dan kawinnya Dini Syahera Amalia Binti Malik Darmawan dengan maskawin tersebut, Tunai." Jawab dengan lantang Arya Juga mengumandangkan ijab kabul


Para saksi dan para tamu yang hadir serentak mengatakan kata sah dengan bersamaan.mereka turut senang dengan sambil memanjatkan doa yang dipandu oleh Penghulu.

__ADS_1


Tidak ada yang menyangka kali ini Dini sudah berstatus menikah menjadi istri orang yang tidak lain merupakan istri CEO Arya yang angkuh.dengan begitu ia memiliki kewajiban yang harus ia lakukan sebagai seorang istri yang patuh terhadap suaminya.


Dini tidak begitu senang atas pernikahan ini, tidak ada raut wajah senyum atau senang yang terpasang.ia hanya menahan rasa sedih akibat pukulan yang menimpa jalan hidupnya.dia tidak pernah membayangkan akan menjadi istri Arya setelah mengenal jika dirinya selalu mencaci dan juga menindas dirinya.


Entah bagaimana perjalanan hidupnya akan di mulai bersama orang yang notabenenya keras kepala, menindas, cuek, dingin dan angkuh itu.bisa dikatakan tidak ada akhlak terpuji dalam diri Arya, melainkan kelebihan dengan kesuksesan nya memimpin perusahaan.


Setelah berbagai doa yang baik dipanjatkan untuk pasangan suami istri demi kelangsungan kehidupannya semoga kebahagiaan menyertai mereka sampai hari tua nanti, Jika bertakdir untuk bersama selamanya!


Dilanjutkan dengan susunan Penandatanganan Dokumen Pernikahan yang menyatakan bahwa mereka adalah suami istri yang sudah sah secara agama dan hukum, yang terdaftar di kantor catatan sipil.walaupun tidak banyak orang yang tahu jika Tuan Arya yang mereka kagumi dan puja sudah menikah.


Setelah itu, dilanjutkan dengan Serah Terima Mahar dan pemasangan cincin pernikahan, Mereka saling memasangkan Cincin pernikahan satu sama lain di jari manis tangan sebelah kanan.


Cincin Pernikahan Arya dan Dini



Cincin adalah simbol keabadian. Cincin pernikahan melambangkan aliran cinta yang terus-menerus dan mewakili bentuk keabadian karena bentuknya yang bulat seperti roda kehidupan, kadang di atas dan kadang di bawah. Pun pernikahan, tak akan selamanya kehidupan pernikahan akan mulus-mulus saja.


Cincin tersebut merupakan cincin yang dimenangkan Arya dari pelelangan dahulu dengan harga yang terbilang fantastis.


dia menjadikannya sebagai cincin pernikahan walaupun bukan pernikahan yang diinginkan olehnya.


"Mereka pasangan yang cocok sekali.syukurlah pernikahan yang sempat ingin dibatalkan tidak benar-benar terjadi sehingga bisa diminimalisir." Ucap Bu Amira mengusap air matanya sedih bahagia


Saat ingin Arya ingin memasangkan Cincin untuk Dini, Dini menghiraukannya dan tetap menunduk menatap kosong ke bawah dengan mata berkaca-kaca masih tidak menyangka ia menikah dengan Arya.


"Nak, ulurkan jarimu. Suamimu ingin memasangkan Cincin untuk mu." Ucap Bu Lia yang mengerti namun, tidak bisa berbuat demikian untuk putrinya


Dini tetap terdiam sehingga terpaksa uluran jari Dini dibantu oleh Bu Lia.dengan begitu, Arya langsung memasangkan cincin di jari manis tangan kanannya dan sudah terpasang dengan indah dan pas di jarinya.


Selanjutnya, giliran Dini memasang cincin di jari manis tangan kanan Arya.


Ingin tidak ingin dia harus melakukan hal tersebut karena Bagaimanapun pernikahan secara hukum dan agama sudah terjadi, dia tidak bisa mengelak nya lagi.


Dengan gemetar Dini mendekatkan tangannya yang memegang cincin ke jari manis Arya, tak lama cincin itu sudah terpasang sehingga semua orang sangat lega pernikahan itu sudah benar-benar dilakukan.


Sekilas dengan mata berkaca-kaca Dini menatap Arya yang sedang menatapnya juga.


terlihat senyum simpul menyungging dengan maksud terselubung menatapnya.

__ADS_1


Sudah bisa ditebak, Dini memikirkan jika pria yang sudah berstatus sebagai suaminya sedang merencanakan sesuatu yang terselubung dibalik senyum smirknya.


Dia bersiap dengan kehidupan baru yang sesungguhnya, di mana perjalanannya akan semakin rumit hidup bersama suami angkuhnya yang sebentar lagi akan segera di mulai...


__ADS_2