Terbelenggu Oleh CEO Angkuh

Terbelenggu Oleh CEO Angkuh
139. Mahasiswa Pindahan


__ADS_3

Seperti biasanya, di kantin tempat mahasiswa bernaung untuk mengisi perut yang lapar, laku keras baik siang untuk beristirahat setelah jam pelajaran selesai dan pagi untuk yang tak sempat sarapan.


Begitu pula Luna bersama bersama Felisha yang sedang berada di kantin sambil menunggu satu temannya Vera yang entah pergi ke mana.


"Kau sudah menelepon Vera? Kita sudah menunggunya di sini." Ujar Luna sambil menyantap makanan yang ia pesan


"Handphone nya tidak aktif. Aku sudah menghubunginya beberapa kali." Jawab Felisha


"Aneh, Ke mana dia pergi. Tidak biasanya dia menghilang." Ucap Luna


Tak lama kemudian Vera teman mereka yang sedari ditunggu akhirnya datang. Ia datang dari kejauhan menghampiri Luna dan Felisha.


"Hai, Teman-teman!" Panggil Vera


Yang menjadi pusat perhatian kala Vera datang adalah pria di sampingnya yang sangat gagah menghampiri mereka juga berjalan beriringan bersama Vera.


"Kalian pasti sedang menungguku, Ya? Maaf, tadi aku harus pergi sebentar." Ujar Vera


Pandangan Luna tidak fokus melihat Vera, sedari tadi matanya sama sekali tidak berkedip hanya melihat sosok pria yang asing di samping Vera.


"Luna, Apa yang kau lihat? Aku panggil kau tidak menyahut." Dalih Vera menyadarkan lamunan Luna


"Agh...maaf. Kau dari mana saja sebenarnya. Kami sampai menua menunggumu di sini."Kata Luna baru berbicara


"Biasalah, Ada urusan yang penting." Langsung duduk di kursi


"Vera, Siapa pria itu? Apa kau membawa seorang pacar ke sini?" Tanya Felisha


"Inilah yang ku maksud. Aku tadi pergi ke parkiran untuk menjemput dia ke sini. Perkenalkan namanya Melvin, dia adalah sepupu ku."


"Melvin?" Tegun Felisha


"Aku baru melihat dia di sini. Aku juga tidak tahu jika ada sepupumu di sini." Ujar Luna


"Wajar saja kau baru melihatnya karena dia memang tidak ada di sini. Tapi nanti kau akan melihatnya setiap hari. Kemarin dia dan orang tuanya baru kembali dari Italia dan akan tinggal di sini, rencananya aku menyarankan dia untuk melanjutkan kuliahnya di sini. Dia baru bisa masuk siang ini karena tadi pagi masih harus mengurus kepindahannya." Jelas Vera

__ADS_1


"Owh, aku pikir dia adalah pacarmu." Kekeh Felisha


"Melvin. Kenalkan, mereka berdua adalah teman-teman ku. Ini adalah Felisha." Sambil tunjuk Vera memperkenalkan


"Hallo! Aku Felisha." Ujar feli menyebutkan nama sambil berjabat tangan


"Melvin!" Tegasnya yang terdengar kharismatik


"Dan ini temanku yang paling cantik dan kaya. Namanya adalah Luna."


Dengan senyum yang mengembang, Melvin lebih dulu mengulurkan tangannya. Yang sedari tadi Luna terlihat tidak nyaman melihat Melvin.


"Senang bertemu denganmu. Aku Melvin!" Katanya


"Luna!" Jawab Luna entah kenapa terdengar gugup


Dan lagi-lagi saat itu Luna dibuat berdebar kencang saat tangannya saling bersentuhan.


Felisha sempat merasa heran dengan temannya itu.


"Jurusan apa yang dia ambil. Kenapa tidak membawanya ke kelas kita untuk memperkenalkan pada teman yang lain." Kata Felisha


"Dia mengambil jurusan manajemen seperti saat berkuliah di Italia. mana mungkin dia harus berada di kelas anak kedokteran."


"Owh, Sayang sekali." Kekeh Felisha


"Aku sudah selesai. Kita bisa menunjukkan kelasnya dan setelahnya pergi ke kelas kita." Ujar Luna


Ketiga sahabat itu pergi meninggalkan kantin untuk mengantarkan mahasiswa pindahan yang tak lain sepupu Vera menuju kelasnya. Tanpa disadari oleh Luna sendiri yang fokus menatap jalan, Pria yang bernama Melvin itu tak henti mencuri pandang ke arah Luna.


Brakkk!


"Astaga!" Luna menekup mulut tidak percaya dengan apa yang baru saja menabraknya tepat dihadapan saat ia berjalan untuk berbelok ke koridor


Sontak membuat teman dan yang sedang berjalan berarah berlawanan itu memastikan situasi saat ini.

__ADS_1


"Maaf, Aku tidak sengaja." Ujar si penabrak


"Tck,,, Kau lagi, Kau lagi. Aku bosan melihat wajah mu. Apa kau masih perlu diajarkan cara berjalan yang baik, hah?" Hardik Luna


"Maaf, Lun. Aku buru-buru dan tiba-tiba saja kau berbelok saat aku berjalan." Ucap Raina yang merupakan teman Dini dulu ini


"Jadi, Aku menghalangi jalanmu seperti itu?"


"Tidak ada gunanya berbicara dengan dia. Ayo kita pergi, Raina!" Ajak Prisha


"Aku memiliki jabatan duta putri di sini. Seharusnya kalian hormat padaku."


"Dengar wanita ingusan, Kau pikir tugas seorang duta adalah menindas mahasiswa dan menyuruh mereka menghormati mu. Kau bukan juga dosen, dekan, atau rektor yang harus kami hormati di sini." Lawan Prisha yang memang sedikit tomboy itu


"Kalian sama saja seperti teman kalian yang menjadi bintang **** itu dulu. Kalian berdua masih berteman dengannya bukan. Bagaimana kabarnya kali ini, Apakah dia sedang hamil anak pria tua yang menidurinya?" Cela Luna


Pernyataan Luna membuat Raina dan Prisha mengingat sosok Dini sahabatnya. Sudah hampir 1 tahun mereka tidak bertemu, bahkan kabar Dini saat ini mereka juga tidak tahu. Dini seolah menghilang ditelan bumi tanpa banyak orang tahu apa, dan bagaimana sebenarnya.


"Kalian pasti tidak tahu, Kan? Pantas kalian tidak pernah bertemu atau mendengar kabar darinya karena wanita itu sudah terkurung dalam sangkar emas." Ucap Luna


"Kami memang tidak tahu di mana Dini sekarang berada. Tapi apa kau tahu di mana Dini, Lun? Kami ingin sekali meminta maaf." Ujar Raina


"Terlambat! Kalian tidak akan pernah menemuinya lagi."


"Jadi, kau tahu di mana Dini." Tanya Prisha


"Kenapa kalian bertanya padaku, kalian pikir aku ibunya yang segala tahu tentang dia. Aku berpendapat kini dia sedang merawat anaknya dari pria yang menidurinya.karena tak tahan akan rasa malu jadi, dia pergi dari kota ini. Hahahaha..." Tawa Luna keras sekali bersamaan dengan 2 temannya yang ikut menertawakan


"Dan pria itu adalah kakakmu!" Cetus Raina sampai tawa Luna memelan dan terhenti dengan tertegun


"Bukankah sesuai berita yang tersebar skandal Dini disangkutpautkan dengan kakakmu Tuan Arya itu. Jika berita itu benar, Kakakmu yang sudah merusak sahabat kami, bisa saja Dini hamil dan meminta pertanggungjawaban darinya. Tak khayal kau sedang menghina kakakmu sendiri." Kecam Raina


"K-kau menuduh Keluarga ku? Asal kau tahu, tidak ada tempat bagi wanita murahan seperti Dini di rumah kami. Jika pun ada, Dia hanya akan menjadi pembantu!" Jawab Luna


"Tidak ada gunanya lagi, Raina. Aku sudah mengatakan dari tadi untuk pergi. Ayo cepat!" Ajak Prisha menarik Raina pergi dari sebuah perdebatan itu

__ADS_1


Luna belum berhenti untuk tertegun setelah mendengar pernyataan Raina tadi. Tak ada orang yang tahu jika pada kenyataannya Dini telah disembunyikan yang ada bersama dengan keluarga Pratama bahkan dia adalah istri dari kakaknya Arya. Sampai kapan kenyataan ini akan bertahan untuk bersembunyi. Luna mengkhawatirkan reputasinya jika suatu saat nanti kebohongan Keluarganya terbongkar.


__ADS_2