Terbelenggu Oleh CEO Angkuh

Terbelenggu Oleh CEO Angkuh
S2 60 - Kemana?


__ADS_3

Hari semakin lama, Dan sepertinya sudah larut dan menunjukkan pukul 23.00 Wib. Arsen tidak bisa menutup matanya untuk tertidur, perutnya keroncongan meminta untuk diisi makan, tenggorokannya haus, dan juga tubuhnya kedinginan menginginkan selimut atau alas yang bisa menghangatkan.


Ia takut masih memikirkan takdir kedepannya bagaimana. Apakah dia masih hidup, dan dia dapat bertemu Ayah Ibunya atau tidak?


Melihat situasi saat ini dia benar-benar sendiri berteman kan orang dewasa yang jahat. Dan tidak tahu juga di mana Valerie yang sekiranya orang jahat yang ia kenal saat ini.


Tubuh Arsen menggigil kedinginan. Wajahnya terlihat pucat dan pasi. Tubuhnya berkeringat walaupun ia kedinginan.


"Ibu... Ibu..."


Dalam dinginnya ia memanggil ibunya.


"Aku tidak apa-apa, Bu. Ibu sendiri yang mengatakan akan selalu ada untukku disaat mengalami masalah. Saat ibunya Arsen akan menamparku, Aku tidak takut karena tahu ibu pasti akan datang. Dan benar saja ibu datang." Kilasan perkataan Ansel saat itu pada moment Dini memarahi Valerie yang akan memukul Ansel. Arsen masih merekam pernyataan itu dalam memorinya yang sedang berputar di benak.


"Aku juga tidak takut karena ibu akan datang dengan kasih sayangnya. Ibu akan selalu ada untukku disaat mengalami masalah. Cepat datanglah Bu... Aku kedinginan!!" Ujar Ansel dalam hati mengulang perkataan Ansel yang berputar di benaknya


Ibuuu...


...***...


Arsenn...


Dini terbangun dalam mimpinya. Ia terpekik ketika sedang bermimpi dan Arsen memanggil dirinya.


Perasaanya pun tidak karuan. Batin seorang ibu pada anaknya sangat kuat, Dini merasakan kekhawatiran yang mendalam pada Arsen. Ia merasa jika Arsen sedang berada dalam masalah, tubuhnya pun seketika berkeringat dan dingin terhantar di sekelilingnya.


"Ada apa ini? Arsen seperti memanggilku! Apa dia baik-baik saja, Atau berada dalam masalah? Kenapa aku khawatir seperti ini padanya? Arsen, Apa kau baik-baik saja di sana, Nak?"


"Ya Tuhan, berikanlah perlindungan pada putraku di mana pun dia berada. Peluk dia di saat tangan dan tubuhku tidak dapat merengkuh untuk bisa memeluknya. Jaga dia selalu!"

__ADS_1


"Sayang, Ada apa? Kau terbangun di malam hari setelah tidurmu?" Tanya Arya yang ikut terbangun dan melihat istrinya tengah duduk dan menangis


"Aku bermimpi tentang Arsen. Dia memanggil namaku. Aku merasakan kekhawatiran yang tidak ku mengerti, Aku merasa Arsen berada dalam masalah. Tuan, Apa kau benar-benar memastikan jika anak buah mu itu tepat melihat Valerie dan Arsen pergi ke rumahnya?"


"Iya. Mereka melihat dengan mata sendiri bahwa Valerie membawa Arsen ke rumahnya. Sekiranya kita tahu jika Valerie membawa Arsen di sana dan kita bisa menemui dia."


"Tapi kenapa aku merasa Arsen berada di tempat lain. Ayo kita temui Arsen besok pagi ke rumah Nona Valerie." Kata Dini


"Iya. Kita akan pergi kesana besok. Sekarang sebaiknya kau tidur karena malam masing panjang." Kata Arya


Dini pun menurut dan kembali terbaring. Namun, sulit rasanya ia menutup mata. Ia masih terbayang-bayang akan Arsen yang memanggil dirinya ibu dan sedang meminta bantuan darinya.


...***...


Pagi hari telah tiba.


"Tadi malam aku tidak bisa tidur. Mataku tertutup, Lalu terbuka lagi. Biasanya Arsen ada di sampingku, tapi malam tadi dia tidur di rumah ibunya."


"Iya paman tampan. Sekarang aku sudah menjadi teman sekamar Arsen yang baik. Dia juga sering memelukku seperti guling, dia pasti tidak sadar menganggap jika aku adalah guling nya, Jika sampai tahu mana mungkin Arsen ingin memelukku..." Kekeh Ansel


"Kita akan temui Arsen hari ini sebelum berangkat ke sekolah. Kita akan tetap berangkat bersama mengantarkan kalian sekolah, Hem..." Kata Arya


"Iya. Aku juga merindukan Arsen dan ingin melihatnya." Jawab Ansel dengan kegemasannya


Setelah selesai sarapan, Mereka segera pergi menuju rumah Valerie berencana untuk menjemputnya.


Namun, Saat sampai rumah terjadi pertengkaran dengan Bu Clara dan Pak Jonathan. Mereka bersikeras jika Valerie dan Arsen tidak ada di sana, baik itu kemarin hari yang datang, mereka sama sekali belum bertemu Valerie.


Perasaan sebagai orang tua tidak tenang kala mendengar anaknya hilang tidak ada di tempat. Arya tersulut emosi menelepon anak buahnya yang tidak becus bekerja!

__ADS_1


Mereka melaporkan jika anaknya berada di rumah itu. Tapi saat memastikan, Valerie sama sekali tidak pulang membawa Arsen di sana. Lalu, siapa yang mereka lihat kemarin?


"DASAR SIALAN! INI CARA KALIAN MEMBALAS JASAKU DENGAN MEMPEKERJAKAN KALIAN SEBAGAI ANAK BUAH KU DENGAN MENGGAJI MAHAL!" Terdengar dalam telepon suara yang keras dan menggangu telinga


"Maaf Tuan, Apa yang anda maksud? Apa kami membuat kesalahan?"


"AKU MEMINTA KALIAN UNTUK MENGAWASI WANITA ITU SORE HARI KEMARIN, BUKAN? SIAPA YANG KALIAN LIHAT? AKU SEDANG BERADA DI RUMAHNYA DAN SAMA SEKALI TIDAK ADA MEREKA DI SINI!"


"Apa maksud anda, Tuan? Kami benar-benar melihat Nona Valerie datang ke rumahnya dengan membawa Tuan Muda! Kami semua memastikan dan melihat itu!"


"KEPARATT!! PUTRAKU SAMA SEKALI TIDAK DATANG KE SINI KEMARIN! KATAKAN DI MANA PUTRAKU BERADA!"


"Ma-maaf Tuan, Ta-tapi kami benar-benar memastikan dan melihat dengan mata kepala kami sendiri jika Tuan muda masuk ke dalam rumah itu!" Jawab anak buah itu yang terdengar gugup


"MUSTAHIL!! JIKA KAU MELIHATNYA DI SINI, MAKA HARI INI AKU AKAN BERTEMU DENGANNYA. AKU MEMINTA KALIAN UNTUK MENGAWASINYA SEPANJANG HARI. LALU, KEMANA KALIAN, HAH? SAMPAI AKU HARUS MENELEPON UNTUK BERTANYA PADA KALIAN." Gertak Arya sangat marah


"Maafkan kami Tuan, Kami benar-benar tidak tahu di mana Tuan muda. Kami pikir Tuan hanya meminta kami memastikan Tuan muda ada di sana, dan sekiranya itu membuat Anda berpikir tenang." Jawab Anak buah itu tertekan


"AKU TAK BUTUH OMONG KOSONG MU!! SEKARANG JUGA CEPAT CARI KEBERADAAN PUTRAKU! ATAU TIDAK, KALIAN AKAN MENDAPATKAN GANJARANNYA!" Kata Arya yang terdengar mengancam


"Ba-baik Tuan!"


Panggilan diakhiri.


"Arsen hilang? Kemana perginya dia dengan ibunya?" Tegun Ansel mendengar jika kakak yang anggap teman itu hilang


"Arsen hilang! Di mana dia berada? Wanita itu sudah membawanya pergi. Tuan, cepat temukan di mana putraku! Ini ada hubungannya dengan mimpiku tadi malam." Rengek Dini menangis dan memelas


"Aku sudah mengerahkan semua bawahan untuk mencari keberadaannya. Tenanglah, Arsen akan kembali!" Ujar Arya memberi pengertian

__ADS_1


Lagi dan lagi Ansel mendengar ibunya yang menyebut Arsen adalah putranya. Hal itu semakin membuatnya bingung dengan kebenaran yang disembunyikan darinya.


__ADS_2