Terbelenggu Oleh CEO Angkuh

Terbelenggu Oleh CEO Angkuh
S2 68 - Gadis Takdir


__ADS_3

1 Minggu Kemudian...


Waktu berlalu semakin cepat dengan hari sudah berlalu satu minggu. Semua orang sudah tahu saat Arya memberitahukan jika dengan tangannya sendiri Richo dan Valerie dalang dibalik masalah terjadi, Kini mereka telah meninggal ditembak! Mereka turut berduka cita dan saling mendoakan agar Richo dan Valerie mati dengan tenang di babak kehidupannya yang baru.


"Sayang, mengenai Valerie." Arya terdiam sejenak menghela napas dalam, "la harus mendapat ganjaran atas perbuatannya, Valerie dan Richo mereka sudah meninggal dan aku yang menyebabkan mereka pergi."


...***...


Keluarga Arya bersama Dini dan anak-anaknya mendapatkan kebahagiaan yang tidak terkira setelah semua yang terjadi dan hidup diambang berdampingan rahasia, semuanya telah terungkap. Ansel tahu jika ayah kandungnya adalah Arya, dan Arsen tahu jika ia memiliki saudara kandung kembar.


Namun, kebahagiaan dan beban mereka belum sempurna ketika Arsen masih bersikap dingin pada ibu dan adiknya...


"Sayang... Sayang...." Panggil Arya dari kamar


"Arsen, Ansel, Tunggu sebentar ya, Ibu ingin melihat ayah kalian dulu. Entah ingin apa ayah kalian memanggil ibu..." Ucap Dini meninggalkan Arsen dan Ansel yang tengah sarapan


"Ada apa? bisa tidak suaranya jangan kuat-kuat. Kau bisa menghampiri ku atau memanggil dengan pelan saja." Pungkas Dini masuk ke kamarnya.


"Hehehe... Maaf sayang. Jika aku memanggilmu pelan, Itu malah tidak akan terdengar oleh mu." Terkekeh Arya


"Hem,,, Lalu, Ada apa kau memanggilku?" Tanya Dini


"Pasangkan dasi untukku, Ya..." Ujar Arya menyerahkan dasinya pada Dini.


"Dasar manja, biasanya juga pasang sendiri." Omel Dini mengambil dasi yang diberikan Arya.


"Tapi Aku ingin kau yang memasangkannya. Akhir-akhir ini kau sibuk dengan anak-anak mu dan melupakan aku." Ujar Arya melingkarkan tangannya di pinggang Dini yang sedang memasang dasinya.


"Sudah..." Ujar Dini merapikan kerah baju Arya


"Terima Kasih Sayang." Ucap Arya mengecup bibir Dini


"Kita sarapan dulu, Anak-anak sudah lebih dulu sarapan." Ajak Dini


Siapapun tidak akan bisa keluar jika sudah terperangkap dengan Arya. Saat hendak pergi setelah selesai memasang dasi, Arya menarik tubuh Dini dalam dekapannya.


"Biarkan anak-anak sarapan. Dan kita berdua akan mengurus keperluan kita sendiri." Ujar Arya mendekatkan wajahnya


Dini menjauh dan menampar kecil wajar Arya tidak sakit agar wajahnya bisa menjauh.


"Kau ini, Ini sudah siang dan tidak ada waktu untuk bermain-main. Kau juga harus mengantarkan anak-anak pergi sekolah, dan kau sendiri pergi ke kantor." Ujar Dini


"Satu hari saja terlambat itu tidak akan apa-apa. Aku ingin memiliki banyak waktu bersamamu..." Kata Arya


"Tuann... Ayolah sadarkan diri. Atau semuanya akan terlambat." Rengek Dini

__ADS_1


"Tidak ada kata terlambat sebelum kau memberikan anak lagi untuk ku dan adik untuk Arsen dan Ansel. Kapan kau akan hamil?"


Deg!


Rupanya suami ini menginginkan istrinya untuk menghadirkan seorang anak lagi di tengah anggota keluarga mereka.


"Aku tidak tahu! Yang aku tahu kau harus segera sarapan dan pergi." Ujar Dini mendorong tubuh Arya, dan akhirnya ia terlepas.


"Selalu saja seperti ini, Dia selalu malu saat aku bertanya mengenai anak." Terkekeh Arya


...***...


Arya pulang cepat karena pekerjaannya tidak terlalu banyak. Sebelum ke rumah, Arya singgah di toko berlian untuk membeli sesuatu yang pastinya perhiasan.


"Sayang... Aku sudah pulang!" Teriak Arya masuk rumah yang baru saja tiba


"Kau sudah pulang? Kenapa terlalu cepat?" Bukannya senang, Dini malah terlihat tidak suka dan mengomel


"Tck, Kau seperti tidak suka jika aku pulang terlalu cepat." Masam Arya


"Hhhh,,, Bukan seperti itu. Aku hanya lebih suka kau pulang malam..." Ujar Dini terkekeh


"Aahh Sudahlah,,, Aku jadi malas..." Masam Arya lagi tidak semangat dan mendudukkan diri di sofa


"Kenapa seperti itu? Aku hanya bercanda, Aku senang suamiku ini pulang lebih cepat." Ujar Dini memeluk leher Arya dari belakang


"Apa itu?" Tanya Dini menelisik Arya yang tengah mengocek saku jas nya


"Ini untukmu..."


Arya mengeluarkan sebuah kotak perhiasan yang di dalamnya terdapat kalung yang sangat indah.


"Indah sekali... Ini untukku?" Berbinar Dini


"Tentu saja untukmu, memangnya untuk siapa lagi?" Ketus Arya


"Aku pikir ini untuk wanita lain." Imbuh Dini


"Jika kau ingin seperti itu, baiklah, berikan kalung itu padaku lagi. Aku akan memberikannya pada wanita lain." Goda Arya


"Jangan! Awas jika kau berani macam-macam." Kecam Dini


"Tapi hal itu tidak akan pernah aku lakukan. Aku tidak akan seperti pria lain yang bisa mendekati sembarang wanita." Pungkas Arya terlihat berubah raut menjadi beban


"Kenapa? Kau adalah pria kaya raya, kau juga sangat hebat, dan bisa menaklukkan apapun hanya dengan kekuasaan mu. Siapa wanita di luaran sana yang tidak ingin dekat denganmu, jika kau membuka diri pada mereka. Kau bisa mendapatkan gelar baru playboy nanti, Aku sangat percaya kau tidak akan pernah melakukan hal itu, ada satu hal lain yang membuatku berpikir lain terhadapmu karena kau tidak pernah terlibat dengan wanita manapun seperti laki-laki yang mempermainkan perasaan wanita walaupun kau memiliki segalanya. Hanya itu saja, kau kejam, cuek dan angkuh..." Cerca Dini yang tidak segan dan tidak membuat Arya sakit hati karena apa yang dikatakan istrinya adalah kebenaran

__ADS_1


"Itulah mengapa kau pasti heran denganku. Jika pun bisa, Kau pasti akan bosan mendengar media memberitakan aku dengan satu wanita dan wanita lainnya." Ujar Arya


"Iya. Apa alasannya, Apa karena kau malas , Atau karena sifat cuek mu itu kau tidak ingin bermain-main dengan para gadis di dunia ini?" Tanya Dini


"Percayalah hanya ada satu wanita beruntung selain dirimu tidak ada lagi di dunia ini. Kenapa aku bisa menyebutmu wanita beruntung, Karena hanya kau yang bisa memiliki seutuhnya setiap yang ada dalam diriku. Berbeda dengan semua wanita lain, menyentuh ku pun saja mereka tidak akan bisa." Ujar Arya


"Tapi kenapa? Karena kau angkuh dan tidak ingin di dekati mereka?" Tanya Dini


"Bukan, Aku memiliki rahasia yang belum kau ketahui selama ini?"


"Apa itu? Tolong jangan sakiti aku lagi dengan jutaan rahasia mu." Ujar Dini yang ketakutan mendengarkan penjelasan Arya


"Aku memiliki penyakit aneh dan juga langka! Sejak kecil aku hidup dalam tekanan siapapun wanita tidak ada yang bisa ataupun boleh mendekati ku selain anggota inti wanita Keluarga sendiri, Hanya mereka yang bisa menyentuhku. Saat wanita lain yang tidak memiliki hubungan darah keluarga kami, Aku pasti akan kesakitan, Akan muncul banyak ruam kemerahan, kepala ku sakit dan berputar saat menerima titik sentuhan saja. Maka dai itu, sebagai takdir dan jodohku, Tuhan membuatku dan dirimu bersatu... Kau adalah wanita gadis takdir itu!" Ungkap Arya


Dini pun tertegun dan termenung. Ia masih mengingat bagaimana saat itu Arya terlihat bergemetar hebat, kesakitan saat kilas balik dirinya dengan Valerie memiliki hubungan yang Arya memanggil dirinya di kamar itu dan dari sanalah gejalanya mereda. Dini juga mengingat bagaimana Arya menyebutnya sebagai Alat dan Obat!


"Aku ingat, Aku sangat ingat saat gejala yang kau ceritakan padaku itu terjadi di masa lalu..." Ujar Dini


"Iya, Itulah saat aku menyembunyikan penyakit ku dari dunia dan kau sebagai istriku. Mungkin semua orang akan menganggapnya tidak masuk akal, dan beranggapan hanya mengkhayal dalam sebuah negeri dongeng, Tapi itu adalah kenyataan yang aku rasakan." Ujar Arya


"Itu artinya kau sangat menderita selama ini." Sedih Dini


"Sangat menderita. Apalagi saat 7 tahun berlalu kau pergi meninggalkan aku... Tidak ada wanita yang mampu bisa dekat denganku." Kata Arya


"Lalu, Apa penyakitmu itu akan sembuh? Atau akan terus seperti ini selamanya?"


"Entahlah sampai kapan. Dokter hanya mengatakan jika penyakit ini bisa saja akan sembuh total karena tidak berhubungan dengan dunia medis, aku menganggap ini hanyalah anugerah dari tuhan. Aku percaya akan sembuh, dan aku bisa hidup menjadi pria normal seutuhnya dengan banyak wanita di sekelilingku tanpa aku merasa kesakitan. Tapi aku tidak tahu kapan ini akan terhenti." Kata Arya


"Aku berharap kau tidak akan sembuh selamanya." Kata Dini


"Kenapa? Kau ingin aku sakit terus?"


"Bukan aku tidak menginginkan kesembuhan mu, Aku pikir jika kau sembuh kau akan bermain-main dengan wanita lain setelah tidak merasakan sakit lagi." Kata Dini


"Kau cemburu? Tenanglah, Aku tidak akan seperti itu. Jika sembuh, tubuhku bisa di sentuh semua orang, Tapi hatiku hanya khusus milikmu." Ujar Arya


"Sejak kapan kau bisa menggombal? Gombalan mu itu terdengar kaku." Ejek Dini untuk menutupi kecemburuannya


"Hhh... Percayalah! Setelah memiliki segalanya, termasuk harta ini yang tidak akan di bawa mati. Aku hanya memiliki satu impian yang belum terkabulkan di mana aku hidup bebas tanpa ada penyakit yang bersarang dalam tubuhku. Dengan menjadi pria normal, bukan aku pergunakan untuk bermain dengan wanita, Aku selalu sering di cap sebagai orang angkuh hanya karena menolak jabatan tangan dari klien ku. Mungkin dengan begitu akan mengubah sisi gelap mereka terhadap ku." Imbuh Arya


"Setelah mendengar rahasia mu satu ini. Aku paham. Setelah banyak perjalanan yang terjadi padamu, sebenarnya kau adalah orang baik. Orang lain hanya tidak tahu apa yang kau alami saja selama ini dan tidak akan mengerti akan hal itu."


"Hanya kau yang bisa membantu penyakit ku, Aku sudah mengetahui dari awal dan kenapa aku bisa mendekati Valerie saat itu. Kau adalah sumber kekuatan dan kesembuhan ku, Tetaplah di sini bersama ku dan jangan pergi kemanapun." Kata Arya yang terdengar perpisahan


"Aku tidak akan pergi kemanapun. Aku akan setia di sini bersamamu dan anak-anak kita. Tidak ada yang mampu memisahkan kita, kita akan menua bersama sampai maut yang memisahkan suatu saat nanti. Aku akan membantumu sembuh dari penyakit mu itu..."

__ADS_1


Ujar Arya dan Dini yang saling mengikrarkan janji hidup semati mereka.


__ADS_2