Terbelenggu Oleh CEO Angkuh

Terbelenggu Oleh CEO Angkuh
56. Tidak Sengaja


__ADS_3

Di Rumah Pak Malik~


Selama seharian, Dini mengurungkan diri dalam kamar hanya merenung dan tidak keluar-keluar dari kamarnya.


"Apakah keputusan yang ku ambil saat ini itu benar? Tanpa melihat wajah dan mengetahui namanya, aku langsung menerima perjodohan ini." Gumam Dini


"Impian pernikahan menikah dengan seorang yang ku cintai semuanya sirna.mengapa perlahan apa yang sudah ku rencanakan dan impikan semuanya hancur begitu saja."


"Banyak orang yang di luaran sana memiliki nasib baik dibandingkan denganku!" Ucap Dini putus asa


Di Luar~


"Bu, Dini pergi membantu bapak di kebun ya.satu lagi, Bu Amira tadi menelpon jika ia sudah mengantarkan uang 5 Milyar pada rentenir itu.jadi, hutang kita sudah lunas." Ucap Dini


"Iya, Nak. sampaikan terima kasih pada Bu Amira dan Pak Barma, mereka sudah banyak membantu." Jawab Bu Lia


"Dini pergi dulu ya, Bu." pamit Dini


"Iya, Hati-hati!" Jawab singkat Bu Lia


...***...


Hamparan kebun yang dipenuhi bunga mawar, begitu sejuk dan damai tercium semerbak aroma bunga nya.semua warga yang bermayoritas bekerja sebagai petani saling bergurau sapa sambil menanam bunga.


"Din, Persediaan pupuk kompos kita sudah habis.tidak ada waktu juga untuk bapak membuatnya karena bahannya pun tidak ada.maka dari itu, Bapak titip kebun sebentar ya.bapak ingin membeli pupuk di toko Pak Syarif!" Ujar Pak Malik


"Tidak perlu, Pak. Biarkan Dini saja yang membeli." Tawar Dini

__ADS_1


"Dari kebun ke toko pupuk sedikit jauh, Nak."


"Tidak apa, Pak.lebih baik aku saja yang berangkat.lagipula tidak jauh kok, kan ada motor."


"Baiklah, Nak.ini daftar yang harus di belanja dan ini uangnya." Ucap Pak Malik memberikan daftar pupuk yang harus di beli dan sejumlah uang


"Dini berangkat sekarang ya, Pak." Ucap Dini pergi mengendarai motor milik ayahnya dan berangkat ke toko pupuk yang cukup jauh dari kebunnya


Setelah menempuh perjalanan 20 menit keluar dari pedesaan, akhirnya Dini sampai di toko pupuk langganan ayahnya yang ramai pembeli.


"Eh, Nak Dini.bapak mu kemana, Din. biasanya bapak mu yang membeli pupuk ke sini." Ucap Pak Syarif pemilik toko


"Bapak ada di kebun, Pak.kebetulan memang saya saja yang ingin membeli pupuk ke sini."


Pemilik toko itu ramah, ia melayani Dini dengan sepenuh hati tanpa melihat skandal yang sedaang terjadi padanya.karena hubungannya dengan Pak Malik sangat baik, mereka berteman sekaligus Pak Malik menjadi langganan pelanggan setianya.


"Ini Din, semua pupuk yang dibeli sudah ada di dalam." Ucap Pemilik toko itu memberikan kantong plastik besar yang berisi semua pupuk organik


Ia menyusuri jalan dengan motornya dengan keadaan cuaca panas, terik matahari mengenai dirinya.sekaligus kendaraan yang berlelangan dengan pengemudi yang tidak segan melajukan kendaraannya dengan kecepatan tinggi.


Sudah lebih 4 kali pula Dini akan terserempet oleh mobil dan motor yang memacu kendaraan dengan ngebut melewati dirinya.namun, ia berusaha menghindar dan menyayangkan sikap pengendara yang melaju cepat di jalan raya.


Dari arah berlawanan, saat Dini ingin membelokkan motornya ke arah kanan.mobil mewah dengan kecepatan tinggi tidak bisa mengelak untuk mengerem, yang pada akhirnya sudah dipastikan mobil itu menabrak Dini sampai ia jatuh ke aspal bersama motornya.


Pupuk yang baru saja ia beli pun berhamburan kemana-mana diaspal jalan raya itu.


Pengendara mobil itu keluar dari mobilnya menyadari jika ia sudah menabrak seseorang dengan tidak sengaja.ia sangat merasa bersalah, dapat terdengar dari suara yang ia lontarkan.

__ADS_1


"Nona, anda tidak apa-apa? Mana yang terluka?Tolong maafkan saya." Pungkas nya yang terkejut dan merasa bersalah karena tidak sengaja Menabrak seseorang


"Arrghh...ini sakit sekali." Ucap Dini meringis kesakitan di luka lecet lutut dan siku tangannya.sekaligus satu kakinya yang terjepit oleh motor


"Maafkan saya nona, saya benar-benar tidak sengaja." Pungkasnya lagi membantu Dini dengan mengangkat motornya dahulu yang menjepit satu kakinya


"Awsshh...Tidak apa-apa.ini kesalahan saya sendiri yang tidak melirik kanan dan kiri dulu sebelum menyebrang." Ucap Dini yang berbicara tanpa melihat wajah seseorang yang menabraknya, ia masih sibuk melihat luka lecet di lututnya.Namun, ia bisa mendengar dari nada suara yang dilontarkan yakni seorang pria


"Saya akan bantu, Nona.ini kesalahan saya karena tidak melihat jalan dan malah fokus memainkan handphone saat berkendara." Ucapnya sambil mengulurkan tangan


"Tidak perlu, Tuan.ini kesalahan saya." Ucap Dini berusaha bangkit menghiraukan uluran tangan yang ingin membantunya.Namun, saat berusaha setengah jalan kakinya terkilir sehingga tubuhnya lunglai dan akan terjatuh


Beruntung seorang pria yang tidak sengaja Menabrak nya masih ada di sana.dan saat melihat dengan menyadari lawannya akan terjatuh ia menangkap tubuh Dini dengan sigap dan tangkas.


Tubuh Dini tertarik dan berada dalam dekapan dada bidang seorang pria.tubuhnya yang gagah, tinggi dan rupanya yang tampan menawan mengingatkan Dini pada seseorang.


mengapa karakter wajahnya tidak asing, begitu terlihat sama apakah kembar sampai terlintas pikiran yang sama pada seseorang.


Dini sangat tercengang saat begitu jelas melihat wajah seorang pria itu.dia sangat tampan, mereka saling bertatapan cukup lama saling mengagumi satu sama lain.angin yang menjadi instrumen mereka mengibaskan rambut panjang dan terurai, sampai wajah pria itu terkena kibasan rambut Dini. namun, ia sama sekali tidak berkutik meredupkan pandangannya.


ia terus menopang tubuh Dini dengan tangan beruratnya.sampai suara klakson yang dibunyikan begitu keras menyadarkan mereka berdua.


Tiiiinnnn....


Tersadar dan melepaskan Dini.


"Maaf!!" Ucapnya dengan menahan malu yang begitu terdengar indah

__ADS_1


Baru pertama kali ini Dini mendengar pernyataan seorang pria yang begitu lembut yang bukannya marah, malah mengaku itu adalah kesalahan nya.apalagi sampai tidak segan meminta maaf padanya.


Ia benar-benar mengagumi seorang pria seperti itu...


__ADS_2