Terbelenggu Oleh CEO Angkuh

Terbelenggu Oleh CEO Angkuh
127. Gagal


__ADS_3

"Darwin, Ke mana kau akan pergi membawanya? Berhenti sekarang juga atau kau dan dia akan merasakan akibatnya." Ancam Arya berbicara


"Tuan Darwin, Tolong jangan biarkan aku tertangkap lagi oleh monster itu. Tolong Bawa aku pergi jauh darinya." Ujar Dini yang ditarik berlari


"Tenangkan dirimu. Kau sudah bersamaku sekarang, aku tidak akan membiarkanmu hidup bersama dengan pria itu lagi." Kata Darwin bersamaan berlari


Terjadi kejar-kejaran yang sangat menegangkan untuk menghindari orang yang membawa penderitaan.


"DINI!! Jika kau masih berani berlari selangkah lagi, Jangan harap orang tuamu besok masih hidup di dunia ini. Aku tidak main-main dengan ancaman ku kali ini, Jika kau masih bersih keras untuk pergi dariku, kau akan tahu akibatnya." Teriak Arya sambil berlari mengejar


Dini yang sudah terlanjur berlari kencang mengharap akan pergi dan akan lolos dari keterbelengguan nya, seketika terhenti dari larinya ketika mendengar orang tuanya menjadi sebuah ancaman.


"Din, Ayo cepat! Kita harus lolos dari kejaran kakakku, kenapa kau malah berhenti dan diam seperti ini?" Ajak Darwin menarik Dini untuk berlari lagi


"Bapak, Ibu!?" Tatapan Dini kosong


"Din, orang tuamu akan baik-baik saja. Kau tidak perlu mendengarkan ancaman darinya. Dia hanya sedang menjebak mu saja." Teriak Darwin membujuk


"Dia tidak sedang bermain-main. Orang tuaku berada dalam bahaya, Aku tidak bisa mengorbankan nyawa mereka hanya untuk kebahagiaan ku sendiri." Ujar Dini berbicara menatap Darwin dengan berkaca-kaca


"Sudah tidak ada waktu lagi untuk mempercayai perkataannya, Din. Ayo cepat lari! sebelum dia semakin dekat." Tarik Darwin terus untuk melanjutkan larinya, tapi Dini bisa menahan dan tidak ikut tertarik agar bisa lari


"Berhenti juga kau rupanya. Ayo, Orang tuamu akan aman jika kau ikut denganku." Sampai Arya menghampiri Dini yang sedari tadi mengejar


"Din, Jangan ingin dibodohi olehnya. Ingat! Setelah ini, kehidupan mu akan semakin sengsara." Kata Darwin memberikan pengertian


"Ingat! Nyawa kedua orang tuamu ada ditangan ku sekarang. Aku bisa saja meminta bawahan ku untuk segera datang ke rumah orang tuamu dan langsung membunuh mereka sekarang." Ancam Arya membuat Dini semakin terombang-ambing


Dini benar-benar dilema, ibarat jin baik dan jin jahat yang sedang memperebutkannya dengan perkataan argumen masing-masing, ia bingung harus bagaimana.


"Maafkan aku, Tuan Darwin. Aku tidak bisa ikut bersamamu. kedua orang tuaku saat ini berada dalam bahaya, dia tidak bermain-main dengan ancamannya kali ini, Jika aku pergi denganmu orang tuaku yang menjadi taruhannya." Kata Dini


Darwin hanya mengerutkan keningnya tak habis pikir dengan Dini. Ia masih berdiam tak menyangka menatap Dini dengan penuh rasa tanda tanya.


Arya tersenyum licik menatap keduanya. Sesuai julukan, tidak ada seorangpun yang bisa menolak dan akan terus bertekuk lutut dibawah kakinya.


Perlahan Dini melepaskan genggaman tangan dia dari Darwin. Ia ingin sekali pergi bersama malaikat penolong nya, tapi malaikat pencabut nyawa selalu mengintainya di manapun dia berada.


Semakin jauh Dini ditarik oleh Arya yang dibawa pergi meninggalkan Darwin yang kini masih menatapi kepergian Dini dengan tatapan sendu.


Dengan begitu, gerbang kemenangan yang sudah didepan mata kini tertutup rapat kembali. Entah sampai kapan Dini akan terus terbelenggu dengan seorang pria yang hanya memanfaatkannya saja.


"Diam di sini dan jangan pernah untuk mencoba melarikan diri lagi dariku." Hempas Arya sampai Dini terduduk di kursi tamu


"Arya, Kau ke mana saja? Aku kewalahan menghadapi tamu undangan yang menanyakan mu sendiri di pelaminan tadi." Ujar Valerie yang datang menghampiri


"Tadi aku pergi untuk mengejar seekor burung yang lepas dari sangkar." Sindir Arya pada Dini


"Oh, wanita ini lagi. Untuk apa juga kau masih memeliharanya, biarkan saja dia pergi supaya kelaparan di luar sana." Sindir Valerie

__ADS_1


Dengan tabah, Dini hanya berdiam diri menerima penghinaan kedua monster yang sedang mengoceh.


"Sebaiknya kita kembali ke pelaminan. Acaranya belum selesai, kan." Ajak Arya


"Iya, masih banyak tamu yang berdatangan dan ingin bersalaman dengan kita untuk memberi selamat." Jelas Valerie


Dengan cepat, Arya dan Valerie kini sudah sah menjadi suami istri yang diakui dan diketahui pernikahannya oleh semua orang. Semua orang akan mengenal Valerie sebagai nyonya Arya, dan Arya dikenal dengan pria yang sudah menikah dan memperistri Valerie. Padahal dibalik semua itu, Arya telah memiliki salah satu istri jauh hari yang telah disembunyikan.


"Huh,,,Lelah sekali! Aku sampai haus dan ingin minum." Kata Valerie yang langsung duduk di sofa saat baru sampai di rumah Arya


"Aku akan ambilkan air untukmu." Ujar Arya yang setengah berjalan ke dapur


"Tidak perlu suamiku. Kau tidak perlu repot-repot bergerak ke dapur untuk mengambil air. Di sini ada pembantu, Bukan. Apa gunanya pembantu itu jika tidak kita pekerjakan?!" Tatap Valerie pada Dini


"Hey, Kau! Ambilkan air minum untukku!" Perintah Valerie yang menyuruh Dini


Dini menatap ke arah Valerie tanpa ekspresi.


"Baik, akan ku ambilkan." Ujar Dini yang menurut saja


"Sekarang aku nyonya di rumah ini. Dan kau harus menurut pada perintah yang aku perintahkan padamu karena kau pembantu. Dan kau harus memanggilku dengan sebutan Nyonya!"


"Baik, Nyonya!" Ujar Dini yang tegar


"Bagus. Aku suka pada orang yang penurut." Senyum licik Valerie menatap Dini


"Jika boleh tahu, Nyonya ingin minum apa?" Tanya Dini


"Baik, Nyonya." Jawab Dini langsung pergi ke dapur


Arya hanya menyaksikan kelakuan Valerie yang menganggap Dini sebagai pembantu, Dan hanya dijadikan tontonan. Ia cukup senang memiliki Valerie yang akan membantu dia untuk memberikan pelajaran pada Dini.


Tak lama Dini datang dari arah dapur dengan nampan di atasnya secangkir teh.


"Ini nyonya teh nya!" Kata Dini sambil menyajikannya di meja


"Kau hanya membuatnya satu saja?" Tanya Valerie


"I-iya." Jawab Dini yang bingung. memangnya dia harus membuat berapa dan untuk siapa


"Kau harus ingat. Majikan mu di sini ada dua, jika kau membuat minum seharusnya buatkan juga untuk Tuan mu." Hardik Valerie yang sengaja ingin menyiksa Dini


"Tapi, Nyonya ataupun Tuan sendiri tidak menyuruhnya." Jawab Dini


"Memangnya aku harus selalu menyuruhmu? Seharusnya jika kau pintar, kau peka dan buka otakmu itu." Hardik Valerie lagi


"Iya, Nyonya. Maafkan saya. Akan saya buatkan untuk tuan." Pasrah Dini


"Tidak perlu. Semuanya sudah terlambat, tidak ada waktu untuk kami menunggu secangkir teh murahan yang kau buatkan." Kecam Valerie

__ADS_1


Dini hanya menunduk.


Tanpa menunggu lama, Valerie langsung mengambil secangkir teh itu dan segera meminumnya.


Byurr!


Belum saja masuk ke kerongkongan, Valerie sudah menyemburkan teh yang diminum itu.


"Cuihh,,, Teh macam apa ini? kau ingin membunuh diriku, Ya?" Marahnya


"Tidak, Nyonya. Memangnya apa yang terjadi?" Tanya Dini bingung dan tertekan


"Kau malah balik bertanya. Arya, sepertinya dia tidak menyukaiku dan bayiku di rumah ini. Rasa tehnya sangat pahit, sepertinya dia ingin meracuni bayiku." Mengadu tanpa kenyataan pada suami kesayangannya


"Apa kau tidak becus bekerja? Membuat teh saja kau tidak benar. Kau pasti sengaja ingin membunuh bayi kami, Kan? Supaya Valerie keguguran anaknya." Ikut Marah Arya juga yang membela istri keduanya


"Tidak, Tuan. Saya ingat jika saya sudah memasukkan gula ke teh sesuai takaran yang pas. Lagipula rasa pahit tidak akan mempengaruhi janin sampai keguguran." Jawab Dini menjelaskan


Valerie yang tidak terima dengan Dini yang berlagak pintar dengannya, tidak membiarkan Dini lolos begitu saja, ia terus mencaci dan memarahi Dini tanpa alasan yang jelas.


"Apa yang kau tahu tentang kehamilan. Bisa saja kau bersembunyi dengan membela diri dari kenyataan yang kau ingin menggugurkan kandungan ku." Pungkas Valerie tak ingin kalah


"Saya pernah belajar di pendidikan kedokteran. Jadi, saya tahu apa yang baik dan buruk bagi ibu hamil sesuai yang sudah saya pelajari."


"Dan buktinya kau bukan seorang Dokter, Kan! Pengetahuan seorang dokter tidak cukup dipelajari hanya seumur jagung. Buktinya kau dikeluarkan dari universitas mu karena skandal mu itu!" Ejek Valerie


"Jika saja saya tidak menikah dengan monster, Dalam beberapa tahun lagi saya bisa saja menjadi seorang Dokter." Lawan Dini


"Apa yang bisa kau banggakan dengan menjadi dokter. Kenyataan tetap saja kenyataan jika kau bukan seorang dokter, dan tidak akan pernah menjadi dokter." Ujar Valerie


"Kau pikir dengan menjadi dokter 4 atau 5 tahun ke depan, dan takdir tidak membuatmu menikah, kau ingin membunuh para musuh mu dengan dengan praktek ilegal mu." Lanjut bicara Valerie


"Ya. Itu bisa saja aku lakukan pada mereka yang sudah menyiksa orang lain. Terutama untuk orang yang tidak memiliki hati seperti orang yang ada dihadapan ku saat ini. Orang yang berlaga baik supaya mangsanya percaya, dan perlahan dia menusuk dari belakang." Kata Dini yang menyindir Arya


Arya yang merasa sudah tersindir, menatap ke arah Dini dengan tajam.


"Tapi, Tunggu, Tunggu. Kenapa Nyonya Valerie yang akan melahirkan pewaris ini tahu jika aku dikeluarkan dari tempat kuliah karena skandal ku? Bukankah kau sibuk di Amerika dan tidak mungkin ada waktu untuk mendengar berita." Ujar Dini dengan tatapan menelisik baru menyadari dan memikirkan kembali perkataan Valerie


Deg!


"K-kau berpikir apa terhadapku? Andai kau tahu jika skandal mu itu beritanya sampai ke luar negeri bahkan dunia mengetahui kejelekan mu. Aku mendapatkan informasi dari manager ku di sana!" Kata Valerie


"Baiklah, Tapi aku lihat kau seperti terkejut dan kenapa gelagapan seperti itu? Seolah kau ketakutan karena sedang menyembunyikan sesuatu."


"Kau berlagak seperti psikologi yang bisa membaca gelagat manusia saja. padahal pendidikan atau gelar sama sekali tidak memumpuni dirimu." Cetus Valerie


"Kau tidak tahu jika orang berpendidikan tinggi saja bisa bodoh. Banyak sekali fenomena seperti itu di dunia ini yang menganggap dirinya paling pintar karena sudah sekolah tinggi, tapi tidak menghasilkan apapun. Untuk menjadi pintar, seseorang tidak harus mengejar pendidikan tingginya dengan mendapatkan gelar sebagai bukti. Karena sarjana bukan bukti bahwa dia orang yang berpikir." Lawan Dini


"Sudah cukup! Aku kesal dari tadi mendengar ocehan mu yang menyombongkan diri itu. Jangan pernah mengeluarkan suara mu lagi. Dilihatnya sekarang kau sudah mulai berani dan melawan, Ya. rupanya?" Emosi Arya

__ADS_1


"Ya. Monster yang sudah lama tertidur, Kini terbangun menjadi lebih kuat untuk melawan musuhnya." Jawab Dini berani


Membuat Arya terpental dan tidak sanggup mampu berkata-kata lagi karena melihat Dini lebih berani dan berbeda.


__ADS_2