Terbelenggu Oleh CEO Angkuh

Terbelenggu Oleh CEO Angkuh
115. Diambang Kebangkrutan


__ADS_3

Keesokan Harinya~


"Faris, Segera lakukan kebijakan yang diambil dari pemimpin kalian sendiri. Dengan memberitahu petani jika kita akan membeli tanaman mereka seharga Rp.50.000." Bicara Darwin pada sekretarisnya yang sudah ia dapuk dinaikan jabatannya sebagai asisten pribadinya yakni bernama Faris


"Presdir, Anda yakin? Setelah kejadian kemarin yang membuat anda merenung."


"Aku sudah mengambil langkah yang salah, ini semua kesalahanku. Setelah kejadian kemarin, dan kondisi saat ini semakin membuatku terbelenggu." Kecewa Darwin pada dirinya sendiri


"Presdir tidak ingin mencoba untuk menentang keputusan, Presdir Arya? Walau bagaimanapun kami sebagai bawahan akan setuju pada keputusan dari pemimpin kami saat ini di sini." Ujar Darwin


"Lakukan apa yang aku katakan tadi. Jika tidak, Aku akan membuat Dini yang kau cintai semakin menderita, Dia dijadikan sebagai imbalan kesalahan yang sudah menentang ku."


Sekilas pernyataan Arya kembali teringat dalam benak Darwin


Setelah dia kembali dari Amerika banyak sekali kebenaran yang bersembunyi dibalik kehidupannya, satu persatu kenyataan pahit menghantam jiwa dan raga yang merusak semua harapannya. Ditambah lagi situasi kondisi yang baru saja terungkap dari kakaknya yang masih penuh teka-teki.


Karena mendengar jika sikap yang ditunjukkan oleh Arya pada Dini bukanlah sikap sebenarnya, lalu sikap apa yang ditunjukkan Arya pada istrinya? Apakah Dini bahagia menjalani biduk rumah tangga bersama kakaknya? Atau memang itu hanya ancaman saja dari Arya?.


Pertanyaan itulah yang berputar dalam benaknya saat ini. Karena tidak ingin mengambil risiko yang akan merugikan Dini, Dia memutuskan untuk mengalah.


"Lakukan keputusan Presdir lama kalian, dia yang paling berkuasa di sini. Karena dia adalah pemilik dan merupakan masih Presdir yang kedudukannya tinggi."


"Baik, Presdir. Akan saya lakukan dengan segera." Jawab Faris yang langsung pergi untuk menjalankan perintahnya


"Aku sudah melakukan apa yang kakak inginkan padaku. Semoga saja kakak tidak melakukan apapun pada Dini.entah itu hanya sebuah ancaman atau kakak benar-benar mengungkapkan kebenaran, Aku harap Dini baik-baik saja." Ujar Darwin


...***...

__ADS_1


"Hari ini saya mewakilkan Presdir kamu yang telah berganti, Untuk menyampaikan kebijakan baru untuk kalian. Sesuai kondisi saat ini kalian mengeluarkan diri untuk tidak menjual tanaman kalian pada perusahaan kami, dengan begitu atas kesepakatan yang sudah dibuat, kami akan membeli tanaman kalian seharga Rp.50.000 per pohonnya. Jika kalian ingin masih tetap bergabung dengan menjual tanaman kalian pada kami, pintu kami terbuka lebar untuk kalian." Pengumuman Faris yang mengumpulkan para petani yang menjual tanamannya pada perusahaan mereka


"Hah, 50.000! Jika seperti ini kita akan untung banyak, jarang-jarang ada yang menawarkan harga lebih tinggi. Adapun kemarin Pak Malik, tapi sekarang harganya lebih tinggi darinya." Bincang petani


"Untung banyak kita. Perusahaan Tuan Arya memang yang terbaik." Lanjut petani lain


"Jika tetap menjual bungaku pada perusahaan ini, Dalam 1 kali penjualan aku bisa membeli 3 mobil." Lanjut petani lainnya


"Lebih baik kita menjual tanaman kita pada perusahaannya Tuan Arya daripada Pak Malik.harga yang ditawarkan besar, kita bisa langsung membeli 2 rumah sekaligus." Kata petani lain


Riuh-riuh memperdebatkan harga yang ditawarkan, pastinya membuat mereka tergiur. siapa yang tidak ingin jika usaha mereka dihargai dengan nilai tinggi.


"Bagaimana, apa kalian tertarik?" Tanya Darwin


"Ya, Kami tertarik! Kami ingin kembali menjual tanaman kami pada kalian." Ujar serentak petani


"Baiklah, untuk itu kami bersedia membayar kalian dengan harga itu. Jadi, kalian tidak boleh mengeluarkan diri. Kalian harus tahu jika kalian sudah terikat kontrak dengan kami." Ucap Faris


Seketika pengumuman itu telah selesai, dan para petani kembali ke kebun mereka masing-masing untuk melanjutkan kerja.


Berita kebijakan baru itu sudah terdengar sampai pada petani secara luas, petani menjual tanamannya pada Pak Malik merasa menyesal dan ingin bergabung dengan perusahaan Arya. Dengan begitu yang awalnya mereka menjual tanaman pada Pak Malik, berbondong-bondong untuk bergabung dengan perusahaan Arya dan memilih menjual tanamannya pada mereka.


Pastinya hal ini membuat usaha Pak Malik diambang kebangkrutan, karena tidak ada pemasokan tanaman penuh untuk memasoki permintaan pelanggannya sama sekali jika hanya mengandalkan hasil dari kebunnya.


"Bagaimana ini, Pak? Perusahaan menantu kita menaikkan harga pembelian yang lebih tinggi dari kita. Semua petani berlanjut menjadi bergabung bersama mereka." Kata Bu Lia yang sudah mendengar santer kabar yang terdengar


"Bapak juga tidak tahu, Bu. Padahal harus ada sekitar 300.000 bunga mawar untuk dikirimkan besok hari. Tapi petani lain tidak jadi menjual tanamannya pada kita, bapak yakin pelanggan juga akan komplain."

__ADS_1


"Tidak ada cara lain, Pak? Bagaimana jika kita juga menyesuaikan harganya Seperti mereka?" Tanya pekerjanya


"Saya tidak mampu untuk membeli harga lebih tinggi dari 25.000. itu belum termasuk lagi saya membayar gaji kalian." Kata Pak Malik yang membuat para pekerjanya putus asa


"Jadi, harus bagaimana pak? Jika saya diberhentikan bekerja, saya harus kerja di mana? Jika saja melamar pekerjaan di perusahaan, tidak akan ada yang menerima saya, saya sendiri tidak berpendidikan dan tidak bergelar S dibelakang nama saya." Ujar pegawainya


"Iya, Pak. Ibu saya kemarin sakit dan baru masuk rumah sakit, pasti biaya administrasinya membutuhkan uang banyak karena harus operasi. Tolong jangan hentikan pekerjaan ini, Pak. Saya bisa dapat uang makan dan membiayai hidup setelah bekerja di tempat bapak." lanjut pegawai lain yang mengeluhkan


"Iya, Pak. Jangan keluarkan kami dari pekerjaan ini, Pak!" Serentak para pegawai yang mengkhawatirkan kelanjutan kebutuhan hidup mereka jika tidak bekerja


"Bagaimana ya, Pak? kita tidak mungkin menghentikan pekerjaan mereka, kita juga tidak akan sanggup untuk membayar gaji mereka setelah dipastikan penghasilan kita turun drastis." Kasihan Bu Lia


"Kalian tenang saja! Saya akan mencari cara untuk keluar dari masalah ini. sekarang kalian lanjutkan saja pekerjaan kalian!" Perintah Pak Malik


"Baik, Pak. Maaf sebenarnya kami ikut bersedih akibat musibah yang menimpa bapak dan keluarga, kami seperti ini bukan karena tidak memahami kondisinya dan hanya mementingkan diri kami sendiri." Jelas pegawainya


"Saya mengerti keadaan kalian. Lanjutkan saja kerjanya!" Kata Pak Malik yang terlihat terpuruk


"Baik, Pak." Para pegawainya pun bubar dan melanjutkan pekerjaan mereka yang masih terisa


Masalah terus berdatangan silih datangnya waktu berganti. Beragam masalah pernah dialami setiap orang dalam menjalani hidup,


Dalam perjalanan hidup pasti ada momen di mana harus menghadapi masalah. Pengalaman baik, buruk, dan tidak mengenakan dapat datang kapan saja. Yang terpenting bijak dan ikhlas dalam menghadapinya.


Permasalahan dan cobaan dapat datang karena sejumlah alasan, mulai keluarga, hubungan pertemanan, masalah pekerjaan, hingga hubungan percintaan.


Semua orang pernah mendapatkan cobaan, yang membedakan satu sama lain hanyalah sikap ketika menghadapinya. Ketika permasalahan datang, coba untuk tetap tegar dan tenang dalam menanggapinya, meski terkadang terasa sangat berat. Itulah yang sedang dialami Pak Malik dan juga Bu Lia saat ini!

__ADS_1


...Sebagian besar masalah dalam hidup adalah karena dua alasan: Kita bertindak tanpa berpikir atau terus berpikir tanpa bertindak....


...-Zig Ziglar...


__ADS_2