
Rumah Keluarga Pak Malik~
Mereka telah sampai di rumah setelah tidak menempatinya selama 5 hari.
Perjalanan baru akan di mulai kembali setelah Dini kehilangan kepercayaan dari semua orang.
"Bu, Dini ingin mandi dulu ya. Badan Dini sudah lengket karena tidak mandi selama 5 hari." Ucap Dini
"Iya, Nak. Sedangkan ibu akan memasak makanan untuk kita semua."
"Pak, ada apa coba ceritakan pada ibu." Ucap Bu Lia menghampiri pak Malik saat Dini sudah masuk ke kamar mandi
"Kehidupan ini begitu berat, Bu." Ucap Pak Malik putus asa, memberikan kwitansi pembayaran rumah sakit
Bu Lia meraih kwitansi tersebut dan membaca setiap inci tulisan dan harga yang tertera.
"209 Juta!! Nominalnya besar sekali, Pak. bapak dapat uang dari mana untuk membayar biaya rumah sakit itu?" Pungkas Bu Lia Terkejut
__ADS_1
"Sesuai yang bapak katakan kemarin, Bapak mengambil uang yang kita kumpulkan untuk membayar rentenir."
"Tidak apa, Pak.yang terpenting Dini sehat kembali, uang bisa dicari.namun, nyawa anak tidak bisa kembali." Jelas Bu Lia
"Iya, Bu. Bapak hanya sedih saja, bagaimana jika kita tidak memiliki uang sepeser pun jika bukan karena mengumpulkan uang untuk rentenir. Untuk membayar Rumah Sakit saja bapak tidak mampu, bagaimana memenuhi kebutuhan Dini yang lain. diuntungkan nya kita memiliki anak yang cerdas dan berprestasi sehingga pendidikan dokter nya bisa tercapai tanpa memikirkan uang."
Ternyata Dini tidak pergi ke kamar mandi untuk mandi, ia malah menguping di balik dinding dapur.
Mendengar kesusahan orang tuanya ia benar-benar terpukul dan ikut terpuruk, Dini menganggap dia benar-benar anak yang tidak berguna setelah ia dikeluarkan dari kampus.padahal orang tuanya selalu mendukung dan menyimpan kepercayaan besar padanya.
Dini berani mengeluarkan diri dari tempat persembunyiannya menghampiri ayah dan ibunya yang masih berbincang dengan raut wajah bersalah.
Saat melihat Dini datang, pembicaraan antar suami istri itu terhenti dengan Bu Lia menyembunyikan kwitansi di belakang tubuhnya.
"Ka-kami tidak bermaksud untuk menyembunyikannya, Nak." Ucap Bu Lia
"Aku tahu kalian berusaha menyembunyikan kenyataan agar aku tidak mengetahuinya.tapi kalian tidak bisa membuatku terpuruk dalam bayang-bayang rasa bersalah."
"Kau baru saja sembuh dan pulih, bapak tidak ingin menambah pikiran mu.bapak tahu jika kau mengetahuinya, kau akan terus memikirkan bagaimana cara membalas kami.kami tidak ingin membuatmu sakit hanya karena memikirkan uang." Ucap Pak Malik
__ADS_1
"Uang yang kalian keluarkan untuk biaya perawatan ku di rumah sakit itu sangatlah besar. Bapak dan ibu sangat berusaha keras untuk mendapatkan sejumlah uang itu, Dan aku malah memakai uang yang dipergunakan untuk membayar rentenir. Bagaimana aku bisa mengembalikan uang kalian?" Ucap Dini dirundung rasa bersalah
"Kau tidak ingat jika uang itu adalah hasil keringat kita bersama, kau juga ikut andil dalam mengumpulkan uang untuk membayar rentenir dengan bekerja. sebagian uang adalah milikmu, kau pantas memakainya.anggap saja kau memakai uang hasil kerja kerasmu sendiri, kau juga harus ingat uang yang kau dapatkan dengan nominal 1 milyar itu berasal dari prestasi mu tahun lalu.hadiah itu adalah milikmu." Ucap Pak Malik
"Tapi aku tidak pernah menganggap uang itu adalah milikku sehingga aku pantas berleha-leha menggunakan uangnya.uang itu adalah milik kalian, aku sudah mengurangi uang yang dikumpulkan."
"Masa tempo waktu pembayaran masih panjang, kita bisa mencari dan mengumpulkannya lagi." Jawab Bu Lia
"Maafkan Dini ya, Pak, Bu. ada suatu hal besar yang ingin Dini katakan, Dini benar-benar menyesal karena di-" Terpotong
"Bapak dan ibu sudah tahu apa ingin kau katakan.kau ingin mengatakan pada kami jika kau dikeluarkan dari universitas, bapak sudah membaca surat pengeluaran mahasiswa pada saat tragedi itu.kau dikeluarkan karena 2 hal, pertama karena kau mengalami kontroversi tentang berita palsu itu sehingga pihak universitas tidak ingin mempertahankan diri mu demi menjaga reputasi mereka, dan kedua karena nilai mu turun drastis." Ucap Pak Malik
"Iya, Pak. Maafkan Dini, Dini sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkan nilai tinggi agar kalian bangga." Ucap Dini sedih
"Tidak Apa, masih ada universitas lain yang pasti ingin menerima mahasiswa cerdas seperti dirimu.jangan patah semangat dan menyerah, bapak yakin kau pasti bisa." Ucap Pak Malik begitu baik dan selalu percaya pada putrinya
"Ibu sudah cukup bangga pada putri ibu yang berani bertahan di masa hidup sulitnya.ibu berjanji akan mencari tahu siapa dalang yang membuatmu ada dalam berita Hoax.keadilan akan ditegakkan untuk mu, Nak."
"Sangat sulit ingin membuktikan semuanya.ingin mengajukan pada hukum, hukum tidak akan membantu masyarakat kecil seperti kita. mereka pasti akan mudah diperdaya oleh orang kaya itu.zaman sekarang hukum bisa dibeli dengan uang, Bu!" Ucap Dini
__ADS_1
"Kau tidak boleh menyerah, Nak.ini adalah ujian yang diberikan pada oleh Allah pada kita, ia percaya kita pasti bisa melaluinya.kita memiliki Allah, ibu yakin Allah berada di pihak kita, ia tidak akan membuat hambanya terus terlarut dalam keterpurukan, sedangkan kita akan mencari jalan keluar nya." Ucap Bu Lia
"Ibu benar, orang itu memiliki uang untuk melakukan segalanya.tapi kita memiliki Allah yang senantiasa selalu menolong setiap hambanya." Ucap Dini