Terbelenggu Oleh CEO Angkuh

Terbelenggu Oleh CEO Angkuh
191. Demi Anakku Hidup


__ADS_3

Karena penasaran apa sebenarnya yang sedang dibicarakan oleh Arya pada Dini dengan membawa sebuah map dan tiba-tiba untuk menandatangani nya. Darwin mengambil paksa dokumen itu dari tangan Arya dan membacanya.


Selesai membaca, Darwin meremang tak bisa habis pikir dengan sikap Arya yang tak pernah bertindak baik untuk sekali saja.


"Kau meminta dia menyerahkan bayinya sedangkan dia harus pergi meninggalkan anaknya. Apa kau tidak bisa berpikir jika seorang anak lebih membutuhkan ibunya." Kecam Darwin


"Aku sudah katakan kau tidak perlu ikut campur dalam urusan pribadi ku. Sebaiknya kau menyingkir dari hadapan ku." Kata Arya merebut dokumen itu kembali dari tangan Darwin


"Kau tidak perlu menandatangani kontrak itu, Din. bayimu akan aman bersama kita tanpa sebuah ancaman."


"Kau benar Tuan Darwin. Dari awal aku sendiri tidak akan sampai masuk dalam jebakan mereka untuk menyerahkan bayiku. sebagai ibunya akan memberikan perlindungan tanpa harus di kawal oleh tameng di sisi kanan dan kirinya. Sampai kapan pun aku tidak akan menandatangani kontrak itu." Jawaban Dini membuat Darwin puas


"Baiklah, jika kelembutan tak cukup bagimu untuk menyetujui kontrak ini. Maka tanda tangani kontrak ini sebelum aku menembak ke arah perutmu!!" Teriak Arya dalam terkesiap mengeluarkan pistol dari balik jasnya dan menodongkan ke arah perut Dini


Bu Amira dan Darwin histeris melihat pistol mengarah pada Dini.


Jantung mereka berdebar sangat kencang membuat perasaan bergemuruh dan mencekam.


Hahhh...


Nafas mereka terdengar kasar melihat Arya yang terus memegang pistol itu dan mengarahkannya pada Dini dengan pelatuk yang siap ditarik.


"ARYA!!" Bu Amira hendak ingin menghampiri Arya


Tapi,


"DIAMM!! Tidak ada yang boleh mendekat! Atau aku akan membuat menantu kalian kehilangan bayinya." Teriaknya sekilas mengarahkan pistol itu pada Bu Amira


Membuat Bu Amira terhenti dari jalannya karena pistol diarahkan padanya.


"Arya! Dengarkan ibumu, Nak. Penyesalan selalu datang di akhir. kau bisa saja mengancam seperti ini, tapi suatu saat nanti kau akan merasakan akibat dari perbuatan mu sendiri. sekali saja percaya jika kau akan membunuh anakmu sendiri."

__ADS_1


Arya sendiri terbelenggu dengan dirinya sendiri. raganya tak ingin melakukan ini, tapi jiwanya terus menarik dia agar melakukan tindak kekerasan.


"Dini, lihat aku! Jangan lihat dia! ini hanya akal-akalan nya saja untuk membuatmu menyerahkan bayimu sendiri.sebagai ibunya kau bisa menjaga dia sendiri tanpa perlu khawatir karena ada kami di sini." Teriak Darwin ingin sekali Dini mengerti


Ia hanya terlihat diam mematung dengan tatapan kosong mengarah pada pistol yang berada di hadapannya.


"Kakak, aku mohon padamu, kak. Lepaskan Dini untuk sementara saja. Kau hanya akan membuatnya takut padamu." Ujar Darwin


Arya tetap mengarahkan pistol itu pada Dini.


"Tidak, aku tidak ingin menyerahkan bayiku!" Jawab Dini dengan lantang


Dan dalam waktu bersamaan...


DORrrrrr....


Pelatuk ditarik dan mengeluarkan suara tembakan.


Semua terkejut mendengar suara tembakan itu...


Dini semakin terancam dengan Darwin yang terus meyakinkannya tidak perlu khawatir dan takut.


"Sebelum aku benar-benar menembak mu. Berikan keputusanmu sekarang juga." Ujar Arya


"Apa ini sudah saatnya aku pergi dari dunia ini bersama dengan bayiku? Tapi bagaimana jika ternyata bayiku lah yang tidak selamat, aku sudah mengambil hak nya untuk hidup di dunia ini, aku tidak bisa membuat dia kehilangan hak hidupnya." Gumam Dini


"Sebelum memberi keputusan, apa kau bisa menjamin kebahagiaan dan kehidupan layak dengan memberikan dia kasih sayang darimu, walau bagaimanapun kau tetap ayahnya walau tak mempercayainya saat ini." Ujar Dini dengan linangan air mata


"Aku tak janji dengan hal itu. untuk apa pula aku menyayangi seorang anak yang bukan darah dagingku.hanya karena Valerie menginginkannya, aku ingin dia menggantikan bayinya yang meninggal." Jawab Arya


Hiks...Hiks...

__ADS_1


"Tapi aku percaya kau bisa menjaga bayiku setelah mengetahui kebenarannya nanti. Aku meminta padamu untuk menjaga bayiku saat tangan ibunya sendiri tak bisa menjangkaunya, dia akan aman bersama ayahnya, bukan? Tolong katakan itu padaku agar aku bisa yakin padamu, Tuan." Kata-kata Dini membuat orang lain sedih dengan tangisannya yang terisak


"A-ak-aku akan menjaganya!" Jawab Arya terbata dan terlihat berkaca-kaca matanya


Perasaan Dini menjadi lebih tenang dan lega. ia mengusap air matanya dan mendekati Arya.


"Ayahnya sendiri sudah berjanji akan menjaga dia nanti. Ayahnya akan memberikan dia kasih sayang yang sangat besar padanya melebihi sosok seorang ibu. Karena ayahnya sudah berjanji, Demi anakku bisa hidup, AKU AKAN MENYETUJUINYA!" Ucap Dini membuat Darwin dan Bu Amira terkejut dan tidak menerima keputusan yang Dini ambil


Tanpa ada yang bisa menganggu, Dini percaya pada keputusannya, beberapa kali Darwin menarik dokumen itu agar tidak bisa ditandatangani, Dini malah mendorongnya. Dan kini tanda tangan milik Dini di atas materai 10000 sudah tercetak dengan sempurna.


"Aku sudah menandatanganinya. Apa lagi yang kau inginkan dariku, Tuan?" Tanya Dini dengan wajah sembap nya


"Kau akan ikut kembali denganku ke rumah itu sampai kau melahirkan!" Ujar Arya


"Aku siap! Aku siap mendedikasikan tubuhku hanya demi keselamatan bayiku." Ujar Dini mengulurkan kedua tangannya dihadapan Arya bak seorang penjahat menyerahkan diri yang diringkus sebagai tahanan polisi


Melihat Dini seperti itu, membuat Arya ragu sebab batinnya terluka melihat Dini yang seolah pasrah dihadapannya yang egois.


Dengan gemetar Arya meraih dan memegang tangan Dini, lalu membawanya pergi dari mansion itu.


Darwin dan Bu Amira yang tak berdaya melihat Dini harus pergi dan kembali ke rumah itu, tak bisa berbuat apa-apa karena Dini sendiri yang menariknya jauh dari mereka.


Dini bagaikan sebuah perangko yang menempel dalam surat untuk tetap menempel kemanapun surat itu sampai pada penerimanya. walaupun hilang, ia tetap dicari dan ditempelkan kembali.


Hatinya hancur kala harus kembali ke rumah itu.


Kini sudah 3 bulan ia tidak menginjakkan kakinya di sana, ia harus kembali dan melewati sisa dua bulan di neraka itu sampai melahirkan nanti. saat keluar, ia berpikir saat itu juga adalah hari terakhirnya berada di rumah itu, tapi ia tidak menyangka takdir tetap menggiringnya masuk ke sana.


Ia menatap kamar yang sudah lama tidak ia tempati untuk tidur di sana. Dini menelisik setiap sudut yang ada dengan sendu.


Tak akan lama, hanya dua bulan, dan setelah itu untuk selamanya dia akan bebas pergi ke sana ke mari, melakukan ini dan itu sesuka hatinya.

__ADS_1


"Selamat datang kembali di neraka!" Sambut Valerie yang datang menghampiri


__ADS_2