Terbelenggu Oleh CEO Angkuh

Terbelenggu Oleh CEO Angkuh
146. Flashback Off (Part 1)


__ADS_3

Flashback Off Arya datang menolong.


Di Perusahaan~


"Apa tidak ada berkas lain yang harus aku tanda tangani? Sekarang jadwal ku semakin padat. Pagi hari harus datang, dilanjutkan agenda rapat, pengerjaan lain yang menumpuk, dan sesaat menghadiri meeting dengan klien. Apa kita berhenti saja menerima klien baru? Bagaimana tanggapan mu tentang kebijakan ini, Damar?" Kata Arya terlihat sangat lemas


"Ada apa memangnya, Presdir? Anda tidak terlihat semangat akhir-akhir ini. Padahal di awal Anda sangat antusias dengan banyak pengusaha lain yang bergabung dengan kita."


"Entahlah, Akhir-akhir ini semangatku menurun. Aku sering merasa pusing, meriang dan sedikit mual."


"Apa Presdir sudah memeriksakan diri? Sepertinya anda kurang sehat." Tanya Damar


"Tidak ada waktu bagi diriku menyempatkan diri ke dokter. kau tahu sendiri jadwal dan kegiatanku sangat padat." Jawab Arya


"Sekarang anda juga terlihat pucat. Saya akan panggilkan dokter." Usul Damar


"Tidak perlu. Mungkin dengan pulang lebih awal dan istirahat tubuhku besok hari kembali fit." Jawab Arya


"Karena Tuan pusing, Saya akan antarkan Tuan menuju rumah. Saya takut saat mengendarai mobil terjadi sesuatu pada Tuan yang tak diinginkan."


"Tidak perlu. Aku perintahkan padamu untuk melanjutkan pekerjaanku saja.kau hanya tinggal menyalin ini saja, selebihnya akan ku coba teliti kembali." Pinta Arya


"Baik, Presdir. Hati-hati dan semoga lekas sembuh!"


Arya pergi meninggalkan Damar di sana. Hari ini dia pulang lebih awal pada pukul 15.48 WIB.


Di rumah Arya~~


"Di mana si cupu itu, dari pagi mengatakan pergi ke supermarket sampai sekarang belum pulang?" Tanya Bu Clara


"Tidak tahu dan tidak ingin tahu. Mungkin dia nyasar. Ini kan baru pertama kali dia keluar dari sangkar emas." Malas Valerie sibuk memainkan handphone nya


"Padahal ibu sudah mulai lapar lagi. Siang hari kita pun belum makan karena menunggu wanita itu."


Krucukk...krucukk...


Terdengar jelas perut Bu Clara menimbulkan suara laparnya.


"Kau dengar itu?! Perut ibu sudah berbunyi." Kata Bu Clara menjelaskan


"Lalu, Bagaimana? Aku juga lapar dan coba ibu saja yang memasak." Tak beda dengan Valerie


"Kau lupa Valerie? Ibu juga sama sekali tidak bisa memasak. Di rumah kita saja, pembantu yang memasak untuk kita." Jawabnya

__ADS_1


"Jadi, kita tidak makan seharian?! Aku sedang hamil Bu, ibu hamil harus mendapatkan banyak nutrisi." Keluh Valerie


"Eitchhh...Kau salah paham. untung saja ibu sudah memesan makanan secara online. Lima menit lagi delivery nya akan datang." Ujar Bu Clara


Ding...dong...


"Nah, baru saja ibu mengatakannya tadi. mungkin itu makanan kita." Pergi Bu Clara antusias membuka pintu


Setelah mengambil makanan yang mereka pesan dan membayar nya. Bu Clara masuk kembali ke dalam menghampiri Valerie yang sudah menunggu di meja makan.


"Ini untukmu, Dan ini untuk ibu." Kata Bu Clara memberikan makanan itu pada Valerie


"Ibu hanya membeli dua?" Tanyanya


"Iya, memangnya kenapa?"


"Ibu malah bertanya. Makanan untuk Arya mana?" Cetusnya kesal


"Untuk apa membeli makanan untuk suamimu. Ibu pikir dia hanya makan makanan rumahan saja."


"Ibu ini, Arya menyukai makanan apa saja. entah itu masakan yang di masak rumahan atau restaurant."


"Ibu tidak tahu. ibu pikir dia menjaga pola makannya tidak memakan makanan dari luar. Jadi, jangan salahkan ibu."


"Dia tidak ada di sini, kan. Suamimu saja belum pulang dan sering pulang larut. sebelum menantu pulang, wanita itu pasti sudah kembali. Biarkan saja dia yang memasak untuknya." Jelas Bu Clara


"Ibu benar juga. Arya selalu pulang larut dan wanita itu yang memberinya makan."


"Maka dari itu nikmati saja makanannya. Tidak perlu memikirkan suamimu. Jika ada makan malam, kita bisa ikut makan kembali dengan Arya nanti." Kekeh Bu Clara diakhir


Bu Clara dan Valerie langsung menyantap makanan yang mereka beli dengan sangat lahap.


Sampai dengan selamat di rumahnya kini Arya masuk ke rumah tanpa menekan bel seperti biasa. Ia langsung masuk ke dalam membuka pintu sendiri tanpa menunggu seseorang membukakan pintu untuknya.


Saat masuk, ia merasakan rumahnya yang terasa sepi. dan tidak ada siapapun di ruang utama.


Karena haus Arya pergi ke dapur. Sambil melihat wanita pertama kali yang ia cari apakah Dini berada di sana.


Dari kejauhan pun sudah terlihat Bu Clara dan Valerie yang sedang makan. Arya berpikir karena dia lapar juga, ia akan bergabung dengan mereka.


"Rupanya kalian ada di sini. Aku pikir kalian pergi karena saat masuk rumah terasa sepi." Suara Arya


Mendengar suara Arya berbicara yang datang tiba-tiba saat menikmati makan yang lezat, mereka menghentikan aktivitas yang sedang mengunyah dan melirik ke arah Arya.

__ADS_1


"Ar-Arya?!" Tegun Valerie


"Kalian sedang makan? Aku juga lapar dan akan bergabung dengan kalian." Ucapnya


"Ta-tapi." Panik Valerie


Saat melihat di atas meja makan yang tidak ada masakan sama sekali membuat Arya kebingungan.


Arya melirik ke arah Valerie sebagai mencari jawaban.


Valerie yang mengerti langsung menjelaskan.


"Itu masalahnya. Dari pagi wanita itu belum pulang sampai sekarang. Kami pun tidak makan siang karena pikir ia akan segera kembali tapi ternyata dia tidak kunjung pulang juga. Dan aku pikir kau akan pulang larut malam sampai aku tidak membelikan makan untukmu karena akan basi." Jelas Valerie membela diri


"Dia belum pulang? Bukankah dia pergi ke supermarket." Kejut Arya


"Sepertinya begitu. Tapi selain ke supermarket, aku tidak tahu dia pergi ke mana sampai sore ini."


"Pergi ke mana dia? Apa dia mengunjungi rumah ibu?" Khawatir Arya yang terasa munafik


"Jika kau ingin makan, ambil saja makanan milikku. Aku sudah kenyang." Ucap Valerie


"Tidak perlu. Kau lanjutkan saja makan."


"Apa kau yakin. Kau juga lapar, bukan."


"Ini semua gara-gara wanita itu yang tidak ingat tanggung jawabnya di rumah. Dia pasti malah bersenang-senang di luaran sana." Sela Bu Clara menyambar


"Aku yakin. Aku tidak lapar." Ucap Arya dengan dingin dan langsung pergi meninggalkan mereka


Valerie yang tidak peduli dan selesai bersandiwara menyesal pun kembali pada jati dirinya duduk dan menyantap makanannya kembali.


"Apa suamimu itu marah?" Bisik Bu Clara


"Tidak tahu. Aku lihat dari wajahnya sepertinya tidak. Hanya saja mungkin dia marah pada wanita itu." Kata Valerie


"Baguslah. Biarkan kita lihat bagaimana amukan Arya saat wanita itu pulang nanti."


"Ibu benar. ini akan menjadi tontonan besar untuk kita." Ucap Valerie yang merasa terhibur


Dalam kamar Arya duduk di sofa dengan gundah dan perasaan khawatir yang munafik melanda. Dari tadi Arya sudah memegang handphone nya dan ragu-ragu untuk menelpon Dini sekedar menanyakan di mana dia berada.


Walaupun menyimpan nomor nya, Arya tidak pernah menerima pesan ataupun panggilan dari Dini. Begitupun sebaliknya dengan Arya yang tidak pernah menggunakan nomor Dini sebagai kebutuhan atau kepentingan.

__ADS_1


__ADS_2