Terbelenggu Oleh CEO Angkuh

Terbelenggu Oleh CEO Angkuh
153. Karma Luna


__ADS_3

Aksi bejatnya selesai.


Melvin tertawa puas sedangkan Luna belum sadarkan diri. Melvin mendapatkan video Luna yang akan digunakannya untuk memeras keluarga Luna kapanpun ia inginkan.


Teman-teman Luna sempat keheranan ke mana perginya Luna meninggalkan mereka untuk pertama kalinya saat selesai perkuliahan.


Vera pun mencoba menelepon sepupunya untuk menanyakan keberadaan Luna. Namun, Jawaban Melvin "Tidak tahu, Aku tidak bersamanya."


Dini yang mendapat kabar dari sahabatnya Raina yang mengatakan jika Luna pergi berdua bersama Melvin. Membuat perasaannya menjadi khawatir.


Dari awal saat ia sedang berada di mansion mertuanya, dan Luna membawa Melvin memperkenalkan pada ayah ibunya. Muncul perasaan kurang suka dari melihat wajah Melvin yang anaknya terlihat nakal itu.


Dini juga pernah mendapatkan informasi jika Melvin sering mabuk-mabuk, pergi ke Club malam, menggoda wanita dan memperlakukan buruk kedua orang tuanya dari teman Melvin di Indonesia.


Mendengar kabar itu, membuat Dini tidak bisa tenang sampai berpikir negatif. Mencari tahu kemana perginya Luna bersama Melvin. Saat tahu kabar dari Raina dan Prisha yang mengikuti mereka. Dini langsung mengunjungi hotel tersebut.


Dini yang baru tiba di lokasi hotel kebingungan mencari Luna, sementara itu Melvin telah selesai melakukan tindakan bejatnya terhadap Melvin.


"Raina, Prisha? Kalian tahu di mana kamar Luna berada?" Hampiri Dini pada mereka di depan resepsionis


"Aku belum tahu ke kamar mana Luna dan Melvin pergi karena kami kehilangan jejak. Aku menanyakan nomor kamar yang mereka pesan tapi resepsionis tidak mengizinkan untuk diberitahu katanya ini adalah privasi." Jelas Raina


"Coba saja kita bujuk sekali lagi. Mungkin dia akan mencoba untuk mengerti kita." Kata Dini


Di bawah Dini, Prisha, Dan Raina tengah mencoba untuk meyakinkan resepsionis agar bisa memberikan mereka informasi kamar keberadaan Luna dan Melvin.


Melvin dengan cepat pergi dari lokasi hotel meninggalkan Luna yang masih tak sadarkan diri.


Jika mengandalkan untuk mencari keberadaan Luna di setiap kamar. itu hanya membuang-buang waktu dan bisa saja mengganggu kenyamanan dan privasi tamu hotel lain yang pintu kamar mereka dibuka begitu saja.


Membutuhkan waktu yang sangat lama. Akhirnya resepsionis itu bisa diyakinkan dan memberitahu nomor kamar keberadaan Luna.


Dengan segera mereka menaiki lift menuju kamar nomor 302.


Dini dan sahabatnya juga tiba di sana dan mencari Dini dari kamar ke kamar dengan melihat setiap nomor di depan pintu.


Terlambat.


Setelah tiba di kamar, Dini pun terkejut menemukan Luna yang terkulai lemas tak sadarkan diri. ia terkejut melihat Luna dalam kamar dengan keadaan hancur berantakan dengan pakaian yang sudah terpasang kembali namun terbalik. Yang di dalam kamar itu hanya ada Luna yang masih tidak sadarkan diri. Dan mungkin Melvin sudah melarikan diri sejak dari tadi pikirnya.


Mereka bertiga segera membawa Luna ke rumah sakit.


Saat sampai Dokter langsung memeriksa keadaan Luna. Dan Dini memberitahukan pada Bu Amira jika Ia mendapatkan Luna yang sudah diperkosa.


Dini berkata kepada Bu Amira.


"Ibu datanglah ke rumah sakit!" Kata Dini


"Rumah Sakit? apa yang telah terjadi? Kau baik-baik saja, kan?" Tanya Bu Amira


"Aku baik-baik saja tetapi Luna, ia tidak sadarkan diri saat aku dan teman-temanku mencarinya di kamar hotel, kami membawanya ke rumah sakit dan dokter sedang memastikan keadaannya." Kata Dini


Dini syok dan menangis di pelukan Raina. setelah memberitahukan kabar ini pada Arya dan keluarganya.


Di perusahaan Arya pun syok dan menggigil mengetahui adik kesayangannya diperkosa.

__ADS_1


Tak lama kemudian Bu Amira dan Pak Barma datang.


Sementara di rumah sakit dokter mengatakan bahwa Luna telah disetubuhi seorang pria dan telah diberi obat penenang dalam dosis yang sangat tinggi.


Betapa terkejutnya Dini dan keluarga saat itu mendengar perkataan dokter sebagai seorang yang terdekat mereka merasa sangat marah.


Bu Amira langsung masuk dan menangis histeris di samping tubuh Luna.


Luna terbangun dalam keadaan lemas dan bingung, Bu Amira sangat hancur mengetahui putrinya disetubuhi seorang pria.


Dini lantas mendatangi Luna untuk menenangkannya namun, dia justru tak merasa dirinya telah disetubuhi.


Luna bahkan tak percaya dengan hasil pemeriksaan dokter walaupun merasa sangat marah dan meminta Ayahnya untuk menemukan pelaku yang tega terhadapnya.


Pak Barma bersumpah akan membunuh pria yang telah menyetubuhi Putrinya, Pak Barma yang hendak melapor ke polisi justru dihentikan Bu Amira, dia tak ingin semua orang mengetahui bahwa putrinya telah menjadi korban pelecehan.


"Di manakah aku, kenapa aku di sini?" Kata Luna


Bu Amira mengatakan kepada Luna.


"Kau yang membawa kita kemari, kau menghianati kami sepanjang waktu dan itulah mengapa kita ada di sini. Bukankah kau memikirkan kehormatan keluargamu, lihat ayah dan kakak-kakak mu tidak pernah ada yang membuat kami malu seperti ini sebelumnya." kata Bu Amira


Lanjut berkata.


"Apa yang kau lakukan selama ini, Luna. Kenapa kau sudah berubah menjadi anak yang nakal. betapa hancurnya hati ibu mendengar anak gadis ibu Seperti ini." Marah Bu Amira


"Aku tidak tahu apapun, aku tidak minum." kata Luna


"Cukup, untuk menyerahkan diri pada seseorang, bagaimana kau bisa pergi bersama seorang lelaki ke hotel?" Tanya Bu Amira


"Mengapa kau melewati batasanmu? Bukankah aku mengajarimu tentang batas dan kehormatanmu, kau telah berkhianat padaku." Ucapnya


"Apa maksud ibu?"


Bu Amira pun menjelaskannya pada Luna.


Luna sungguh syok jika Melvin sampai melakukan di luar batas itu.


"Aku yakin Melvin tidak melakukan apapun padaku sampai di luar batasnya." Tegun Luna


Tidak menyangkal dan masih membela Melvin karena ia yakin tidak sampai melakukan hal lebih lain di luar batas, karena ia belum mengingat semua kejadiannya sehingga menyangka seperti itu.


"Ibu tidak habis pikir dengan jalan pikiran mu. Sebesar apa cintamu sampai kau membelanya seperti itu walaupun sudah tahu jika dia salah." Ucap Bu Amira


"Sudahlah ibu. Aku saja tidak apa-apa kenapa menjadi ibu yang seolah mengalami semua ini."


"Kau tidak tahu bagaimana menjadi seorang ibu yang bisa merasakan apa yang dirasakan anaknya bahkan lebih sakit dari anaknya. Kau yang terluka, maka ibu yang lebih terluka."


"Bu, sudah. Biarkan Luna istirahat. Mungkin dia masih syok sehingga pikirannya masih belum bisa stabil." Ucap Pak Barma memberi pengertian


Dini berkata,


"Ibu, Luna tidak sadar dan tidak bersalah atas kejadian itu." Kata Dini


"Bagaimana mungkin? Dia sengaja melakukan ini untuk menyiksa ibunya." Tolak Bu Amira

__ADS_1


"Seperti yang dikatakan dokter tadi ada kemungkinan Luna telah diberi obat penenang dan perangsang tanpa sepengetahuannya." Jawab Dini


Dengan kesal Bu Amira pun pergi meninggalkan Luna.


Selama 5 jam mendapatkan perawatan di rumah sakit. Luna Akhirnya dinyatakan boleh pulang saat itu juga sehingga tidak rawat inap.


Dalam kamarnya perlahan Luna mengingat bagaimana ia ditarik dan dipaksa untuk bercumbu dan mencoba menidurinya.


Mengingat kejadian itu membuatnya sangat sakit hati. Baru saja ia diterbangkan tinggi, dan dalam kurang dari 1 detik ia dijatuhkan kembali.


Terdengar bodoh memang karena sudah jelas Melvin pria yang jahat. Luna malah ingin menelepon Melvin untuk meminta penjelasan.


Diuntungkan saja Melvin mengangkat telepon dari Luna.


"Ada apa? Kau ingin mengemis cintaku?" Sambar Melvin dalam telepon


"Aku hanya ingin mengatakan padamu jika kau adalah pria jahat sedunia. Aku harap kau akan mendapatkan balasan yang setimpal dari apa yang ku rasakan."


"Wanita bodoh seperti dirimu berani apa untuk berbuat? Nyali saja tidak ada."


"Kau belum tahu seperti apa keluargaku. bisa saja besok kau mendapatkan kabar jika kau dikeluarkan dari universitas dan mendapatkan panggilan penangkapan dari kantor polisi."


Mendengar Polisi, nyali Melvin menjadi ciut karena terancam.


"Jangan berani-beraninya kau melakukan sesuatu padaku. Bukan aku yang tertangkap, tapi kau yang akan bertahan masuk di sel penjara itu."


"Memangnya apa yang kau miliki. Aku korban di sini, dan kau tidak akan bisa melawan penjelas ku di pengadilan nanti."


"Jangan coba-coba melakukan sesuatu. Aku lebih memiliki banyak bukti yang bisa mengelabui semua orang seolah kau adalah wanita penggoda."


"Apa maksudmu?" Ucap Luna mulai bergetar


Setelahnya Melvin tidak menjawab dan malah memutuskan panggilan telepon itu.


Luna histeris melakukan hal yang salah dengan menelepon Melvin.


Dengan santai Melvin mengirimkan video kepada Luna dan mulai melontarkan ancaman akan menyebarkan video tersebut jika Luna berani bertindak macam-macam.


Luna merasa takut melihat video yang dikirimkan Melvin.


Luna yang ada di dalam kamar merasa sangat frustasi, nafsu makannya pun hilang seketika mengingat rekaman video yang dikirim Melvin.


Bu Amira terus menangisi tragedi yang telah menimpa putrinya, semua orang berusaha menenangkannya.


Arya yang murka hendak ke kantor polisi untuk melapor kejadian tersebut. Ia tidak bisa menerima adiknya sudah diperkosa oleh seorang pria yang bejad.


"Aku tidak bisa berdiam diri seperti ini tanpa bertindak apapun. Adikku saat ini sedang menderita dan tidak ada yang mengerti akan perasaannya. Dengan memasukkan dia ke dalam penjara akan membuat balas dendam Luna terbayarkan." Gertak Arya dipenuhi amarah


"Jangan Arya. Ibu bukan bermaksud tidak mengerti perasaan Luna. Tapi ini masalah kehormatan keluarga kita. berita ini bisa saja tersebar secara luas dengan cepat, dan keluarga kita bisa malu." Namun, Bu Amira melarangnya dengan alasan akan membuat malu keluarga


"Benar, Tuan. Masih banyak cara lain jika tuan ingin membalas perbuatan pria itu." Bicara Dini


"Awas saja! Siapapun dia, aku akan mematahkan lehernya karena sudah berani memperkosa adiknya Arya."


Ancam Arya yang sangat marah.

__ADS_1


Kemarahan Luna memuncak dan melempar ponselnya membuat kecurigaan Dini dengan isi ponsel milik Luna sampai semarah itu.


__ADS_2