Terbelenggu Oleh CEO Angkuh

Terbelenggu Oleh CEO Angkuh
S2 58 - Bangunan Tua


__ADS_3

Valerie dan Arsen berhasil keluar dari rumah Arya. Rencananya Valerie akan membawa Arsen ikut untuk tinggal di rumahnya. Namun, tak kunjung sampai di rumah yang diceritakan Valerie, Arsen kini sedang berada di suatu tempat dengan pemandangan yang indah.


Di sana Valerie meminta Arsen untuk duduk dan menunggu sebelum pada akhirnya mereka akan sampai di rumah Valerie.


Valerie menjauh dari Arsen, dan ia sembunyi untuk menelepon seseorang.


"Kau berhasil membawa satu anak?" Bicara Seseorang dalam telepon


"Tentu saja. Bahkan saat ini dia sedang berada bersamaku. Aku akan menuju ke tempat mu sebentar lagi dan jangan lupa siapkan apa yang kau janjikan itu padaku." Balas Valerie


"Asalkan anak itu memiliki daya tarik yang berbeda saat aku melihatnya, kau akan mendapatkan 3 kali lipat dari yang aku tawarkan."


"Baiklah, Deal! Aku sangat percaya diri karena anak satu ini berasal dari orang terpandang dan akan ku pastikan kau akan senang mendengar asal usulnya nanti."


"Aku tunggu kehadiran mu dan anak yang kau istimewa kan itu!" Kata seseorang dan menutup teleponnya


Valerie pun menutup panggilannya, Lalu tersenyum devil melihat Arsen yang tengah membelakanginya sedang menatap pemandangan luar.


"Puas-puaskan saja dulu untuk menikmati sejuknya udara di sini. Aku berbaik hati memberikan mu kesempatan menghirup oksigen dunia. Sebelum pada akhirnya aku akan membawa mu ke neraka. Sayang sekali kau tidak mengucapkan selamat tinggal pada ayah dan juga ibumu..."


Ia pun berjalan menghampiri Arsen kembali


"Arsen, Kau pasti sangat senang dengan pemandangan di sini, Ya. Ibu sengaja membawa mu kesini karena ibu ingin mengunjunginya sebentar, Ibu dulu sering pergi ke tempat ini, Kapan-kapan kita kunjungi tempat ini lagi. Tapi ini sudah waktunya kita melanjutkan perjalanan kita untuk ke rumah ibu. Kakek dan nenek pasti sudah menunggu." Bicara demikian Valerie


"Baik Ibu, Ayo!" Ajak Arsen


Valerie pun membawa Arsen pergi dari sana dan melanjutkan perjalanan yang ia janjikan.


...***...


Hingga pada akhirnya, Sampailah mereka di sebuah tempat yang sepi, bangunan yang kurang pencahayaan, banyak sarang laba-laba, seolah terbengkalai dan tak terpakai terlihat dari pintu yang sudah rapuh dan banyak dinding yang retak.


Bangunan itu terdapat di tengah-tengah pemukiman warga terpencil yang terlihat tak berpenghuni dan banyak sekali pohon yang menjulang tinggi. Ini terlalu menyeramkan dan seperti sedang uji nyali!


__ADS_1


Arsen menelusuri bangunan itu, Ia masuk dengan perasaan gundah berhati-hati melihat keadaan sekitar yang tidak pantas di sebut rumah diceritakan Valerie padanya.


"Ibu, Apa benar ini rumah mu? Kenapa seperti sudah lama terbengkalai?" Tanya Arsen merinding berada di dalam bangunan itu


"Iya, ini adalah rumah ibu. Kenapa, Kau tidak ingin tinggal di sini?" Jawab Valerie


"Tidak, bukan seperti itu maksudku. Dan di mana kakek dan juga nenek?" Tanya Arsen sebaliknya


"Mereka ada di dalam. Maka dari itu kita harus masuk lebih dalam, Karena mereka sering berada di sana." Balas Valerie demikian


Banyak keheranan dalam benaknya, Namun Arsen tetap berpikir untuk menghargai yang dikiranya rumah Valerie itu. Dia tidak ingin membuat hati Valerie sedih yang mengira jika dia menganggap rumahnya sangat jelek.


Dari kegelapan, terlihat seorang pria yang tengah berdiri dan tengah menyambut kedatangan mereka.


Arsen sangat bingung kenapa bola matanya dengan pasti menatap pria yang seusia dengan ayahnya sedang menyeringai menatapnya.


Apakah itu adalah kakekku? Tapi kenapa bisa seorang kakek terlihat masih muda seperti itu dihadapannya? Di wajahnya tak tersirat kerutan sama sekali yang membuatnya menua. Dia hanya terlihat seperti pria yang seumuran dengan Ayahku!


"Ibu, siapa dia? Di mana kakek dan nenek yang ibu katakan?" Tanya Arsen jadi panas dingin


"Apa maksud mu? Ibu, Sebenarnya apa yang terjadi di sini. Kenapa rumah ibu tidak seperti sebuah rumah. Dan siapa paman ini?" Kata pria itu


"Arsen, tidak perlu takut. Ibu ada di sini bersamamu, paman ini sangat baik, kau tidak perlu takut ya." Ujar Valerie yang masih sempatnya memberi ketenangan


Valerie dan Pria itu pun menjauh dari Arsen untuk mengobrol.


"Bagaimana anak yang ku bawa? Dia sangat menarik, Bukan?" Ujar Valerie sedikit memelankan suara


"Pandangan pertama yang sangat menarik. Aku bisa melihat dari pancaran matanya jika dia bukanlah anak sembarangan." Jawab Pria itu


"Aku sudah menduganya dari awal. Dia bukan anak yang sembarangan, dia anak yang cerdas dan juga berasal dari keluarga konglomerat. Kau tahu Arya Razvan Pratama?" Lontar Valerie


"Dia anak pria itu??" Pekiknya tercengang


"Hhhh,,, Siapa lagi jika bukan pria itu di dunia ini? Jika kau mengenal wajahnya, kau bisa melihat dari wajah anak itu yang turun temurun dari ayahnya." Kata Valerie

__ADS_1


"Luar biasa. Anak ini sangat istimewa bagiku, dia bisa menghasilkan keuntungan yang super istimewa. Dari setiap dalam darahnya yang mengalir, terdapat keturunan keluarga bangsawan yang warnanya akan berubah menjadi emas. Hhhh... Bagus Valerie, bagus. Kau sudah berhasil membawa anak berharga pria itu."


"Tidak perlu memuji. Aku hanya meminta imbalan yang kau janjikan itu, 3 kali lipat!" Tekan Valerie


"Tidak perlu khawatir. Aku pasti akan menepati janjiku..."


"Apa yang sedang kalian bicarakan? Apa arti imbalan tiga kali lipat? Ibu akan menjual ku?" Tanya Arsen menghampiri


"Tidak perlu banyak bertanya lagi sekarang. Karena sekarang kau sudah habis, Kau tidak akan bisa lari kemana-mana, Karena kami akan membawamu ke neraka. Maka dari itu ucapkan selamat tinggal pada dunia... Hahaha!" Imbuh Valerie yang membuat Arsen tercengang Valerie yang mengunjuk taring gigi aslinya


"Ada apa ini? Kenapa ibu menakuti ku..." Kata Arsen yang tidak mengerti situasi kondisi


"JANGAN PANGGIL AKU IBU! AKU BUKANLAH IBUMU! KAU MENGERTI!!" Bentak Valerie


Arsen semakin paham, Ia sadar akan kenyataan jika apa yang ayahnya sempat tekankan padanya itu semuanya benar. Selama ini bukanlah Dini yang jahat, Melainkan Valerie kurang ajar yang bersembunyi dalam selimut tebalnya. Dan bodohnya Arsen lebih percaya pada bualannya, sampai menyakiti hati ibu kandungnya sendiri!


"Bawa dia pada yang lainnya dan sekap dia di ruang bawah tanah!" Titah Pria itu dan langsung bermunculan pria berbaju hitam menyeret Ansel dibawa pergi


"Apa ini? Apa yang kau lakukan padaku? Dasar wanita jahat! Aku sangat percaya kau adalah seorang ibu ku yang menyelamatkan ku. Aku baru sadar kenapa artinya kau bisa dalam penjara." Gertak Arsen


"Sudah terlambat Arsen. Sekarang bukan waktunya kau diberikan hidayah untuk menyadari kesalahan mu. Karena kau sudah terjebak! Kau tidak akan bertemu dengan ayah atau ibumu itu." Menyeringai Valerie


Arsen menggelengkan kepalanya. Dia dalam bahaya!


Di sana tidak ada tempat untuk meminta pertolongan. Semua orang di sana adalah orang jahat! Bagaimana cara ia bisa meminta bantuan pada mereka yang tidak memiliki hati nurani?!


Ia tidak menyangka Valerie akan berbuat sebusuk itu. Arsen tidak tahu apa yang akan dilakukan mereka padanya, ia terus meronta pada orang berbadan kekar yang membawanya.


"Lepaskan Aku!! Aku tidak ingin ikut dengan kalian!" Gertak Arsen


"DIAM ANAK KECIL!!" Bentak pria berbadan kekar itu menyodorkan pistol pada kepala Arsen


Sontak Arsen terperanjat melihat pistol yang kini diletakkan dekat kepalanya.


"Ayah! Bantu aku! Aku takut sendirian di sini. Aku sadar Valerie yang di maksud ibuku ternyata sangat jahat!" Ujar Arsen dalam hati dan mengeluarkan air mata

__ADS_1


__ADS_2