Terbelenggu Oleh CEO Angkuh

Terbelenggu Oleh CEO Angkuh
S2 35 - Bukan Ibuku


__ADS_3

Sontak teriakan Arsen terdengar sampai keluar. Bu Amira, Arya, dan Luna yang sedang berjalan di koridor kembali dari kantin bergegas masuk ke ruangan inap Arsen.


Mereka sangat terkejut dengan bangunnya Arsen yang memerah dan terdapat Dini di sana.


DINI!


Pekik Bu Amira dan Luna yang baru mengetahui keberadaannya. Sedangkan Arya, dia sudah mengetahuinya dari awal dan bersikap biasa saja.


Dini meringkuk di lantai akibat dorongan dari Arsen.


"Kau tidak apa-apa?" Tanya Arya membantu Dini bangkit


Bangkitnya pun terasa berat, ia terisak mendapatkan teriakan dan dorongan yang membuatnya tersungkur.


Arsen melihat ayahnya yang terlihat perhatian dan khawatir pada wanita yang ia ketahui adalah ibunya itu. melihat ayahnya sepeduli itu, membuatnya mengingat perkataan Valerie dan semakin membencinya.


"Arsen, Apa yang kau lakukan padanya?" Bentak Arya


"Kenapa ayah tidak menyebut dia sebagai ibuku? Kenapa harus padanya? Apa ayah masih ingin menyembunyikan sesuatu dariku? Ayah pikir aku tidak tahu?" Protesnya membentak


"Jadi, kau sudah tahu mengenai kebenarannya? Lalu, kenapa kau memperlakukan ibumu seperti ini?" Ucap Arya


"Jangan sebut dia sebagai ibuku! Aku malu memiliki ibu penggoda seperti dia." Ketus Arsen


"ARSEN..." Arya meninggikan suaranya dan hendak melayangkan tamparan


"Jangan! Dia masih anak-anak. Kau tidak bisa menampar putraku." Ucap Dini menghentikan Arya


"Memang benarkan? Dia mendapatkan ayah dari hasil menggoda. Kalian menikah dari saling tidak mencintai, Namun karena wanita ini pintar menggoda ayah mencintai dia dan melupakan istri ayah yang lain." Hardik Arsen yang pikirannya penuh akan hasutan Valerie

__ADS_1


Arya tidak menduga Arsen akan mengatakan hal itu. Ia semakin ingin tahu bagaimana Arsen bisa mendapatkan informasi yang tidak benar.


"Arsen, Ibu senang akhirnya kau mengetahui bahwa aku adalah ibumu. Ibu baru saja ingin memberitahumu saat sudah terbangun tadi, tapi rupanya kau sudah mengetahuinya. Tapi kenapa kau membenci ibu, Nak?" Tanya Dini menghampiri untuk berkomunikasi dengan Arsen sambil terisak


"Aku tidak ingin mengakui mu sebagai ibuku. Kau adalah seorang ibu yang jahat di dunia ini. masa lalu mu sangat buruk dan tega terhadap anakmu." Pungkasnya terdengar marah


Lalu, Berkata kembali


"Kau katakan dirimu sebagai seorang ibu lantas di mana dirimu selama ini di saat aku membutuhkan kasih sayang seorang ibu." Teriak Arsen pada Dini


Dini hanya menangis mendengar anaknya yang ia kandung tidak menyukainya.


Arsen yang sepertinya sehat beranjak dari ranjang dan berjalan mengambil tasnya dan mengeluarkan sesuatu. Dia menunjukkan potongan koran yang membahas masa lalu ibunya tersebut karena telah membuang seorang anak di tempat sampah dan menghilangkan nyawa seorang anak Valerie yang tercantum di sana.


"Lalu ini apa? Kenapa kau sejahat ini menghilangkan nyawa seorang anak, aku tidak bisa menerima ini semua, aku tidak sanggup. Jika saja tidak ada wanita yang baik di rumah itu, mungkin kau juga tidak akan ingin melahirkan ku. Dan aku tidak akan hidup berada di depan kalian saat ini." Protes Arsen


Bu Amira dan Arya bingung bagaimana caranya agar Arsen memahami kondisi ibunya di masa lalu.


"Kau memang boleh membenci ibu yang tidak bertanggung jawab ini. Ibu membuat kesalahan telah pergi meninggalkan mu sendiri di sini sampai kau tidak mendapatkan kasih sayang dari ibu. Tolong maafkan ibu Arsen,,," Tangis Dini mengatupkan kedua tangannya


"Jangan panggil dirimu ibu saat berada di hadapanku. Kau tidak memiliki hati pergi tanpa memikirkan aku, dan sekarang kau kembali dengan memohon dan menangis dihadapan ku untuk mendapatkan pengakuan dariku yang menganggap mu sebagai ibuku. Apa saat itu kau tidak berpikir bagaimana pertumbuhan dan perkembangan anakmu yang seharusnya menjadi momen yang selalu diingat oleh orang tua dan sepertinya tidak terlintas dalam benakmu untuk merawat diriku."


"Arsen, Nenek adalah ibu mertuanya. Nenek tahu betul bagaimana perjalanan hidupnya semasa bersama ayahmu. Dia pergi hanya karena untuk menyelamatkan mu dari keserakahan orang yang egois. Ibumu sama sekali tidak ingin pergi jika bukan demi keselamatan mu." Angkat bicara Bu Amira


"Sekarang nenek mencoba menjelaskan mengenai ibuku. Tapi dulu saat aku bertanya dan meminta nenek untuk menceritakannya selalu saja mengelak dan tidak memberikan informasi apapun. Karena aku tahu alasannya, kalian menyembunyikan kesalahan yang dia lakukan." Kata Arsen


"Sudah terlalu sabar aku menghadapi anak seperti dirimu. Semakin di diamkan, kau terus saja berbicara dengan menuduh ibumu yang tidak-tidak. Kau pikir kau lahir lebih dulu dari kami dan mengetahui segala kebenarannya. Kau masih kecil, dan mengetahui apa mengenai kami?" Hardik Arya


Arsen meremang saat Arya membentak dirinya. Arya lebih membela Dini dibandingkan dengan dirinya yang sampai dimarahi.

__ADS_1


"Kau memang anak yang tidak tahu di untung. Perginya ibumu bukanlah demi kepentingan dirinya sendiri untuk bersenang-senang tanpa merawat mu. Anak lain akan senang mengetahui ibunya telah kembali, dan itu artinya impian untuk mendapatkan kasih sayang darinya akan tercapai, tapi berbeda denganmu yang mencacinya tanpa sebab." Hardik Arya lagi


"Inilah maksud ku. Ayah akan membela wanita ini dibandingkan dengan ku. Jangan harap aku akan memanggilnya dengan sebutan ibu, sampai kapanpun aku tidak akan memiliki ibu, aku sudah menganggap ibuku sudah meninggal!" Kata Arsen demikian


"Arsen hiks,,, Anakku membenci ibunya!" Pekik Dini terasa sesak di dada


Begitu teganya Arsen yang membenci Dini sampai ia tidak ingin mengakuinya dan menganggap ibunya telah meninggal walaupun masih hidup dan berada dihadapannya.


"Arsen kau benar-benar keterlaluan. Bisa-bisanya kau mengatakan hal seperti itu di saat ibumu masih hidup." Ujar Bu Amira


"Arsen, Tolong maafkan ibu, Nak. Ibu berjanji akan menjadi ibu yang baik untukmu. Ibu akan memberikan kasih sayang yang kau inginkan sepenuhnya padamu." Mohon Dini mendekat dan ingin meraih tangan Arsen


"Jangan mendekati aku!" Teriak Arsen dan sekali lagi mendorongnya


Dini termundur ke belakang dan untung saja Arya berada di sana sehingga dia tidak terjatuh lagi ke lantai.


Hiks... hiks... hiks


Ha... hah


Dadanya sangat sesak dan terus menangis mendapatkan perlakuan yang buruk dari putranya.


"Berhentilah menangis. Aku akan mencoba Arsen untuk mengakui mu sebagai ibunya." Bicara Arya membawa Dini keluar


"Kenapa kau menjauhkan seorang anak dari ibunya? Ini pasti sebagian rencana mu yang ingin menyiksa diriku, bukan? Kau membuat Arsen membenci ibunya." Kata Dini demikian


"Kenapa kau menduga demikian? Aku tidak tahu sama sekali bagaimana Arsen bisa mengetahui kau adalah ibunya tadi. Aku belum pernah menceritakan mengenai mu padanya." Kata Arya


"Berhenti berbohong. Karena aku tidak bisa dikelabui oleh mu lagi. Kau adalah orang yang licik dan tidak berperasaan. Anakku sudah membenci diriku, dan tidak ada lagi yang ingin ku lakukan, hancur sudah harapanku untuk mendapatkan cintanya. Sekarang bagaimana caraku untuk meyakinkan dia?"

__ADS_1


"Semua belum berakhir. Aku akan pastikan padamu jika Arsen akan mengakui mu sebagai ibunya. Dia sendiri yang akan datang dan juga menemui mu untuk meminta maaf." Kata Arya


"Aku tahu siapa dalang dibalik semua ini. Hukuman tidak merubahnya menjadi orang baik dan terus saja bertindak kejahatan walaupun ia di kurung dalam penjara." Batin Arya geram


__ADS_2