
"Bawa aku bersama putraku. Kenapa kau memisahkan aku dengannya. Aku mohon padamu Tuan, Aku mohon jangan pisahkan kami. Apa kesalahanku? Tolong Aku..." Bicara Dini terus meminta
Dorr...
Lucas langsung melayangkan peluru ke atas udara. Dini pun terperanjat dan menahan tangisnya.
"Ck! Berisik sekali..." Lucas berdecak
"Kau memang iblis biadab!" Teriak Dini
"Apa kau sedang memujiku? Terdengar sangat indah." Ucap Lucas sambil tersenyum smirk ke arah Dini
"Aku bahkan tidak tahu apa kesalahan keluarga ku padamu, hingga kau tega menyerang kami tanpa alasan." Ucap Dini, yang mengelak ini terjadi akibat ulah Arya. Entah di mana pula ia kini, Dini yakin pasti suaminya juga tengah dalam bahaya.
Putranya pun saat ini di bawa pergi. la berharap putranya tidak akan diperlakukan buruk, berharap putra kecilnya tetap hidup dan bahagia seperti yang ia inginkan tak ada satupun yang menyakiti mereka.
"Aku sudah memberitahu mu, aku hanya ingin keluargamu membayar semua perbuatan yang telah dilakukan suamimu. Dia sudah membunuh Richo dan kau harus tahu gara-gara dirimu Nyonya kami kehilangan Tuan Zayn, hanya karena mu nyonya kami gangguan jiwa mendengar Tuan Zayn sudah mengingat ingatannya. Tuan kami kehilangan istri yang dicintainya, ia harus rela membiarkan istrinya sendirian di rumah sakit jiwa." Jelas Lucas sekali lagi
Dini hanya terkejut mendengar penjelasan Lucas bertubi-tubi.
"Kenapa kami yang disalahkan? Kak Zayn adalah kakak ku, ia bagian dari hidup keluarga ku. Justru kalian yang salah sudah mengambil dia dari kami hingga hilang ingatannya. Sudah sepatutnya ia kembali pada keluarganya." Kata Dini
"Kau berbicara omong kosong." Seret Lucas menarik Dini
"Tidak, Aku tidak ingin ikut denganmu." Tolak Dini menahan dirinya
Terlalu geram dan kesal, Lucas tak henti menyiksa seorang wanita dengan memelintir tangan kanannya.
Aarrgghh!
__ADS_1
Dini menjerit.
Brakk!
Lucas mendorong tubuh mungil wanita yang tengah mengandung itu ke dalam mobil miliknya.
"Aku pikir jika kau tidak sedang hamil, Kau cukup untuk memuaskan aku beberapa hari ini sebelum aku membawamu kehadapan Tuan Antonio dan Suamimu." Ucap Lucas sambil menampilkan senyum smirknya dan berani menghisap aroma tubuh dari mulai dari telinganya
"Ap-apa yang kau lakukan! Cepat keluarkan aku dari sini! Kau tahu di mana suamiku, Bukan? Bawa aku kesana!" Bentak Dini
"Tenang saja, Aku pasti akan membawamu pada suamimu yang tidak berguna itu. Nanti kau pasti akan terkejut melihat suamimu yang lemah tidak berdaya yang sebentar lagi menemui ajalnya. Tapi, sebelum aku membawamu pada suamimu di sana, Akan lebih baik jika kau melayani aku. Anggap saja aku seorang supir taksi yang tumpangi sebagai bayarannya membawamu sampai tujuan. Lagipula kau sangat cantik dan sayangnya menikah dengan pria pembunuh..." Ucap Lucas menekan setiap ucapannya
Degg!
"Ar-Arya, Kenapa dengannya? Jadi, firasat ku benar jika suamiku akan berada dalam bahaya. Bagaimana dengannya saat ini?" Tanya Dini dalam hatinya yang tak tahu apa-apa
Di sisi lain, Lucas telah menggerayangi tubuh Dini. Dini menolak dan ingin tetap menjaga harga dirinya. Ia memilih untuk mengutarakan syarat agar bisa menemui Arya secepatnya.
"Hmm... Taruhan yang menarik. Baiklah, aku akan membawamu pada suami tak berguna itu sekarang juga." Ucap Lucas baru menyalakan mesin dan melajukan mobilnya
...***...
Dini telah sampai di bawa Lucas menuju tempat pengasingan yang cukup terjaga, bangunan itu masih cukup mewah dan sepertinya berada di tengah pulau. Tak seperti di film yang ditahan dalam sebuah gubuk dan banyak sarang laba-laba.
(Hanya Visual)
Saat sampai dalam sebuah ruangan luas, Ia melihat seorang pria yang tidak berdaya bersimpuh darah di kemejanya, tangan yang diikat dan mata ditutup, Arya tak sadarkan diri sejak semalam dan tidak bisa merasakan kehadiran istrinya yang sudah datang.
__ADS_1
Selain Arya, dibawah sudah terdapat Bu Amira, Pak Barma, Nek Arini, Pak Malik, Bu Lia, Bu Ashna dan 5 pelayan lainnya beserta supir, Namun tidak melihat adanya kedua putra kembar di sana. Di mana mereka?
"Ayah Ibu, Bapak... Kalian semua ada di sini?" Pekik Dini terkejut
"Dini, syukurlah kau baik-baik saja, Nak. Tapi seharusnya kau tidak ada di tempat ini." Ucap Pak Malik
"Aku tidak menyangka jika kau menyandera Keluarga ku juga. Kenapa kau menarik mereka dalam masalah ini." Geram Dini pada Lucas
"Hey, kenapa kau memarahiku sekarang. Kau ingin aku melarang mu bertemu dengan mereka lagi?" Kata Lucas dengan smirknya
"Baiklah... Aku tidak berani bermacam-macam padamu. Tolong lepaskan suamiku..." Pinta Dini
"Lepaskan ikatan tutup matanya!" Titah Lucas yang langsung dikerjakan oleh anak buah yang berjaga
Penutup mata berhasil di buka. Ia yang sudah sadarkan diri akibat mendengar nama Dini, membuka matanya yang terlihat sayu dan tidak segar lagi.
Tatapannya bertemu pada Dini walaupun terlihat buram. Namun, Dini merasakan ikatan batin yang kuat dan menariknya untuk menghampiri Arya.
Dengan lemah, tangan Arya yang terikat seperti memaksa untuk diangkat dan ingin meraih Dini.
Tak sadar keduanya telah meneteskan air mata. Dini tak kuasa menahan tangisnya yang akhirnya keluar deras juga memegang kedua pipi suaminya yang penuh dengan ruam dan babak belur.
Arya terlihat ingin bangkit untuk memeluk istrinya, tapi sayangnya tubuh kali ini tak sekuat dulu, ia lemah masih merasakan rasa sakit di sekujur tubuh.
"Tidak apa. Aku ada di sini sangat dekat denganmu. Aku yang akan memelukmu..." Kata Dini langsung menerjang Arya dengan sebuah pelukan dan menangis perih bersama menenggelamkan diri
"Kenapa bisa menjadi seperti ini? Apa kau benar suamiku, suamiku sangatlah kuat dan tidak mungkin tak berdaya seperti ini." Tanya Dini sesak terisak
Hanya ada suara deru napas menahan sakit. Arya ingin sekali menjawab pertanyaan Dini, mengatakan bahwa ia hanya sedang berpura-pura. Tapi ia benar-benar sudah kehilangan kekuatannya, ia lemah tak mampu berucap sehuruf pun.
__ADS_1
"Kau tenang saja. Mereka memperlakukan ku baik-baik, Mereka tidak berani macam-macam pada wanita hamil. Dengan tanganku sendiri, aku pasti akan melepaskan mu dan keluarga kita dari sini. Itu janjiku! Bertahanlah dan kita akan keluar bersama-sama dari tempat ini." Ucap Dini menatap manik Arya yang lemah
Arya terlihat samar mengangguk pelan sebagai jawaban. Dini pun bangkit dan menghampiri keluarganya yang terduduk diikat tanpa alas di lantai yang dingin. Dini juga mengatakan hal yang sama pada mereka jika ia akan berusaha untuk menyelamatkan mereka.