
Sinar mentari samar-samar menembus tirai jendela membuat gadis cantik terganggu dari tidurnya.
Dini terbangun, berusaha menyamarkan pandangan karena silau mentari. hidungnya mencium Harum wangi masakan. Ahh,,, itu membuatnya lapar. dengan bergegas Dini bangkit dan menuju kamar mandi membersihkan diri.
20 menit kemudian, Dini menuruni tangga, berjalan menuju dapur dan mendapati Darwin berkutat dengan beberapa alat masaknya.
"Tuan, Ternyata kau bisa memasak? Sejak kapan?" Kata Dini takjub
"Eoh. sejak kapan kau di sini? dan bajumu tidak ganti?" Menelisik pakaian Dini dari atas ke bawah
"Ck. jangan memandangku seperti itu. Tuan kan tahu aku tidak membawa baju ganti. rencana bertemu denganmu dan akan terjadi peristiwa ini saja tidak."
Tanpa bicara, Darwin pergi menuju kamarnya.tidak lama kembali dengan membawa paper bag, dan menyerahkannya pada Dini.
Dini terlihat linglung.
"Pakailah! ganti pakaianmu! kau tak mungkin memakai pakaian kemarin bukan."
"Dari mana Tuan dapat pakaian perempuan? apa ini milik kekasih tuan yang berasal dari kanada? Ah, aku tidak ingin, aku tak enak hati harus memakai barang kekasih tuan.tak apa aku memakai pakaianku saja, lagipula ini juga masih bersih dan wangi."
"Ganti pakaianmu... atau ku gantikan di sini!!" Kata Darwin membuat Dini melotot
Dengan terpaksa Dini berlari kecil ke kamar mandi setelah mengambil pakaian dari tangan Darwin dengan sarkas, dan mengganti pakaiannya.
Di sisi lain~
"Sayang...Bangun!! Kita sarapan. Aku sudah memesan sarapan untuk kita." Ujar Valerie menggoyangkan tubuh Arya agar Bangun
"Aku akan mandi dulu." Arya masih memejamkan matanya sambil bergumam
Valerie pergi menyiapkan pakaian untuk Arya pakai.
Arya menghampiri Valerie ketika selesai membersihkan diri.
"Kau memasak?!!" Tanya Arya yang lupa karena tadi setengah sadar
"Aku memesannya. kau tahu sendiri aku tidak bisa memasak."
Arya mengangguk mengiyakan. mengambil tempat duduk untuk menikmati sarapan yang disiapkan istrinya.
"Sayang kau tidak mencari istrimu yang hilang?"
"Malas." Jawab Arya dengan malas juga
"Apa kau tidak khawatir? Padahal dia belum kembali seharian."
__ADS_1
"Aku bahkan tidak peduli."
Valerie tersenyum menatap Arya yang melahap makanannya dengan lahap dan semangat.
"Aku sudah selesai. aku akan kembali ke kamarku. nanti sore kita jalan-jalan." Kata Arya selesai makan
"Baiklah, Apa perlu ku temani?"
"Tidak sayang. kau istirahatlah. jika ingin sesuatu, hubungi aku!"
Valerie mengangguk. Arya keluar dari kamar Valerie setelah mengecup pipi istrinya.
Wasaga Beach, Ontario
"Apa kau suka tempatnya?" Tanya Darwin
Dini mengangguk antusias. Senyum cantiknya terus mengembang.
"Tempatnya sangat indah. Tak kalah indah saat di bora-bora. Aku suka, Tuan." Jawab Dini sambil memotret dirinya dengan kamera bahkan ia sambil berfoto dengan Darwin
"Kau harus mencoba ke tengah. Ayo!" Darwin menuntun Dini membawanya ke tengah pantai
"Tidak ingin, aku tidak bisa berenang, Tuan. Jangan ke tengah, itu akan bahaya ditambah ombaknya besar."
"Jangan takut. Ada aku."
Dini semakin memberontak ketika Darwin semakin membawanya ke tengah. tapi semakin tertawa ketika ombak menerjang tubuhnya. Dengan merengek karena takut, Dini meringsutkan tubuhnya menempel pada Darwin. Dan ketika ombak kembali, Dini segera melompat ke dalam pelukan Darwin. Darwin pun tidak bisa menahan tawanya ketika Dini memeluk lehernya kelewat erat dengan kaki melingkar di pinggangnya, seolah sedang menggendong. keduanya saling tertawa di tengah laut dan ombak yang terus menerjang mereka.
"Ayo kita pulang! Ombaknya semakin besar, Aku takut kita terbawa sampai tengah laut dan Aku hilang tenggelam." Rengek Dini yang ketakutan
"Hhhh,,, Baiklah, Baiklah. Kita ganti dulu pakaian kita setelah itu, aku akan mengantarmu ke hotel kakak." Ujar Darwin yang senang bisa berlibur dengan Dini
...***...
"Tuan, Terima Kasih sudah mengantarku sampai sini. Terima Kasih juga untuk hari ini dan maafkan aku jika sudah merepotkan mu." Ujar Dini di lobby hotel tempatnya menginap dengan Arya
"Hemm... Aku senang bisa bertemu dengan mu di Kanada. masuklah! pasti suamimu sedang menunggumu."
"Baiklah, Aku masuk dulu. Tuan, hati-hati pulangnya."
Darwin mengangguk dengan tersenyum. Lalu, menatap kepergian Dini yang semakin lama semakin menjauh dari pandangannya.
Ceklekk...!
__ADS_1
"Ku kira dia akan mencari ku. Tapi dia ternyata sibuk bersantai. Jika seperti ini aku tak akan pernah kembali." Gumam Dini menoleh. setelah menutup kembali pintu, berjalan perlahan mendekati suaminya
"Tuan, A-aku..."
"Aku tak butuh penjelasan darimu." Cetus Arya yang langsung menyambar
"Aku tidak peduli siapa pria itu. Bagaimana kalian bertemu, Bagaimana dia bisa mengantarmu, Bagaimana dia bisa ada di sini?
Bahkan apa kalian sudah tidur bersama semalam. aku tak peduli." Langsung hardik Arya
"Tuan! Apa yang kau bicarakan?! Kau salah paham. Aku dengan Tuan Darwin tidak melakukan apa yang kau tuduhkan.Semalam aku tersesat sampai ke luar kota, dan tidak ada angkutan umum untuk kembali ke dalam kota ini. Aku dengannya tidak sengaja bertemu, Aku juga tidak tahu kenapa tuan Darwin bisa ada di sini, Tapi dia berkata karena dia memiliki urusan pekerjaan di Kanada. Dan dia janji akan mengantarkan ku kembali kemari, jadi aku menginap di rumahnya karena sudah terlalu malam."
"Kau pikir aku percaya? Siapa yang tahu apa yang kalian lakukan di hotel itu, hum?! Bisa saja kalian saling berjanjian, kau menyuruhnya untuk datang ke sini.ternyata kau munafik di balik wajah lugumu. entah berapa pria yang sudah masuk dalam jebakanmu.dan entah berapa pria yang sudah mengagahimu. berapa tarif mu dalam semalam? Aku bi..."
Plakk...!
Saat sibuk memaki, kepala Arya dipaksa tertoleh ke samping, ketika tamparan keras dari Dini mendarat sempurna di pipi putihnya.
"Pantaskah kau bicara seperti itu pada istrimu sendiri? Apa kau tidak tahu diri dan seketika lupa, jika kau sendiri sudah menyentuh diriku malam itu. Kau juga tahu jika aku bukan wanita seperti itu, Buktinya baru kau pertama kali yang menggagahi ku.jika bukan, aku tidak mungkin mengeluarkan darah saat itu. Kau mengusirku demi wanita selingkuhan mu saat di mall. dan aku tersesat, aku tidak pulang semalaman, Apa kau mencariku? mengkhawatirkan ku?! dan ketika aku bisa pulang, kau menuduhku dengan hal keji yang tidak ku lakukan." Kecam Dini
"Akh...!"
Arya mencengkeram keras rahang Dini.
"Berani sekali kau menamparku?!! rupanya kau juga ingin diperlakukan dengan keras seperti ini, hum?!! Semakin hari perilaku mu semakin berani saja."
"Lep-lepas, Tuan! I-ini sakit."
"Sakit?" Arya menambah cengkeraman nya lebih kuat
Akhh..
Lalu, Arya menambah jambakan pada rambut belakang Dini.
"Apa kurang sakit? ingin yang lebih sakit dari ini?"
Dini menggeleng cepat, dengan air mata yang keluar dari ujung matanya.
Arya melempar tubuh Dini hingga tersungkur di kasur.
"Kali ini kau lolos. lain kali aku bisa lebih kasar dari ini jika keberanian mu saat ini tidak bisa dikendalikan." Kecam Arya
Arya pergi begitu saja, meninggalkan Dini yang sesegukan dengan sesak dihatinya.
Apa dia salah melawan?
__ADS_1