
"Ibu, Bagaimana jika kita malam ini pergi ke bioskop bersama-sama. Film terbaru yang menarik akan tayang hari ini. kita tidak boleh melewati kesempatan." Ucap Luna mengusulkan pergi ke bioskop saat ia tidak memiliki jadwal praktek hari sabtu di rumah sakitnya
"Ya, Ide yang bagus. Sudah lama keluarga kita tidak mengadakan acara keluar bersama. Bioskop menjadi pilihan terbaik. sudah lama juga ibu tidak pernah pergi ke bioskop." Setuju Bu Amira
"Baiklah. Dari jauh-jauh hari aku sudah membeli 10 tiket agar tidak kehabisan setelah tahu jadwal penayangan."
"Banyak sekali, untuk siapa saja? Artinya kau sudah menimbun tiket." Kejut Bu Amira pada Luna yang membeli tiket sebanyak itu
"Untuk keluarga kita saja. Akan tetapi, Aku akan memberikannya pada yang lain jika mereka ingin ikut dan jika masih tersisa akan diberikan pada mereka yang kehabisan tiket."
"Oh baiklah. kapan kita akan berangkat? agar ibu bisa menyiapkan diri lebih awal."
"Film nya akan di mulai pukul 20.00 Wib. Kita bisa datang sebelum jam itu." Ucap Luna
"Baiklah. Kita akan pergi bersama-sama nanti."
"Eh kakak, kakak akan berangkat mengantarkan Arsen ke sekolah dan setelah itu pergi ke perusahaan, Ya?" Ujar Luna melihat Arya dan Arsen sudah menuruni tangga dan akan menjalankan rutinitas mereka
"Memangnya kau berpikir kami akan pergi melayat. Jika sudah tahu kenapa harus bertanya?!" Ketus Arya yang dingin dan cuek
"Jika aku memakai pakaian sekolah, itu artinya akan pergi ke sekolah. Bibi tidak melihat kami berpakaian hitam, bukan!" Sama halnya dengan Arsen yang sama saja seperti Arya
Dua kali Luna diserang habis-habisan mendapatkan pernyataan menohok oleh kedua makhluk kutub yang tidak menyukai basa-basi dan malah merespon dengan perkataan mereka yang kejam.
Kedua makhluk dingin itu saling menatap satu sama lain penuh kemenangan. Arya menatap Arsen bangga akhirnya mendapatkan teman sefrekuensi dengannya.
"Agh,,, l-iya. Aku salah bertanya pada kalian." Ucap Luna jadi gelagapan
Arya pun melanjutkan jalannya yang diikuti oleh Arsen.
"Tunggu, tunggu... Aku ingin memberitahu sesuatu pada kalian." Ujar Luna menghentikan langkah mereka
Dengan terpaksa kedua kulkas berjalan menghentikan langkahnya kembali.
"Tolong jangan menatapku seperti itu. Aku ini adikmu kakak dan juga bibi Arsen. Aku bukanlah musuh kalian." Ujar Luna terintimidasi
"Cepat katakan saja jika begitu!" Ketus Arya
__ADS_1
"Malam ini aku ingin mengajak keluarga kita pergi ke bioskop. Aku harap kakak bisa ikut, dan Arsen kau pasti akan ikut juga, Kan?"
"Tidak ada waktu!" Jawab Arya dan Arsen bersamaan. Apalagi kalimat mereka sama persis. Ayah dan anak ini memiliki ikatan batin yang sangat kuat.
"Aku sangat sibuk di perusahaan dan tidak memiliki waktu untuk bersenang-senang. Kau tahu jika perusahaan ku mengalami perubahan posisi dan mendapatkan teguran dari hal itu, kemarin aku bisa membuktikan pada dunia jika perusahaan ku tetap menjadi nomor satu. Namun, hal itu bukan menjadi kebanggaan diri untuk lengah dalam menjalankan tugasku." Jelas Arya
"Aku juga tidak terlalu menyukai jalan-jalan. Tidak ada tempat rekreasi yang menyenangkan bagiku. Aku juga tidak terlalu menyukai tontonan film di bioskop. Di sini ada televisi, untuk apa kita pergi ke bioskop." Jelas Arsen
Luna hanya diam kebingungan mendengar penjelasan penolakan dari mereka berdua. ia tidak habis pikir dengan isi pikiran mereka yang bertolak belakang dengan manusia umum dan sama sekali tidak tertarik dengan kehidupan dunia. Apakah itu sisi lain dari orang yang cerdas dan bijaksana? Entahlah... Tidak ada yang mengerti pola pikir mereka.
"Ayolah Arya, Arsen! Kalian harus ikut karena kita pergi tidak setiap hari. Luangkan waktu beberapa jam saja untuk bersantai, bukan hanya bersantai saat tidur saja."
"Iya benar. lagipula film ini cocok ditonton oleh orang dewasa maupun juga anak-anak seperti mu Arsen." Bujuk Luna
"Bagaimana menurutmu Arya junior?" Timpal Arya bertanya pada putranya
"Terserah pada Arsen dewasa saja!" Jawab Arsen demikian
"Tergantung pada nanti malam saja. Jika aku pulang lebih cepat, itu artinya kami mengikuti rencana kalian." Ujar Arya yang tidak janji
Bu Amira dan Luna pun tersenyum mendengar jawaban Arya walaupun tidak pasti. Luna sangat yakin kakaknya akan pergi ke bioskop untuk menikmati waktu malam Minggu sesekali bersama keluarga.
Sesuai jawabannya yang tidak pasti, buktinya Arsen dan Arya bersama Luna, Pak Barma, dan Bu Amira, beserta orang yang bekerja di mansion mereka ikut serta pergi ke bioskop.
Dua puluh menit menunggu, akhirnya Arya dan Arsen pun sudah turun dengan penampilan Casualnya. Tampil santai dengan padu padan jas dan blazer kasual yang tepat.
Baju kaos hijau army gelap yang dipadukan dengan celana bewarna hitam dan juga tak lupa jasnya membuat penampilan Arya terlihat lebih menawan. Berhasil keluar dari zona nyamannya yang selalu memakai setelan formalnya, Namun tetap mengidentikan sosok Arya dengan cara berpakaiannya.
"Ayo berangkat!" Ajak Arya sambil memasang jam tangan di pergelangan tangannya
Bu Amira dan Luna pun tersenyum mengembang melihat Arya yang akan ikut bersenang-senang bersama mereka.
"Ayo..." Ajak Luna yang diangguki oleh semua orang
Sesampainya di bioskop.
__ADS_1
Keluarga Pratama menjadi pusat perhatian banyak pengunjung, Terutama Arya dan juga Arsen yang mendapatkan pusat perhatian banyak. Kedatangan dan peran mereka di sana mengalahkan pemilik bioskop tersebut, mereka datang seolah pemilik bioskop yang bebas melakukan apapun.
Perhatian mereka tak luput dari video dan foto yang memotret mereka. Hal itu tidak lepas dari pujian yang diberikan.
Pengunjung tersenyum lebar melihat dua manusia yang bagai pinang dibelah dua di depan mereka. Karena sudah menjadi hal yang biasa, mereka tetap menjadi seorang bangsawan yang santai.
"Kita akan duduk di sini saja?" Ucap Bu Amira sambil menjatuhkan bokongnya di tempat duduk bioskop
"Ya. Kita duduk di sini saja." Balas Luna setelah mendaratkan tubuhnya di kursi samping ibunya
Tak luput sebagian para pekerja di mansion mereka yang diboyong duduk di kursi yang mereka inginkan. Biarpun hanya sesekali mereka mengajak pekerja mereka untuk refreshing, namun hal itu sangat berarti merupakan hadiah atas kerja keras mereka yang bekerja di Mansion Pratama. Dan sayangnya tidak semua orang ikut akibat tiket yang Luna pesan tidak cukup untuk orang banyak di mansionnya.
"Apa kau menginginkan sesuatu?" Tanya Arya pada putranya yang terlihat kurang nyaman berada di dunia luar yang terdapat orang banyak
"Tidak ada." Jawab Arsen dingin
"Tak akan lama di sini. Tidak perlu memperdulikan orang sekitar yang mengidolakan mu. Ayah lebih berpengalaman selama 36 tahun seolah menjadi seorang artis yang disegani dan mendapatkan penggemar." Ujar Arya memberi petuah
"Sepertinya aku melupakan popcorn dan juga minuman untuk menemani menonton kita." Ucap Luna
"Baiklah. Tunggulah di sini. Aku yang akan membelinya untuk kita semua." Ucap Arya lalu beranjak dan kembali pergi menuju luar
"Duduk menonton di sini saja, Ayah." Ucap seorang anak kecil
"Baiklah... Kita akan duduk dibarisan kelima depan agar kau puas menonton film dengan layar besar yang sangat terjangkau." Jawab Ayahnya
Suara yang tidak asing dipendengarannya menghentikan langkah Arya menuju luar. Arya mengangkat matanya yang semula tertunduk melihat jalan tangga bioskop ke arah sumber suara.
Pandangannya pun kini terpenuhi oleh segerombolan orang yang sedang berjalan untuk duduk sampai menghalangi objek yang ingin ia lihat.
Tanpa terbenam dalam pikirannya lagi, Arya memutuskan untuk menghiraukannya saja dan melanjutkan langkahnya untuk membeli popcorn.
"Ibu kemana, Kenapa ibu sangat lama membeli popcorn?" Ujar seorang anak kecil melihat ke pintu masuk
"Sebentar lagi ibu akan datang dengan popcorn nya. Mungkin sedang mengantri sekarang." Jawab ayahnya
Tak berselang lama, baru saja dibicarakan. Ibu yang dimaksud anak itu akhirnya datang dengan 2 buah popcorn beserta minumannya.
__ADS_1
"Kalian pasti sudah menunggu lama." Ujarnya yang telah sampai menghampiri dan tahu keberadaan mereka duduk
"Baru saja kami membicarakan dan kau langsung datang." Jawabnya dari salah satu mungkin suaminya