Terbelenggu Oleh CEO Angkuh

Terbelenggu Oleh CEO Angkuh
S2 94 - Seluas Sawah


__ADS_3

Pagi Hari Tiba~


Pagi yang yang cerah, beraromakan tanah basah setelah di guyur hujan tadi malam. tetesan air dari ujung dedaunan yang masih basah, menimbulkan suara gemericik ketika menyentuh genting seng di penginapan warga.


Ayam-ayam mulai berkokok menandai hari baru telah tiba. Sudah waktunya para penduduk bumi bangkit dari tidur mereka. Melakukan aktivitasnya sehari-hari.


Sejuknya udara pagi membangunkan Luna yang sedikit menggigil akibat kipas angin yang masih menyala dan juga udara dingin khas pedesaan.


Luna merenggangkan tubuhnya sejenak. Lalu segera beranjaklah dia, mematikan kipas angin di atas meja, setelah itu berjalan keluar.


Pintu kamar terbuka, hal yang pertama ia lihat adalah Zayn. Pria tampan yang masih tertidur di atas sofa usang nya.


"Halooww... Pengantin baru? Ehh, Pengantin mesum. Hahahaha." Ucap gadis desa yang kemarin habis-habisan menghina Luna, dan kini ia datang membuka pintu begitu saja


Luna terperanjat mendapati gadis desa bernama Rahayu yang tidak sopan itu. Luna tengah berdiri sembari melipat kedua tangannya di depan dada dan menatap sinisnya.


Luna menghela napas malas, ketika mendengar suara wanita yang paling ia hindari sejak malam.


Gadis itu memutuskan untuk melanjutkan langkahnya, tidak peduli masuk ke dalam saat Zayn sendiri ada di sana dan belum terbangun.


"Eeiii sombongnya... yang sudah memiliki suami. Ckckck- semalam puas dong ya? Ketahuan mesum. Eh? langsung di nikahi. Lanjut rondenya dong..." Ejek Ayu tergelak lagi.


Luna menoleh. Lalu, melebarkan senyum keterpaksaan.


"Kok tahu sih, aku sudah main beronde dengan suami ku tadi malam? Ya ampun... seperti kau tahu karena mengintip, Ya? Lumayan kan, tontonan gratis untuk desa." Balas Luna

__ADS_1


Ayu menarik bibirnya dan berdesis. "Cihh! Sudi sekali aku mengintip pasangan mesum seperti kalian. Dasar orang kota tidak tahu malu!" Hardik Rahayu yang dipanggil Ayu itu


"Untuk apa kedatangan mu ke sini?" Tanya Luna nada keras


"Di luar ada yang mencarimu. Katanya dia dari desa sebrang dan mendengar kabar semalam, dia mengenalimu dan ingin bertemu denganmu. Rupanya kau seorang dokter ya, tapi sayang dokter mesum! Cepat keluar! Dia sudah menunggu." Beritahu Ayu, setelahnya ia pergi.


"Siapa? Apa mungkin itu Pak Rt." Duga Luna


Luna pun memutuskan segera pergi keluar. Dan benar saja, bukan hanya Pak Rt dari desa sebrang, warga desa ini berjejer kerumunan seperti tidak ada kerjaan ikut ingin menyaksikan apa yang terjadi.


Pak Rt yang datang dari desa terserang malaria, jauh-jauh datang ke desa sebrang setelah mendengar santer kabar terdengar mengenai orang kota yang berbuat mesum dan dinikahkan. Ia menyangka jika orang kota itu pasti Dokter Luna, karena tidak ada orang desa yang pernah datang ke desa itu.


Pagi hari sekali sebelum ayam berkokok ia datang hanya untuk menjelaskan apa yang terjadi. Pak Rt mengatakan jika Luna adalah dokter kota yang membantu warga desanya yang mengalami malaria. Dokter Luna sangat baik hati dan meyakinkan warga sana tidak mungkin berbuat seperti itu.


Terjadi banyak perdebatan membuat Zayn yang tengah tidur terbangun dan pergi keluar. Pak Rt terkejut dan tidak mengenali Zayn, tapi ia berpikir Zayn adalah temannya dokter Luna.


"Ohh... Jadi, kalian ini dari kota untuk menjadi relawan membantu desa sebrang warganya yang terserang malaria, Ya. Dan wanita ini Dokter??"


"Benar..." Jawab Zayn penuh penekanan


"Wah,,, Jika sudah mengetahui hal seperti ini kami tidak bisa berbuat apa-apa. Kita sudah salah paham bapak-bapak, Ibu-Ibu. Warga nih salah informasi ternyata."Ucap Pak Kades yang malu rasanya


"Oh begitu ya, maaf, kami sudah berburuk sangka." Ucap satu warga malah cengengesan


"Lalu, Pernikahannya??" Lontar satu warga

__ADS_1


"Ya, Ingin bagaimana lagi? Sudah terlanjur!!" Ucap Zayn dengan genitnya mengedipkan mata pada Luna


Luna merasa geli, tapi ia salah tingkah dibuatnya.


...***...


Nama Zayn dan Luna hingga orang kota berhasil mengembalikan nama baik mereka dari orang desa. Walaupun demikian tidak bisa mengembalikan pernikahan yang sudah dilakukan sebagai suami istri menjadi lajang kembali. Mereka menerima lapang dada, dan di anggap sebagai pemberian rezeki dengan hal tidak tersangka bagi mereka.


Luna dan Zayn memutuskan untuk melanjutkan perjalanannya pulang. Mereka mengendarai mobil masing-masing menelusuri jalan pedesaan tanpa aspal yang di sisinya banyak pesawahan luas.


Mereka banyak mengucapkan rasa terima kasih pada orang desa atas peristiwa dan pengalaman selama satu hari itu. Tanpa mereka, mungkin semua ini tidak akan terjadi. Luna dan Zayn bisa menikah, mengungkapkan perasaan mereka masing-masing, dan akan melanjutkan hidup baru di kota.


Hari yang indah. Aku terbangun dari ranjang ku berniat hati pergi ke desa membantu warga di sana. Aku datang dengan hati dan langkah yang mantap. Aku tidak menyadari hari itu mulai datang hingga aku menemukan cintanya. cinta yang aneh, dinikahi warga desa yang tulus.


Mimpi yang selalu datang, berulang. sangatlah indah. Itulah yang membuatku selalu tak ingin terjaga. Selama ini aku menunggu pangeran datang menunggangi kuda dan melamar ku.


Lantas, seberkas cahaya datang dan berubah menjadi pangeran yang amat gagah... Senyuman dan urat di tangannya meraih ku naik menunggangi kudanya bersama, Tersenyum sembari mengulurkan tangannya kepadaku.


Sekarang, Aku sudah menemukan pangeran itu. Pangeran baik hati, gagah, dan juga tampan mendadak menjadi suamiku... Dia Tuan Zayn


"Terima Kasih, Tuan Zayn. Kau sudah datang dan mengabulkan keinginan ku ini." Ucap Luna bersandar di bahu Zayn sembari menatap senja matahari yang akan tenggelam duduk di pesawahan yang luas, menghentikan mobil mereka untuk menatap pemandangan itu.


"Yang pastinya kita berterima kasih pada Tuhan. Kita juga harus berterima kasih pada warga desa ini sudah menikahkan kita berdua. Mereka menjadi jejak dalam kisah kita berdua. Suatu saat nanti kita bisa menceritakan kisah ini pada anak-anak kita bagaimana ibu dan ayahnya bisa menikah, kita juga akan mengajak anak kita membawa mereka pada warga desa ini untuk berterima kasih kenapa bisa lahir ke dunia ini." Ucap Zayn menggoda


"Kita baru saja menikah secara agama. Tapi kau sudah membayangkan kita sudah memiliki anak lagi." Pukul Luna pelan pada dada bidang Zayn

__ADS_1


"Warga desa sendiri sudah menantikan cucu dari kota mereka. Bahkan mereka sudah menganggap kita berbuat mesum. Bagaimana jika semua itu benar?" Goda Zayn


Luna tidak bisa menahan tawanya. Ia kesal pada Zayn hingga terus memukulinya tapi pelan. Zayn berlari dan mencebur ke sawah, Luna mengejar sama persis yang dilakukan sinetron-sinetron saling mengejar satu sama lain di bawah lumpur, pakaian mereka kotor, dan saling melemparkan lumpur ke arah lawan.


__ADS_2