
Pagi hari~
Valerie wanita cantik berhati iblis yang menjadi partner di atas ranjang pria yang bernama Arya. Setelah pergulatan mereka kemarin, dia membuka matanya tepat jam dinding di kamar hotel menunjukkan pukul 07.00 pagi.
Senyum terukir dari bibir manis Valerie, melihat Arya yang masih tidur terlelap di sampingnya. dan tanpa menggunakan sehelai benang pun yang melekat di tubuhnya, setelah kemarin ke duanya melakukan aktivitas panas.
Valerie yang masih mengukir senyum, menutup punggung Arya dengan selimut sebelum turun dari tempat tidur.
Tubuh pria yang sudah sangat baik padanya, bagaimana tidak baik, karena pria yang menjadi partner di atas tempat tidurnya tersebut, adalah pria yang rela menunjukkan rasa cinta padanya dengan tindakan yang tidak terduga. dengan demikian, bermaksud untuk menunjukkan dirinya adalah lelaki sejati yang sama sekali tidak memiliki masalah yang ada dalam tubuhnya. Jika sewaktu-waktu penyakitnya bereaksi kembali dihadapan Valerie, dia tidak akan berpikir yang tidak-tidak terhadapnya. Karena sampai saat ini belum ada siapapun yang mengetahui penyakit alergi aneh nya, selain Keluarga intinya. Bahkan ibu mertua yang sudah mengetahuinya pun pintar menjaga rahasia.
...***...
"Semua bingkisan yang ingin aku bawa untuk bapak dan ibu, semuanya sudah siap. Aku sengaja tidak memberitahu mereka untuk datang agar mereka terkejut dengan kedatangan ku." Ujar Dini terus berbicara dengan tersenyum-senyum karena senang akan menemui orang tuanya
"Tuan, sudah berbaik hati dengan mengizinkan ku bertemu dengan orang tuaku setelah sekian lama. Saat ini tuan pasti sedang sibuk mengurus pekerjaan bersama kliennya di sana."
"Aku harus segera berangkat. mungkin ojek online ku sudah ada di luar." Ujar Dini mengambil beberapa bingkisan yang dia siapkan untuk dibawa pada orang tuanya
Kurang lebih 8 menit menunggu ojek online datang menjemputnya. Akhirnya ojek online itu pun datang.
"Dengan, Nona Dini?" Tanya pak ojek online itu
"Iya, Pak. Dengan saya sendiri. antarkan saja saya sesuai alamat di aplikasi ya, Pak." Ucap Dini pada ojek online
"Baik, Nona." Jawabnya sambil memberikan helm dan mengaitkan barang-barang milik Dini di motornya
"Rumah sebesar ini tapi, nona ini malah memesan ojek online. Padahal pasti banyak sekali mobilnya yang mahal. tapi mungkin saja nona ini salah satu pembantu di sini." Gumam ojeg online itu menyangka di sela mengendarai motornya
...***...
__ADS_1
"Darwin, sekarang kau sudah sampai mana, Nak. Penyambutan untukmu sudah siap di sini.hanya tinggal menunggumu datang."
"Ibu, aku baru saja keluar dari universitas dan belum sampai di bandara sama sekali. Aku memesan tiket pesawat yang take off pada pukul 09.00. Ini baru saja pukul 08.00. ibu ini semangat sekali." Kekeh Darwin di akhir kalimat dalam telepon
"Kenapa tidak ibu kirimkan saja jet pribadi untukmu kemarin. sehingga kau tidak harus menunggu jadwal sesuai bandara. Jika saja itu terjadi, pagi hari sekali kau sudah sampai."
"Ibuku yang cantik, bersabarlah. Putramu ini akan pulang, jangan khawatir. ingin pukul berapapun aku sampai, akan ku pastikan diriku ini ada di mansion."
"Kau tidak sedang berbohong dengan ibumu, bukan? Jangan sampai ternyata kau sedang mengangkat telepon ini sudah ada di bandara Indonesia."
"Hahaha... memangnya ibu memiliki mata-mata? mana mungkin aku membohongi ibu."
"Ibu tidak percaya padamu, Darwin. Firasat seorang ibu tidak pernah salah."
"Baiklah, Aku mengalah. Anak indigo akan salah menduga jika berhadapan dengan firasat seorang ibu. Aku memang sudah berada di Indonesia, Bu. Aku baru saja landing dan ibu langsung menelpon ku. Aku pikir akan menyenangkan jika mengerjai ibu." Jahil Darwin membohongi ibunya
"Apa yang ibu kira. Kau ini memang anak yang kurang ajar, Darwin. bukannya berkata jujur, malah membohongi ibunya. diuntungkan firasat ibu sangat kuat."
"Iya, Sudah. Jauh 2 hari sebelum kau pulang. kau bisa lihat di parkir inap!" Jawab Bu Amira
"Baiklah. sudah ya, Bu. Jika terus menelpon, akan sampai kapan aku datang ke mansion."
"Baiklah, maafkan ibu indigo mu ini." Pungkas Bu Amira bisa berbual
"Hahaha...ibu ini ada-ada saja. Ternyata ibu bisa bercanda juga. jika ibu indigo, maka aku Indihome, Atau bisa jadi aku anak siluman jin." Tawa Darwin terbahak-bahak
Diikuti juga dengan Bu Amira yang tertawa mendengar Darwin berbual.
"Sudah-sudah! Baru saja sampai di bandara, kau sudah membuat perut ibu sakit. Ketika sampai nanti, jangan membuat perut ibu atau ayahmu lebih dari kata sakit mendengar mu membual."
"Iya, Ibu. aku tutup sekarang! Sampai bertemu nanti." Tutup telepon Darwin
__ADS_1
...***...
Di Hotel bintang 5 di kota Kalimantan~
"Kau sudah mandi?" Tanya Valerie
"Iya, Sudah!" Jawab Arya tersenyum
"Kejadian semalam? Apa kau sadar sudah melakukan itu, Arya? Walaupun secara garis besar kau tidak sampai menodai ku sepenuhnya."
"Aku berpegang teguh pada janjiku, Aku tidak akan melakukan itu sebelum kita menikah. maafkan aku sudah menyiksa dirimu kemarin."
"Tidak, Apa. Hanya dengan sebuah sentuhan simulasi untuk kita nanti menikah. membuat kita tidak akan merasa canggung untuk melakukan sepenuhnya nanti." Jawab Valerie
"Aku sangat mencintaimu, Arya. Terima Kasih untuk kemarin.sebagian diriku sudah menjadi milikmu seutuhnya, hanya tinggal menyingkirkan wanita itu pergi dari kehidupan kita, kita akan saling memiliki sepenuhnya."
"Aku tidak perlu menjawab bahwa aku juga sama halnya denganmu sangat mencintaimu. Sampai kapanpun kalimat itu akan tetap sama dan tidak akan berubah pada siapapun." Jawab Arya
Valerie mengukir senyum yang mengembang menatap Arya yang tulus padanya.
"Dan terima kasih untukmu yang sudah ingin kembali untukku. Kau rela meninggalkan karier mu dan percaya padaku." Lanjut Arya berbicara
"Sudahlah, cukup untuk kata terima kasih itu. Aku bukan pahlawan yang berjasa untuk hidupmu. Ada satu hari yang bisa kita habiskan sebelum kembali pada topeng yang lain. Apa yang akan kita lakukan? Kontrakmu sudah ditandatangani dan pekerjaan mu juga sudah selesai. Hanya ada waktu untuk kita berdua."
"Bagaimana jika kita pergi mengelilingi kota ini.mungkin kita bisa makan berdua, pergi ke mall, kau bisa membeli pakaian, kosmetik atau tas brand terkenal."
"Okay. Ide yang bagus. Aku sangat menyukai berbelanja di mall. Kau akan mentraktirku?"
"Untukmu aku tidak akan menolak. ingin membeli apapun di mall nanti, aku siap untuk membayarnya. Uang tidak berharga jika disandingkan dengan dirimu." Kata Arya
Dengan berpegangan tangan, Valerie berjalan bersamaan dengan Arya keluar dari kamar hotel. Dan segera akan pergi bersenang-senang menikmati hari hanya berdua di kota orang lain.
__ADS_1