
Melakukan penyerangan, Arsen menggigit kedua tangan yang menyeretnya pergi itu.
Aaarrghh...
"Bocah sialan!" Pekiknya
Arsen mendapatkan peluang untuk melarikan diri dari sana.
"Anak itu melarikan diri! Cepat kejar dia!" Ucap seorang pria yang tak lain tak bukan adalah Richo
Kita sudah lama mengenalnya. Kali ini dia berubah profesi sebagai seorang pria jahat yang melakukan tindak kejahatan terlarang dengan menjual seorang anak-anak. Dia bahkan tak sungkan berbuat kejam dengan menyiksa seorang anak tak berdosa yang membantah dan melakukan pelarian diri dengan memotong kepalanya lalu setelah itu memperjual belikan anak dalam bentuk organ tubuhnya!
Arsen meraih tas ransel yang di dalamnya berisi pakaian dan juga handphone yang ia miliki dan ia bawa itu!
Dalam keadaan genting dan terus berlari dari orang yang mengejar. Arsen mencari kontak nama ayahnya, saat ia dapat langsung mencoba untuk menelepon. Namun, nihilnya tak tersambung dikarenakan tidak ada sinyal yang memadai.
Arsen bersembunyi di semak-semak untuk terus mencoba menelepon ayahnya.
la menutup mulut nya rapat dengan kedua tangan nya yang bergetar karena takut. Tubuh terasa lemas, kaki nya sama sekali tak bisa di gerakkan karena gemetar.
Bahkan bernapas saja ia takut, takut jika pria beringas itu melihatnya dan juga ikut membunuh nya.
"Ku mohon... Ayah!" Batin Arsen sembari berusaha menghubungi Arya dari ponselnya
"Sinyal... Ku mohon muncul lah..." Gumam Arsen saat ia tak bisa menghubungi siapapun karena tak ada sinyal, ia terus saja mencoba menghubungi siapapun di ponselnya dengan tangan gemetarnya.
Grepp...
"Paman ampuni Aku!!!" Pekik Arsen. Pria itu berhasil menemukannya.
DOR!!!
Seketika suara tembakan ke langit membuat Arsen terkejut dan langsung menjatuhkan ponselnya. Bulir bening mulai terjatuh ke pipinya, ia mulai menangis karena merasa takut yang teramat sangat.
Arsen berusaha menutup mulut nya dengan rapat, ia berusaha tak mengeluarkan suara sedikitpun, ia ingin segera meninggalkan tempat itu namun kaki nya masih terasa sangat lemas karena ia benar-benar shock.
Hingga pada akhirnya ia tidak berdaya dan tetap diseret pergi ke bangunan itu.
__ADS_1
Langkahnya tertatih dalam pelarian tanpa arah nya, deruan napas nya terdengar dengan jelas di keheningan hutan yang sudah diselimuti dengan kegelapan malam, jantung nya berdegup dengan kencang.
Tangan dan kaki nya sudah terluka karena banyak terkena ranting dan tumbuhan tajam, namun Arsen tak memperdulikan itu, rasa sakit di tubuh nya seperti tak terasa sama sekali karena rasa takut yang berselimut di dalam dirinya.
la tak tahu kemana harus berlari, ia hanya terus berusaha untuk tak tertangkap bagaimana pun caranya.
Dalam ruang bawah tanah. Terdengar suara isakan dan rintihan banyak anak kecil yang berkumpul dan menangis di sana.
Ternyata bukan hanya Arsen yang dijadikan korban penjualan anak. Ternyata Richo banyak penyekapan anak yang ia lakukan dalam ruang bawah tanah itu.
"Duduk bersama mereka! Jangan pernah coba melarikan diri!" Dorong Richo yang membuat Arsen tersungkur
Melihat anak-anak uangnya itu sudah berkumpul. Ia tersenyum menyeringai dan pergi dari sana tanpa lepas dari pengawalan penjaga.
Richo pergi untuk menelepon mafia pasar gelap jika penjualan anak bisa dilakukan segera mungkin karena Anak yang terkumpul cukup banyak dan akan dia cari kembali setelah anak-anak yang ada di sini terjual.
...***...
Hari sudah malam.
Di sana pun mereka tak mendapatkan makan sedikitpun saat Arsen datang. Mungkinkah mereka masih memberi makan? Tapi kapan, Aku tidak melihat pergerakan mereka pergi untuk kembali membawa makanan pada kami!
"Akuu Laparr!!" Teriak seorang anak kecil yang merengek kelaparan di tengah keheningan
Salah satu penjaga melihat ke arah anak itu. Ia pun menghampirinya!
"Apa yang kau katakan? Kau lapar??" Hardik penjaga itu
"Dari kemarin perutku terus berbunyi. Aku sangat kelaparan di sini." Jawab anak itu sambil menangis
Jadi, Kita tahu jawabannya jika Antonio sama sekali tidak memberikan makan untuk anak-anak itu dan yang pastinya membuat mereka tersiksa!
"Untuk apa kami memberi makan? Lagipula kalian akan mati, Bukan? Kalian tidak akan mendapatkan makanan dan kami tidak peduli kalian sangat kelaparan!" Cerca penjaga itu
"Aku tidak ingin mati! Aku ingin bertemu dengan ayah dan ibuku. Mereka pasti menungguku pulang..." Rengek anak itu
"Hahaha... Hilangkan mimpi kalian itu. Ayah Ibu kalian tidak akan pernah melihat wajah kalian lagi untuk selamanya!" Ujarnya tak main-main
__ADS_1
"Tidakkk... Aku ingin pulanggggg!!!" Menangis anak itu semakin keras
"DIAMM!! Apa kau tidak lelah menangis terus? Aku tegaskan kau tidak akan pernah menemui orang tuamu lagi!"
Anak itu tidak bisa diam, Dia tidak pernah berhenti menangis. Penjaga pun sangat kesal dan mereka mengambil tindakan. Namun, sebelum itu Richo datang dan mengambil alih semuanya.
Keheningan bawah tanah yang terpecah dengan suara memohon dan tangisan dari seorang anak yang di ikat kedua tangan dan kaki sembari terus berlutut memohon ampun pada para pria berjas di hadapan mereka.
"Paman aku mohon ampuni aku...." Ucap anak tersebut
Pria yang berjas tersebut seperti memberikan kode mata pada pria berjas yang lain.
DOR!!!
Satu tembakan tepat melayang di dahi anak tersebut, seketika bau anyir darah menyerebak mengalahkan bau dari tanah tersebut.
Anak kecil yang tertembak tersebut langsung terjatuh dengan mata yang masih terbuka mendelik karena ia tiba-tiba meregang nyawa saat ia tak siap sama sekali.
Darahnya memuncrat kemana-mana. Arsen yang menyaksikan kejadian itu dihadapannya langsung sangat syok melihat banyak darah mengalir, anak itu tewas dan juga darah yang memuncrat mengenai wajah hingga tangannya.
Sontak semua anak-anak yang dalam kondisi sama langsung gemetar, keringat dingin langsung membasahi tubuh mereka, wajah dari semua anak tersebut pun langsung seperti kehilangan darah karena sangking pucat nya.
Pria itu sedari tadi tersenyum melihat kematian dan ketakutan dari semua anak yang akan menemui ajal nya.
"Itu balasan nya jika berani memberontak!" Ucap Richo sembari menunjukkan seringai di wajah nya dan meniup ujung pistol yang telah digunakan fungsinya.
la pun mulai memanggil salah satu bawahan dengan memberi kode agar segera mendekat.
"Yang sudah mati, cincang habis tubuh nya dan kirim dia pada Antonio. Katakan pada dia itu hadiah hari ini dari ku dan sisanya akan ku kirimkan anak-anak yang hidup." Ucap Richo pada bawahan nya
Anak yang tak berdosa kehilangan nyawanya secara mengenaskan. Apa kesalahan mereka sehingga Richo tak memiliki hati menculik mereka seperti itu?!
Anak-anak lain hanya bisa mengunci mulut untuk tak sampai bersuara dan mendapatkan perlakuan seperti itu. Dihadapan mereka secara langsung, teman korban penculikan mereka mati ditembak mengenaskan dan bahkan anak bawahan Richo melakukan tindakan mutilasi dihadapan mereka juga.
Secara tidak sadar hal tersebut dapat menggangu psikis seorang anak. mereka sangat syok dan trauma yang teramat parah!
"Ini tidak akan terjadi padaku dan juga yang lainnya. Aku memiliki ayah yang lebih hebat dari paman jahat itu! Aku tidak akan sampai mati sepertinya! Ayah... Datanglah selamatkan kami!" Batin Arsen tersiksa
__ADS_1