
Masalah yang sedang dihadapi perusahaan Arya kini belum usai. perusahaannya masih mengalami fluktuasi.
Secara umum, tidak ada dampak yang terjadi pada perusahaan ketika harga saham turun. Kinerja perusahaan tidak terpengaruh. Bahkan, tidak ada kaitan yang secara langsung terhadap laba rugi perusahaan. Akan tetapi, Arya menjadi pimpinan dari sebuah perusahaan miliknya, tentu akan mendapatkan teguran.
"Kabar yang baik. Hanya ada satu cara yang menjanjikan untuk memposisikan perusahaan Presdir menjadi yang pertama kembali." Ucap Damar asisten pribadinya
"Kau memiliki rencana yang lebih baik dibandingkan rencana ku?" Tanya Arya
"Akan ada tender proyek yang dilakukan oleh perusahaan Jaksara Company. Jika saja kita berhasil memenangkan tender ini, itu akan menjadi kekuatan besar. mereka juga akan memberikan jaminan seratus persen untuk melakukan kontribusi pada pemenang pelelangan ini."
"Lalu tunggu apalagi? kapan tender itu akan dimulai?"
"Saya mengetahui keterlambatan informasi. tender itu akan dimulai malam ini di hotel Golden Century." Ujar Damar
"Sebisa mungkin kita harus mengikuti tender ini, dan memenangkannya. Tidak ada banyak waktu untuk menyiapkan segalanya. Segera persiapkan dari sekarang, dan kita akan bertemu malam nanti dengan keadaan semua sudah siap." Titah Arya
"Baik Presdir, saya akan memberikan instruksi pada tim bersangkutan dan juga karyawan untuk bekerja keras hari ini demi kebutuhan perusahaan tempat mereka sendiri bekerja."
Arya mengangguk bersungguh-sungguh dalam tender kali ini yang akan menentukan posisi perusahaan di mata negara sendiri dan negara luar.
...***...
Malam hari telah tiba.
Semua peserta dari berbagai pihak perusahaan telah datang ke hotel golden century dengan membawa ambisi kemenangan dalam tender kali ini.
__ADS_1
Tak banyak mereka datang dari penjuru negeri, bahkan dari berbagai penjuru dunia yang sudah mengetahui informasi dari jauh-jauh hari pun turut mengikuti. Tender sebuah proyek selalu menjadi peminat banyak para petinggi untuk kelangsungan perusahaan mereka.
Tujuan lelang atau tender yang sesuai dengan petunjuk teknis adalah untuk mendapatkan kontraktor pelaksana proyek yang mempunyai tingkat risiko yang paling menguntungkan bagi negara dan perusahaan pemenang. berdasarkan metode dan tata cara yang telah ditetapkan dan diikuti oleh pihak-pihak yang terkait secara taat azas.
Menghasilkan barang atau jasa yang tepat dari setiap uang yang dibelanjakan, diukur dari aspek kualitas, kuantitas, waktu, biaya, lokasi, dan Penyedia. Dan Meningkatkan penggunaan produk dalam negeri.
Bagaimana tidak dengan spesifikasi yang diberikan dapat menjamin perusahaan mereka tersohor dan berjasa pada negara.
"Saya yakin kita akan memenangkan pelelangan kali ini. Tuan tidak akan tahu sebesar jaminan keuntungan apa yang bisa kita dapatkan jika berhasil menang." Ucap Mario yang menjadi klien Darwin dan selalu ada kemana-mana
"Percaya diri memang sangatlah penting. Tapi kita jangan lengah pada sekitar yang bisa saja memiliki strategi yang lebih baik." Ujar Darwin rendah hati
Rupanya Darwin menghadiri tender ini juga. Apa yang terjadi jika Arya sendiri ada di sana dan tanpa saling menyadari keberadaan satu sama lain.
Setelah sepuluh menit menunggu menikmati hidangan yang telah disajikan seperti makanan penutup dan juga minuman, akhirnya para tamu dipersilakan untuk masuk pada ruangan khusus tempat tender dilangsungkan.
DEG!!
Darwin menatap laki-laki itu dengan tidak percaya. Perasaan terkejut bercampur rindu dan benci menjadi satu. Lama Darwin menatap laki-laki itu dalam diam. Kerinduan mengalir dalam hati melihat kakaknya yang masih terlihat sama tampan dan kepanglingan penampilannya.
Arya masih menjadi laki-laki paling tampan dan juga datar. Masih memiliki makan elang yang dapat mengintimidasi dengan tatapan tajamnya. Meskipun tubuhnya menjadi sedikit lebih kurus dan ada gurat-gurat kesedihan di wajahnya. Wajahnya masih terlihat angkuh. Matanya tampak dingin. Itulah Arya yang tidak akan bisa berubah...
Darwin masih menatap Arya lekat-lekat. Alam bawah sadarnya ingin berlari ke arah laki-laki itu dan memeluknya dengan erat.
Menyatakan bahwa dirinya senang bertemu dengan laki-laki itu lagi. Tapi pikiran mencegahnya. Dia berharap Arya tidak menyadari keberadaannya dan mengabaikannya. Dia takut Arya sangat membencinya dan memutuskan untuk menyakitinya.
__ADS_1
"Kau harus berhasil Tuan. Tunjukkan pada dunia, bahwa menjadi CEO itu tidaklah semudah mengedipkan mata. Kau harus mengalami proses perjuangan yang sulit dengan persaingan yang ketat. itu bukan menjadi suatu kelemahan, tapi kekuatan. Aku akan mendukungmu sampai berhasil Tuan." Ucap Damar memberi dukungan. Karena saat ini telah tiba perwakilannya bersama Arya menampilkan presentasi.
Arya hanya menganggukkan kepalanya. Langkah kakinya tampak semakin cepat. Dia tidak sabar ingin segera menyelesaikan tender ini dan memenangkannya. Dia berharap, dengan adanya tender ini akan semakin memperkuat posisi perusahaannya.
Dengan percaya diri yang tinggi, Arya dan timnya berdiri didepan semua orang.
Arya melepaskan pandangannya pada seluruh ruangan. Di ruangan itu terdapat setidaknya seratus lima puluh peserta tender. Sebagian satu wajah-wajah yang ada di sana di tatapnya. Dari satu wajah, beralih ke wajah lainnya. Dan dia mengenal satu wajah di sana, sangat mengenalnya!!
Deg!
"Darwin...!" Tegunnya dalam hati
Dengan melupakan permasalahan lain dan fokus pada tujuannya saat ini. Pada akhirnya Arya dan tim mulai menjelaskan bahan presentasi mereka.
Saat selesai pun, Arya masih menatap Darwin dengan tatapan tajam. Tubuhnya masih tidak bisa berhenti gemetar. Pada akhirnya Arya memutuskan untuk keluar dari ruangan itu terlebih dulu meninggalkan acara yang belum selesai.
"Kakak ada di sini. Aku meminta Dini datang untuk menyaksikan tender ini. Ini tidak bisa dibiarkan begitu saja akibat tempat ini tak akan aman baginya saat ini. Kakak bisa saja melihat Dini dan menyakitinya..." Kata Darwin yang tidak tenang dan selalu gundah dari tadi
Dia mencoba untuk menjauh dan menelepon Dini untuk memberitahu agar tidak sampai datang dan mengurungkan niatnya itu. Akan tetapi, Handphone Dini hanya memanggil dan tidak berdering tandanya ia sedang tidak aktif sehingga tidak dapat dihubungi.
Perasaan Darwin pun campur aduk menjadi tidak tenang. ia terus berusaha memanggil, namun tetap saja panggilannya tak diangkat.
"Bagaimana sekarang? Dini tidak bisa dihubungi padahal bahaya sedang mengintainya di sini." Khawatir Darwin
la ingin sekali menyusul Dini ke rumah dan memintanya untuk tidak jadi datang. Akan tetapi, Saat ini adalah giliran dari pihaknya untuk menampilkan presentasi dihadapan pemilik tender yang akan menentukan pemenangnya.
__ADS_1
la pun berinisiatif untuk meninggalkan pesan pada Dini dan ia harap dapat membaca pesan masuknya itu. Sekaligus hanya berharap agar tidak terjadi sesuatu pada hari ini menimpa Dini.
Darwin memutuskan untuk melanjutkan tujuan kedatangannya dari awal demi perusahaannya sendiri.