Terbelenggu Oleh CEO Angkuh

Terbelenggu Oleh CEO Angkuh
S2 105 - Kabur


__ADS_3

Tak terasa sudah satu minggu Dini tinggal di Mansion milik Antonio yang terdapat Lucas, Anak buahnya yang setia. Tapi semenjak Antonio membawa Dini yang rencananya akan melahirkan anak itu dan memberikannya pada Antonio sebagai pengganti Zayn untuk diberikan pada istrinya yang sakit jiwa, hanya akal-akalan saja sampai membuat Arya di penjara. Dan selama itu Dini tidak pernah melihat Antonio lagi. Bahkan, saat ia berani bertanya pada Lucas, pria itu hanya diam tak berniat untuk menjawab pertanyaan dari Dini.


Rumah mewah di tengah pulau itu kini sepi. Hanya ada anak buah yang menjaga di luar.


Sepertinya Lucas sedang pergi menemui Antonio di kota sana. Ia juga ingin bisa kabur dari tempat ini. Tapi bagaimana caranya untuk sampai ke kota, ini adalah pulau yang tidak ada transportasi selain helikopter atau kapal layar.


Dini yang melihat suasana sepi, langsung mencari celah agar bisa keluar dari tempat mengerikan itu. Betapa senangnya Dini, saat melihat pintu belakang dapur sedang sepi penjaga, hanya ada satu atau dua orang saja. Melihat hal itu, Dini segera mengendap-endap bersembunyi pada setiap tumbuhan pohon kelapa yang ada di sana.


"Apa kau melihat sesuatu yang aneh di belakang pohon itu?" Tanya salah satu penjaga pada temannya


"Tidak, sepertinya kau salah lihat, mungkin saja hanya kucing." Jawab temannya tersebut. Jika dipikirkan, bagaimana bisa ada kucing di tengah pulau tersebut?


Mendengar hal itu, hati Dini kembali tenang. Sekarang ia sudah bisa melewati para penjaga tersebut, kini ia harus memasuki semak-semak yang dahannya ke jalan sampai di pesisir pantai.


Akhirnya ia bisa keluar. Melihat sekitar pulau yang cukup luas, namun ia bingung bagaimana dengan selanjutnya. Apa yang harus ia gunakan untuk menyebrangi lautan?


"Selanjutnya bagaimana? Andai saja ada nelayan yang bisa sampai ke sini bersama kapalnya, sekiranya aku yakin itu adalah pertolongan Tuhan." Ucap Dini berdoa sembari waspada takut ada penjaga yang keluar dan melihatnya


Benar saja. Doa itu ajaib dan mustajab bagi siapa saja seorang makhluk tuhan hamba-nya yang taat. Mungkin terasa aneh sebuah kapal dari kejauhan terlihat. Dini tak berpikir panjang, ia sangat senang dan menganggap itu pertolongan Tuhan, kapal itu berisi nelayan yang pasti mencari ikan di siang hari agar tidak diterjang ombak malam.


Tanpa berteriak, Dini memasang tanda SOS, dan melambaikan tangannya. Kapal itu terlihat menghampiri Dini. Dini berpikir nelayan pasti sudah melihatnya. Jika di pikirkan, bagaimana kapal yang masih jauh itu bisa melihat Dini dan menyadari ada orang ditengah pulau. Ia tidak berpikir sampai ke sana, hanya menganggap mungkin saja memakai teropong.

__ADS_1


Kapal itu sampai mendekati Dini.


"Nona, kenapa anda bisa ada di pulau ini?" Tanya nelayan itu terlihat bukan nelayan, seperti turis yang memakai topi dan kacamata. Tapi ia sendiri dan tak ada seorang pun yang bersamanya.


"Tuan, Saya diculik. Di sini terdapat mafia yang menahan saya. Tolong bawa saya ke kota!" Pinta Dini terburu-buru


"Mafia? Baiklah, Ayo naik. Saya akan membawa anda kembali ke kota." Ucap pria itu


Dini sudah mulai lega bisa pergi jauh dari pulau itu. Ia yakin akan kembali ke kota menemui keluarganya. Namun, ditengah perjalanan dan tengah laut, Dini merasakan kejanggalan.


"Tuan, kenapa ini terasa jauh dan kita benar-benar seperti di tengah laut. Apakah ini sesuai rute yang harus di lalui untuk sampai ke tepi sana, kenapa malah merasa memutar saja, sejak tadi tidak sampai juga." Ucap Dini mencoba untuk protes. Namun, ia begitu terkejut, seketika nelayan itu menghentikan mesin kapalnya dan langsung menoleh ke belakang dengan melepas topi dan kacamatanya.


Degg!


"Ka-kau." Pekik Dini terbata sambil menatap sosok pria tersebut tanpa mengedipkan matanya. Namun, pria itu hanya menatap Dini dengan dingin.


"Ke-kenapa bisa kau--," Ucap Dini yang tak bisa melanjutkan ucapannya


Dini sangat terkejut saat melihat sosok pria yang ada di hadapannya tersebut, bahkan ia sampai tak bisa berkata-kata lagi karena sangat gugup. Bagaimana tidak, pria yang disangka berada di kota, dan ia kira adalah nelayan, kini malah ada di depan mata.


"Apa nona puas bermain-main?" Tanya sosok pria yang tak lain adalah Lucas, sang asisten pribadi Antonio. Pria itu sengaja diutus Antonio untuk menggantikan Antonio sebagai perantara balas dendamnya.

__ADS_1


"Lu-Lucas, Kenapa kau bisa ada di sini, bukankah kau ikut dengan iblis itu?" Tanya Dini dengan gugup, yang mana hal itu membuat Lucas mendengus dengan kesal.


"Karena mu, tugas ku jadi bertambah. Beruntung jika aku yang datang untuk menangani mu. Jika Tuan Antonio yang datang langsung, sudah ku pastikan, kedua kaki mu sudah tidak ada." Ucap Lucas Dini dengan tatapan tajamnya, membuat Davina ketakutan, apalagi sambil membayangkan apa yang diucapkan oleh Lucas.


"Lucas, tolong aku. Aku mohon lepaskan aku." Ucap Dini memohon. Namun, pria itu hanya diam dan tersenyum smirk ke arah sebuah pintu yang terdapat ruang di kapal itu.


"Aku mohon padamu. Hanya kau satu-satunya mafia yang masih memiliki sedikit hati bagiku. Tolong bawa aku pada keluarga ku." Ucap Dini terus menyatukan tangannya memohon


"Kau bersih keras ingin menemui keluarga mu, bukan?" Tanya Lucas


Dini mengangguk cepat.


"Iya, Iya... Tolong bawa aku pada mereka!" Pungkas Dini antusias


"Heh,,, Tak perlu jauh-jauh pergi ke kota untuk bertemu mereka. Karena keluargamu sudah ada di sini." Ucap Lucas


Dini memperhatikan sekitar. Ia menatap sekeliling apakah ada kapal lain yang membawa keluarganya? Tapi tidak ada siapapun di sana selain mereka berdua.


"Di mana mereka? Di sini tidak ada siapapun selain kita." Tanya Dini


Lucas tersenyum angkuh. Ia berjalan menuju sebuah pintu dan membukanya.

__ADS_1


Mendapati Pak Malik dan Bu Lia keluar dengan terikat tangan mereka ke belakang serta mulutnya di tutup lakban.


"Bapak... Ibu..." Pekik Dini, terkejut melihat orang tuanya ada bersama Lucas


__ADS_2