
1 Bulan kemudian~
Waktu berjalan dengan berlalu begitu cepat sama seperti dulu yang tanpa terasa Kini Dini yang tengah mengandung sudah menunjukkan perut buncitnya di usia kehamilan 3 bulannya. Dan untuk Valerie selama 3 bulan ke depan akan segera melahirkan.
Selama kehamilan Valerie banyak menyusahkan orang dengan berbagai macam alasan dan satu hal pasti dia hanya berpura-pura karena malas.
Banyak hal yang terjadi secara tidak terduga akhir-akhir ini. Selama 1 bulan kurang perubahan banyak terjadi pada Luna yang sifatnya kini berubah menjadi anak yang pembangkang. walaupun sifatnya sama persis seperti Arya, bisa dikatakan Luna memiliki nilai positifnya, ia sangat penurut pada ayah dan ibunya. Tapi kini seolah Luna yang dulu hampir mendekati sifat Arya.
Pernah pada saat itu ia meminta izin pada orang tuanya pergi ke Club malam dengan pakaian yang sangat terbuka, saat itu pula Bu Amira bertindak memberikan pengertian kepada Luna dan melarangnya untuk jangan pergi ke Club malam di mana hanya terdapat orang-orang dunia malam di sana. Apalagi kondisi pakaian yang sangat terbuka dengan make up yang menor itu tak luput dari komentar dan nasihat kedua orang tuanya.
Namun, berbeda. Sejak saat itu dia tidak mendengarkan apa yang dikatakan orang tua padanya, ia terus menyiksa orang tuanya dengan selalu meminta uang dengan jumlah besar dalam setiap hari. Andai saja kekayaan orang tuanya itu habis sekali turunan, mungkin saat itu pak Barma dan keluarga akan jatuh miskin.
Kualitas dan motivasi belajarnya pun menurun drastis. Ia sering bolos, keluar saat jam pelajaran, melawan dosen, tidak mengerjakan tugas dan tidak pernah mendapat nilai ujian harian melebihi 50.
Sejak Melvin yang merupakan sepupu Vera itu pindah dan berkuliah di universitas yang sama. Melvin selalu menunjukkan sikap perhatian dan jailnya pada Luna. Hal itu yang merubah kedekatan antar pertemanan menimbulkan perasaan mereka yang timbul menjadi cinta.
Sejak awal Luna memang jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Melvin dan tidak jauh dengan Melvin yang sebaliknya.
Itulah sebabnya dengan gaya Melvin yang kebarat-baratan berakibat buruk sampai mempengaruhi pergaulan Luna yang belum resmi menjadi kekasihnya, kini menjadi anak yang nakal.
Dan saat ini, setelah perkuliahan selesai, Luna tidak langsung pulang ke mansion. Dia diajak oleh Melvin ke sebuah hotel bintang lima dengan maksud mengatakan pada Luna jika ia ingin membawa Luna menemui orang tuanya.
Sempat heran kenapa orang tuanya bisa ada di sebuah hotel dan bukannya berada di rumah. Namun, pintarnya Melvin segera meyakinkan Luna.
"Melvin, Di mana orang tuamu? Kau mengatakan jika ayah dan ibumu ada di hotel. Tapi aku tidak melihatnya." Ucap Luna
"Mereka akan sampai sebentar lagi." Jawab Melvin
"Oh, Baiklah. Aku bersedia untuk menunggu." Jawab Luna
"Sebelum mereka sampai. Ada hal yang ingin aku sampaikan padamu." Ucap Melvin mendekati Luna
Kini mereka sudah berada di dalam kamar hotel dengan pintu yang tertutup.
"Katakan saja! Aku akan setia untuk mendengarkan perkataan mu." Jawab Luna
Dengan berlutut dan memegang kedua tangan Luna. Melvin mengeluarkan terlebih dahulu sebuah kotak cincin di saku celananya.
Setelah itu, ia memperlihatkannya pada Luna.
"Apa maksud dari semua ini?" Tanya Luna
"Sejak awal aku bertemu denganmu, entah kenapa aku melihat seorang bidadari yang cantik berada di hadapanku. Saat itu muncul perasaan yang berbeda setiap kali aku melihat dan berada di dekatmu." Jelasnya membuat Luna tersenyum-senyum
"Luna, Jika boleh jujur aku menyukaimu. Dengan kau menerima cincin ini, itu tandanya kau menerima ungkapan cintaku padamu dan kita resmi menjadi sepasang kekasih! Ingin kah kau menjadi kekasihku?" Lanjut Melvin yang ternyata menembak seorang kekasih
Luna yang sudah dibuat mabuk kepayang mana mungkin menolak Melvin yang menembaknya untuk dijadikan kekasih. Dari dulu jika seseorang tahu dia juga sangat mencintai Melvin. Namun, menutup perasaan yang timbul dan lebih memilih untuk diam tidak mengungkapkan perasaannya.
Tanpa menunggu waktu lama, Luna langsung mengangguk menerima pernyataan cinta Melvin.
Melvin yang senang akan Luna yang menerimanya. Langsung memasangkan Cincin itu di jari Luna bukan pada jari tertentu yang memiliki arti.
Setelah memasangkan cincin dan resmi menjadi sepasang kekasih. Mereka kini berpelukan sangat erat.
"Saat ini kita resmi menjadi seorang kekasih. Aku mencintaimu, Luna." Ucap Melvin didekat telinganya
__ADS_1
"Aku juga mencintaimu, Melvin." Jawab Luna tepat di telinga Melvin
Melvin berbisik di telinga Luna.
"Dan di sini aku akan melakukan apa yang sebelumnya tidak pernah kita lakukan." Bisik Melvin dekat telinga Luna begitu menusuk sampai membuat Luna merinding
"Apa maksudmu??" Sontak Luna langsung mendorong Melvin yang memeluknya sampai terpental
"Kau tidak tahu apa yang pasangan lain lakukan setelah mereka resmi berpacaran?" Tanya Melvin
Luna menggelengkan kepala sebagai jawaban.
"Aku akan langsung memperlihatkannya padamu saat ini juga." Ucap Melvin mendekati Luna
Deg...
Luna terhenyak saat Melvin menarik pinggangnya sampai jatuh di pelukan dada bidangnya.
"Melvin, Apa sebenarnya yang kau maksud ini?" Tanya Luna dengan jantung berdebar
Cupp!
Emphh...
Melvin meletakkan bibirnya di bibir Luna. Tandanya dia sudah mengambil ciuman pertama Luna.
Luna yang walaupun sangat nakal, tapi dia dijunjung tinggi dan dididik oleh orang tuanya untuk bisa menjaga diri dan kehormatannya.
pantas saja dia memberontak saat Melvin menghisap bibirnya lebih dalam.
Euaahh...
Hahh...hahh...
Ia begitu kehabisan napas dan menghela napasnya dalam-dalam.
"Kenapa kau melakukan ini??" Bentak Luna
"Aku berhak mendapatkan apa yang seharusnya aku dapatkan darimu." Bentak Melvin juga
"Sepasang kekasih tidak pernah melakukan hubungan di luar batas seperti ini. Kau sudah salah dengan merebut ciuman pertamaku." Serang Luna berdebat
"Tahu apa kau gadis bodoh, hah. kau adalah wanita polos dan mudah ditipu daya." Jambak Melvin pada rambut Luna
"Akkhh...Lepas!" Ucap Luna kesakitan menarik-narik tangan Melvin yang menjambaknya agar bisa lepas
Melvin menghempaskan jambakkan rambut Luna sampai terpental.
Sikap Melvin membuat Luna semakin takut. ia mencoba lari dari Melvin namun, pintu kamar hotel itu sudah terkunci.
"Hiks... hiks... Melvin aku mohon jangan lakukan ini." Ucap Luna ketakutan sambil menangkupkan kedua tangannya di saat Melvin berjalan mendekati Luna yang terlihat ingin segera memangsanya
"Sekarang kau akan menjadi milikku, Luna." Ucap Melvin meraih dan menarik Luna dengan kasar
Namun, Luna menghindar terus
__ADS_1
Luna berusaha menghindarinya dan mencari cela agar bisa lari.
Brukk!
Awwshh...
Jatuh akibat tersandung kaki meja.
"Ayo Luna sayang."
"Tidak, hiks... Aku tidak ingin." Memberontak
Luna berhasil di tarik dan Melvin mulai menghempaskan nya ke atas ranjang.
Bruk!
Melvin segera menidurkannya dan menindihnya.
"Tidak, Aku mohon jangan." Memberontak
"Kau tenang saja. Aku tidak akan terlalu kasar memainkannya." Ucap Melvin dengan ringan
"Aku takut jika aku hamil. tolong jangan lakukan ini..." Teriak Luna menangis
"Kau tenang saja, Aku akan bertanggung jawab padamu jika kau nanti ternyata hamil." Ucap Melvin
Luna terus memberontak dan meneriaki Melvin dengan permohonannya.
Tidak mendengar. Melvin sibuk membuka pakaian atasnya.
"Ayah, Ibu, hiks... Kakak hiks...hiks." Mohon Luna ketakutan
Kini Melvin sudah telanjang dada. Ia siap untuk menyerang Luna di bawahnya.
"Lepas... lepas... Aku mohon padamu sekali ini saja Melvin tolong dengarkan aku." Berontak Luna saat Melvin kembali mendekat
"DIAM...!!" Bentak Melvin
Seketika Luna menjadi semakin takut.
Hanya bisa menangis, Tangan di ikat memakai sabuk pinggang Melvin.
Melvin mulai melepas kemeja milik Luna dari bawah.
"Tolong...Jangan!" Tangisnya
Melvin bergeming, hanya tersenyum dan membela rambut Luna yang mulai berantakan. Ia membalikkan posisi, menindih tubuh Luna dan menatapnya tajam.
Melvin adalah kekasih Luna yang baru saja resmi berpacaran, namun ia berniat jahat pada Luna dan ingin menghancurkan hidup Luna.
Dari sejak kecil Melvin hidup di Italia bersama orang tuanya dan kebudayaan mereka sangat berbeda dengan indonesia. Kehidupan Melvin di negara Italia kini sampai terbawa ke negara indonesia. sehingga kebiasaan itulah yang membuat Melvin untuk merusak hidup Luna, hingga akhirnya ia terpengaruh suasana Italia dan hendak menerapkannya di Indonesia.
Melvin menuangkan bubuk obat tidur pada minuman Luna agar ia mudah malaksanakan aksi bejatnya.
Luna dipaksa untuk meminum minuman yang telah dicampur obat itu. walaupun sempat memberontak dan akhirnya tanpa sengaja menelan obat itu, kini langsung bekerja membuat kepalanya pusing.
__ADS_1
Melvin tertawa terbahak-bahak dengan sangat licik, ia pun meletakkan kamera dengan maksud merekam aksi bejadnya itu di atas meja dan mulai menodai Luna.
Di kamar, Melvin mulai merekam video dan mendekati Luna di tempat tidur, tak disangka Melvin menyetubuhi Luna dan merekamnya dengan kamera ponsel.