Terbelenggu Oleh CEO Angkuh

Terbelenggu Oleh CEO Angkuh
S2 77 - Hanya Tinggal Kenangan


__ADS_3

Di bawah, Bu Amira sedang menceritakan kronologinya pada Arya.


Di Kamar...


Dini tersadar dari pingsannya. Saat bangun Ia memberontak ingin turun ke bawah untuk melihat Darwin dan di mana semua orang sedang berkumpul.


Dini yang masih lemah dibantu oleh Bu Lia untuk memapahnya keluar.


Ternyata kali ini ia tidak mimpi. Ia menyangka jika dengan tertidur akan terbangun seperti biasanya, Tapi tidak karena semua orang masih ada di mansion itu dengan pakaian putih dan peti di depan mereka.


"Tuan. Tuan Darwin, Dia?!" Dini menghampiri suaminya dan memeluk Arya dengan sangat erat


Arya tahu bagaimana kesedihan istrinya kali ini. Dia menyangka Dini pasti beranggapan yang tidak-tidak atas kepergian Darwin secara tiba-tiba. Hal itu bisa saja membuat psikisnya terganggu dan trauma yang mendalam!


"Iya, Darwin dia sudah tiada!" Ujar Arya mengeluarkan air mata memeluk istrinya


"Tapi bukankah Tuan Darwin masih berada di rumahnya saat aku pergi? Tapi kenapa tiba-tiba dia berada di dalam peti?" Dini menggoyangkan tangan Arya


Lalu berkata kembali,


"Tuan, katakan apa yang sebenarnya sudah terjadi?" Dini menatap lekat wajah suaminya. "Dan kenapa semua orang ada di sini? Minta mereka untuk pergi dan berhenti menangis karena tidak ada yang perlu ditangisi. Bukankah Tuan Darwin ada di rumahnya?" Begitu banyak pertanyaan yang Dini lontarkan.


"Tuan Darwin masih hidup. Dia tidak meninggal. Pasti ada di sini, Dia akan keluar setelah aku memanggilnya. Lihat saja nanti!" Kata Dini lagi


Arya menarik napas dalam-dalam.


"Sayang..." Arya mengelus lembut pipi Dini, "Kau masih lemah, Aku berjanji akan ceritakan semuanya, tapi kau harus istrahat dulu, apalagi kandungan mu akan lemah, Aku tidak ingin terjadi apa-apa dengan mu dan bayi kita." Kalimat Arya begitu bijak, tapi tetap saja Dini merasa penasaran.

__ADS_1


Mendengar pernyataan Arya, sontak membuat semua orang terkejut mendengar kehamilan Dini lagi. Seharusnya itu adalah kabar bahagia di keluarga mereka. Tapi mereka sendiri bingung harus bahagia atau sedih yang bercampur aduk atas kehilangan orang tercinta!


"Tidak Tuan, Aku ingin kejelasan sekarang juga! Hiks... Semalam aku masih berbicara dengannya, ini semua tidak mungkin terjadi..."


Karena melihat Dini terus memberontak, Arya pun mulai menceritakan kronologi yang sempat diberitahukan Bu Amira atas kematian Darwin pada Dini sekarang.


Dini terpekik, tiba-tiba tubuhnya terguncang. Air mata Dini sudah mengalir deras. Melihat kondisi istrinya mulai mengalami syok, Arya langsung memeluk erat tubuh Dini.


"Sayang, sayang... Ini yang aku takutkan, kau tidak akan sanggup mendengar semua ini. Satu hal yang perlu kau tegaskan, Kau tidak boleh merasa bersalah atas kematian Darwin karena ini bukan kesalahan mu." Ujar Arya mengingatkan istrinya


"Hiks, hiks... Aku juga seorang manusia yang memiliki hati Tuan, saat aku pergi meninggalkan Tuan Darwin di pernikahan yang akan berlangsung tadi, ia memanggil namaku dan meminta tolong. Aku sudah berniat dan berjanji untuk menikahinya. Jika saja aku tidak pergi meninggalkan pernikahan itu, Tuan Darwin masih hidup sekarang. Ini semua memang salah ku yang egois. Hiks...hiks..." Ujar Dini


Arya terus mengelus lembut punggung Dini, dan memberikan keterangan.


"Aku tidak menyangka Tuan. Tuan Darwin harus mengalami nasib tragis diakhir hidupnya." Kata Dini


"Ini sudah menjadi garis takdirnya. Kita hidup di dunia yang fana, tidak akan ada yang bisa menghindari kematian." Pengertian Arya


"Lalu, Bagaimana jika perjalanan hidupnya masih panjang? Takdir tidak membuatnya meninggal hari ini? Dia masih harus menggandrungi perjalanan yang panjang di masa depan yang menantinya. Ini semua sudah jelas kesalahanku, Aku yang menyebabkannya meninggal."


"Dini menantuku sayang... Lihat mata ibu, Nak! Kau tidak boleh menyalahkan dirimu sendiri. Kami sudah mengikhlaskan kepergiannya. Kami sudah sangat ikhlas karena ini adalah takdir Darwin..." Ucap Bu Amira beralih berbicara pada Dini memberikan keterangan


"Maafkan aku ibu, Aku tidak akan bisa mengembalikan putramu itu. Jika kau dendam, kutuk saja aku! Aku pantas menerima kutukan dari seorang ibu yang kehilangan putranya..." Ujar Dini


Bu Amira menggelengkan kepalanya.


"Tidak. Kehilangan ini mengajarkan banyak arti bagi kami. Kami tidak ingin menyakiti menantu kami... Kau adalah menantu kesayangan kami. Setelah kehilangan Darwin, kami juga tidak ingin kehilanganmu." Kata Bu Amira

__ADS_1


Arya memegang perut Dini.


"Tidak apa sayang... Kau harus ingat sedang hamil! Kau tidak boleh stres ataupun terguncang. Doakan Darwin tenang di alam sana." Ujar Arya


Pergi meninggalkan suatu tempat untuk selamanya memang seringkali terasa berat. Apalagi, jika tempat tersebut menyimpan banyak kenangan. Belum lagi, jika kepergian tersebut juga memisahkan kita dengan orang-orang terdekat. Saat harus mengalaminya, hati akan merasakan kesedihan mendalam.


Hampir setiap orang ingin menghindari perpisahan. Pasalnya, perpisahan menjadi selalu jadi momen yang menyedihkan. Sayangnya, perpisahan juga jadi momen yang seringkali tak terhindarkan. Karena suatu alasan, seseorang harus pergi meninggalkan orang-orang yang disayangi. Sebelum berpisah, berpamitan dan menyampaikan kata-kata terakhir sebagai salam perpisahan jadi hal yang biasa dilakukan. Namun, tak ada kalimat perpisahan yang indah untuk pesan Keluarga yang ditinggalkan, hanya ada kalimat menyakitkan yang terukir akibat kepergiannya "Untuk apa hidup, Jika tidak bisa memiliki mu." Kata ini terkesan bunuh diri, padahal masih banyak perjalanan yang bisa diraih.


Kenangan indah bersama Darwin tidak akan hilang. kenangan adalah sesuatu yang membekas dalam ingatan; kesan. Kebanyakan kenangan ada dua hal, yakni kenangan buruk atau indah. Kenangan buruk akan selalu dicoba dilupakan dan dijadikan pelajaran, sementara yang baik akan selalu dikenang.


Satu persatu keluarga memegang papan nisan yang saling memberikan kesan, dan pesan terakhir.


"Kakak-adik memang selalu dituntut untuk bersama, karena sampaikan kapanpun hubungan keduanya tidak akan bisa dipisahkan oleh apapun. Sejauh apapun berpisah pasti akan kembali untuk bersama-sama lagi. Hubungan yang kuat ini akan terjalin dengan baik jika kau bisa memahami betapa besarnya arti saudara kandung dalam hidup." Dalam hati Arya


"Kita satu darah, hanya dilahirkan berbeda hari, bulan, atau bahkan tahun. Tapi, aku percaya jika ikatan keluarga mampu memberi semangat untuk saling berbagi dan mengasihi satu sama lain. Ingatkah masa kecil dulu? Ketika kita sering bertengkar, lalu bermain bersama lagi. Kau adalah orang paling gila yang pernah kulihat, tetapi jika kau normal, hidupku akan membosankan. Aku menyayangimu dengan segala kelebihan dan keanehanmu. Kau adalah adikku yang paling terbaik, memiliki adik laki-laki yang dibanggakan ayah kita dan menyebut sebagai jagoannya. Terima Kasih untuk segala kebersamaan yang kita ukir sebagai saudara." Kata Arya lagi


"Hubungan kakak-adik lebih baik daripada jenis hubungan lain karena tidak pernah berakhir. Ikatan antara kakak dan adik terkadang terjalin erat, terkadang longgar, namun tidak pernah putus, Aku menemukan hubungan saudara kita menarik. Di dalam keluarga kita, kita memiliki humor, bahasa, hukum, dan mitos kita sendiri. Seorang kakak laki-laki akan mengalah pada adik perempuan, dan akan melindunginya, itu yang sering kau lakukan. Tak ada orang yang sempurna di dunia ini, tapi kau sempurna sebagai kakak. Kakak laki-laki superhero bagi adik perempuannya." Dalam hati Luna


"Terima kasih telah menjadi bagian tak terpisahkan dari keluarga kita yang erat. Kau mengajariku banyak hal. Aku tidak bisa cukup bersyukur untuk itu. Aku mencintaimu, Kak. Tenanglah ditempat mu yang baru..." Kata Luna lagi dalam hati menghantar kepergian kakaknya untuk terakhir kali


"Kau menjadi satu di antara orang terbaik yang pernah ku temui. Maafkan aku, jika kehadiranku di dunia ini yang menyebabkan mu pergi ke tempat asalmu. Semoga sukses untuk hidup baru dan selamat tinggal." Kata Dini


"Tak ada yang bisa menggambarkan kesedihan orang tua yang ditinggal anaknya. Tak ada istilah atau kata yang pas untuk menggambarkan perasaan orang tua yang anaknya meninggal dunia. Tak ada sebutan untuk orang tua yang kehilangan anak karena itu terlalu menyakitkan. Berjuta kata, tak mampu menguraikan rasa rinduku akan sosok dirimu nanti. Belum sempat aku memeluk dan bertemu dengan mu hidup-hidup setelah mengetahui jika selama ini kau bersama Dini dan kau sendiri tak mencoba menemui kami. Di saat butuh bantuan, kau selalu menjadi sosok yang membantuku, memberikan senyuman saat dilanda kelelahan, tapi sekarang sosok kakak dan anak sudah beranjak pergi selamanya, dan beban mu untuk melindungi ibumu semakin ringan. Andai saja kau pergi seperti tujuh tahun yang lalu untuk menjaga seseorang, Kami masih bisa berharap kau kembali, tapi sekarang semuanya berbeda. Ketika satu orang hilang dunia sungguh tampak kosong. Semoga Allah membalas kebaikanmu, Nak!" Kata Bu Amira


"Anakku, walaupun kau tetap diam saat ayah memarahi mu, itulah yang membuat ayah sakit melihatmu artinya telah dewasa. Tak ada nasihat yang ayah sampaikan untuk menjatuhkan masa depanmu. Kau memiliki takdir sendiri, ini adalah jalanmu sendiri. Kami akan ikhlas melepas kepergian mu. Kita akan bertemu kembali, sambut kami saat kami datang nanti." Kata Pak Barma


Satu persatu keluarga hilang dari papan nisan. Mereka menatap kebelakang, berjalan pergi meninggalkan pemakaman dengan sejuta doa dan pesan yang dipanjatkan. Masih banyak perjalanan yang harus dilalui oleh mereka yang masih hidup di dunia ini. Saling doakan, agar kami bisa menjalani kehidupan yang masih panjang ini dengan ikhlas sampai kami menempuh posisi yang sama seperti mu.

__ADS_1


"Aku menjauh bukan berarti pergi. Aku hanya ingin mengamati, apa yang tak terlihat saat aku tak di sisi. Aku menjauh karena tidak ingin hati ini lebih jauh lagi untuk terluka. Raga akan menghilang, tetapi cinta akan selalu dikenang." - Darwin


Satu hari, satu minggu, satu tahun akan selalu teringat dengan sejuta kesedihan bulir air mata menetes yang tak tertampung. Namun, bertahun-tahun yang akan lalu mereka akan mulai terbiasa melupakan orang yang telah pergi!


__ADS_2