
Di sisi lain di perusahaan Arya~
Waktu sudah menunjukkan pukul 11.00 WIB. Dari sejak pagi Arya menunggu kedatangan Dini ke perusahaan. Namun, tidak kunjung datang sampai saat ini. padahal 2 jam adalah waktu makan siang, seharusnya jika Dini datang dia bisa memasak dan menyiapkan segalanya dari sejak pagi.
"Damar?! Apa kau tidak melihat tanda-tanda kedatangannya?" Tanya Arya yang cukup khawatir kenapa Dini tidak kunjung datang ke perusahaan
"Tidak, Presdir. Saya sudah memberitahu penjaga jika sewaktu-waktu Dini datang, untuk memberitahu informasi tersebut.namun, dari tadi penjaga masih tetap menjawab dengan sama tidak melihat tanda-tanda dia datang atau masuk ke dalam perusahaan." Pungkas Damar yang ikut khawatir
"Sebenarnya ke mana dia pergi? Biasanya dia tidak seperti ini.ini sudah pukul 11.00, 2 jam lagi waktunya makan siang." Ucap Arya terus melihat jam tangannya frustasi memikirkan Dini yang tidak kunjung datang
"Apa yang harus kita lakukan, Presdir?" Tanya Damar
"Kita tunggu saja sampai dia datang.mungkin saat ini dia sedang dalam perjalanan, aku yakin dia pasti akan datang sebentar lagi." Jawab Arya
"Baiklah, Presdir." Jawab Asisten Damar langsung duduk sama-sama menunggu sambil terus mencari informasi
Sedangkan Arya seperti setrikaan kusut mondar-mandir ke sana ke mari tidak fokus untuk mengerjakan pekerjaannya.
"Kemana dia? kenapa di jam seperti ini dia belum datang." Gumam Arya cemas
...***...
Pukul 12.30 WIB
Waktu istirahat sudah di mulai. waktu berjalan dengan sangat cepat sampai Dini tidak kunjung datang juga.
"Ini sudah saatnya makan siang, Presdir. apa anda tidak ingin makan siang." Tanya Damar
"Apa wanita itu sudah datang? Siapa yang memasak?" Ujar Arya dengan nada sedikit bergetar
"Dini tidak datang, Presdir. kebetulan Bu Shani yang memasak makan siang untuk kita." Jawab Asisten Damar
Kebetulan diuntungkan nya ada Bu shani yang memasak banyak sendirian di dapur kantin, sehingga keperluan makan siang karyawan masih bisa terkendali karena berkatnya.
"Ke mana dia sebenarnya?" Ujar Arya yang gundah
"Apa Presdir tidak menghubungi Dini?"
"Masalahnya aku tidak mempunyai nomor handphone nya. Mungkin kau menyimpan nomornya, kau bisa menghubungi dia.tanyakan dia ada di mana?"
"Tidak, Presdir. dulu bukankah Presdir pernah menelepon Dini saat dia masih bekerja sebagai driver makanan yang telat mengantarkan makan siang pada perusahaan kita? Coba cek di riwayat panggilan, mungkin masih ada!"
"Tidak ada.aku sudah mencoba mengeceknya tadi.aku sudah menghapus riwayat panggilan itu dari dulu, lagipula untuk apa aku menyimpan nomor wanita itu."
"Anda ini memang aneh, Presdir. Dini adalah istri anda! tapi anda tidak menyimpan kontaknya sama sekali." Geleng-geleng Asisten Damar tidak habis pikir
__ADS_1
"Kau tidak tahu bagaimana menjadi diriku. Jadi, berhenti jangan mengomentari kehidupanku." Kecam Arya
"Sebaiknya kita makan siang lebih dulu.kau tidak perlu khawatir, Dini tidak akan kabur.dia pasti takut dengan ancaman mu." Kekeh Arya
"Aku tidak lapar. kau makan siang saja lebih dulu." Ujar Arya
"Baiklah, Presdir." Jawab Asisten Damar pergi untuk ke kantin
"Kenapa dia tidak menghubungiku jika tidak akan datang hari ini.atau bisa saja tadi pagi dia memberitahuku bahwa dia tidak akan datang. atau terjadi sesuatu padanya di rumah, apa dia baik-baik saja? aku lupa tidak memberi nomor handphone ku padanya jika terjadi sesuatu seperti ini. Atau yang dikatakan Damar tadi benar, dia berusaha mencoba melarikan diri dariku." Ujar Arya bingung sendiri dalam ruangannya berpikir negatif
"Aku harus pulang untuk memastikan apakah dia ada di rumah dan baik-baik saja atau tidak." lanjutnya mengambil kunci mobil dengan sarkas tergesa-gesa untuk pergi
Sebelum membuka pintu, pintu tersebut sudah lebih dulu terbuka. masuklah seorang wanita yakni sekretaris Arya dengan beberapa berkasnya yang di bawa.
"Maaf, Presdir. Saya sudah lancang tidak mengetuk pintu sebelum masuk." Ucap sekretaris
"Cepat! apa yang ingin kau sampaikan?" Hardiknya
"Apa Presdir ingin pergi? Saya harap jangan, Presdir.karena setelah jam makan siang Presdir harus menghadiri rapat bersama kami mengenai Perencanaan Bakti Sosial Soccact Association." Ujar sekretaris itu
Arya mengusap kasar wajahnya frustasi.pikirannya benar-benar kacau saat ini. Di sisi lain dia harus pergi mencari Dini, dan di sisi lain harus melakukan rapat.
"Kenapa kau mendadak memberitahu jika ada rapat hari ini." Bentak Arya pada sekretarisnya
"Maaf, Presdir." Jawab sekretaris itu menunduk tak berani menatap atasannya yang sedang marah
"Maafkan saya tidak bisa, Presdir. Rapat ini penting dan akan dihadiri juga oleh ketua Soccact Association, beliau sudah dalam perjalanan."
"Tck,,, Baiklah. Damar juga tidak memberitahu ku tentang hal ini. Persiapkan semuanya, kita akan bertemu di ruang meeting setelah selesai jam makan siang." Ujar Arya
"Baik, Presdir. ini berkas yang sudah saya siapkan." mengulurkan tangan memberikan berkas tersebut dan Arya mengambilnya. lalu, sekilas membacanya
"Baiklah. Jika tidak ada keperluan lain, kau bisa pergi."
"Baik, Saya permisi." Pergi sekretaris itu dengan bernafas lega setelah mendapat amukan dari Presdirnya
Pukul 14.00 WIB~
Waktu sudah berlalu dan menunjukkan pukul 2 siang. Arya sedang menghadiri rapat bersama karyawan tertentu nya.
Ruang Rapat~
Berbagai kata sambutan dan pembukaan sudah dilakukan Arya pada saat rapat.hingga pada akhirnya sampai pada puncak rapat dengan memaparkan isi rapat tersebut.
__ADS_1
Dengan setiap penjelasan dan lontaran Kalimat yang di sampaikan di tulis oleh seorang notulen yang memuat ringkasan dari pembukaan, isi, hingga penutup rapat. agar dapat menjadi sebuah notulensi, catatan singkat mengenai jalannya suatu kegiatan serta hal yang dibicarakan dan diputuskan di dalamnya.
Hingga pada akhirnya 2 jam berlalu dengan menunjukkan waktu pukul 16.00 WIB. Rapat sudah sampai pada penutup, dan akan segera diakhiri.
Terdapat Notulensi rapat yang sudah disimpulkan.
Notulen Hasil Rapat
Perencanaan Bakti Sosial Soccact Association
Hari, tanggal: Senin, 19 September 2022
Waktu: 14.00 WIB
Tempat: Ruang Rapat Perusahaan AMB Pratama Group
Hadir: Direktur Utama (CEO), Ketua asosiasi, sekretaris asosiasi, bendahara asosiasi, ketua pelaksana bakti sosial, seksi penggalangan dana, seksi logistik dan perizinan, seksi acara, seksi konsumsi, seksi transportasi, seksi humas, dan liaison officer (LO).
Pimpinan rapat: Direktur Utama, dan Ketua Asosiasi
Notulen: sekretaris asosiasi
Acara: perencanaan bakti sosial di Panti Asuhan dan Masyarakat wilayah terpencil
Keputusan-Keputusan:
Bakti Sosial akan diadakan dalam 1 bulan mendatang pada hari Sabtu, 29 Oktober 2022 di Panti Asuhan Harapan Bunda dan Masyarakat sekitar terpencil.
Penggalangan dana akan dilakukan dengan menjual merchant, sosialisasi melalui influencer media sosial, dan juga penggalangan dana dari sponsorship. Termasuk penggalangan Dana khusus yang diberikan dari selaku CEO AMB Pratama Group
Bakti Sosial dilakukan selama tiga hari. Hari pertama adalah pentas seni dan kelas sains menyenangkan, hari kedua membawa anak-anak bertamasya ke Pusat Informasi, Teknologi dan Hiburan, serta mengunjungi salah satu wilayah masyarakat terpencil, dan hari ketiga adalah syukuran serta penyerahan dana hibah bagi Panti Asuhan Harapan Bunda.
Penutup: Rapat ditutup pada hari Senin, 19 September 2022 tepat pada jam 16.00 WIB. Rapat selanjutnya akan membahas dana yang telah terkumpul pada hari Jum'at, 28 Oktober 2022, Untuk waktu yang ditetapkan akan menyusul, bertempat di ruang rapat Perusahaan AMB Pratama Group.
Demikian notulen hasil kesimpulan rapat Bakti Sosial Soccact Association Jakarta dilaporkan.
Jakarta, 19 September 2022
Direktur utama, Jakarta
Ketua Soccact Association, Jakarta Sekretaris Soccact Association, Jakarta
__ADS_1
"Aku harus segera mencari ke mana perginya wanita itu sampai dia tidak datang ke perusahaan ku." Ujar Arya berlari meninggalkan rapat itu mendahului orang-orang