Terbelenggu Oleh CEO Angkuh

Terbelenggu Oleh CEO Angkuh
36. Mencintainya


__ADS_3

Pagi hari di hari rabu~


Dini mendatangi perusahaan Pratama Group untuk mengurus dokumen pemecatan atas dirinya, ia masuk dengan gundah.memori kejadian kemarin kembali muncul dalam pikirannya, ia benar-benar sedih dengan kejadian tersebut yang membuat tubuhnya babak belur.bahkan ia datang dengan keadaan di perban di bagian yang terluka.


Tok...tok...tok


"Masuk!!" Ucap Arya dari dalam


Masuk dengan perasaan tidak tenang.


Arya pun melirik dan melihat siapa yang datang.


"Wah kau rupanya...Angin apa yang sudah membawamu datang kemari." Ketus Arya


"Kedatangan ku kemari bukan untuk mencari masalah dengan anda, saya hanya ingin memberikan berkas ini saja." Meletakkan dokumen pemecatan untuk Arya


"Owh begitu rupanya,,,aku pikir kau ingin memohon padaku untuk menjelaskan kebenaran perihal kemarin, dan memintaku untuk tidak memecat dirimu." Ujar Arya berdiri dengan angkuh menghadap Dini


"Saya tidak semurahan yang Anda kira! Untuk apa saya bertahan di tempat kerja yang bagaikan neraka.menjadikan pegawainya tumbal ke fitnahan untuk semua orang." Jawab dingin dini


Arya pun menyeringai, membuka dan membaca berkas yang diberikan Dini.


Skip selesai.


"Kau sudah membuat dokumen pemecatan dengan sangat baik.di sini dituliskan kau di pecat karena masa kontrak bekerja di sini sudah habis.kenapa kau tidak mencantumkan kebenaran bahwa kau dipecat karena telah menggoda presdir mu.apa gunanya juga kau membuat pernyataan pemecatan, lagipula semua orang sudah mengetahui kebusukan mu.dan jika kau ingin melamar pekerjaan di tempat orang lain, kau tidak akan diterima bekerja." Ujar Arya

__ADS_1


"Apa yang saya cantumkan itu adalah kebenarannya.diuntungkannya saja saya tidak menulis alasan saya dipecat yang menyatakan perusahaan tidak memperlakukan baik pegawai nya.saya sudah berbaik hati membantu permainan anda." Ujar Dini berani


"Hahaha...baguslah sepertinya kau sadar diri, awalnya aku yang ingin melakukan hal lain agar kau bisa keluar dari perusahaanku.tapi ternyata alam begitu mendukungku untuk mengeluarkan mu dari sini.sehingga ada seseorang yang berusaha menjatuhkan mu dengan membuat pernyataan palsu antara kau dan aku.jika begitu tunggu apalagi kau bisa keluar dari sini, pintu keluar ada di sana." Dalih Arya sambil menunjukkan jari ke arah pintu


Dengan kesal dan tidak memperdulikan Perkataan Arya. Dini berjalan dengan cepat menghentakkan kaki, menatap benci Arya yang sudah mendarah daging.


Saat di luar, semua karyawan yang melihat kedatangan Dini yang berani datang ke perusahaan kembali.menatapnya dengan keji dan jijik, mereka malah menggosipkan Dini.


sehingga seisi ruangan itu riuh dengan bisikan antar karyawan.


Asisten Damar melihat kedatangan Dini ke perusahaan dan tidak akan menginjakkan kakinya ke perusahaan itu lagi.namun, ia enggan untuk menghampiri Dini untuk sekedar bertegur sapa karena takut jika karena Damar, Dini semakin mendapatkan masalah.


Asisten Damar masuk dengan Lunglai sambil membawa agenda harian yang harus ia berikan pada Arya.


"Ada apa denganmu, kau terlihat tidak seperti biasanya." Ucap Arya yang sedang mengetik di laptopnya.namun, sekilas menyempatkan melihat kedatangan Damar yang tidak bersemangat masuk


Arya menghentikan aktivitas mengetik nya, dengan sorot mata tajam ia menatap Damar yang sama menatap dirinya tajam juga.


Arya berdeham berusaha menenangkan diri. Lalu, bangkit menghampiri Arya dan berhadapan langsung dengannya.


"Apa maksudmu mengatakan hal itu?" Menarik kerah kemeja Damar dengan kuat


"Kenapa kau merekayasa dan menyebar luaskan foto dan video untuk menjatuhkan wanita malang itu!" Ucap Damar dengan nada tinggi dan mata yang merah menatap tajam Arya


"Kau tahu dengan siapa kau meninggikan suara mu itu?" Ucap Arya semakin menarik kuat kerah kemeja Damar

__ADS_1


Damar memberontak agar lepas dari cengkeraman Arya dengan menghempas kasar tangan Arya dari kerah bajunya.


"Aku tahu kau yang membuat berita palsu ini.kenapa kau begitu tega Arya, kau sudah menghukum orang yang tidak bersalah."


"Sudah ku tegaskan, bukan aku yang membuat berita itu.aku sama sekali tidak tahu siapa yang sudah membuat berita itu." Jawab Arya


"Lalu, foto itu, apa maksud dari foto itu.jika bukan kau yang mengedit nya siapa lagi?"


"Aku meminta seseorang untuk mengeditkan foto yang sama pada bawahan ku.dan seperti yang kau lihat kemarin, foto itu persis sesuai dengan keinginan ku."


"Apa maksudmu melakukan hal itu?"


"Mengambil keuntungan dari apa yang sedang terjadi.aku sangat berterima kasih kepada siapapun orang yang sudah membuat berita itu.karenanya aku tidak perlu menguras tenaga ku untuk mengeluarkan dia dari perusahaan ku."


"Keuntungan apa yang kau dapat dari berita palsu itu.sudah jelas dengan adanya berita yang beredar, membuat kalian berdua diambang kerugian."


"Kenyataannya adalah mereka percaya pada berita ini.toh ujaran kebencian bukan diberikan kepadaku melainkan pada wanita itu.masyarakat sangat mengasihani diriku dan membela diriku.apa yang harus ku cari, kerugian bukan berada pada diriku."


"Tapi kau harus memberikan klarifikasi jika semua foto, video dan berita ini tidaklah benar agar tidak merusak reputasi Dini." Ucap Damar sedikit meninggikan suara


"Memangnya siapa wanita itu.apakah dia keluarga kita, bagian dari kita, bukan! dia hanya seorang office girl yang rendahan menyimpan nasibnya di perusahaan ku." Cetus Arya


"Aku mohon padamu.jangan menyiksa orang lain hanya karena sebuah fakta yang tertutupi.dia adalah seorang wanita yang mempertaruhkan nasibnya, dia banting tulang mencari biaya untuk memenuhi kebutuhannya." Ucap Damar


"Kenapa kau malah memihak wanita itu.melihat caramu seperti ini, seharusnya kau yang ada dalam foto dan video itu.mereka menggunakan namaku hanya untuk mencari sebuah keuntungan, atau jangan-jangan foto itu benar-benar dipotret dalam dunia nyata antara dirimu dengan wanita itu.namun, penyebar hoax mengubah wajahmu dengan wajahku untuk meraup keuntungan yang lebih banyak."

__ADS_1


"Semua orang berhak bahagia dan memiliki cara sendiri untuk bahagia.tapi tidak dengan cara merebut kebahagiaan orang lain.karena aku mencintainya...!!" Ucap Damar memberikan pernyataan yang tidak terduga


__ADS_2