
Peraturan pertama, jangan kalah. Peraturan kedua, jangan lupakan peraturan pertama.
Orang pertama akan tetap menjadi yang pertama seberat apapun cobaan yang datang untuk menjatuhkan mereka pada posisi yang kedua.
Pertama, mereka berusaha. Kemudian, mereka gagal. Berikutnya, mereka melawan. Lalu, Kau menang.
Itulah kata-kata yang pantas untuk mendukung kemenangan Arya beberapa kali memenangkan tender di saat fluktuasi perusahaan yang sedang dialaminya. Dan seperti strategi awal untuk membangkitkan posisi perusahaan di angka pertama. Dalam sekejap setelah pengumuman hasil pemenang, Perusahaan Arya kembali naik pada peringkat pertama dengan fluktuasi yang meningkat pesat.
Para tim yang sudah bekerja keras hari ini akhirnya usaha mereka terbayar dengan berbuah manis. mereka bersorak riang merayakan kemenangan mereka.
Darwin sangat kecewa dengan tahapan dan juga posisi yang sudah ia dapat sebelumnya. Hanya karena sebuah tender proyek, ia kehilangan satu peringkat yang didapat sebelumnya.
Di saat Darwin sedang lengah tidak melihat orang sekitar. Saat itu seseorang menyeret dia dengan kasar ke belakang.
Menampakkan Arya yang sudah berada dihadapannya.
"Halo, adikku Darwin! Sudah lama kau menghilang dan saat ini kau muncul kembali. Kemana saja kau pergi tanpa pamit selama ini. Apa kabarmu?" Ucap Arya dengan menautkan seutas senyuman menyeringai
Darwin menelan salivanya kasar. Hanya bisa diam mematung dengan tatapan sayu.
"Kenapa kau diam saja? Apa kau tidak rindu pada kakakmu dan menerjangnya dengan pelukan." Sinis Arya
"Untuk apa aku merindukanmu. Apakah dengan merindukanmu akan memberikan pengaruh yang baik untuk kehidupan ku? Nyatanya dengan tidak adanya dirimu, kehidupan ku jauh lebih bahagia." Sentak Darwin
"Haha... Kau menghilang bak ditelan bumi selama tujuh tahun sudah aku hitung. Kau pergi tanpa pamit dan membingungkan keluarga mu yang entah alasan apa kau pergi." Ucap Arya menyeringai di wajahnya
"Itu bukan urusanmu. Dunia bukanlah milikmu yang siapa saja pergi harus meminta izin darimu." Ketus Darwin
"Di mana kau menyembunyikan Dini?" Tanya Arya dengan mengerang kan suaranya menahan amarah
la menarik kerah kemeja Darwin sangat kuat sampai urat nadi ditangannya mengeras.
"Untuk apa kau bertanya di mana keberadaannya padaku? Aku tidak tahu sama sekali tentang keberadaannya. Jika kau menganggap dia bersamaku, apa kau melihat dia sekarang denganku? Tidak bukan? Bahkan aku yakin jika dia pergi, dia sekarang sudah hidup bahagia dan kau tidak akan bisa merebut kebahagiannya lagi." Ujar Darwin datar menahan emosinya
__ADS_1
"Tidak perlu menyembunyikan dia sekarang. Aku sudah tahu keberadaannya yang ada di sini. Bahkan aku sendiri melihatnya dengan mataku sendiri. Jika bukan kau yang membawanya pergi, siapa lagi? Kau pergi di saat dia pun akan pergi. Kau mengambil kesempatan dalam kesempitan untuk bersama dengannya." Kata Arya yang masih tak lepas menarik kerah kemeja Darwin
"Heuh,,, Sadar kau rupanya Arya Pratama. Aku pikir kau masih menjadi manusia yang bodoh. Aku tidak menyangka jika tebakan mu itu memang benar." Ujar Darwin dengan senyuman menyeringai
"Beraninya kau menjauhkan aku dengan istriku sendiri selama ini. kau sudah menyiksa keluarga dan anak yang dia tinggalkan di sini." Bentaknya hingga membuat suaranya menggema di sudut ruangan
"Istri mana yang kau sebut Tuan Arya? Bukankah istrimu hanya Valerie si wanita ular itu. Apa kabar hubunganmu dengannya sekarang? Pasti kau sendiri dan dia sudah mendapatkan penghargaan pasangan suami istri terfavorit, bukan?" Ejek Darwin
"Aku akan menghajar mu!" Siap Arya tersulut emosi melayangkan sebuah kepalan tangan
"Silakan saja. kau pikir aku takut dengan ancaman mu? Ancaman yang selalu kau buat tidak berefek jera bagi musuh mu." Tantang Darwin yang pemberani
Arya menghempaskan tubuh Darwin ke lantai sangat kasar. Akibat tubuhnya yang memanas tertahan emosi, Arya melonggarkan dasinya dan menatap Darwin tajam.
"Aku mohon padamu Dini. Bacalah pesan masuk ku untuk jangan datang sekarang. Kau akan mendapatkan masalah besar." Gumam Darwin khawatir dilantai menatap lobby pintu masuk
......................
"Benarkah tempatnya di sini? Tuan Darwin berada di mana, Ya. Akan ku coba untuk menghubungi dia." Dini telah tiba di sebuah hotel tempat pelelangan yang ingin ia saksikan atas ajakan Darwin
"Tidak. Dasar ceroboh, Aku lupa untuk mencharge baterai handphone ku yang habis. Kenapa kau bisa ceroboh seperti ini Dini!" Cicitnya menggerutu diri sendiri
"Aku akan mencari di dalam saja." Dini pun melenggang masuk ke dalam hotel
la sempat bertanya pada resepsionis dan diarahkan ke tempat acara berlangsung.
Di sisi lain pertikaian Arya dan Darwin belumlah usai. mereka masih memperebutkan Dini dan mempertahankan argumen mereka masing-masing dalam sebuah ruangan yang sepi.
Para peserta yang sempat diadakannya acara masih berada di tempat berlangsungnya tender dan sedang merayakan untuk pemenang kali ini di saat Arya sendiri sebagai pemenangnya tidak ada di sana.
Dari kejauhan Dini yang berada di sana dan mencari Darwin melihat keberadaan dua orang pria dari sebuah ruangan yang tidak tersembunyi. Dini mengenali pria yang ada di sana yakni Darwin. ia berjalan menghampiri Darwin yang dia kira sedang bersama kliennya, namun sempat kebingungan kenapa mereka seperti sedang bertengkar. Akan tetapi, ia menganggap mungkin hanya perasaanya saja.
"Tuan Darwin!" Panggil Dini berlari kecil ke arahnya yang sedikit
__ADS_1
Terpaksa Darwin melirik ke sumber suara dan...
Deg!
Mereka saling terkejut dan seketika Dini terhenyak melihat tatapan tajam pria elang disebelah Darwin yang menghunus ke arahnya. Hampiri nya pun terhenti dengan tatapan pucat pasi.
"Aku tertangkap! Dia ada di sini. Apa yang harus ku lakukan? Berlari?" Gemetar sekujur tubuhnya yang aneh tak bisa digerakkan
Darwin sangat menyesal. Badai akan datang menerjang sekuat apapun ia mencoba untuk menghentikannya dari awal.
Pria yang tak lain adalah Arya tersebut pun mulai menyunggingkan senyuman nya, ia berpikir jika dunia terlalu sempit baginya. Diisi dengan manusia yang terlalu jujur namun sulit.
"Kenapa kau tidak mengatakannya dari awal?!" Tanya Arya dengan nada pelan sehingga membuat Darwin semakin gemetar ketakutan
Lalu, Berkata kembali
"Lihatlah wanita cantik yang selama ini bersembunyi sedang berdiri dihadapan tuannya. Niat hati ingin menyembunyikan emas berharga yang dicuri ilegal untuk memberikan keamanan agar tidak dicuri, ternyata dengan sendirinya dia datang pada pemilik aslinya." Ketus Arya menyindir
Darwin dan Dini langsung tersentak, mereka benar-benar selalu terbelenggu saat dihadapkan dengan Arya.
Dengan senang Arya berjalan menghampiri Dini mendekati wanita yang ia cintai yang kini sedang berada dihadapannya sangat jelas dan juga nyata.
Darwin sudah memberinya kode agar menjauh dari Arya dan segera pergi dengan berlari. Namun, Entah apa yang terjadi dengannya yang tidak bisa menggerakkan dirinya untuk hanya sekedar berlari. la membeku ditempat. Seolah raganya naif ingin memeluk, dan jiwanya bertolak belakang ingin segera melarikan diri!
Arya terlihat tersenyum semringah menatap Dini berkaca-kaca yang walaupun Dini malah menatapnya balik dengan sorotan benci.
"Akhirnya aku bertemu denganmu di sini. Banyak sekali pertanyaan dalam benakku hanya kau sendiri yang bisa menjawabnya. Aku merasa sedang bermimpi tidak percaya jika kau sedang berada dihadapan ku saat ini, Kau sedang berdiri dan juga menatapku dengan mata indah yang kau miliki. Kau begitu nyata sekarang. Akhirnya Din..." Sendu Arya menatap Dini penuh kelembutan
"Dini, Ayo kita segera pergi!" Darwin datang menarik Dini membawanya pergi dari hadapan Arya
Sedari tadi ia tidak bisa tenang hanya melihat Dini dan Arya begitu sangat dekat. Tak ingin berlama-lama membiarkan Arya bisa berbicara, Darwin datang dan menarik Dini pergi.
Hanya baru lima menit Arya sempat berbicara. Dini kembali menghilang dari hadapannya. Bagi Darwin lima menit sudah cukup bagi Arya untuk puas melihat Dini, jangankan lima menit, satu detik saja ia tidak akan mengizinkannya dari awal.
__ADS_1
Arya sangat kesal, tubuhnya meronta untuk menginginkan Dini. Hanya karena Darwin yang selalu menjaganya, untuk kedua kalinya ia menyia-nyiakan kesempatan yang berharga.
"Adikku sendiri telah mengkhianati ku selama ini. orang terdekat benar-benar tidak bisa dipercaya!" Ketus Arya