Terbelenggu Oleh CEO Angkuh

Terbelenggu Oleh CEO Angkuh
S2 103 - Berkorban Untukmu


__ADS_3

1 Minggu Kemudian~


Sudah tak terasa waktu berjalan sangat lama dan mereka masih disandera komplotan mafia. Sampai kapan ini akan berakhir? Kami ingin tidur nyaman di ranjang yang empuk dan lembut. Terbebas menghirup udara segar tanpa ada ada rantai yang mengikat kami.


"Bisakah kalian memberikan istriku air. Setidaknya pikirkan bayi yang ada di dalam kandungannya." Bicara Arya memecahkan keheningan


Syukurlah kondisinya lebih membaik dari sebelumnya, ia sudah bisa bersuara, luka di tubuh mengering sendirinya, dan seharusnya masih perlu mendapatkan perawatan yang tepat.


"Kau pikir kami akan menuruti perintah mu? Siapa kau di sini? Pangkat mu tidak berguna untuk memerintah kami."


"Heuh, Munafik! Kalian merendahkan ku tapi kalian ingat siapa aku sebenarnya. Apakah aku seorang panglima perang, polisi, atau tentara yang memiliki pangkat tinggi? Secara tidak sadar kalian mengakui kehebatan ku."


"Kehebatan mana yang kau bicarakan? Tidak ada orang hebat yang kaki dan tangannya terikat rantai seperti ini. hahaha..."


Gema tawa para anak buah itu menggema di seisi ruangan. Mereka meremehkan Arya.


"DIAM!!! Siapa yang meminta kalian tertawa?!" Teriak Lucas yang datang ke tempat itu


Seketika anak buah terdiam, kembali hening dan masing-masing mengambil posisi ke tempatnya. Lucas berjalan menghampiri para tahanannya dan mengambil angan-angan untuk berbicara.


"Tuan Antonio sudah sepakat akan membebaskan kalian!" Ucap Lucas


Semua orang mendongakkan kepalanya bahagia mendengar keputusan bahwa mereka akan bebas.


"Jangan senang dulu!" Ucap Lucas lagi


Kegembiraan sedang berbunga di hati mereka. Namun, mereka dijatuhkan sedetik. Semua kembali terdiam dan memasang wajah kecut.


"Hanya dari salah satu diantara kalian yang tidak akan bebas menghirup udara segar. Seorang pembunuh tidak akan berkeliaran di luaran." Pungkas Lucas membuat mereka kehilangan harapan lagi


Mereka menunggu Lucas menyebut nama salah satu diantara mereka. Mereka tidak egois, dalam hati berdoa mereka rela dijadikan sebagai korban agar Keluarga yang lain dapat bebas, berlomba-lomba untuk berharap namanya di sebut Lucas.

__ADS_1


"ARYA!! Dia tidak akan pernah melihat matahari terbenam dan terbit lagi." Ungkap Lucas


Arya sudah menduga dan ia merasa senang dan tidak keberatan sama sekali.


"Tidak. Kenapa kau menjadikan suamiku sebagai taruhannya? Jika ini memang diperlukan syarat agar kami terbebas, lebih baik kau menyebut namaku saja." Gertak Dini


"Jangan dengarkan dia. Bawa saja mereka pergi keluar dari rumah ini. Tidak masalah jika kalian menginginkan tubuhku, kalian bisa melakukan apapun yang diinginkan, ingin membunuh dan menjual organ ku pada mafia lain, Aku yakin kalian tidak akan rugi." Gertak Arya


"Kau bodoh! Kau mengatakan semua itu tanpa berpikir risiko ke depannya. Aku pikir kau bisa mengambil keputusan yang bijak. Jika kau mengatakan kesediaan itu, mereka tidak akan segan membunuh mu." Lontar Dini memarahi Arya


"DIAMM!! Kalian suami istri yang berisik! Segera keluar atau aku akan menarik keputusan ku lagi, membuat keputusan baru untuk menembak kalian sekarang juga." Marah Lucas


"Tidak jangan. Ampuni kami, Tuan. Kami akan segera keluar. Dini, Ayo kita segera pergi dari sini. Berdoa saja semoga Arya bisa bertahan." Ajak Bu Amira


"Tidak ibu. Seorang istri tidak akan meninggalkan suaminya berjuang sendiri. Aku tidak akan pergi dari sini sebelum suamiku bisa dibebaskan." Bersikeras Dini


Arya menggelengkan kepalanya meminta Dini untuk tidak nekat dan segera pergi.


Dini mengangguk-angguk setuju. Kali ini ia setuju pada Lucas dan sangat mendukungnya. Alangkah sebaiknya memang harus begitu.


"LUCAS!! Dasar bedebah bodoh! Kenapa kau menggantikan posisiku." Teriak Arya


Lucas menghiraukan suara singa yang teriak dekat telinga sekalipun.


"Kalian cepat lepaskan ikatan pria dan keluarganya. Lalu, ikat wanita ini juga. Dia sudah bersedia membayar kesalahan keluarganya."


"Pasangkan lagi rantainya. Aku tidak akan pernah melepaskan rantai ini." Teriak Arya pada anak buah Lucas, dan ia dihiraukan


Semua tidak habis pikir kenapa Dini bisa senekat ini. Arya berjalan gusar menghampiri Dini yang tengah didudukkan dan diikat ke belakang kursi itu. Namun, tangan kekar mendorong dan membuatnya jatuh tersungkur.


"Cepatlah pergi Arya. Kenapa kau tetap di sini. Aku berjanji akan baik-baik saja." Lirih Dini dengan mata berkaca-kaca

__ADS_1


"Kau yakin ingin mengorbankan dirimu sendiri. Kau ingin menyerahkan diri pada mereka?? Din, kau sadar??" Geram Arya


"Kenapa? Kenapa aku tidak bisa melakukan sesuatu pada kalian, Untukmu, dan anak-anak? Apa kau menganggap wanita itu lemah?"


"Kau wanita. Wanita lebih hebat dibandingkan laki-laki. Kau tidak mungkin berkorban sendirian. Pria saja bisa lemah dan tidak selalu kuat." Ucap Arya memberi pengertian


"Maka lepaskan kami dari tempat ini tanpa ada anggota yang tertinggal. Apa kau bisa?" Tanya Dini demikian


Arya hanya diam. Ia bingung harus bagaimana tindakannya kali ini jika ia berbuat sewenang yang akan membahayakan keluarganya.


"Kau sendiri tidak menjawabnya karena kau mengaku tidak bisa, bukan? Maka biarkanlah aku melakukan sesuatu untukmu."


"Tidak ada istri yang berkorban demi suaminya." Balas Arya


"Sekarang sudah berubah. Kau harus tahu Arya. Kau adalah pria lemah yang ada di muka bumi ini. Karena ulah mu yang angkuh dan egois, kau membahayakan Keluarga ku dan keluarga mu. Saat ini biarkan aku sendiri yang menghentikan penderitaan ini, biarkan aku yang di cap sebagai orang hebat mengambil gelar yang disematkan mata dunia padamu menjadi milikku." Gertak Dini


"Gelar tidak disematkan pada orang hebat. Semua orang memiliki kehebatan dalam dirinya sendiri. Sekali lagi sadarlah kau membahayakan diri dan bayimu sendiri."


"Aku tidak ingin berdebat dengan pria lemah seperti mu lagi. Cepat pergi sekarang juga dari sini!!" Teriak Dini sangat keras sudah bersimbah air mata


"Baiklah. Aku akan pergi sekarang juga. Selamat bersenang-senang di sini bersama pria yang baru kau jalin kemarin. Terima kasih untuk pengorbanan mu." Ucap Arya penuh penekanan


Rasa sakit hati menyerang hati Dini. Apalagi melihat dan mendengar Arya sangat kecewa padanya.


Arya dan Keluarganya saling merangkul satu sama lain dihantarkan keluar dari tempat itu meninggalkan Dini sendirian yang tengah menatap keluarganya dengan bercucuran air mata.


Di luar, Rupanya Arsen dan Ansel yang ikut terimbas diasingkan dari keluarganya kini telah dibebaskan, tengah menunggu Ayah dan yang lainnya. Si kembar langsung berhamburan berlari memeluk ayah dan juga kakek neneknya.


AYAHHH...


Mereka senang bisa bertemu dengan keluarganya lagi setelah diasingkan jauh tidak bisa bertemu dengan mereka selam 1 Minggu. Namun, tetap saja mata mereka mencari satu anggota yang hilang. Di mana ibu?

__ADS_1


Sayangnya ibu mereka tidak bisa ikut terbebas. Ia terlalu egois untuk memikirkan orang lain!


__ADS_2