
"Aku sudah sampai. Sekarang kau ada di mana?"
"Saat ini aku ada di hotel xx. Kau bisa datang menemui ku?"
"Baiklah. Jarak dari bandara menuju hotel itu tidak jauh, Aku akan segera ke sana sekarang!"
"Aku akan menunggu mu. Harap untuk langsung masuk saja ke kamar ku, aku ada di lantai 10 dengan kamar nomor 524."
"Baiklah, Baiklah. Kau ini tidak sabar sekali, Ya. Aku akan segera datang." Kekeh nya dalam telepon
Tutt...
Panggilan Diakhiri~
Tokk...tok...tok
Suara pintu diketuk.
Seseorang segera membuka pintunya.
"Hai!!" Ujarnya tersenyum manis menatap Arya
"Hai!" Jawab Arya sangat senang melihat Valerie
Ya. Arya dan Valerie sengaja bertukar informasi melalui pesan singkat untuk saling bertemu di tempat Arya akan mengurus pekerjaannya. Yakni terdapat di kota Kalimantan.
"Hah,,, Akhirnya aku sampai juga." Ujar Valerie Langsung merebahkan dirinya sambil menggeliat di kamar hotel itu
"Perjalanan ini pasti membuat dirimu lelah?" Ujar Arya
"Demi bertemu dengan dirimu. Aku sama sekali tidak merasa lelah sedikit pun, dan menerima tawaranmu. Bahkan aku berani berbohong pada kedua orang tuaku, jika aku akan pergi menemui temanku. teman siapa? Aku tidak memiliki teman di sini." Tawa Valerie
"Aku senang dengan sifat Valerie yang seperti ini." Jawab Arya
"Lalu, Bagaimana dengan istrimu itu. Apa dia tidak tahu jika suaminya sedang menemui kekasih tercintanya?"
"Aku beralasan dan bersembunyi di balik pergi ke luar kota untuk bertemu klien untuk mengurus pekerjaan ku. tapi itu memang tujuanku datang ke sini, di sisi lain aku ingin menebus kesalahanku padamu kemarin dengan mengajakmu untuk datang ke sini. Seperti biasa, wanita itu sangat bodoh dan mempercayai setiap perkataan ku saat ini."
"Kau memang seorang aktor yang andal. Dan kau sangat cocok disandingkan dengan aktris yang andal juga sama seperti diriku." Tawa Valerie angkuh
"Mengenai apa yang ayah katakan padaku kemarin, Kau tidak benar mengatakan wanita itu sepenuhnya adalah istri mu. Sebenarnya apa yang kau rencanakan, Arya?"
"Ayahmu mungkin sudah menjelaskannya padamu. Aku dengan wanita itu menikah karena dijodohkan, Ayah dan ibu memaksa diriku agar menikah dengannya. Sampai saat ini, dan sampai kapanpun, perasaanku padanya tidak akan berubah. Aku tetap tidak akan mencintainya."
"Lalu, kau mencintai siapa? Baru saja kemarin kau mengatakan tidak mencintai ku lagi!" Goda Valerie
"Tentu saja aku sangat mencintaimu."
__ADS_1
"Romantis sekali, dan sangat setia. Lalu, apa selanjutnya? Kenapa kemarin kau kesakitan dan mendekap wanita itu dengan erat?"
"Bukankah kau baru saja mengatakan aku aktor yang andal. Aktor yang hebat tidak mungkin tidak bisa berakting untuk bersandiwara, itulah yang sedang ku rencanakan. Aku berencana untuk membalaskan dendam ku karena dia yang sudah menghancurkan semua impianku untuk bersamamu. Akan ku buat dia percaya dan jatuh cinta padaku. Aku yakin saat ini dia berpikir aku sudah berubah, dan akan berperilaku baik padanya. sehingga dengan perlahan, dia akan jatuh cinta padaku, dan akan ku katakan aku juga cinta padanya. namun, pada kenyataannya aku tidak sama sekali mencintai wanita bodoh seperti dia.mungkin saat ini dia merasa sedang berada di atas, tapi sebentar lagi dia akan hancur, dan seketika jatuh ke bawah merasakan sakit." Ujar Arya berbohong agar tidak membuat Valerie curiga. Padahal saat itu dia benar-benar merasa kesakitan ulah Valerie, dan mencari peralihan untuk merasa sedikit lebih baik dengan memeluk Dini. Namun, perkataan dengan penuh siasatnya, itu benar adanya
hahahaha....
Suara tertawa Valerie yang senang mendengar penjelasan Arya.
"Sejak kapan kau memiliki sifat licik seperti ini, Hah? Arya yang ku kenal sangatlah cuek dan dingin. Biasanya dia hanya angkuh tentang kekuasaannya."
"Aku banyak belajar darimu. Aku tidak mungkin membiarkan orang lain bahagia di atas penderitaan kita berdua yang tidak bisa bersama." Ujar Arya
"Aku mendukung perbuatan mu. walau bagaimanapun kita saling mencintai, dan akan berusaha untuk bersatu." Tegun Valerie
Arya hanya tersenyum licik. Sama halnya dengan Valerie.
"Ini sudah saatnya aku benar-benar membuat Valerie percaya padaku. Agar Valerie tidak curiga berkepanjangan kenapa aku harus memintanya untuk sedikit menjauh dan jangan menyentuhku. sebelum aku merasakan rasa sakit kembali, Aku ingin membuat Valerie percaya." Gumam Arya menatap Valerie yang sedang merebahkan dirinya di ranjang dan menikmati lunaknya ranjang tersebut
"Setelah mendapatkan sentuhan dari wanita itu, Aku sudah merasakan penyakit ku semakin membaik. eksperimen kemarin berhasil, hanya dengan berciuman bibir dengannya, aku tidak merasakan kesakitan saat mengetes diriku sendiri dengan sentuhan tangan oleh karyawan ku kemarin. Jika aku melakukan yang lebih bersamanya, mungkin saja aku bisa konsisten untuk sembuh dari penyakit aneh ku ini."
"Yang terpenting sekarang adalah, Aku membuat Valerie percaya dan tidak mencurigai ku berkepanjangan." Gumam Arya, entah apa yang dia rencanakan
"Hmm... Ranjang ini nyaman sekali untuk di tiduri. Kau tidak pernah salah memesan kamar hotel dengan fasilitas seperti ini." Kata Valerie
Dengan kesadaran normal, Arya merangkak naik ke ranjang yang terdapat Valerie di sana.
Saat ini dia bisa menyentuh atau dekat dengan wanita siapa saja, tanpa menimbulkan efek dibaliknya.
Itulah yang sedang ia coba saat ini.
"Arya ada apa?" Kejut Valerie yang sudah menatap berada di atasnya
"Kau sangat cantik hari ini!" Goda Arya dengan membelai wajah dan memainkan rambut Valerie
Suasana semakin menghimpit dan mencekam Valerie. Kala Arya mendekatkan wajahnya pada wajah Valerie.
"Arya, posisi macam apa ini?" Tanya Valerie dengan berdegup semakin kencang
"Aku ingin menebus kesalahanku padamu. Maafkan aku, Semua ini terjadi karena wanita itu masuk dalam kehidupan kita."
"Kau ingin aku dengan mu--??" Tegun Valerie mengerti
"Iya. Aku berjanji tidak akan melakukan apapun hari ini sampai di luar batas. Kita akan melakukannya dengan sempurna saat kita sudah menikah nanti." Jawab Arya
__ADS_1
"Aku sangat mencintaimu, Arya!" Ucap Valerie murahan dan ingin saja meladeni permainan Arya
Cup...!
Ciuman bibir mendarat dengan sempurna.
Hmph...
Tanpa disangka mereka sudah melakukan perzinahan, karena mereka sama sekali tidak terikat dengan dasar pernikahan.
Arya seolah dibutakan dengan rasa cinta dan bersalahnya pada Valerie, sampai dengan alergi sementaranya yang hilang saat ini, dia manfaat untuk bercumbu dengan anak orang lain.
Diuntungkan Arya masih tetap sadar untuk tidak meminta hal yang lebih dari Valerie. Arya sama sekali tidak menerobos pertahanan Valerie, karena ia berjanji akan melakukan yang lebih itu saat mereka menikah. Jika takdir membawa mereka menikah...
Tapi, pada dasarnya walaupun hanya sekedar bercumbu hanya di luar, mereka sudah terjerumus ke dalam jurang yang dalam. kesalahan dan dosa, tetap tidak akan pernah berubah menjadi kebaikan yang mendapatkan pahala. Bahkan perbuatan tercela dengan memesan kamar hotel mewah untuk dimasuki oleh dua orang yang tidak memiliki ikatan suami istri. Anggap saja seolah Arya mengajak Valerie untuk check-in.
Pakaian yang mereka kenakan sudah tergeletak di mana-mana. Segala macam jenis pakaian dari luar atau dalam terlepas dari tubuh mereka. Namun, tidak semua! Hal itu dilakukan oleh Arya dengan membuka pakaiannya dan pakaian Valerie yang membuangnya ke arah sembarang tempat.
Suara lenguhan bergantian dari ke dua bibir yang baru saja mencapai puncak kenikmatan, di dalam sebuah kamar yang berukuran lebih dari 5 kali 6 meter, yang terdapat ranjang yang berukuran king size dalam hotel.
"Lagi?" Tawar Pria tampan namun, hatinya busuk bak iblis berbentuk manusia. yang masih berada di atas tubuh seorang wanita
"Tentu!" Sambung sang wanita yang sekarang membalikkan tubuhnya sendiri membelakangi dengan pria mengungkung di bawahnya. "Aku tidak akan pernah menolak, tapi kali ini aku akan bersedia menerima setiap sentuhan mu." ucap Valerie yang menyatukan tubuhnya kembali seakan tidak ada lelahnya untuk melakukan penyatuan
Arya menghisap dan menghirup tengkuk ataupun punggung Valerie, dan terkadang menciuminya.
Tentu saja Valerie tersenyum senang, dan mengikuti apa yang di inginkan Arya yang sedang bermain di atasnya.
Bukan malam yang membuat waktu indah mereka. Tapi, pada siang menjelang sore yang di lalui keduanya menghabiskan petang di atas ranjang yang sama, menikmati surga dunia, tanpa ikatan pernikahan. karena keduanya hanya saling membutuhkan rasa cinta, tanpa peduli akan status.
"Bisakah kau melakukan itu sekarang juga? kenapa kau harus melakukannya saat kita sudah menikah? Di bawah sana sudah tidak bisa ditahan lagi, Arya. Dia meronta untuk kau segera memasukinya." Ucap Valerie yang bergelinjang sudah setengah tanpa busana, begitu pun dengan Arya
"Aku tidak bisa melakukannya. Bersabarlah! mungkin ini akan menyakitkan bagimu, tapi hanya sesaat.aku pasti akan membantu mu hanya setelah menikah."
"Kenapa harus nanti, Arya? Aku sudah tidak tahan. Tolong bantu aku! Apa kau tega melihat ku menderita seperti ini?" Hasut Valerie
Akkhhh....
Suara Mendesah Valerie.
"Kau dengar itu, Arya? Apa suara itu tidak menggoda mu? Bantu aku sekarang juga!" Ucap Valerie meliuk-liukkan tubuhnya bergelinjang, menggoda Arya
Awalnya Arya yang hanya ingin berpemanasan dengan Valerie, dan berniat tidak akan melakukannya sampai di luar batas. Namun, Valerie terbuai akan sentuhan Arya yang membuatnya bergejolak, bergairah, dan nafsu, sampai kali ini Valerie yang meminta lebih darinya.
Arya benar-benar sudah terjun ke dalam jurang air yang deras. Wanita mana yang ingin badannya di cumbu oleh lelaki yang sama sekali tidak memiliki hubungan sah dengannya.
Valerie benar-benar wanita yang paling hina di dunia ini!
__ADS_1