Terbelenggu Oleh CEO Angkuh

Terbelenggu Oleh CEO Angkuh
45. Pulih


__ADS_3

3 Hari kemudian~


Rumah Sakit General Zaincare~



Bu Lia terus memandangi putrinya Dini yang terbaring lemah dari jendela luar dengan menatapinya sendu, sunyi dan menangis.selama 3 hari itu juga, Bu Lia tidak bisa tenang hanya untuk sekedar makan saja.


Pak Malik meletakkan tangan kanannya di bahu Bu Lia, yang sedang melihat putrinya untuk memberi ketenangan.


"Sudah 3 hari ibu terus berdiri menatap putri kita tanpa makan dan minum.sebaiknya ibu makan dulu agar ketika Dini sembuh ibu tidak sakit." Ucap Pak Malik


"Ibu tidak ingin makan!" Jawab singkat Bu Lia dengan lemah


"Tapi tubuh ibu harus memiliki nutrisi dan energi.jika tidak makan, ibu akan sakit." Bujuk terus Pak Malik


"Bagaimana ibu bisa makan, anak kita sendiri belum sadarkan diri sampai saat ini.pokoknya ibu tidak akan makan sebelum Dini bangun." Ucap Bu Lia keras kepala


Karena sudah pasrah tidak bisa membujuk dan memaksakan kehendak. Pak Malik menyerah membujuk istrinya, ia kembali duduk di kursi depan ruang UGD tempat Dini dirawat.


"Sadarlah, Nak.ibu rindu dengan suara dan candaan mu, ibu sudah kehilangan kakak mu sejak kecil.saat ini ibu tidak ingin kehilanganmu untuk kedua kalinya." Ucap Bu Lia sambil menangis dari balik jendela


Hhahh~


Suara tarikan nafas seseorang yang tersengal seperti sesak dengan hentakan membuka mata terbelalak menatap atas plafon atas rumah sakit dengan terkejut.


Dini sudah sadarkan diri, ia melihat sekeliling yang terasa asing dengan menatap dirinya terpasang infus dan memakai oxygen Mask.

__ADS_1


"Diniii...!" Refleks melihat Dini sudah membuka mata, Bu Lia menerobos masuk ruangan yang membuat Pak Malik sedang duduk ikut terkejut langsung mengikuti istrinya juga


Betapa bahagianya Pak Malik dan Bu Lia melihat putrinya sudah sadarkan diri.mereka langsung memeluk Dini yang terbaring dengan begitu erat, dan menangis histeris di atas tubuhnya.


"Putriku sudah sadar!" Ucap Bu Lia menangis keras


"I-ibu, B-bapak...!" Ucap Dini dengan suara serak dan lemah, sudah membuka Oxygen mask yang terpasang menutupi mulut dan hidungnya


"Iya, Nak. ini kami!" Ucap Bu Lia yang tidak kuasa menahan tangis mendengar putrinya bersuara


"Apa yang terjadi?" Tanyanya


"Kau baru sadar, kau tidak perlu banyak bertanya dulu.bapak akan panggil dokter, Bu." Ucap Pak Malik


"Iya, Pak." Jawab Bu Lia


"Putriku sayang... syukurlah kau sudah sadar, Nak.betapa khawatir dan hancurnya hati ibu, mengetahui dirimu melakukan percobaan bunuh diri.untunglah seseorang menolong dirimu, sehingga ibu senang melihat mu akhirnya sadar juga setelah 3 hari tidak sadarkan diri."


"3 Hari...!!" Tegun Dini


Tak lama kemudian Dokter datang dan langsung memeriksa keadaan Dini.


Setelah selesai~


"Bagaimana Dok keadaan Dini kali ini?" Tanya Pak Malik


"Syukurlah kondisinya mulai membaik, Dia sudah sadarkan diri dari delirium nya. Namun, masih perlu istirahat banyak agar kondisinya pulih kembali." Ucap Dokter

__ADS_1


"Alhamdulillah, Terima Kasih, Dokter." Ucap Bu Lia


"Suster akan memindahkan Dini ke ruang rawat, dia akan mendapatkan perawatan lanjutan di sana. Dan boleh pulang sampai saya menyatakan jika Dini bisa pulang. Jika begitu saya permisi." Lanjut Dokter


"Baik, Dok. Terima Kasih." Ucap Pak Malik


Bu Lia Kembali memeluk Dini.


"Syukurlah, Nak. Keadaan sudah dalam kondisi baik." Ucap Bu Lia


...***...


3 Hari Kemudian~


Dokter yang menangani Dini selama sakit sedang melakukan pemeriksaan fisik.dihasilkan kondisinya sudah sembuh total, sehingga dapat dinyatakan boleh pulang.


"Bagaimana, Dok? Dini bisa pulang hari ini?" Tanya Bu Lia


"Saya menyatakan kondisinya sudah sembuh dan pulih.sehingga Dini boleh pulang hari ini." Ucap Dokter


"Alhamdulillah. Baik, Terima Kasih, Dok." Jawab Bu Amira


"Dini, saya berpesan jangan melakukan tindakan bodoh lagi.seseorang pasti memiliki masalah yang berbeda-beda, berat ataupun kecil yang membebani pundak mu, kau harus tetap terus menjalaninya dengan sabar.saya yakin setiap Masalah yang terjadi akan ada jalan keluarnya, hanya saja kau terlalu cepat mudah menyerah dengan lari dari masalah yang sedang kau hadapi." Ucap Dokter memberikan nasihat sebelum kepulangan nya


"Jangan pernah melakukan bunuh diri lagi ya! bukan hanya menyiksa dirimu, kau juga akan membuat orang tuamu menderita rasa sakit yang lebih daripada yang kau rasakan. Saya yakin kehidupan bahagia menantimu di gerbang pintu kesuksesan depan sana, hanya saja saat ini kau baru sampai pada perjalanan menuju ke sana.setelah kau sampai, aku yakin kau akan melupakan kesusahan dan kepedihan yang kau alami." Lanjut Dokter memberikan motivasi


"Saya terlalu berpikir pendek tanpa memikirkan panjang akibatnya jika terjadi. Terima Kasih dokter sudah memberikan motivasi bagi saya." Ucap Dini

__ADS_1


"Kau harus kuat, jaga kesehatan dirimu!" Ucap Dokter langsung pergi diikuti suster


__ADS_2