Terbelenggu Oleh CEO Angkuh

Terbelenggu Oleh CEO Angkuh
S2 38 - Pengaruh Obat


__ADS_3

Tubuh Arya sedang bersandar pada sebuah tembok, menatap gedung perkantoran milik CEO lain yang menjulang tinggi didepannya dari atas jendela ruangannya. Jemarinya memegang gelas berisi wine, mata itu begitu sayu, terlihat ia kurang tidur dan sangat menyedihkan, penyesalan terus membayangi dirinya setiap perlakuan dan perbuatannya terekam jelas di otak Arya.


"Arrghhhh..."


"Dini, Kenapa kau menjadi seperti ini?!!" Teriak Arya


PRAANKK


Melempar gelas wine ditangan nya. Nafasnya tersengal-sengal, Arya menjambak rambut nya sendiri karena frustasi, seketika pintu kantor terbuka dan Damar masuk ke dalam ruangan Arya.


"Apa-apaan ini, Tuan?" Tanya Damar sambil melihat pecahan gelas yang berserakan di lantai, Arya duduk di kursi presdir, menaikan kedua kalinya di atas meja kerja, menarik kasar dasi yang melingkar dilehernya, melemparkannya ke lantai.


Damar yang melihat kelakuan atasan yang menjadi sahabatnya itu hanya geleng-geleng kepala, ia keluar dari ruangan dan memanggil cleaning servis yang bekerja lembur untuk segera membersihkan pecahan gelas.


Setelah lantai bersih, Damar membawakan air putih hangat untuk Arya.


"Minum lah Tuan, Agar hati mu sedikit tenang." Damar memberikan pada Arya


Arya menerimanya dan meminum setengah air itu.


"Tenangkan diri mu saja. Ataupun jika perlu aku akan mengantarkan mu pulang dan ini sudah malam dan lagipula pekerjaan sudah selesai, Bukan?" Ujar Damar


Arya terus diam terpaku tanpa membalas jawaban Damar, pandangan matanya kosong, ia hanya mengangguk pelan, penampilan Arya sungguh kacau malam ini.


"Tuan,,," Panggil Damar


Baru saatnya Arya mendongakkan kepalanya. Menatap wajah Damar.


"Apa yang sedang melanda pikiran mu saat ini?" Tanya Damar

__ADS_1


"Aku harus bagaimana? Keluarga ku hancur saat aku kira kedatangan Dini akan mengembalikan warna kehidupan yang baik-baik saja. Aku sudah bahagia dia kembali padaku walaupun belum bisa menggenggamnya erat. Namun, Ternyata Arsen menghancurkan segalanya dengan dia tidak menyukai ibunya sendiri. Semua ini gara-gara wanita itu, kenapa dari dulu aku tidak langsung membunuhnya saja." Gertak Arya


"Kita perlu tindakan?" Tanya Damar


"Tentu saja. Aku hanya ingin Dini kembali padaku dan Arsen menerima dia sebagai ibunya." Ucap Arya


Arya sedang kacau dengan problematika kehidupan yang belum usai. Ia harus dijauhkan kembali dengan Dini yang selalu menjauh darinya, keinginan besar untuk membawa Dini kembali akan menjadi lebih sulit sebab Arsen yang pasti akan memberikan luka lebih dalam untuk wanita yang telah lama menderita.


...***...


Di Rumah Megah.


Tampak siluet seorang laki-laki menghampiri seorang wanita yang tengah berbaring tidak sadarkan diri. Laki-laki itu menatapnya dengan misterius. Terkadang mata itu menatapnya dengan penuh kerinduan dan kebencian. Dan terkadang juga mata pria itu menatapnya dengan penuh hawa nafsu.


la mengambil sebuah obat dan menyimpan dalam mulutnya, lalu memberikan obat itu pada wanita yang tidak sadarkan diri melalui mulutnya sembari sentuhan bibir yang dilakukan.


Wanita itu yang tidak melainkan Dini seolah sedang bermimpi. Ia mereguk obat yang masuk ke dalam mulut dan menelannya. Matanya ingin terbuka, namun seolah berat rasanya untuk terbangun dari mimpinya itu. Tubuhnya pun tidak bisa di ajak bekerja sama untuk terbangun, la menjadi semakin panik, berusaha untuk berteriak, namun suaranya tercekat tak kunjung keluar dari mulutnya. Akhirnya tubuh itu berhasil mendekat padanya.


la mendekatinya dan berada diatasnya. la menjulurkan tangannya. Meraba setiap bagian tubuhnya. Rabaannya penuh dengan hawa nafsu.


Tangan itu mulai membuka bajunya satu persatu.


Sekarang tubuh polosnya terpampang nyata. Dini begitu malu. Ingin rasanya dia menutup tubuh dengan kedua tangannya. Tapi apalah daya, tangannya tak bisa di gerakkan. Ia hanya berpikir bahwa sedang bermimpi buruk saja. Pelan-pelan laki-laki itu mendekatinya. Menciumi tubuhnya dengan lembut. Kening, kedua kelopak mata, kedua pipi dan terakhir bibirnya tidak luput dari sentuhan bibir lembut dan dinginnya.


Dini merasa sangat di sayang. Ia mulai terbuai memejamkan matanya, menikmati sentuhan pria itu. Tubuhnya mulai memanas bergelinjang akibat obat yang di reguknya.


Puas bermain-main dengan bibirnya, lidah laki-laki misterius itu mulai bergerilya. Menelusuri lehernya, berpindah ke tulang selangkanya. Memberikan kecupan-kecupan lembut di sana. Bibir itu berhenti mengecup tatkala mata itu memperhatikan kedua bukit indahnya. Dini merasa sangat malu. Dia ingin melindungi dadanya dari tatapan laki-laki itu.


Saat itu mungkin Dini mengira hanya salah lihat dan mimpi buruknya belum usai, tapi laki-laki itu tersenyum dengan lembut sebelum wajahnya tenggelam dalam keranuman buah dadanya.

__ADS_1


Dini menggigit bibir bawah, berusaha untuk tidak mendesah. Bibir laki-laki itu bermain-main, menggodanya. Terkadang mengecup, menggigit dan memainkan puncak dadanya dengan kelembutan. Tanpa di sadarinya, Dini mengangkat tubuhnya dan gemetar. Dia mencapai *******.


Laki-laki itu tersenyum puas melihatnya meremang. Kemudian, dia mulai melanjutkan aksi berpetualang di tubuh wanita itu. Menelusuri setiap inci tubuhnya. Sungguh ini adalah mimpi buruk yang sangat liar dan juga gila.


Tubuhnya kembali bergetar hebat. Napasnya menjadi tersengal-sengal. Laki-laki itu tidak menghentikan aksinya. Membuat Dini bergetar berkali-kali dan lemas.


Sejenak laki-laki itu menghentikan aksinya. Memberi kesempatan bagi Dini untuk beristirahat dan mengatur napasnya kembali. Laki-laki itu kembali mengecupi wajah dan bibirnya. Sepertinya laki-laki itu menganggapnya sangat berharga. Perlakuannya begitu lembut dan menghargainya. Setelah napas Dini kembali normal, aksi selanjutnya pun kembali di lakukan.


Kemudian dia mulai melakukan hal yang lebih brutal. Pelan namun pasti, benda itu masuk ke dalam tubuh. Membuat keduanya mengerang dengan penuh kenikmatan.


Lama keduanya berpacu dengan berirama. Berusaha mengimbangi kekuatan masing-masing. Berusaha saling memberikan kenikmatan. Suasana di kamar itu sungguh akan membuat malu orang yang mendengar dan melihatnya.


Mereka benar-benar lupa daratan. Lupa dengan dunia sekitar dan kesadaran. Yang mereka rasakan hanya kenikmatan yang mereka dapatkan.


Berlama-lama berkubang di dalamnya. Sampai pada akhirnya keduanya sudah tidak bisa menahannya. Mereka berpacu dengan lebih cepat dan cepat, dan akhirnya mereka berteriak bersamaan. Melepaskan deburan kenikmatan yang mereka rasakan. Mencapai puncak ******* secara bersamaan.


Keduanya berpelukan dengan erat dalam kondisi tubuh yang bergetar. Napas keduanya masih saling memburu. Lama keduanya saling berpelukan. Kemudian laki-laki itu mulai menciumi kening, kelopak mata, pipi dan bibirnya lagi.


Dini menikmati setiap ciuman yang penuh dengan kehangatan itu. Laki-laki itu menatapnya dalam-dalam, tampak matanya mulai berkaca-kaca.


"Aku akan membuatmu kembali seutuhnya padaku sayang..." Bisik laki-laki itu dengan lembut


Dini jatuh dalam tidur yang dalam dan mimpi yang gila!


Arya menatap Dini yang tertidur dalam pelukannya. Dia kembali mencium kening


wanita itu dengan lembut.


Dini. Wanita itu telah berubah atas sikapnya yang menjauh darinya, dan itu membuatnya semakin tersiksa walaupun nyata berada disekitarnya. Dia berniat untuk membalaskan dendamnya selama tujuh tahun pergi. Membuat pria itu merasakan rasa sakit hati dan kehilangan yang di rasakannya. Dia ingin menyakiti wanita itu dengan lebih dalam atas sikapnya yang egois meninggalkan putranya bersama dia sekuat apapun dahulu ia mencoba untuk meyakinkan.

__ADS_1


Ketika pertama kali bertemu dengan Dini, semua emosi menghantamnya. Rasa marah, benci, dendam, rindu dan juga gairah datang secara bersamaan. Tiba-tiba saja tubuhnya sudah tidak mati suri. Dia ingin melampiaskan semua emosi itu secara bersamaan. Tanpa di sadarinya, tubuhnya sudah mulai beraksi kembali menjadi pria normal yang memiliki hawa nafsu pada wanita. Dia memaksa Dini untuk menerima tubuhnya. Menerima semua perasaan yang tercurahkan di dalamnya. Bagian terdalam dirinya memberontak. Dia harus membuat wanita itu kembali ke sisinya lagi. Dini masih ISTRINYA!! Dia belum pernah menceraikannya. Dia harus membuat wanita itu tetap bersamanya. Menjadikannya sebagai istri sah-nya.


__ADS_2