
Setelah dari rumah keluarga Pak Malik dan mendapatkan jawaban yang diinginkan, mereka kembali ke mansion nya dengan perasaan senang.mereka berjanji akan kembali ke rumah Pak Malik untuk mempersiapkan acara pertunangan.
Akan ada acara yang sangat besar bagi mereka, mereka pasti akan mempersiapkan segala sesuatu sampai hari pernikahan dengan sangat megah dan mewah.
"Akhirnya, Pak. ibu akan memiliki menantu, tidak akan lama lagi kita akan membawa menantu kita ke mansion ini, lalu memiliki cucu yang akan berlarian, dan bermain bersama kita di sini." Ucap Bu Amira yang sangat senang tidak dapat dibendung lagi
"Dini sudah menyetujuinya.lalu, bagaimana dengan Arya? dan kita pun harus merencanakan hal lain." Ucap Pak Barma yang sama senang namun, masih bingung
"Kita akan berusaha membujuknya.dari dulu Arya sudah setuju, hanya saja pada saat itu Dini yang tidak setuju.namun, sekarang peluang kita sangat besar untuk menikahkan mereka secepatnya." Ucap Bu Amira begitu yakin
"Apa kita yakin akan menikahkan Dini dengan Arya?" Tanya Pak Barma
"Bapak pasti masih memikirkan tentang penyakit Arya."
"Iya, itu maksudku.percuma saja jika kita menikahkan mereka di kondisi Arya yang seperti itu." Ucap Pak Barma Khawatir
"Dokter pernah mengatakan jika penyakit Arya tidak akan selamanya, sewaktu-waktu penyakitnya akan sembuh.seperti dongeng seorang putri dan pangeran kodok, ibu memiliki firasat jika Dini adalah wanita yang bisa menyembuhkan penyakit Arya.ibu yakin itu!"
"Bagaimana ibu bisa yakin, sudah jelas jika wanita yang hanya bisa menyentuh Arya selain ibu dan Luna adalah wanita yang ada dalam berita itu."
"Ibu melihat dari ketulusan dan kebaikan nya, sorot matanya yang begitu lembut.ibu yakin dia adalah wanita yang dikirimkan untuk Arya.bapak tenang saja, dan ikuti saja rencana ibu.putra kita pasti akan sembuh." Ucap Bu Amira menggenggam tangan suami
__ADS_1
"Terserah ibu saja.apapun itu yang menyangkut demi Arya, Bapak akan mendukung."
...***...
Perusahaan Pratama Group~
"Damar tanyakan pada Divisi umum sudah sampai mana proyek yang sedang kita bangun!" Tanya Arya
"Saya sudah menanyakannya tadi, Presdir. beliau mengatakan pembangunan akan selesai sekitar 1 bulan lagi.dia berharap proyek dilakukan untuk mencapai tujuan yang telah direncanakan dan membuahkan hasil atau manfaat yang diinginkan." Ujar Asisten Damar
"Lalu, Bagaimana respon warga sekitar.apakah mereka berpikir hal positif dengan kita membangun proyek di sana untuk membantu sarana mayoritas pekerjaanya sebagai petani bunga."
"Warga sangat antusias, Presdir.mendengar jika kita akan menjadi pemasok keperluan para petani dan akan membeli bunga mereka.sehingga mereka tidak perlu jauh menjualkan dagangan mereka."
"Baik, Presdir." Ucap Asisten Damar
"Bagaimana kelanjutan hubungan mu dengan wanita itu? apakah kau sudah melamarnya." Tanya Arya dari masalah pekerjaan menjadi masalah pribadi
"Emm sa-saya belum pernah menemuinya kembali setelah kejadian itu." Ucap Damar
"heuh..(mendengus) mana mungkin wanita itu ingin menemui dirimu yang lemah.rupamu saja seperti laki-laki pahlawan yang gagah, tapi kenyataannya kau malah berdiam diri pada saat itu." Ucap Arya yang meledek
__ADS_1
"Pada saat itu saya sangat terkejut, Tuan."
(Pada saat mengurus pekerjaan atau sedang bekerja, Damar sering memanggil Arya dengan sebutan Presdir. Namun, pada saat sedang santai, di luar yang berhubungan dengan pekerjaan ia memanggil Arya dengan sebutan Tuan)
"Semua orang pasti sangat terkejut, tapi mereka tidak seperti dirimu yang mematung kan diri." Ledek Arya kembali
"Lalu, Tuan sendiri bagaimana hubungan dengan Nona Valerie. Apakah dia akan kembali?" Tanya Damar juga yang membuat Arya kembali merenung
"Aku tidak tahu, sepertinya dia tidak akan kembali.karirnya di sana pasti sangat sukses, sehingga dia pasti lupa denganku." Ucap Arya
"Jangan khawatir Tuan, hanya Nona Valerie seorang wanita yang bisa mendekati anda.saya yakin tidak lama lagi ia akan kembali." Ucap Damar yang langsung membuat Arya mengingat memori bersama Dini
Arya tahu betul, sampai saat ini tidak ada yang bisa mendekati atau bersentuhan langsung dengan kulitnya selain Ibunya dan Luna. Baik itu pun Valerie adalah kekasihnya, setiap mereka berinteraksi Arya pasti akan berpura-pura tidak kesakitan saat Valerie menyentuh dirinya karena dia tidak ingin Valerie yang ia cintai menjauhinya pergi karena penyakit yang ia derita. Dan Valerie sendiri tidak tahu mengenai penyakit Arya.
"Wanita itu?? Pada saat peristiwa dia menumpahkan kopi ke pakaian ku, Dan saat dia merawat ku sedang sakit, saat aku tidak sengaja memeluknya pada malam itu, saat aku menarik tangannya.mengapa aku tidak menyadari hal itu dulu, aku sama sekali tidak kesakitan berada didekatnya sekalipun ia menyentuh kulitku." Gumam Arya merenungkan dan mengingat memori bersama Dini
Ya, Arya memiliki penyakit Alergi dari sejak kecil yang tidak bisa disentuh oleh orang lain selain Keluarga, terutama seorang wanita. Jika kulitnya saling bersentuhan dengan wanita, akan muncul kemerahan dan kesakitan di sekujur tubuhnya. Dan sampai saat ini tidak ada yang mengetahui masalah kesehatannya selain Keluarganya dan Damar.
Maka dari itu ia merenungkan dan bertanya bagaimana bisa, dan kenapa terjadi?
"Apakah selain ibu dan Luna, Dia adalah wanita yang bisa menyentuhku juga? Jika seperti itu, Apakah dia adalah...."
__ADS_1
Bersambung...