
Esok Harinya~
Gedung pernikahan
Pernikahan yang dilangsungkan dengan tertutup dan tersembunyi di gedung pernikahan yang sudah di desain dengan mewah bertema nuansa Putih dan Biru menjadi filosofi tersendiri bagi pernikahan Arya saat ini.
Warna Biru sendiri bermakna memutuskan untuk menonjolkan karakteristik berupa kesetiaan, ketenangan, kemampuan yang bisa diandalkan, serta rasa sensitivitas yang tinggi, dan melambangkan kepribadian Arya yang cuek, dingin, mengalir seperti air.
sedangkan, Warna Putih pun mendapat simbol dan makna baru, yakni yang menandakan kemurnian, kepolosan, kerjernihan, dan kemewahan. Yang diharapkan akan timbul menyertai pernikahan mereka dalam berumah tangga nanti.
Pernikahan itu sendiri hanya dihadiri oleh keluarga inti, kerabat dekat, dan teman-teman dari pihak pak Barma dan Bu Amira yang dipercayai. Dengan jumlah tamu yang diundang adalah 250 orang.
Hari ini Arya akan mengumandangkan ijab kabul menyebut nama calon istrinya yang sebelumnya ia tidak ketahui siapa wanita yang akan menikah dengannya, baik nama calon istri dan nama ayah yang akan ia sebutkan nanti, ia sendiri tidak tahu akan hal itu.namun, penghulu akan menyebutnya nanti.
Tentu saja hal ini akan menjadi kehidupan barunya, dengan menjalani kehidupan sudah bukan berstatus single lagi tanpa diketahui oleh orang banyak.
Semua tamu dan keluarga sudah berkumpul dalam gedung pernikahan, Arya dengan setelan tuxedo nya sudah duduk di kursi akad nikah yang disediakan.menunggu mempelai wanita dan keluarganya datang...
Setelan Tuxedo Arya
"Putraku sangat tampan hari ini.pasti kau tidak sabar melihat calon istrimu kan, Nak?" Ucap Bu Amira menatap putranya dengan pangling
"Aku tidak peduli!!" Kecam Arya begitu dingin
Mendengar pernyataan Putranya, Bu Amira sedikit tersentak.namun, ia memahami betul bagaimana sifat Arya dari dulu sehingga ia memakluminya.
"Baiklah, tapi ibu yakin sebentar lagi kau pasti tidak akan memalingkan tatapan mu dari calon istrimu." tegun Bu Amira
Di Rumah Pak Malik~
Rencananya mereka akan berangkat setelah mobil keluarga Pak Barma datang menjemput Keluarga Dini.
Dalam kamar Dini yang sudah dirias dan memakai gaun pengantin mewah menatap dirinya dalam cermin, ia sendiri pangling melihat pantulan dirinya di cermin.
__ADS_1
Gaun Pengantin Dini
Lama menunggu, akhirnya mobil datang menjemput mereka.mereka pun segera berangkat...
"Mari, Saya bantu untuk mengenakan sepatunya, Nona." Ucap perias yang dikirimkan Bu Amira untuk membantu mempersiapkan Dini
Setelah semua siap, Dini yang memakai gaun pengantin yang mengembang dan berat, dituntun masuk ke dalam mobil pengantin oleh Bu Lia agar putrinya tidak terjatuh.
Setelah menempuh perjalanan 30 menit, Dini dan rombongan dari di pihak Dini datang.
Mobil pengantin itu terparkir di depan gedung pernikahan yang sudah dipasang red carpet.
Dini disambut oleh Bu Amira dan Pak Barma saat turun dari mobil.
ia begitu tampil sangat cantik memukau semua para tamu yang menyambut nya.
"Menantu kita sangat cantik, Pak." Ucap Bu Amira dengan mata berbinar mengagumi kecantikan Dini
Dini yang diapit dari setiap sisi oleh Pak Malik dan Bu Lia, masuk kedalam gedung menyusuri Altar yang diberi red carpet.
Pada saat pintu gedung dibukakan, sepasang mata para undangan tertuju pada mempelai wanita yang sudah datang.sama halnya seperti orang lain, mereka semua menatap kagum calon istri Arya.
"Wah, tidak disangka calon istri Arya sangat cantik ya!" bincang tamu undangan
"Wajahnya sangat sepadan bersanding dengan Arya, perpaduan antara orang yang memiliki kelebihan dari wajahnya sama-sama tampan dan cantik.aku tidak bisa membayangkan bagaimana jika mereka memiliki anak nanti. Bagaimana dengan wajahnya, pasti akan menjadi bibit unggul." Ucap sepupu Arya yang bernama Anna jauh datang dari Singapore, merupakan anak dari adik Bu Amira
"Aku akan setia menunggu keponakan ku lahir." Lanjut ucapnya
"Mereka baru saja akan menikah, tapi kau sudah memikirkan bagaimana wajah anak mereka dengan kombinasi ayah dan ibunya." Timpal Suaminya bernama Faro
"Memangnya kenapa suamiku, apa aku salah membicarakan anak mereka nanti." Pungkas Anna
"Kita saja belum dikaruniai seorang anak, tapi kau sudah memikirkan anak orang lain." Jawab Faro
__ADS_1
"Sebentar lagi kita juga akan memiliki anak.aku tidak bisa membayangkan jika aku dan istri Arya sama-sama mengandung dan merawat anak nanti." Ucapnya berimajinasi tinggi dengan senang
"Dasar...!" Ucap Suaminya mengetuk dahi istrinya pelan karena terhibur dengan pemikirannya
"Lihat Arya, calon istrimu sudah datang.apa kau yakin tidak ingin melihatnya? padahal dia begitu sangat cantik hari ini, sepasang mata kagum sedang melihat istrimu.dan kau sendiri sebagai suaminya, bukan orang pertama yang melihat wajah calon istrimu." Ucap Bu Amira
Arya menghiraukan perkataan ibunya, ia masih saja dingin dan enggan menengok kan kepalanya ke arah calon istrinya hanya untuk sekedar melihat.ia sama sekali tidak peduli terhadap apa yang terjadi saat ini...
"Luna, kau juga tidak melihat calon kakak iparmu.coba lihatlah, dia yang akan menjadi kakak ipar mu yang akan menemanimu ke mall nanti." Ucap Bu Amira
"Sama halnya dengan kakak, aku tidak ingin melihat wanita itu!" Ucap Luna sama sekali tidak mendongakkan kepalanya dan malah fokus terhadap ponselnya
Namun, ada rasa ingin tahu yang besar timbul dalam diri Luna. Sehingga ia sangat ingin melihat siapa wanita itu yang akan menjadi istri kakaknya.
Dengan begitu, Luna melihat ke arah calon mempelai yang berjalan bersama ayah dan ibunya menyusuri Red Carpet.
Matanya memfokuskan stabil ke arahnya.
saat sudah jelas, Luna sangat terkejut sampai menjatuhkan handphone yang masih dipegang olehnya.
"Wanita itu...!!" Pungkas Luna terkejut dengan membuka lebar mulutnya
"Luna ada apa?" Tanya Bu Amira yang melihat putrinya seperti sangat terkejut apalagi sampai menjatuhkan handphone miliknya
"Kakak coba lihat dia!!" Ucap Luna dengan tergesa-gesa menggoyangkan tubuh kakaknya untuk melihat ke arah red carpet
"Sudah ku katakan aku tidak ingin melihatnya, Luna." Pungkas Arya dengan nada tinggi
"Coba lihat sekali ini saja, Kak. apa kakak yakin ingin menikahi wanita itu!"
"Apa maksudmu?" Tanya Arya heran
"Kakak coba lihat saja sendiri!" Ucap Luna memaksa
Atas permintaan Luna, dengan spontan Arya menolehkan kepalanya dan melihat wanita yang akan menjadi pengantinnya.
Saat dengan jelas Arya melihat wanita itu, tubuhnya sudah panas dingin menatap apa yang terjadi saat ini.matanya membulat sempurna sangat tercengang dengan perasaan campur aduk mengenali orang yang ada di hadapannya saat ini.
__ADS_1
"DIA...!!" Pungkas Arya terkejut, tercengang dan lain-lain yang bercampur aduk