
Mereka telah sampai di Malaysia.
Hingga siang hari telah tiba. Mereka menyempatkan diri untuk makan siang pergi ke Restaurant menikmati sajian makanan Malaysia.
Ansel terlihat sangat senang sepanjang pagi ini. Dia makan dengan lahapnya. Setelah selesai makan siang, mereka melanjutkan liburan mereka.
Ansel begitu lengket dengan Arya dan juga Arsen. Melupakan ibunya yang berjalan di belakang mereka.
Arya menoleh ke belakang, mencari-cari keberadaan Dini. Senyum tipis tersungging di bibirnya. Dia segera meraih tangan Dini dan menggenggamnya.
"Jangan jauh-jauh. Nanti Kau hilang." Arya berkata lucu.
"Sudah tua, tidak mungkin hilang." Dini menjawab sewot. Tapi dia tidak menolak genggaman tangan Arya. Dia membiarkan tangannya di genggam oleh Arya. Dadanya kembali berdebar-debar. Tangannya menjadi panas. Dia menjadi begitu gugup.
Sungguh perasaan yang bodoh. Laki-lak itu sudah mengekplore seluruh tubuhnya, bahkan bagian yang tidak di ketahuinya. Tapi mengapa dia jadi berdebar-debar hanya karena di tangannya di genggam? Perasaan apa ini? Perasaan yang benar-benar bodoh.
Saat ini mereka sedang berada di kebun binatang. Ansel meminta untuk melihat Jerapah. Dan Arya mengabulkannya. Dia membawa kedua Anak kecil itu ke taman Jerapah.
"Ibu!! Ibu!! Lihat itu Jerapah! Mereka tinggi sekali!!" Ujar Ansel kegirangan
Beberapa jerapah tersebut dilepaskan secara bebas di sebuah lahan hijau yang luas dan sangat jinak. Sehingga para pengunjung bisa langsung memberi makan dan melihatnya dalam ruangan bebas diselingi dengan penjagaan yang ketat oleh pawangnya.
"Aku ingin berfoto dengan Arsen bersama jerapah itu!!" Ansel menunjuk-nunjuk kegirangan
Melihat secara langsung hewan favoritnya membuatnya sangat antusias.
__ADS_1
"Ya, Kau dan Arsen berdiri di sana ya. Ibu akan ambil fotonya." Ujar Dini menuruti keinginan anaknya
Ansel pun menarik tangan Arsen mengajaknya berfoto secara paksa. Sebenarnya Arsen sangat malas tidak bergairah dan juga tidak ingin berdebat, hanya saja ia tidak ingin berbicara kali ini, ia menuruti keinginan teman mengenalkannya itu.
Dini sudah mendapatkan foto mereka. Saudara kembar yang berada satu frame dalam sebuah kamera. Begitu menyayat hati melihat Ansel berfoto sambil merangkul kakaknya.
"Bersama paman tampan juga. Ayo paman! Ikut kami berfoto juga dengan jerapah. Jerapah juga mengatakan padaku ingin berfoto dengan paman tampan." Ajak Ansel sambil terkekeh
"Tidak. Kalian berdua saja yang berfoto." Tolak Arya yang melihat Dini hanya sebagai fotografer dan tidak masuk dalam frame mereka
Setelah berdebat sedikit, akhirnya Arya mengalah. Dini pun mengambil foto kedua anaknya bersama dengan Arya. Fotonya terlihat sangat kaku, di mana Arya dan Arsen tampak tidak memperlihatkan senyumnya sedangkan Ansel yang berada di tengah terlihat tersenyum lebar menatap kamera. Jika foto ini bertema model mungkin Arya dan Arsen akan cocok menjadi modelnya, karena swapfoto mereka tampak gagah bak model internasional dengan raut wajah tanpa ekspresi.
Mata Dini tiba-tiba berkaca-kaca. Dia melihat ketiga pria itu dengan tatapan sendu. Kedua wajah yang tampak mirip itu tampak bersanding di depannya. Membuatnya ingin memeluk ketiganya.
"Wah, serasinye keluarge. Ayahnya elok nan gagah. ibunya cantik, anak lelakinya pun kacak juga." Dini mendengar suara orang asli Malaysia di belakangnya. Dini melihat banyak orang yang memperhatikan mereka dengan tatapan kagum.
"Ayo sini!" Arya menarik tangan Dini, mengajaknya untuk bergabung dengan mereka.
"Iya Bu. Ayo foto bersama!" Ansel tampak bersemangat. Setelah mendapatkan paksaan sana-sini, akhirnya Dini mengalah dan foto bersama mereka.
Tangan Arya merengkuh pinggang Dini. Mereka benar-benar tampak seperti keluarga yang sangat bahagia dan serasi.
Foto itu berhasil di dapat yang dipotret oleh pengunjung yang asli berasal dari Malaysia. Dalam foto mereka tampak seperti keluarga yang sangat serasi. Semua orang menatap kagum ke arah mereka seperti pasangan seorang artis yang didukung oleh pengagumnya, apalagi ditambah kehadiran si kembar yang membuat mereka mendambakan personil anggota mereka.
...***...
__ADS_1
Selesai sudah mereka menghabiskan waktu libur di negara Malaysia dengan penuh keceriaan dan kebahagiaan menyelimuti mereka. Ini sudah saatnya mereka pulang ke negara asal mereka, saat pulang banyak sekali barang-barang yang mereka beli. Terlepas dari semua itu, Ansel sangat senang bisa membeli mainan yang banyak dari Malaysia dan di bawa pulang untuk memenuhi semua lemari koleksi mainannya.
"Anak-anak sudah tidur?" Tanya Arya pada Dini yang baru saja keluar dari kamar Arsen
"Sudah. Baru saja mereka tertidur setelah mengganti pakaian. Sepertinya mereka benar-benar kelelahan." Jawab Dini
"Tapi Aku belum lelah. Terutama bagian yang ini." Arya memeluk Dini dari belakang dan menempelkan kejantanannya yang sudah mengeras. Hampir tiga hari mereka tidak bercinta, tubuh Arya sudah sangat haus dan merindukan tubuh Dini.
"Ak-Aku yang lelah. Aku ingin tidur. Orang dewasa saja bisa lebih lelah dibandingkan anak-anak, Bukan?" Dini berusaha menghindar
Dia menjauh dari Arya. Tapi Arya tidak membiarkannya. Dia menangkap tubuh Dini dan mencium tengkuknya dari belakang.
"Aahh... Apa yang Kau lakukan?!" Pekik Dini
"Melakukan apa yang seharusnya di lakukan oleh pasangan suami istri, Sayang." Arya menjawab seenaknya
Mulutnya sibuk menggigit telinga Dini. Membuat tubuh Dini merinding dan bangkit oleh gairah.
Saat itu juga Arya tidak ingin mendengarkan penolakan Dini. Dia langsung menarik Dini pergi ke kamar. Arya tahu jika Dini hanya menghindarinya dan ia tetap bersikeras untuk menyalurkan hasratnya malam itu.
Malam itu mereka kembali bercinta. Percintaan pertama berlangsung penuh dengan gelora diawali dengan pemanasan gila.
Arya menuntaskan birahinya yang tak tersalurkan selama tiga hari. Menjelang dini hari, Arya kembali meminta jatah. Kali ini mereka bercinta dengan lembut. Saling mencintai dan menghargai tubuh satu sama lain.
Usai bercinta, Dini tampak sangat lemas. Dia melirik Arya yang telah tertidur di sampingnya. Sebenarnya dia ingin ikut tidur juga, Namun waktu sudah menunjukkan pukul 02.00 pagi hari, tapi dia khawatir akan bangun kesiangan dan tidak melakukan aktivitasnya sebagai seorang ibu yang membantu Arsen dan Ansel menyiapkan barang-barang sekolah.
__ADS_1
Akhirnya Dini memutuskan pergi ke kamar mandi untuk mandi. kurang lebih 15 menit berada dalam kamar mandi, saat selesai mandi dan sudah memakai pakaian sehari-hari lalu duduk di sisi ranjang, Rasa kantuk menyerang dan membuat matanya tidak bisa menahan mengantuk nya . Saking lelah dan remuk tubuhnya, begitu menyentuh kasur Dini langsung terlelap, menuju dunia mimpi yang sangat gelap. Ia tertidur pulas di sela waktu hanya dua jam tersisa saat orang lain sudah delapan 8 jam tidur dan akan terbangun!