Terbelenggu Oleh CEO Angkuh

Terbelenggu Oleh CEO Angkuh
S2 104 - Derita Dini


__ADS_3

Helikopter sudah pergi menjauh hingga hilang dari pandangan pulau yang pernah menaungi mereka dalam kegelapan. Antonio dan Lucas membawa wanita yang tak bersalah menuju ke tempat pengasingan berikutnya. Tak jauh berbeda dari keberadaan pulau pertama yang akan menahan wanita itu.


Di sebuah pulau, Malam itu sangat lah mencekam hanya terdengar desiran air pantai terombang-ambing saling menyentuh pasir, angin malam berhembus kencang masuk ke dalam sela sela lubang jendela. Kesepian! Itu yang dirasakan.


Dini terus meneteskan Air mata, rasanya sakit bila harus kehilangan orang yang sudah ia sayangi dan menyayangi dirinya, hatinya begitu sakit mengorbankan diri untuk kebebasan keluarganya.


Brak!


Pintu yang dipaksa terbuka tanpa permisi mendapati iblis yang tengah menghampirinya.


"Kau pasti akan menyukai hadiah ku kali ini. Hadiah yang sangat spesial untukmu dan calon bayimu." Ujar Lucas memberikan iPad untuk dilihat Dini dari layar yang sedang ditampilkan


Sebuah video berita menampilkan Arya yang didatangi polisi, tangan diborgol, kericuhan yang terjadi di depan mansion dengan masyarakat yang berbondong, ia ditahan atas tuduhan pembunuhan.


Berita ini masih hangat dan menjadi trending topik. Tak banyak masyarakat setuju dengan tuduhan pembunuhan yang mengharuskannya di penjara. Dalam kolom komentar banyak yang membuat aspirasi dan pandangannya jika Arya tidaklah bersalah, mereka mendukung pembunuhan ini. Arya malah diagungkan sebagai pahlawan yang memberantas kejahatan. Sekiranya Arya tak sendiri, banyak orang dibelakang yang mendukungnya. Hukum tetaplah hukum dan keadilan tetap harus ditegakkan, begitulah bicara hukum.


Dini kembali kecewa. Ia sudah putus asa mendapati informasi suaminya telah di penjara setelah beberapa jam dibebaskan dari neraka. Melihat suaminya terlihat pasrah, Dini sehancur-hancurnya bodoh telah mempercayai tipu daya iblis.


Frustasi, marah, kesal, teriak, semua bercampur rata dalam hati yang ingin sekali mencakar Antonio dan Lucas.


Ia kira suaminya akan bebas bersama yang lain dengan jaminan Dini bersedia menjadi tahanan mafia itu. Tapi ternyata, Arya tetap menderita dan bahkan mendekam di penjara. Ia tidak bisa membayangkan bagaimana keadaan keluarga di sana.


"Aku pikir kau akan baik-baik saja, atau bahkan kau sekarang melihatku baik-baik saja. Apa yang kau tanyakan, aku sampai tidak mengerti dengan semua orang yang ada di tempat ini. Ah ya! Aku lupa, ini tempat dengan nama nerakanya dunia, aku tidak habis pikir dengan semuanya." Ucap Dini yang kini malah tersedu-sedu, hingga tubuhnya bergetar hebat.


"Arya..." Gumam Dini dengan lirih dan air mata di pelupuk matanya sudah meluncur bebas membasahi pipinya yang merah kebiruan.


"Ck! Kau pikir dengan memperlihatkan air matamu itu, aku akan luluh? Jangan mimpi! Kau hanyalah tawanan yang akan menyusul kepergian semua keluargamu satu persatu. Seorang mafia terlahir sebagai iblis yang tidak ada pernah memiliki hati." Decak Lucas tersenyum smirk saat melihat air mata Dini mengalir dengan deras.


Lucas melihat wajah wanita itu sudah berubah karena ulahnya yang memukul tanpa perasaan, tapi ia kembali ingat akan kematian sahabatnya Richo. Mengingat hal itu, rasa benci dan balas dendam yang ada di hatinya bercampur dengan balas dendam tuannya Antonio, kembali bergemuruh.


Ya, Lucas tidak akan membiarkan siapapun yang mengusik hidupnya lolos begitu saja, Tidak akan membuat Antonio kecewa, dan akan membuat para tawanannya yang akan memilih cara kematian mereka sendiri.


"Lucas, Aku mohon. Tubuhku sudah sangat sakit. Berharap semuanya akan baik-baik saja setelah memutuskan pergi bersama kalian. Ternyata tidak, kalian malah menjerumuskan suamiku ke penjara. Tolong lepaskan dia!" Pinta Dini memelas sambil terisak

__ADS_1


"Hallo, Wanita kecil! Apa kau senang dengan hadiah kami saat ini." Suara barito datang menampilkan Antonio yang masuk, dan tawa mereka yang langsung mengejek


"Tentu saja dia senang, Tuan. Melihat suami telah berteman dengan narapidana akibat kebodohannya sendiri." Balas Lucas ikut mengejek


"Seharusnya kalian yang dipenjara. Karena kalian berdua adalah orang jahat yang sebenarnya. Kalian adalah mafia yang tidak mengenal zaman masih menggunakan kejahatan tak berhati di dunia ini." Ketus Dini


"Hahaha... Bukan mafia namanya jika mereka berhasil tertangkap oleh seorang polisi yang tidak ada apanya dengan kami. Masuklah ke kelompok ku, Aku sendiri yang akan mengajarkan bagaimana bertindak kejahatan tanpa meninggalkan jejak." Kata Antonio


"Aku tidak habis pikir mengapa bisa tuhan menciptakan kalian berdua." Hardik Dini


Antonio menyunggingkan senyumnya.


"Lucas, bermain-mainlah dengannya. Tak peduli melihat bagaimana kondisinya saat ini. Anggap saja ini hadiah untukmu dariku, membawakan wanita yang bisa kau mainkan." Ujar Antonio pergi setelahnya


"Tentu saja Tuan, hadiah anda kali ini membuat seluruh tubuhku bergetar." Tergelak Lucas


"Hatiku juga sakit Arya, bahkan sudah hancur tanpa sisa." Batin Dini


Teriak Dini saat Lucas menarik rambutnya sampai beberapa helai terlepas dari kulitnya.


"Benarkah? Jika begitu aku akan menambah rasa sakit mu supaya kau lebih hancur." Ucap Lucas seolah mendengar suara batin Dini, dengan santai sambil meneliti tubuh Dini dari bawah kaki sampai kepala.


Srekk!


Lucas merobek dress yang dipakai Dini dengan satu kali tarikan. Dini yang sudah tidak bertenaga untuk melawan hanya bisa memejamkan matanya yang sudah basah karena menangis. Energinya sudah habis satu minggu ini terus menderita.


"Aku rasa kau berbohong. Kau begitu mencintai suamimu tapi kau tidak mengelak saat ada laki-laki yang menyentuhmu. Sekiranya kau kasihan pada bayi yang sedang kau kandung. Betapa menangisinya ia di dalam, melihat ibunya yang menjual diri." Geram Lucas mencengkram dagu Dini, membuat wanita itu meringis kesakitan.


"Lucas, sakit." Ringis Dini saat Lucas mulai kehausan dan menuntun Dini ke arah tempat tidur.


Brukk!


Dini yang sudah terbaring di atas tempat tidur, membuat Lucas tidak sabar dan segera melepas pakaiannya juga. Tanpa pemanasan terlebih dahulu, Lucas langsung menancapkan tombaknya sampai ke dalam dengan cepat, membuat Dini menjerit kesakitan, seperti pertama kali Lucas melakukan hal itu.

__ADS_1


"Lucas, sakit. Lepaskan, aku mohon. Aargh!" Jerit Dini yang dihiraukan oleh Lucas


"Kau terlalu berisik." Ucap Lucas yang terus menusuk-nusukkan tombaknya dengan sangat cepat.


Hampir satu jam Lucas menusuk-nusuk, akhirnya ia sudah selesai dengan aksinya.


Sedangkan Dini, wanita itu lemas tak berdaya bahkan untuk membuka mata saja ia tak mampu. Melihat hal itu, Lucas kembali menyeret Dini ke kamar mandi dan membaringkan wanita itu di dalam bath up sana.


Srrrr!


"Arrgghh! Panas, panas! Tolong panas!" Teriak Dini saat merasakan air panas mengguyur tubuhnya, yang memang sudah penuh dengan luka dan memar, kini malah harus di siram panasnya air mendidih.


Hahaha!


Tawa Lucas menggelegar di seluruh sudut ruangan kamar mandi tersebut, saat melihat wanita lemah itu kini menjerit kesakitan.


"Apa kau sudah sadar?" Tanya Lucas sambil tersenyum smirk pada wanita yang sudah kulitnya melepuh.


"Lucas, hentikan aku mohon. Ini sangat sakit." Ringis Dini, ia rasa kematian jauh lebih baik daripada hidup saat ini.


"Ini hukuman karena kau malas saat melayani ku." Ucap Lucas geram


"Apa yang harus aku lakukan? Aku telah dilecehkan. Pria lain sudah menjelajah tubuhku. Kini aku sedang hamil, dan dia tidak mempedulikan itu." Isak Dini


"Hahaha... Sekiranya aku membantu jalan keluar persalinan mu nanti agar lebih mudah. Jika kau masih bersama suami mu, dia tidak berdaya untuk hanya melakukan ini." Ketus Lucas


"Lucas, Aku mohon lepaskan aku, atau kau bunuh saja aku. Aku sudah tidak sanggup lagi." Ucap Dini dengan suara yang lemah


Lucas menghiraukan. Ia pergi keluar meninggalkan wanita itu.


Matanya terus mengikut arah punggung pria itu pergi, hingga punggung lebar dan kokoh tak jauh berbeda dari suaminya itu menghilang dari pandangannya.


Kejadian ini mengingatkannya pada beberapa tahun silam saat ia menikah dengan Arya. Sama persis dalam memorinya Arya juga melakukan hal seperti ini, menyiraminya dengan air panas hingga membuat kulitnya melepuh. Tapi rasa sakit, tak seperti saat Arya yang melakukannya. Lucas lebih pedih untuk dirasakan.

__ADS_1


__ADS_2