Terbelenggu Oleh CEO Angkuh

Terbelenggu Oleh CEO Angkuh
95. Tubuhmu!


__ADS_3

Kembali ke rumah Pak Jonathan.


Rumah itu sudah kembali bersih dan tidak berantakan kembali. Karena Bu Clara meminta pembantunya untuk membersihkan pecahan kaca, dan membereskan barang-barang yang berhamburan pada tempatnya kembali.


Pak Jonathan sudah kembali ke rumahnya, dan sedang berlenggang masuk.


Hiks....Hiks


"Ibuu...Aku ingin menikah dengan, Arya. Aku ingin tetap Arya menjadi milikku seutuhnya. tapi, wanita itu merebut nya dariku." Ucap Valerie sambil menangis dalam pelukan, di dada ibunya


"Iya, Nak. tenangkan dirimu! Ayahmu sedang pergi bertemu Arya, Ayahmu akan menangani semuanya. Jadi, kau tidak perlu khawatir. ibu pastikan Arya akan takluk pada ayahmu."


"Tapi, Bagaimana jika Arya tidak ingin aku menjadi kekasihnya kembali, Bu. Apa yang akan ku lakukan di dunia ini?" Ujar masih sedih Valerie


"Itu Ayahmu sudah pulang! Kau tanyakan saja pada ayahmu!" Ujar Bu Clara


"Ayah, Ayah sudah pulang? Bagaimana, Apa Arya ingin mendengarkan perkataan, Ayah? Valerie melepaskan dekapan dari ibunya. Dia langsung berlari menghampiri ayahnya


"Sebaiknya kau mencari pria lain yang lebih baik di bandingkan Arya bajingan itu!" Sarkas Pak Jonathan


"Sudah ku duga jika Arya memang keras kepala. Dia sudah tidak mencintai dan menolak ku. Apa yang harus aku lakukan setelah ini ayah? Aku tidak ingin menikah dengan pria manapun selain Arya." Menangis histeris Kembali Valerie


"Sudah ayah katakan padamu, Valerie. masih banyak pria di luaran dunia ini yang lebih baik darinya. Sampai kapanpun dia tidak akan melepaskan istrinya yang sekarang, tidak mudah baginya juga saat ini untuk menikahi dirimu. Kau harus mengikhlaskan Arya dengan wanita lain, Arya bukan jodohmu. Memangnya kau ingin jika kau menjadi istri kedua untuknya?" Tanya pak Jonathan


"Apapun itu, Asalkan aku bersama Arya."


"Kenapa kau sangat tergila-gila padanya, Valerie? Ayah tidak setuju jika kau harus menjadi istri kedua untuknya."


"Maka dari itu lakukan sesuatu agar Arya menjadi milikku seutuhnya." Teriak Valerie


"Tenanglah! Ayah ingin menjelaskan sesuatu padamu." memegang kedua bahu Valerie


"Apa yang perlu di jelaskan lagi, Ayah? Semuanya sudah sangat jelas, bahwa aku tidak ingin menikah selain dengan Arya."


"Iya, Ayah tahu. Tapi, dengarkan apa yang ingin ayah katakan padamu dulu." Ujar Pak Jonathan membawa Valerie duduk di sofa


"Cepatlah! Apa yang ingin Ayah katakan? Aku sangat malas untuk melanjutkan kehidupan ini." Ujar Valerie


"Begini............" Pak Jonathan menjelaskan semuanya, yang sangat didengarkan dengan seksama dan serius oleh Valerie


*


*


*


"Apa?? Ayah tidak sedang berbohong padaku?" Girang Valerie seketika


"Untuk apa ayah membohongi putri ayah. Arya sendiri yang mengatakan hal itu pada ayah. Arya, Juga sempat mengatakan untuk kau tidak perlu khawatir, Ayah diminta untuk menenangkan dirimu dan mencoba memberikan pengertian padamu."


"Aku tidak percaya akan hal ini. Aku sama sekali tidak menyangka jika Arya...


ibu, ayah, aku sangat senang hari ini. Ayah terima kasih atas bantuan mu. Aku sayang Ayah!" Jawab Valerie girang dengan meloncat-loncat sambil memeluk kedua orang tuanya


"Aku senang jika kau bahagia seperti ini, Nak." Ujar Bu Clara

__ADS_1


"Jadi, Ayah tadi berbohong dengan meminta ku untuk meninggalkan Arya?" Tanya Valerie


"Iya. Ayah sengaja." Kekeh Pak Jonathan


"Ayah ini! kenapa manusia sekarang pintar bersandiwara." Ujar Valerie


"Itu untuk tujuan yang sedang mereka rencanakan!" Jawab Pak Jonathan dengan tersenyum penuh arti


"Aku akan menemui Arya sekarang." Ujar Valerie bergegas pergi mengambil tasnya. Namun, ditahan oleh Pak Jonathan


"Tidak sekarang, Valerie. Kau tidak boleh menemui Arya untuk beberapa hari."


"Tapi, Ayah, Aku ingin bertemu dengannya." Rengek Valerie


"Iya, Ayah tahu kau tidak bisa menjauh sebentar saja padanya. Tapi, hanya untuk beberapa hari.setelah itu, ayah tidak akan melarang dirimu untuk menemui, Arya."


"Baiklah,,,Baiklah,,, Aku tidak akan menemui Arya sekarang dan untuk beberapa hari." Jawab Valerie


...***...


Pukul 17.00 WIB


Dini sudah berada di dapur untuk menyiapkan makan malam Arya sekaligus dirinya. Dia semakin produktif menjadi istri yang baik untuk suaminya.


Dia sudah menyangka jika Arya akan pulang sebentar lagi, maka dari itu dia sudah menyiapkan keperluan mandi dari air cukup panas sambil menunggu Arya agar tidak dingin untuk mandi setelah kepulangannya nanti.


Ding...dong...


Tak lama kemudian suara bel terdengar. Dini bergegas untuk membuka pintu.


"Tuan, Sudah pulang?" Ujar Dini mendapati Arya yang sudah berdiri di depan pintu


"Iya, semuanya baik-baik saja." Jawab Dini


"Syukurlah. Aku sangat khawatir memikirkan mu di rumah sendirian."


"Biarkan saya yang membawa tas, Tuan. Tuan ingin mandi dulu? Saya sudah menyiapkan semuanya." Tanya Dini


"Iya, tubuhku selalu lengket. Jika aku tidak mandi, aku takut kau enggang memeluk diriku." Ujar Arya yang membuat pipi Dini memerah


"Tu-tuan bisa langsung mandi. Saya akan menyiapkan makan untuk, Tuan." Ujar Dini berlalu ke dapur meninggalkan Arya


Sedangkan Arya pergi ke kamarnya untuk mandi.


*


*


*


Dalam bathtub Arya tersenyum-senyum sambil merebahkan dirinya merendam di dalam.


"Perlahan-lahan Dia akan menerima perlakuan baik ku. Dia akan menganggap jika aku sudah berubah dan benar-benar menyadari kesalahan ku padanya. Aku harap dia semakin mengenal diriku bagaimana ke depannya!" Ucap Arya dengan tersenyum penuh arti dengan simpul penuh tanda tanya


Setelah 20 menit dalam kamar mandi. Arya keluar dengan memakai bathrobe nya.

__ADS_1


"Dia tadi mengatakan sudah menyiapkan semua keperluan untukku dari mandi sampai setelah mandi. Lalu, di mana pakaian ku? Akan ku beri sebuah kesan yang tidak akan dia lupakan untuk selama-lamanya."


"Diniii....!!" Teriak Arya memanggil


"Iya. sebentar, Tuan." Jawab Dini


"Cepatlah! Aku membutuhkan bantuan mu!" Teriak Arya lagi


Dini segera menaiki anak tangga menuju kamar Arya.


Ketika sampai di kamar Arya.


"Ada apa, Tuan?" Tanya Dini


Namun, didapati tidak ada siapa-siapa di dalam kamar Arya. Dini mencari Arya di dalam setiap ruangan Kamar Arya. Di ruang pakaian, di kamar mandi, Arya tidak ada di mana pun.


"Ke mana Tuan pergi? Di kamar mandi sudah kosong dan di ruang pakaian pun tidak ada." Bingung Dini matanya menelisik sekitar


"Tuan?! Tuan, Kau di mana?" Teriak Dini memanggil


Tak di sangka pintu kamar Arya tertutup dengan sendirinya.


"Hahhh...Siapa kau?" Kejut Dini ketakutan


"Tuan, tuan ada di mana? Aku sudah datang! Apa yang tuan butuhkan?" Terus teriak Dini. Namun, tidak ada jawaban sama sekali


Suasana semakin mencekam kala Dini merasakan tubuh dan bulu kuduknya merinding seketika. Hembusan napas terdengar dekat olehnya, dan derunya membuat tengkuk leher Dini dingin. Ia merasakan Jika ada seseorang di belakang nya saat ini.


Dalam sekali tarikan, Arya sudah membalikkan posisi Dini menghadap ke arahnya.



"Tuan, Kau membuatku terkejut saja." Canggung Dini


Tanpa menjawab Arya menarik Dini semakin ke dekapannya.


Lahan perlahan tanpa sadar, seseorang menarik tangan Dini dan membuat mereka terjerembab di atas ranjang super king size itu.


Kyaaa...!!


Brukk..!!



"Tu-tuan, K-kau?? ke mana tadi tuan pergi?" Kejut Dini menstabilkan debaran jantungnya yang berdetak dengan cepat akibat keterkejutan yang mendadak itu. Dia sangat tersenggat saat seseorang menarik dirinya


"Kau selalu terkejut! maafkan aku." Ujar Arya sambil menyibakkan rambut Dini ke sisi telinganya


Arya juga tidak segan memainkan pipi Dini dengan membelainya. Dirasakan geli oleh Dini. Jantungnya semakin berdegup kencang kala posisi Arya yang menghimpitnya di atas, dan memainkan pipi dirinya.


"Sa-saya, Saya harus pergi." Ujar Dini bangkit. Namun, tertahan oleh tenaga Arya yang sangat kuat, Tidak sebanding dengan tenaga Dini yang berusaha menjauh sampai dia tidak bisa menghindari Arya


"Kenapa pergi? Aku ada di sini. untuk apa kau pergi? Kau lupa jika aku membutuhkanmu tadi." Ujar Arya berbisik di telinga Dini sampai merasa geli


"Tu-tuan, Apa yang kau butuhkan." Tanya Dini gugup, tidak nyaman dengan posisi saat ini

__ADS_1


"Aku membutuhkan tubuhmu!" Ujar Arya dengan vulgar berbisik di telinganya


Deg...!!


__ADS_2