
Singapore Berada~
Oek...oeekk...
Suara bayi menangis memenuhi seisi ruangan bayi, Yang mungkin terganggu dengan kehadiran keluarga besarnya.
"Kakak sepertinya dia lapar, maka dari itu dia terus menangis." Ujar Dini
"Sepertinya begitu. Tapi aku sudah mencoba untuk memberinya asi, tapi dia menolaknya dan terus menangis." Jawab Jihan sambil ingin bangkit dari duduknya untuk mengayun bayinya
"Biarkan aku mencoba menenangkannya.kakak pasti sangat lelah, biarkan aku yang menggendong dan mengayunkan nya. kakak lebih baik duduk saja."
"Kau bisa adik? tidak apa, aku takut merepotkan mu." Ujar Jihan sungkan
"Kakak tidak perlu sungkan.aku senang jika membantu."
"Baiklah, ini." Memberikan anaknya pada pangkuan Dini
Dini mengambil keponakannya itu dengan hati-hati ke dalam pangkuannya.keharmonisan antar sepupu ipar terjalin baik di lihat oleh semua orang di sana.
Bayi yang terus terdengar menangis, seketika diam saat dalam pangkuan Dini. semua orang pun terheran mengapa bisa begitu.
"Ehh, Izaan Langsung terdiam saat Dini memangku dirinya." Ujar Nek Arini
Ya, Nama anak Jihan dan Haidar adalah Izaan Al-Haidar Pratama.
"Iya, Sepertinya dia tahu mana orang cantik. masih kecil dia sudah belajar genit pada wanita." Kekeh Bu Alma
__ADS_1
"Sebagai ibunya, Aku cemburu jika anakku tidak mengenali ibunya sendiri dan malah tenang saat dipangkuan orang lain." Bercanda Jihan juga
"Tidak apa. Aku bisa menerima jika Izaan memiliki 2 orang ibu." Kata Haidar yang baru datang, berdiri di depan pintu
"Tapi bukan 2 istri bagimu.hahah... Dini adalah istrinya Arya dan menantu kesayangan ku.kami tidak akan membiarkan dia jatuh pada tangan orang lain." Tawa Bu Amira dilanjutkan tawa bersamaan semua orang termasuk Jihan yang tidak terlalu membawa perkataan suaminya sampai ke hati
Dini bersikap tenang dan tidak menunjukkan ekspresi Tertawa sama sekali. Dia terus berdiri sambil mengayun Izaan yang terlihat tenang dan mulai terlelap tidur.
"Bibi, Apa Arya tidak datang?" Tanya Haidar pada bibinya Bu Amira
"Tidak, Haidar. Kau tahu sendiri bagaimana sepupumu itu."
"Sangat disayangkan sekali.keponakannya lahir, dia tidak datang untuk melihatnya." Kecewa Haidar
"Sewaktu-waktu kami akan datang ke mari jika anggota keluarga kami lengkap. Darwin, Luna akan kami ajak untuk ikut jika Darwin sudah menyelesaikan pendidikan nya." Ujar Bu Amira
"Oh, iya.aku lupa mengenai Darwin. Bagaimana kabarnya, apa dia masih di Amerika?"
"Itu sangat bagus. Dengan begitu nanti kita akan membuat rencana untuk kepulangan dia ke Indonesia untuk selamanya. mungkin kami juga akan datang ke Indonesia nanti. ini akan menjadi acara keluarga terbesar dan menyenangkan." Senang Haidar
"Membayangkannya itu sudah membuat diriku merinding.aku akan terbang lagi menuju Indonesia." Ucap Nek Arini
"Aku akan menunggu kalian datang ke mansion ku. Dan mungkin ini sudah saatnya untuk kami kembali pulang." Ucap Bu Amira
"Pulang?! Kenapa begitu cepat? Menginap lah beberapa hari, menantu juga baru datang." Ucap Bu Alma
"Iya, Bibi. kenapa kalian harus cepat pulang.menginap saja beberapa hari di sini, kami senang jika kalian ada di sini lebih lama." Ucap Anna
__ADS_1
"Tidak bisa.aku inginnya seperti itu, tapi kami harus segera kembali." Ujar Bu Amira
"Padahal jika kalian lebih lama di sini.aku ingin mengajak menantu berkeliling rumah ini, Di sini ada penangkaran kuda di halaman belakang. Apa kau bisa menunggangi kuda, menantu?" Tanya Nek Arini pada Dini
"Tidak, Nenek." Jawab singkat Dini
"Mintalah Arya untuk mengajarinya.dia mahir sekali menunggangi kuda layaknya seperti pangeran kerajaan.saat kecil, jika dia datang ke sini, bisa seharian dia bersama kakeknya di penangkaran kuda.dia belajar menunggangi dan mencoba merawat kuda bersama kakeknya. Jika perlu kau bisa menemui kakek mu di sana, mungkin dia ada bersama ayah mertuamu."
"Tidak perlu, Nenek. Lain kali saja." Jawab Dini bukan menolak. Namun, perasaannya dari sejak awal pertama datang terus meronta ingin pulang dengan perasaan tidak tenang. karena khawatir menduga Arya pasti menyadari dirinya tidak ada
"Baiklah, tidak apa-apa. Lain kali saja kau datang bersama Arya bertemu dengan Nenek.terlihat dari wajah menantu sepertinya dia ingin segera cepat pulang yang pasti sudah rindu dengan suaminya." Goda Nek Arini
"Sepertinya juga Arya terus memikirkan istrinya di sana. Nyatanya suami istri ini tidak bisa terlalu lama berpisah." Ujar Bu Alma menggoda juga
"Ibu, aku tidak membawa apa-apa dari Indonesia untuk kalian.kami sangat mendadak datang ke sini sampai kami sendiri tidak memberitahu orang di mansion jika kami akan pergi.aku juga tidak membawa apa-apa untuk anak Jihan, mungkin akan ku kirimkan sesuatu untuk anaknya Jihan dari Indonesia." Kata Bu Amira
"Iya. Tidak perlu membawa apapun kemari.datang untuk menengok saja sudah cukup, lain kali kalian datang bersama Arya dan Luna." Kata Nek Arini
"Iya, Ibu. Dini ayo kita pulang, Nak." Ajak Bu Amira
Dini pun memberikan Kembali Izaan pada pangkuan Jihan.
Setelah seharian menghabiskan waktu di Singapore untuk menengok anak Jihan yang baru lahir. Pada Pukul 17.00 WIB Bu Amira memutuskan untuk pulang.
Dalam menempuh waktu 1 Jam menggunakan Jet Pribadi, mereka sudah bisa sampai di Indonesia dan mansion mereka masing-masing.
Dengan datangnya Dini ke Singapore dan menjadi bagian anggota keluarga besar mereka, bukan termasuk impian yang Dini pernah bayangkan.mendapatkan Keluarga dan mertua yang tidak segan memperlakukannya dengan baik, hal yang patut ia syukuri walaupun tidak dengan suaminya.
__ADS_1
Banyak sekali kesan yang dia dapatkan hari ini dari keluarga ibu mertuanya.