
"Besok kita akan melangsungkan pernikahan kita secara sederhana saja di gedung."
"Iya, Tidak apa-apa. Asal sudah menjadi istrimu saja aku sangat bahagia. Tidak perlu melangsungkan pernikahan secara mewah karena akan menguras banyak uang."
"Apa keluargamu juga akan menghadiri pernikahan ini?"
"Aku rasa tidak. Tapi kau tenang saja, pernikahan ini akan menjadi pernikahan yang sebenarnya karena aku akan mempublikasikan pernikahan ku kali ini. Semua orang akan menganggap jika aku sudah menikah, Dan kau adalah istriku."
"Benarkah? Aku senang jika pernikahan ini tidak ditutup-tutupi dari publik."
"Untuk apa aku menutupi pernikahan ini. Aku ingin dicap sebagai orang yang sudah menikah dan bukan pria lajang lapuk lagi."
"Apa semua orang akan bangga apalagi kaum wanita yang mengidolakan mu menikah dengan seorang wanita pujaan hatinya. Aku tahu kau banyak fans, dan biasanya mereka fanatik sampai tidak ingin melihat idola mereka menikah."
"Aku bukanlah aktor yang muncul di layar televisi dan diidolakan lalu di puji karena main peranku. Aku juga bukan seorang idol K-Pop berkebangsaan Korea Selatan yang sangat diidolakan. Untuk apa mereka mengidolakan ku?"
"Tapi kau pria yang tampan. Kau diidolakan karena ketampanan dan juga sudah memukau semua orang dengan kehebatan mu dalam memimpin dunia bisnis. Kau adalah rajanya para CEO." Puji Valerie yang berlebihan
"Jangan berlebihan seperti itu memujiku. Aku yakin kau juga banyak pria yang sangat mengidolakan mu, Kau seorang aktris dan juga model yang hebat. Aku tidak yakin jika sebagian dari mereka tidak terlalu fanatik padamu."
"Aku jadi tidak ingin memiliki seorang suami yang banyak penggemarnya. Bisakah aku mundur dan mencari pria lain saja,,,hhhh." Kekeh Valerie
"Kau dengar itu anakku. Ibumu ini sangat nakal sekali sampai tidak ingin menikah dengan ayahmu." Kata Arya mendekatkan kepalanya di perut Valerie
Esok harinya pun Arya dan Valerie menikah di gedung yang di desain mewah namun, diperhelat secara sederhana. Banyak sekali tamu yang datang terutama teman Arya, klien Arya dan inti dari orang yang mengenal mereka.
Pernikahan yang kedua ini tanpa banyak orang lain tahu sebenarnya, yang hanya tahu adalah pernikahan Arya pertama yakni dengan Valerie membuat banyak para wartawan yang memotret dan menyiarkan berita pernikahan Arya. Hal itu membuat jagad raya sangat antusias dan ikut berbahagia atas pernikahan Arya. Dalam sebuah aplikasi baca dan sosial media menjadi trending topik yang diisi dengan komentar ucapan selamat.
"Hiks...Hiks... Bagaimana hidupku selanjutnya? Kenapa nasibku menderita seperti ini." Kata Dini menangis dipojokkan yang hadir atas perintah Arya untuk menjadi pelayan melayani para tamu
"Din, Maksudku Kakak ipar." Darwin menyadari jika Dini sedang menangis, sehingga ia memutuskan untuk menghampirinya
Dini yang sedang menangis menjadi terhenti dan segera menyeka air matanya.
"Tuan Darwin, Anda di sini juga." Ujar Dini sibuk menghapus air mata dan tidak ingin memperlihatkan pada orang lain
"Kenapa kau menangis?" Tanya sendu Darwin
"Siapa yang menangis? Aku tidak menangis."
__ADS_1
"Lalu, kenapa matamu memerah?"
"Ini hanya kelilipan saja, tadi ada debu yang masuk ke mataku sampai pedih." Bohong Dini
"Bohong, Tadi aku melihatmu menangis."
"Maaf, Tuan Darwin. Saya harus melayani tamu yang lain." Ujar Dini menghindar
"Tunggu, Din!" Darwin menarik tangan Dini dan menahannya
Dini terhenti karena tertahan.
"Cobalah untuk pikirkan sekali lagi, ini bukan hanya keseharian mu, tapi masa depanmu juga. Kau tidak mungkin hidup bersama kakakku dengan orang ketiga." Kata Darwin
Pernyataan Darwin itu membuat Dini menjadi tak kuasa menahan air matanya lagi.
Hiks...Hiks...
"Menangislah sekuat-kuatnya, Jangan pernah menahannya." Peluk Darwin pada Dini
"Aku tidak tahu bagaimana menjalani kehidupan setelah ini. Rasanya aku ingin pergi saja dari dunia ini, dengan begitu aku akan terlepas dari masalah yang terus menggerogoti ku."
"Tuan Darwin, Bawa aku pergi dari sini. Aku tidak sanggup lagi harus hidup dengan kakakmu."
Baru saja selesai bicara, Dini sudah tertarik dengan kasar sampai terlepas dari pelukan Darwin.
Plakk!!
Tamparan keras mendarat di pipi terdengar menggema di sisi ruangan itu.
"Dini!!" Langkah Darwin yang baru sejengkal, sudah mendapatkan pukulan lebih dulu
"Dasar wanita ******. Dengan terang-terangan kau berselingkuh dengan pria lain." Hardik Arya
"Kenapa kakak menamparnya?" Tanya Darwin dengan emosi
Hiks...hiks...
"Kau yang sengaja memanfaatkan kesempatan. Pria yang sama tidak tahu diri sudah berusaha mendekati wanita yang sudah menikah."
__ADS_1
"Apa bedanya dengan kakak yang menikah dan berselingkuh walaupun sudah memiliki istri. Kenapa kakak hidup menjadi pria yang tidak tahu diri."
"Kau sudah berani memutar balikkan kenyataan."
"Ya! Pria seperti dirimu tidak pantas untuk dihormati, Kau pria brengsek yang baru aku temui di dunia ini." Lawan Darwin
"Kau juga pria bodoh yang mencintai seorang wanita tidak berpendidikan seperti dia." Lawan Arya
"ARYAAA!!! (Darwin berteriak sampai urat dilehernya terlihat) Jangan pernah kau menghina wanita baik dibandingkan wanita busuk yang kau cintai itu."
"Memang benar, dia adalah wanita yang hanya bisa bertopang hidup pada kekayaan keluarga kita."
Seekor singa yang sudah diganggu ketenangannya, membuat Darwin ingin memangsa kakaknya sendiri.
Hiaaaattt...
Darwin melayangkan pukulan pada Arya sampai membaku hantam terjadi di tengah pernikahan.
"CUKUPPP! HENTIKAN SEMUA INI." Teriak Dini sangat kencang
Pertengkaran mereka pun terhenti seketika.
"Jangan pernah pria biadab seperti dirimu melukai pria baik seperti dirinya. Kau dengan adikmu ini tidak ada perbandingan yang orang lain dapat memilih dirimu. Aku sudah sangat sabar menghadapi sikapmu yang kejam itu, dan sekarang aku tidak akan menjadi wanita lemah yang tunduk pada pria seperti dirimu."
"Kau sudah berani padaku!" Gertak Arya memelototi Dini
"Kenapa? memangnya siapa dirimu, kau bukan tuhan yang membuatku terlahir ke dunia ini, kau juga bukan malaikat yang sewaktu-waktu mencabut nyawaku."
Plakkk!
Kedua kalinya Arya tak segan menampar wajah Dini kembali.
"Pria kasar seperti dirimu tidak pantas untuk terlahir ke dunia ini. Kenapa kau tidak mati saja dengan begitu kau tidak membuat orang lain menderita karena kehadiranmu!" Terus Dini melawan
"Cukup bicaramu! Jika kau sekali lagi berkata, aku akan memotong kepalamu." Ancam Arya yang mudah dipahami akal dan bisa dilogika kan, bagaimana mungkin dia menjadi psikopat
"Din, Ayo kita pergi dari sini." Tarik Darwin membawa Dini pergi dari Arya
Tak ingin kalah dan tak ingin Dini pergi begitu saja, Arya berbalik mengejar Darwin yang membawa Dini pergi. Sampai kapanpun walaupun dia tidak menginginkan Dini, tapi dia tidak akan membiarkan Dini pergi begitu saja sebelum penyakitnya sembuh total.
__ADS_1