Terbelenggu Oleh CEO Angkuh

Terbelenggu Oleh CEO Angkuh
S2 100 - Pesawat Jatuh


__ADS_3

Arya tersiksa. Kini Antonio muncul di tengah-tengah mereka. Semua hal ini terjadi atas dasar Antonio yang ingin balas dendam pada Arya. Saat baru saja datang, ia langsung menghajar Arya yang sudah tidak berdaya masih beberapa kali ditendang olehnya sangat keras. Tubuhnya terguncang dan ia sendiri tak bisa melawan. Apalagi Keluarganya hanya sebagai penonton yang sama tak mampu berbuat apa-apa.


"Cepat katakan di mana Zayn? Gara-gara kalian menyembunyikannya, Istriku harus mendekam di rumah sakit jiwa. Ini semua gara-gara dirimu Malik!" Gertak Antonio menyebut Pak Malik


Lalu, berkata kembali


"Jika tidak karena kau mencoba membuat Zayn sembuh dari ingatannya, Zayn masih bisa menolong istriku. Istriku sudah menganggap Zayn sebagai putranya, tapi kalian egois menghancurkan kebahagiaan istriku." Marah Antonio lagi


"Kenapa kau menyalahkan kami dalam masalah ini. Zayn sendiri yang datang padaku jika dia sudah mengingat segalanya. Saat itu karena ulah mu sendiri yang mendorong Zayn hingga membentur ke pilar dan membuatnya mengingat ingatannya. Kau juga ada dalam peristiwa itu..." Jawab Pak Malik


"Kalian sudah bermain ulat denganku. Diam-diam kalian menyembunyikan kebahagiaan. Jika bukan karena Lucas, sampai saat ini aku menjadi bahan kebohongan kalian. Zayn putramu sudah mengkhianati ku... Kalian memang keluarga berdosa, satu keluarga membunuh anak buah kesayangan ku Richo, dan yang lainnya merebut kebahagiaan istriku." Pungkas Pak Antonio


"Ini semua terjadi karena Arya Pratama yang sok hebat ini. Tapi lihat dia sekarang, manusia lemah, terkutuk hingga tak berdaya di hadapanku." Ejek Antonio, dan sekali lagi ia menendang Arya


"Cepat katakan di mana Zayn?" Ucap Lucas bergiliran, ia adalah anak buah Antonio yang dibanggakan seperti Richo, dia juga sangat berkuasa dan kerap kali Antonio menyerahkan tugas sepenuhnya pada Lucas.


"Sudah kami katakan Zayn dan juga istrinya Luna sedang pergi ke luar negeri. 1 Bulan yang lalu mereka menikah dan memutuskan untuk honeymoon esoknya, hingga 1 bulan ini mereka belum pulang." Ujar Bu Amira memberitahu


"Satu bulan untuk honeymoon itu sangat lama, Tuan. Apakah benar Zayn pergi ke luar negeri atau mereka hanya mencari alasan bahwa dia melarikan diri." Mengadu Lucas


"Interogasi mereka untuk berkata jujur. Jika jawaban mereka masih tetap sama, bunuh saja mereka saat itu juga." Titah Antonio langsung pergi dari tempat itu


"Baik Tuan..." Jawab Lucas membungkuk saat Antonio berlalu pergi


Lucas memulai menginterogasi mereka untuk berkata jujur. Mula-mula menjawab dengan jawaban yang sama, malah Arya yang menjadi imbasnya ditendang oleh anak buah Lucas.


"Tolong, jangan sakiti suamiku, cukup kami saja yang mati, tapi tolong biarkan suamiku hidup." Pinta Dini memelas


"Kau terlalu banyak bicara." Ucap Lucas malas


Dorr! Dorr! Dorr!


Lucas kembali menarik pelatuk dan melayangkan tembakan sebanyak tiga kali ke plafon.


Kini seluruh keluarga ketakutan dan memilih untuk diam.


Tak lama kemudian, Suara handphone yang tergeletak berdering. Handphone itu adalah milik Bu Amira yang mendapati panggilan dari Luna.


"Handphone milik siapa ini?" Tanya Lucas meraih handphone itu

__ADS_1


Dengan gemetar Bu Amira berani mengaku.


"Itu handphone milik saya." Ujar Bu Amira


"Di sini tertulis Luna. Siapa Luna?" Tanya Lucas


"Luna ada putriku..." Balas Bu Amira


"Ohoho... Waktu yang sangat tepat. Baru saja kita mempertanyakan keberadaan dia dan suaminya. Jawab telepon ini, dan jangan berani-berani mencoba mengatakan sesuatu mengenai kami jika kau tidak ingin bertemu dengan tuhanmu saat ini." Ancam Lucas


Bu Amira pun mengangkat telepon dari Luna. Sembari mengaktifkan suara penuh agar Lucas juga bisa mendengarnya.


"Ha-halo Luna!" Mula Bu Amira berbicara


"Ibuuu... Aku sangat merindukanmu. Akhirnya aku bisa mendengar suara ibu lagi. Apa kabar ayah dan ibu?" Ujar Luna dalam telepon


Sekilas Bu Amira menatap ke arah Lucas. Teleponnya kali ini merasa tidak nyaman, sebuah pistol menekan kepala Bu Amira, Lucas tak membiarkannya bergerak bebas. Jika Bu Amira berani mengatakan sesuatu maka Lucas akan menarik pelatuk hingga membuat kepala Bu Amira bisa saja pecah.


"I-ibu dan ayah ba-baik saja, Nak. Ka-kapan kau akan pulang?"


"Sepertinya ibu sudah tahu, Ya. Bahkan saat ini aku sedang berada di bandara untuk pulang. 5 menit lagi aku dan Zayn akan masuk ke pesawat."


"Iya ibu, aku juga tidak sabar bertemu kalian. Aku ingin memberitahu kebahagiaan baru untuk kalian. Tapi sepertinya aku akan mengatakan saat ini juga agar kalian bisa menyambut kami dengan bahagia. Kau tahu ibu, Aku sedang hamil." Ucap Luna dalam telepon


"Hamil?? Bagus sekali. Ibu senang mendengarnya, Luna. Selamat ya... Pulang-pulang kau sudah membawa oleh-oleh indah untuk kami." Ucap Bu Amira terdengar bahagia tapi kaku


Seharusnya kehamilan Luna menjadi kebahagiaan baru Keluarga Pratama. Tapi keadaan sudah berubah, untuk tersenyum saja saat ini mereka diawasi.


"Yasudah ibu, aku tutup teleponnya sekarang. Sebentar lagi aku akan masuk pesawat. Ibu bisa melihat di radar aplikasi untuk mengetahui aku sudah sampai mana. Pesawat yang ku naiki adalah ** 49t. Tunggu aku di rumah ya..." Ucap Luna menutup teleponnya


Belum saja menjawab. Lucas sudah merebut handphone itu dari tangan Bu Amira dan pertama yang memutuskan panggilan. Bu Amira sampai terkesiap tak jadi ingin memberikan pesan untuk Luna.


"Pesawat! Dia sebentar lagi akan masuk pesawat. Hmm... sangat menarik!" Kata Lucas seolah merencanakan sesuatu


"Apa yang sedang kau pikirkan?" Tanya Dini merasakan gerak-gerik Lucas yang licik


"Aku akan memberitahu Tuan..." Lucas pun berlari meninggalkan tempat itu


"Hey, kau akan pergi kemana. Katakan padaku apa yang akan kau lakukan..." Teriak Dini mencoba melepas ikatan yang kuat itu

__ADS_1


*


*


*


Pukul 17.05 Wib.


15 menit menunggu. Seorang anak buah datang mendorong sebuah televisi yang menampilkan berita hari ini. Tak lama Lucas dan Antonio muncul dengan senyum licik susah untuk Dini tebak.


"Berita terkini datang dari pesawat terbang Indonesia. Dikabarkan pukul 16.35 tadi pesawat terbang ** 49t dari arah Nepal bandara internasional Pokhara menuju Indonesia dinyatakan hilang kontak dan diperkirakan terjatuh. Rencananya pesawat terbang ** 49t diperkirakan sampai di bandara Indonesia pukul 16.40, namun hingga saat ini Air Traffic Control tengah berusaha mendeteksi kembali pada sang pilot. Namun, pada pukul 16.50 pesawat dikabarkan meledak di atas udara dengan ketinggian 28.000 kaki dari permukaan bumi. Puing-puing pesawat beserta anggota tubuh korban penumpang sejumlah 120 orang terjatuh terpisah dari tubuh masing-masing yang berada di titik kota gothatar. Warga setempat diterkejutkan dengan hujan amis potongan tubuh manusia yang terindentifikasi berasal dari korban penumpang ledakan pesawat ** 49t. Hingga saat ini belum ada kabar apa yang dipastikan pesawat bisa meledak, dan sudah dipastikan dari jumlah 120 orang tidak ada penumpang yang selamat. Kami turut berduka cita pada keluarga yang ditinggalkan." Pembawa berita yang menyiarkan berita terkini yang sedang hangat diperbincangkan


Berita itu ditampilkan dihadapan Keluarga Pratama. Mendengar berita pesawat meledak secara tragis membuat mereka tak ingin kehilangan satu kata pun dari pembaca yang menyiarkan beritanya. Hal itu tidak membuat mereka goyah dari hadapan layar.


"Pesawat ** 49t?" Lirih Bu Amira tertegun penuh penekanan menyebutnya


LUNAAAAA....


ZAYNNN....


Teriak histeris Bu Amira.


Teriak histeris Bu Lia.


Semua orang menyadari jika pesawat terbang itu adalah pesawat yang dinaiki Luna bersama Zayn yang akan pulang hari ini. Namun, alih-alih mereka akan pulang ke Indonesia menemui keluarga. Ternyata mereka pulang secepat itu terlalu tinggi sampai tujuan tempat asal mereka bertemu dengan Tuhan.


Bu Amira sampai syok, berteriak histeris sampai burung-burung yang ada di pohon berterbangan di udara. Hati dua seorang ibu dipermainkan, satu persatu anaknya meninggal dan satu lagi baru mendapatkan kebahagiaan berkumpul dengan putranya yang kini pergi untuk selamanya. Bu Amira dan Bu Lia mengamuk tak karuan, terguncang hingga mereka tak sadarkan diri tergeletak di lantai.


Semua bertanya bagaimana dengan cepat Antonio dan Lucas bisa melakukan itu. Apa yang tidak bisa dilakukan seorang mafia? Membunuh seekor semut saja mereka bisa lakukan dalam 0 detik!


Hanya mereka dan salah satu kuncinya yakni Arya yang mengetahui bagaimana menjalankan aksi tersebut. Arya tahu bagaimana trik yang ada di dunia ini, tapi ia tidak pernah menggunakannya untuk disalahgunakan. Cukup tahu, berjaga, dan diam! Tapi sayangnya saat ini ia tak berguna!


"Kak Zayn!" Pekik Dini menahan dadanya yang sesak


Kehilangan kakak yang baru ia rasakan kebahagian bersama, kenapa harus pergi secara mengenaskan seperti ini, Apalagi untuk selamanya tanpa melihat jasad yang terpisah hancur berhamburan berterbangan bersama angin.


Sudah bersimbah darah, tubuh terpotong-potong meledak hancur, mati mengenaskan di tangan pria yang tak punya hati. Dini tahu ini semua ulah Lucas dan Antonio, mereka yang sudah merencanakan semua ini.


Dini yang melihat segala penjuru sudah tidak ada harapan, ia menyadari semuanya akan habis tidak tersisa lagi, jika hanya beberapa keluarga lagi yang tersisa, selanjutnya tidak ada.

__ADS_1


__ADS_2