Terbelenggu Oleh CEO Angkuh

Terbelenggu Oleh CEO Angkuh
57. Sekali Lagi


__ADS_3

"Bagaimana Bu Ashna, Apakah vendor pernikahan Arya sudah menyetujui kita akan menyewa gedung mereka?" Tanya Bu Amira


"Sudah nyonya, mereka senang bisa menjadi penyedia tempat untuk pernikahan tuan muda.mereka rela mencancel beberapa konsumen lain khusus demi untuk tuan muda.saat ini juga sedang mempersiapkan segalanya, dan meminta nyonya untuk tidak perlu khawatir.desain nya akan mewah sesuai ekspektasi yang nyonya dan tuan inginkan." Jelas Bu Ashna


"Aku tidak sabar menantikan pernikahan Arya.putraku akan selayaknya seorang pangeran yang didampingi putri di altar pernikahan nanti." Ucap Bu Amira bahagia membayangkan bagaimana pernikahan Arya nanti


"Andaikan saja Darwin hadir ditengah kebahagiaan kami saat ini.dia adalah orang pertama yang akan sangat senang mendengar kakak yang dingin nya itu akan segera menikah." Ucap Bu Amira sambil mengenang masa kecil kebersamaan Darwin dan Arya


Terlihat dari wajah Bu Amira yang awalnya berseri berubah menjadi kaku dan merenung, dengan kebahagiaan serba kekurangan yang tidak lengkap dengan ketidak hadiran Darwin ditengah mereka.


"Tuan Muda kedua pasti akan senang walaupun tidak bisa menghadiri pernikahan kakaknya saat pulang nanti." Ujar Bu Ashna


...***...


"Wanita itu benar-benar lucu sekali, aku tidak bisa menghilangkan bayangannya yang tersipu malu menatapku tadi.dia wanita pertama kali yang ku temukan di dunia ini dengan kepribadian unik dengan cerianya bisa menghibur ku." Ucap seseorang sambil mengendarai mobil nya dengan tersenyum-senyum kecil


Flashback Off~


"Akan ku obati lukamu dulu, kebetulan ada kotak p3k di bagasi mobil ku.tunggu di sini! aku akan mengambilnya dulu." Ucap pria itu yang sudah membawa Dini duduk di kursi umum yang kebetulan tidak jauh dari sana


Kembali dengan membawa kotak P3K.


Pria itu berlutut dengan satu kaki seperti akan menembak di hadapan sang kekasih.namun, berbeda dia hanya akan mengobati luka dengan diberikan olesan krim antibiotik dan plester.bukan ingin menembak orang yang ia cintai dengan menautkan cincin di jari pasangannya.


"Tahanlah mungkin rasanya akan sedikit perih." Ucapnya dengan membersihkan luka lecet Dini terlebih dahulu menggunakan air bersih sebelum ditutupi plester


"Baiklah." Jawab Dini menurut dengan sedikit menahan ringisan rasa perih


Pria itu begitu Ragu-ragu saat akan mengoleskan krim antibiotik pada luka lecetnya, ia tahu saat sedang membersihkan luka lecetnya dengan kasa Dini menahan ringisan.apalagi jika saat ini ia akan mengoleskan krim menggunakan jarinya.

__ADS_1


"Awwsshh..." Meringis Dini dengan sangat keras karena krim yang mengenainya begitu perih langsung bekerja


Spontan Pria itu meniup luka lecet Dini dengan begitu lembut.


Dini sangat tersentuh melihat perlakuan seorang pria yang begitu lembut meniup luka lecet yang timbul rasa perih.


Tanpa ia sadari Dini dengan lekat menatap pria itu tanpa berkedip sama sekali, terukir jelas senyum tipis di bibirnya.


"Nona, Hallo Nona! Nona, kau bisa mendengarkan aku." Ucap pria itu menyadarkan dengan menjentikkan jarinya tepat di telinga Dini


Saat itu juga Dini tersadar dengan langsung memalingkan wajahnya ke arah lain, siapa tahu dia sedang menyembunyikan pipi tomat nya di balik rambut panjang yang menghalangi wajahnya.


Pria itu cukup handal memahami seorang wanita, terukir juga senyum lebar di bibirnya menatap wanita yang ada dihadapannya.


setelah itu, ia melanjutkan aktivitasnya dengan memasang plester di kedua lutut dan siku Dini yang terluka.


"Ah, iya. Terima Kasih, Tuan.sebenarnya tidak perlu repot-repot untuk mengobati lukanya." Ucap Dini tidak menatap wajah pria itu dengan spontan karena ia masih sangat malu


"Aku hanya berusaha untuk menebus kesalahanku saja.akan ku jadikan sebagai sebuah pelajaran untuk fokus mengendarai mobil di jalan raya agar tidak menabrak wanita secantik dirimu." Ucap pria itu tidak sadar dengan kalimat akhirnya


Berbeda dengan Dini ia berusaha menyaring kalimat akhir lawan bicaranya.


"Maksud anda, Tuan?" Pungkas Dini terkejut


"Ah, tidak ada.maksudku agar aku tidak menabrak orang lain setelah kejadian ini." Ucapnya maksud terselubung


"Baiklah, Sa-saya akan pergi.ayah saya pasti sedang menunggu.permisi, Tuan." Ucap Dini berjalan dengan terpincang-pincang


Sekali lagi baru setengah jalan, Dini kembali ingin terjatuh.namun, dengan sigap dan tangkas pria itu kembali menangkap Dini

__ADS_1


"Hati-hati!" Suara yang terdengar indah begitu terdengar menghipnotis di telinga Dini


Dini bangkit dari tangan berurat yang menopang dirinya.


"Sekali lagi anda menolong saya.terima kasih, Tuan.anda seperti malaikat yang tidak segan menolong orang lain." Ucap Dini dengan tersipu malu


"Kau yakin kau akan baik-baik saja.jika perlu kau naik saja ke mobilku, aku akan mengantarkan mu." Tawar nya


"Tidak perlu, Tuan.saya baik-baik saja.jika begitu saya permisi." Ucapnya lagi


Terus saja begitu karena Dini berjalan terpincang-pincang, beberapa kali ia terkilir yang akan membuatnya terjatuh.namun, tidak ia berusaha menstabilkan keseimbangan dirinya.


Sudah begitu jauh Dini pergi mengendarai motornya.pria itu masih saja tetap memandangi pandangan yang menjauh darinya.


"Entah mengapa ada wanita yang senang terjatuh di dunia ini!" Ucapnya meledek dengan tertawa-tawa kecil


Flashback On~


Pria yang sedang mengendarai mobilnya itu kembali tertawa setelah mengenang peristiwa yang terjadi padanya tadi.


"Wanita yang berbeda dari yang lain, wanita unik yang senang terjatuh, sederhana dan mengagumkan!" Ucap pria itu


"Tidak-tidak apa yang aku pikirkan.aku baru saja bertemu dengan wanita itu dan aku tidak dapat langsung percaya hanya sekali bertemu dengannya.tapi aku ingin bertemu dengannya beberapa kali lagi." Ucapnya sambil tertawa


"Ck, Aku lupa menanyakan nama dan meminta nomor handphone nya.jika seperti ini bagaimana bisa aku kembali bertemu dengannya." Ucapnya lagi sangat menyesal


"Dasar bodoh! kau tidak tahu cara memberikan kesan baik pada seorang wanita saat pertama kali bertemu." Pungkasnya kesal sambil memukul setir mobil


"Sekali lagi saja, jika kami berjodoh maka pertemukan lah kembali aku dengannya.bukannya aku merindukan dia, tapi aku ingin melihatnya sekali lagi." Ucapnya

__ADS_1


__ADS_2