
1 Minggu kemudian...
Selama itu nasib Arsen terkurung sendiri bagaikan dalam penjara yang berbuat kesalahan dan tidak tahu vonis apa yang akan menimpa hidupnya ke depan.
Keberadaan Arsen tidak bisa dilacak dengan mudah oleh sistem pembobolan situs keamanan agen Arya.
Sambil menyekap Arsen yang sendirian, Richo dan yang lain masih menjalankan aksi mereka mencari target anak yang bisa mereka jual ke pasar gelap.
Sebagian anak-anak yang tidak berdosa sudah dikirimkan pada ketua pasar gelap mereka menuju mafia. Sedangkan Arsen, sepertinya diberikan waktu banyak untuk bisa bernapas esok harinya sampai ia masih bernyawa. Namun, ia menderita dan terlihat kurus akibat makanan yang diberikan Richo itu tidak layak di makan.
Kondisi Arsen sangat drop. Ia sangat lemah, matanya yang sayu tak mampu melihat dengan jelas.
Suatu hal yang tidak pernah diduga, Hari itu akhirnya datang di mana Arsen akan mengalami hal serupa seperti anak lain yang akan dibawa kabur dari negara ini untuk diperjual belikan oleh Richo.
"Dengar anak Arya! Hari ini adalah hari di mana kau akan keluar dari tempat ini menuju tempat tak terbebas waktu. Akhirnya setelah perundingan yang panjang, Aku akan mendapatkan harga yang telah disetujui untuk menjual mu. Kau ingin mendengar, Kau sangat mahal dengan 100 juta kali lipat dari hasil yang biasanya aku dapatkan. Hahaha,,, Itu akan bisa membuatku membeli dunia ini." Ujar Richo
Arsen tidak mampu menjawab. Tubuh kecilnya tidak mampu untuk mengangkat satu jarinya saja.
"Berapa lama Ayah akan datang? Aku ada di sini Ayah... Selamatkan aku! Hari ini aku akan bertemu dengan ajal ku." Gumam Arsen berurai air mata
...***...
Malam hari tiba.
Di mana bukan hanya Arsen, begitu pula dengan anak lain akan segera melakukan ekspedisi perjalanan mereka menuju suatu tempat.
Mereka hanya meraung menangis setelah ini tidak akan bisa melihat negara tempat mereka lahir jauh dari ibunya. Bahkan ketika sampai mungkin mafia itu akan membunuh mereka yang tidak bisa melihat indahnya alam semesta ini.
"Ayo cepat!! Jangan berjalan lambat! Ataupun kalian berpikir kami akan lengah dan mudahnya kalian melarikan diri." Dorong setiap anak secara kasar agar mereka segera masuk ke dalam mobil pengangkut
"Bagaimana anak itu? Apa dia membuat keributan?" Tanya Valerie yang datang mengunjungi
"Dia anak baik tidak seperti ayahnya yang sering membuat onar. Dia akan menjadi anak didik yang pertama kalinya mendapatkan banyak penghargaan dariku,,, Hhhh..."
"Tidak ada satupun Keluarga tahu di mana keberadaan anak ingusan ini. Arya si bodoh pun tidak akan mampu menemukan anaknya yang sebentar lagi tidak akan pernah ia temui untuk selamanya." Ujar Valerie
"Bagaimana Keluarga itu?"
__ADS_1
"Uuhh... Air mata sangat deras. Bahkan rumahku terkena banjirnya, Hhhh... Wanita itu tak berhenti menangis memikirkan nasib anaknya yang seminggu ini menghilang." Ucap Valerie mengejek
"Hahahaha... Sangat luar biasa. Aku tidak pernah tertawa sepuas ini..."
"Tuan, Semuanya sudah siap. Kita akan melakukan pelayaran ekspedisi terlarang malam hari ini..." Ujar bawahan yang berbangga diri menjadi sama jahatnya seperti Richo dan Valerie
"Titik ditemukan... Segera meluncur!!" Suara pemberitahuan dalam walkie talkie
...***...
Ckkiittt...
Beberapa mobil mewah hitam berbaris mengelilingi jalan untuk menghalangi celah mobil besar meloloskan diri. Dari sana terlihat banyak pria berjas hitam keluar dari mobil masing-masing menyergap mobil pengangkut dengan mengarahkan pistol ke arah mereka.
"Ada apa ini? Siapa mereka?" Tegun Richo menatap jalan penuh dengan orang dan pistol yang mengepung mereka.
"Apa yang terjadi di luar? Kenapa aku merasa mobil ini tidak berjalan lagi? Apa kita sudah sampai?" Tanya Arsen yang berada dalam bak mobil tertutup
Terlihat seorang pria dari pemimpin mereka keluar dari mobil yang membuat Richo yang tengah menjalankan perjalanan ekspedisi dan mobilnya terhenti mengerem mendadak itu mengenali sosok pria yang tengah berdiri menghalangi jalan bersama yang lain.
Aryaa...
"Aku perintahkan kalian semua keluar sekarang juga!! Atau kalian akan merasakan akibat akan banyak peluru yang menembus kalian jika masih berdiam diri di dalam." Teriak Arya
Arya dan anak buahnya berhasil menemukan Arsen yang di hilang
"Itu suara Ayahku. Ayahku sudah menemukan kita, Kita akan selamat!" Riang Arya mendengar suara Arya yang mengembalikan energi dan semangatnya
Anak lain yang seumuran dengannya ikut senang dan sorak-sorai riuh kesenangan jika Ayah Arsen yang diceritakan Arsen akan datang menolong mereka itu benar.
Di luar...
Anak buah yang dibawa Arya sangat banyak, tentunya masing-masing membawa pistol yang sedang diarahkan pada mereka.
Perlahan Richo membuka pintu mobil dan keluar untuk menunjukkan diri.
Walaupun perasaannya berdebar sangat kencang dan gemetar ketakutan. Richo berusaha menetralkan diri untuk bersikap biasa saja tanpa memperlihatkan dirinya takut.
__ADS_1
"Ohoho... Senang bertemu dengan mu kembali Tuan Arya Pratama!" Ejek Richo
"Di mana anakku?" Tanya Arya dengan sorotan mata tajam terhunus
"Kenapa kau bertanya padaku? Aku tidak tahu keberadaan anakmu itu di mana, apa urusannya denganku." Ujar Richo mengelak
"Tidak perlu berlagak so tidak tahu denganku. Aku tahu kau menyembunyikan putraku!" Kata Arya
"Oh ya, Benarkah, Apa aku harus menyembah mu karena kau berlagak so tahu dengan seisi dunia ini. Maaf Tuan Arya, anda adalah manusia dan bukan Tuhan." Cercanya
"Omong kosong!!" Kesal Arya
Arya berjalan melewati Richo untuk menghampiri bak mobil tertutup yang ia pastikan terdapat anak-anak termasuk Arsen di sana.
DOR!
Sebelum sampai menghampiri, kubu lawan melakukan penyerangan pada Arya. Anak buah Richo melayangkan pistol dan menarik peluru untuk mengenai Arya, Namun pendengaran dan penglihatan Arya peka terhadap rangsangan sekitar.
Ia merunduk untuk menghindari peluru yang hampir saja mengenai dia dan akhirnya meleset.
Anak buah Arya tak tinggal diam, melihat Arya atasannya di serang serentak mereka menarik pelatuk dan jika satu tahapan lagi peluru akan keluar mengenai sasaran.
"Berani-beraninya Kau!!" Gertak Arya tersulut emosi dan terdengar giginya bergemeretuk
"Tuan, Anda tidak apa-apa?" Tanya Asisten Damar yang menghampiri
"Tidak perlu khawatir kan aku. Kalian tetap berjaga-jaga jika sesuatu bisa saja terjadi." Balas Arya
"Baik Tuan..." Assisten Damar pun pergi kembali ke barisannya
"Itulah akibatnya jika kau berani melawan! Sudah ku katakan ini hanyalah mobil bak sampah. Tidak ada satupun celah yang membuat mu curiga jika aku menculik anakmu itu..."
"KALIAN! PERIKSA BAK MOBIL ITU!" Titah Arya pada sebagian anak buahnya yang keluar dari barisan dan sebagian menjaga langsung menghampiri bak mobil itu untuk mengecek
"Ayah! Kami ada di dalam. Tolong selamatkan kami Ayah...!" Terdengar suara Arsen yang membuka mulut untuk bersuara dan terdengar oleh Arya yang tak jauh berada di samping bak mobil itu
Anak-anak di dalam tidak tinggal diam. Mereka menimbulkan suara dengan memukul-mukul dan menggebrak dinding bak mobil itu.
__ADS_1
Hal itu semakin membuat Arya yakin jika Arsen berada di dalam. Sedangkan, Valerie dan juga Richo saling bertukar pandang kelimpungan.
Apa yang harus mereka lakukan?