
Mobil Zayn dan Ady sudah sampai di gedung perkantoran, Zayn keluar dari Mobil setelah seorang petugas keamanan membukakan Pintu mobil untuk Zayn.
"Selamat datang Tuan Presdir,,,? Membungkuk memberi hormat
Zayn hanya mengangguk pelan, sambil terus berjalan masuk ke dalam Gedung Perusahaan miliknya, Ia menuju lift untuk menuju Ruangannya yang berada dilantai 25, pintu lift terbuka, ia masuk kedalam lift.
Ting!
Zayn keluar dari lift saat Pintu lift terbuka, berjalan pasti menuju Ruangan kerjanya.
"Pagi Presdir,,," Sapa karyawan Zayn, berdiri membungkuk memberi hormat
"Pagi,,," Jawab Zayn singkat
"Maaf Tuan,,, Ini mengenai daftar dokter untuk kelangsungan seminar kita." Ucap Ady memberikan berkas itu
"Sudah kau ambil kandidat dari sebagian mereka?" Tanya Zayn
"Sudah Tuan,,, Saya sudah mencari informasi beberapa dokter terkenal di sini. Dan Rencananya mereka akan datang menemui anda kemari untuk mendapatkan arahan dari anda."
"Jika dia sudah datang. Perintah kan dia menghadap ku."
"Baik Tuan,,," Jawab Ady
Zayn masuk ke dalam Ruangan kerja nya, ia dudukkan tubuhnya dikursi Presdir, tak lama Ady datang bersama lima orang Dokter.
"Tuan,, Mereka orangnya, mereka diambil dari sebuah rumah sakit peringkat pertama yang sudah terkenal dengan kinerja para dokternya. Dan di antara mereka adalah pemilik dari rumah sakit itu yang ikut berkontribusi." Jelas Ady
Zayn beranjak dari duduknya, bersandar pada meja kerja sambil melipat tangannya di dada.
Matanya tidak salah membidik salah satu dokter wanita yang tampil modis, cantik, dan rambut panjangnya, dia tersenyum ramah menatapnya.
"Cantikk..."
Deg!
__ADS_1
Jantung Zayn bergetar, Ia terdiam, terlintas bayangan wajah Dini yang sedang tersenyum dan tertawa padanya. Tidak ada yang tahu jika selama ini Zayn menyimpan rasa tidak terduga pada Dini. Ia tahu jika Dini adalah dokter yang membantu pengobatannya, dia juga sudah memiliki anak dan tidak mungkin mencintai istri orang lain!
"Ya Tuhan,,, Kenapa aku mengingat Dokter Dini. Aku bisa gila terus memikirkan nya. Melihat seorang Dokter, Aku membayangkan jika Dokter Dini ada di sini." Gumamnya, Zayn mengusap wajah nya berkali-kali dan menjambak rambut nya sendiri
Mengetahui jika Dini sudah memiliki keluarga kecil. Zayn tidak mungkin akan menjadi perusak kebahagiaan keluarga mereka. Ia sadar diri dan tidak mungkin menyalurkan hasratnya pada seorang wanita bersuami.
Zayn hanya memutuskan untuk mundur dan mencoba melupakan Dini dari hatinya. Namun, hati dan pikirannya tidak bisa lepas untuk selalu mengingat Dini.
Dan saat ini dia berhadapan dengan seorang wanita yang berprofesi sebagai dokter juga. Hatinya kembali bergetar sama seperti saat ia melihat Dini, Ia terkagum akan wanita itu.
"Senang bertemu dengan anda Tuan Zayn. Kami menerima kabar jika anda ingin berkontribusi melakukan seminar kesehatan dan memanggil beberapa dokter untuk menjadi pemateri acara anda." Ucap Dokter wanita itu
"Agh,,, Iya. Senang juga bisa mengenal dirimu dan yang lainnya. Jika boleh tahu, Namamu?"
"Luna!" Jawab Luna yang merupakan Adik Arya
"Nama yang indah. Silakan Duduk!" Puji Zayn
Perbincangan arahan mereka pun dilanjutkan tidak berselang lama. Mereka hanya membicarakan inti sari dari seminar yang akan dilakukan kali ini.
"Terima Kasih untuk waktu yang kau luangkan hari ini. Kita akan bertemu kembali di saat seminar nanti." Kata Zayn
"Benar. Jika begitu saya permisi." Pamit Luna
Sebelum Luna membalikkan badannya untuk pergi. Kakinya tidak sengaja tersandung kaki kursi yang membuatnya membungkuk mengusap jari kakinya kesakitan.
"Anda tidak apa-apa?" Tanya Zayn menghampiri dan melihat kuku kaki Luna yang sedikit patah.
"Agh,,, Ini hanya luka kecil. Aku benar-benar ceroboh." Ujar Luna
Rambut panjang Luna merumbai ke depan menghalangi sebagian wajahnya dan mengenai wajah Zayn.
Tanpa sadar Zayn menghirup aroma wangi rambut Luna itu. Ia terbuai dan terus menyesap harum rambut Luna.
"Tidak masalah. Kuku kaki ku memang belum sempat dipotong, Ini pun tidak terlalu patah sampah dagingnya." Kata Luna yang membuyarkan kesadaran Zayn
__ADS_1
"Agh,,, Maaf... Apa yang kau lakukan Zayn? Kau sudah gila!" Dengus kesal Zayn yang menyukai wangi rambut Luna
Beberapa menit kemudian. Luna kembali berpamitan dan juga melanjutkan langkahnya untuk pergi.
"Siapa yang kau pikirkan? Apa kau sudah memiliki seorang kekasih? bila dia bisa membahagiakan mu, menikah lah. Pasti pertemuan mu dengan dokter Luna sudah membuat mu terlena tadi." Ucap Ady enteng
Aaaakkhhh,,,
Zayn mengerang keras, Ia bangkit dari duduknya membuka kancing kemeja yang terasa sesak. Ady menatap aneh pada atasannya itu.
"Ada apa Tuan? Apa kau sakit?" Tanya Ady
"Kau membicarakan pernikahan. Itu membuat dada ku sesak mendengar orang lain yang terus menyarankan ku untuk menikah."
"Wajar saja karena semua beranggapan apa yang diperlukan lagi oleh anda Tuan. Kau sudah memiliki rumah, jabatan, dan properti lain yang bisa membuat wanita ingin menikah denganmu. Jika kau sudah siap, Akan saya beritahu pada Dokter Luna." Ujar Ady yang menggoda atasannya
"Tidak perlu terburu-buru Ady, aku masih muda, beri aku banyak waktu untuk bertemu dengan jodohku." Kata Zayn
"Kau tidak perlu khawatir,,," Menepuk pundaknya "Selain Dokter Dini, akan ada Dokter lain yang kebetulan Dokter Luna datang. Ternyata Tuan menginginkan jodoh seorang Dokter."
"Ady, Aku mohon berhenti membahas mengenai wanita,,," Zayn sudah tidak bisa menahan kekesalan nya sendiri, dengan cepat ia pergi meninggalkan ruangan itu.
Di sisi lain~
"Tuan Zayn sangat tampan, Ya. Siapa sangka diusianya sama seperti kakakmu Tuan Arya, Dia ternyata masih lajang. Iya kan Dokter Luna, Apalagi tadi dia yang paling dekat denganmu memastikan apa kaki mu baik-baik saja tadi. Dia romantis sekali, pribadinya yang hangat dan senantiasa akan membantu pasangannya jika ada." Kata Dokter lain
"Kita datang kesini untuk membicarakan kontribusi kita mengenai seminar ini. Bukan datang untuk mencari jodoh." Ketus Luna
"Apa salahnya. Kita wanita normal yang menyukai pria saat pandangan pertama. Toh kita belum menikah, Apa salahnya tertarik pada pria yang belum menikah juga." Imbuh dokter itu
Huft!
Luna menghela napas panjang.
"Yang dikatakannya ada benarnya juga. Tuan Zayn sangat tampan dan juga kharismatik. Tidak, Aku tidak boleh memikirkan sesuatu terhadapnya. Pria mana yang ingin menikah denganku setelah mengetahui masa laluku yang pernah mendapatkan pemerkosaan dari pria bajingan itu." Gumamnya, Luna pun berpikir demikian jika yang dikatakan teman dokternya itu ada benarnya mengenai Zayn yang sudah memberikan kesan baik di hatinya saat pertama kali bertemu
__ADS_1