
Sepanjang perjalanan menuju pulang, Pikiran dan perasaan Darwin sangat berkecamuk.
"Presdir, sebelumnya maaf jika saya lancang.anda datang ke mari untuk mendiskusikan harga yang mereka tawari dengan mencoba untuk meyakinkan agar tidak membandrol pembelian harga pada petani agar tidak mahal. tapi kenapa anda malah mengatakan hal lain?" Heran sekretaris yang sedari tadi menanggapi pembicaraan Darwin pada Bu Lia
"Itu masalah yang tidak terlalu penting saat ini. Lupakan kebijakan tadi, dan kita akan mencoba mencari cara lain agar petani masih menjual barangnya pada kita."
"Tapi, Presdir. Kenapa?" Sekretaris yang semakin bingung
"Tidak perlu banyak bertanya.pemecah masalah bukan hanya ada satu cara, banyak cara lain agar kita Keluar dari masalah ini.Dan aku berpesan agar masalah ini tidak tersebar sampai diketahui oleh orang lain, apalagi sampai terdengar pada kakakku." Kata Darwin
"Baik, Presdir." Jawab sekretarisnya pasrah walaupun pikirannya berkecamuk yang masih bingung
...***...
Setelah seharian bekerja tanpa tujuan, Pada pukul 17.00 WIB Darwin memutuskan untuk pulang dibandingkan stress memikirkan jalan keluar di masalah hari pertamanya bekerja.
Saat datang Darwin langsung di sambut oleh Pak Barma yang setiap hari kegiatannya hanya di rumah saja.
"Bagaimana hari pertama kerjamu, Darwin?" Tanya Pak Barma
"Kurang berjalan lancar, Ayah. Tapi Karyawan di sana dapat menerimaku dengan baik." Jawab Darwin
"Kenapa? Seharusnya karyawan yang menerimamu dengan baik bukan menjadi masalah bagi jabatan mu. Apa Arya membuat ulah padamu?" Kata Pak Barma
"Kakak melepas jabatannya yang dipastikan sudah digantikan olehku. Masalahnya terletak pada Petani yang menjual barangnya pada perusahaan yang menjadi pemasokan barang pada konsumen, kebanyakan dari mereka mengundurkan diri dan lebih menjual tanaman mereka pada tempat itu." Jelas Darwin
"Kenapa hal itu bisa terjadi? Apa ini rencana Arya untuk memberikanmu pelajaran di hari bekerja?" Ujar Pak Barma yang terlalu pesimis pada Arya
"Tidak ada sangkut pautnya dengan kakak.ini memang benar-benar alami terjadi. Sebenarnya aku tidak perlu menjelaskan hal ini panjang lebar, Ayah pasti akan langsung paham."
"Ya, ceritakan lah!"
"Pengusaha itu adalah besan Ayah." Cetus Darwin
"Pak Malik?" Tegun Pak Barma yang langsung mengerti dengan sedikit mengerutkan dahinya
"Iya. Pak Malik dan istrinya Bu Lia pemilik kebun itu, mereka salah satu petani yang tidak ada dalam list untuk menjual barang mereka pada perusahaan, Mereka memutuskan untuk bergerak dan berdiri sendiri. mereka dikatakan sukses membangun bisnis mereka, sampai pemenuhan pada konsumen banyak tidak terpenuhi. agar permintaan masih terpenuhi, mereka membuat kebijakan dengan menambah harga tanaman yang akan mereka beli dari petani seharga Rp.25.000. Pastinya banyak petani yang tergiur, dan langsung bergabung dengan mereka."
"Perjalanan usaha Pak Malik dan istrinya memang tak seindah yang terlihat saat ini, banyak sekali perjuangan hingga mereka bisa sampai posisi ini. Tapi apa tindakan yang kau ambil?"
"Awalnya aku ingin meyakinkan mereka untuk tetap menstabilkan harga pada umumnya seperti awal, mendiskusikan bersama mereka akan pembagian petani yang ada agar seimbang dan saling memenuhi permintaan. Tapi setelah datang dan mengetahui kenyataan jika mereka adalah keluarga kita, sangat sulit bagi diriku untuk menjelaskan hal itu.sehingga tidak jadi membicarakannya pada mereka, dan Sampai sekarang masalah perusahaan belum teratasi."
"Kenapa kau tidak menyamaratakan harga seperti mereka?"
"Aku ingin membicarakan hal itu dengan kakak. Kebijakan harga terdahulu dibuat oleh kakak, jika saja aku langsung mengikuti harga seperti mereka, aku takut dia tidak setuju dan memiliki cara lain.perusahaan ini belum lama berdiri, dan setengah mampu naik ke atas, jika salah sedikit saja bisa berakibat fatal.nanti akan ku pertimbangkan bersama kakak."
__ADS_1
"Tapi perusahaan itu kau yang memimpin. Kenapa kau memutuskan untuk membicarakan ini dengan kakakmu? Kakakmu sendiri sudah memberikan tanggung jawab besar itu padamu." Heran Pak Barma
"Aku tahu jika kakak adalah orang hebat, pengalaman dan ilmunya dalam dunia bisnis lebih tinggi daripada aku yang baru saja lulus."
"Jadi, kau tidak percaya diri terhadap kemampuan mu sendiri. Buktikan pada kakakmu, jika kau lebih hebat dibandingkan dengannya." Geram Pak Barma menyemangati Darwin yang tidak percaya diri akan kemampuannya
Darwin terlihat berpikir keras, masalahnya bukan terletak pada dia yang tidak percaya diri akan kemampuannya. Tapi terlepas itu adalah Pak Malik dan Bu Lia sendiri merupakan orang tua Dini dan bagian keluarganya, ia rasa tak pantas jika sesama keluarga saling bersaing dan menyerang. Bukankah mereka pantas untuk mengekspresikan pikiran kebijakan mereka, mungkin begitulah cara mereka membangun bisnisnya agar lebih maju.
Tak lama kemudian telepon Darwin berdering~
Mendapati Arya yang menelponnya.
"Halo, Kakak!" Kata Darwin
"Segera datang ke perusahaan ku, dan tidak perlu banyak bertanya. aku tunggu kau 10 menit, jika tidak sampai dalam waktu itu, kau tidak tahu apa yang akan kau alami jika berurusan denganku." Perintah Arya sambil mengancam
Setelah perkataannya dalam telepon yang sangat tidak ramah lingkungan, Dia segera mematikan panggilan itu.
"Ayah, aku harus pergi. Kakak memintaku untuk datang ke perusahaannya." Kata Darwin tergesa-gesa
Dalam perjalanan menuju perusahaan Arya yang lumayan jauh, karena mendapatkan waktu yang terbatas, membuat Darwin mengendarai mobilnya ugal-ugalan.
Tak kunjung lama ia merasa sedikit lega sudah sampai di perusahaan kakaknya.
Menuju ruangan, Dari setelah keluar mobil dan masuk, Ia berlari kencang seperti orang yang dikejar oleh zombie.
"Kakak, aku datang." Buka pintu yang terdengar kasar dan suara dengan deru napas yang kelelahan
Bersamaan dengan itu, suara timer waktu yang dipasang oleh Arya berbunyi. Dan diuntungkan memang tepat 10 menit Darwin datang.
"Sesuai dengan apa yang menjadi kelekatan pada diriku, kau lolos dari ketidak berurusan mu denganku."
"Iya, kakak. demi kakak aku langsung datang." Jawab Darwin dengan masih ngos-ngosan tanpa diminta duduk oleh Arya
"Tidak perlu berbasa-basi. Ceritakan dengan jujur dari masalah yang sudah kau buat." Kata Arya
"Iya, kakak. Saat perjalanan menuju ke sini aku memang tidak mengendarai mobil dengan berhati-hati, aku mengendarainya di atas batas kecepatan.tapi kakak tenang saja, aku tidak sampai menabrak. itu masalah yang ku lakukan."
"Tck, Kau terlalu bodoh untuk ku jadikan sebagai CEO di perusahaan ku. Jangan berpura-pura mengulur perasaan, setelah aku mengetahui jika dihari pertamamu bekerja kau sudah membuat perusahaan ku dalam masalah."
Walaupun notabenenya Darwin adalah orang yang sering bercanda dan tidak begitu menanggapi masalah dengan serius. Tapi dia adalah orang yang memiliki pemikiran yang kritis, ia juga manusia yang pemikir keras. hanya saja memang ia selalu mencairkan suasana yang tegang agar tidak terlalu membuatnya tersudutkan.
"Bagaimana kakak sudah mengetahuinya?"
"Kau terlalu menganggap remeh diriku. Aku adalah orang yang hebat, Apa yang tidak ku ketahui di dunia ini hanya dari kau yang menyembunyikan kesalahanmu?!" Kata Arya dengan angkuh
__ADS_1
"Kakak hanya tidak mengetahui diri kakak sendiri dengan kepribadian kakak yang merugikan orang lain." Dengus Darwin mengejek dalam hati
"Kau tidak tahu jika anak buahku banyak, kau pikir aku tidak akan mengawasi mu dan membiarkan perusahaan ku jatuh ke tanganmu seutuhnya. Aku mendapatkan kabar ini darinya, sedangkan kau sama sekali tidak menjelaskan masalah ini. Apa kau ingin membuat perusahaan ku hancur?" Emosi Arya
"Bukan seperti itu, kak. Sebenarnya aku ingin menjelaskan masalah ingin dengan kakak sekaligus mendengar keputusan yang akan kakak ambil untuk memecahkan masalah ini."
"Beli tanaman dari petani dengan mencantumkan harga Rp.50.000 per pohonnya. Setelahnya kau bebas ingin melakukan kontribusi apa di perusahaan ku itu. ingin kau mengeluarkan produk baru, itu terserah padamu."
"Tapi kak, itu akan berakibat pada pengeluaran yang bertolak belakang dengan penghasilan." Tolak Darwin berdebat
"Lagi-lagi kau meremehkan diriku. Kau pikir aku tidak mampu membeli dan memasoki keinginan para petani yang mata duitan itu? Jika perlu, aku akan menaikkan harga menjadi 100.000 per pohonnya."
"Apa kakak tidak tahu jika saingan perusahaan kakak adalah mertua kakak sendiri? Mereka adalah ayah dan ibunya Dini, istri kakak!"
"Aku tahu siapa dalang dibalik semua ini yang tak melainkan ayah mertuaku, dari awal mereka bersih keras menolak untuk tidak menjual tanaman mereka padaku. dan aku tidak peduli, yang terpenting ini adalah bagaimana caranya banyak petani yang menjualnya padaku. Dengan membandrol sebesar itu, petani mana yang tidak tergiur?"
"Dan artinya semua petani bisa saja menjual tanaman mereka pada perusahaan kita. Dan orang tua Dini tidak mendapatkan produsen sama sekali."
"Itu lebih bagus, mereka bisa menjual tanaman mereka pada kita, Bukan."
"Aku tidak setuju. Aku pikir kakak memiliki rencana lain yang lebih saling menguntungkan daripada memikirkan diri sendiri. Seharusnya dari awal aku langsung melakukan tindakan apa yang menurutku benar, bukan malah mempercayai kakak yang mengira pemikirannya lebih baik dariku." Kecewa Darwin
"Aku tidak setuju terhadap keputusan yang kakak ambil. Dan akan menerapkan rencana yang menurutku benar besok hari, dan akan ku pastikan perusahaan akan kembali stabil seperti dulu." Pergi Darwin
"Tunggu dulu! Kau tidak tahu jika kedudukan mu di sana masih berada dibawah ku, aku adalah penguasa sebenarnya. Jika kau berani menentang diriku, lihat saja apa yang akan ku lakukan pada Dini wanita yang kau cintai itu." Ancam Arya yang meremehkan Darwin
Mendengar nama Dini disebut, Seketika Darwin menghentikan langkahnya dan berbalik menghadap Arya kembali.
"Mendengar namanya kau langsung tergoyahkan, Bukan?" Cela Arya
"Apa maksud, kakak? Dini adalah istri kakak, Bukan?" Bingung Darwin menanggapi perkataan Arya
"Banyak sekali kenyataan yang merupakan kebenaran yang disembunyikan dan tidak orang tahu termasuk kau dari kehidupan ku dengan wanita yang kau cintai itu."
"Katakan dengan jelas!" Kecam Darwin
"Bahwa kesehariannya penuh dengan luka dan kesedihan yang mendalam." Cetusnya
"Kakak menyiksa Dini!?" Kejut Darwin mengira
"Ya, Seratus untukmu." Kata Arya yang seolah bangga dan senang, tidak begitu menanggapi kesalahannya
"Kenapa? Dini adalah istri, kakak! Kakak sendiri yang membelanya dihadapanku saat itu." Ujar Darwin semakin tidak mengerti pada situasi kondisi
"KAU PIKIR AKU MENCINTAINYA??" Kata Arya terdengar mengejek
__ADS_1
Darwin semakin Boomerang dalam kehidupan, ia semakin tabu dan kelabu. Kenyataan yang termasuk kebenaran apa yang ia tidak ketahui dan di sembunyikan orang sekitar dari dirinya.
Dari mendengar keputusan yang Arya ambil untuk mengatasi masalah yang sedang mengancam atau muncul dalam lingkungan sekitar terutama menghadapi masalah yang sedang dialami perusahaan, Entah bagaimana kepemimpinan di tangan Arya yang bisa menjadikan perusahaannya mendapati posisi pertama di Asia dan peringkat 10 besar di dunia. Yang sudah kita ketahui notabene kepribadian, sikap, dan sifat yang selalu merugikan orang. Memang ada yang salah dengan isi ideologi dari diri Arya sendiri yang tak dapat dimengerti orang lain.