Terbelenggu Oleh CEO Angkuh

Terbelenggu Oleh CEO Angkuh
61. Harus Kembali


__ADS_3

2 Hari Kemudian~



"Apa yang ku pikirkan.kenapa aku selalu teringat akan wajahnya yang tersenyum malu padaku.aku tidak bisa menghilangkan dia dari pikiran ku." Ucap Darwin berbicara dari kamarnya menghadap jendela kamar menatap luar


"Apakah yang dikatakan ibu benar, Jika aku jatuh cinta pada pandangan pertama." Ucap Darwin


"Apa yang sedang dipikirkan oleh putraku ini, sepertinya hatinya sedang berbunga-bunga.apa kau tidak akan bercerita pada ibumu?" Ucap Bu Amira yang tiba-tiba datang, masuk ke kamar Darwin dan memergoki putranya yang sedang tersenyum-senyum


"Ibu? Kau mengejutkan ku saja." Pungkas Darwin menstabilkan raut wajahnya


"Ya bagaimana lagi, ibu perhatikan dari tadi kau tersenyum-senyum kecil.pasti kau sedang memikirkan gadis yang tidak sengaja ditabrak hari itu?" Tanya Bu Amira


"Tidak Bu, aku tidak memikirkan apapun.aku hanya sedang mengingat hal lucu yang ku alami saja, maka dari itu aku tersenyum."


"Benarkah? sejak kapan di mansion ku ini ada bunglon?" Sindir Bu Amira


"Ibu, tolong jangan menggodaku!" Ucap Darwin tersipu malu


"Kenapa kau menyembunyikan perasaan mu, Nak.rasa suka terhadap lawan jenis itu adalah hal normal, kau tidak perlu menutupinya."


"Aku hanya tidak begitu yakin."

__ADS_1


"Jika kalian berjodoh, ingat perkataan ibu saat ini, kalian pasti akan bertemu kembali."


Darwin hanya diam mendengarkan perkataan ibunya.


"Sama halnya ibu menemukan wanita yang akan menikah dengan Arya. Pada saat awal ibu bertemu dengannya, ibu dan calon kakak ipar mu itu tidak sengaja saling menabrak saat berjalan. Dia berbeda dari gadis pada umumnya yang pasti akan memarahi ibu jika menabrak, dengan berdalih ibu sudah tua yang penglihatan ibu sudah tidak normal atau apa saja alasannya." Cerita Bu Amira


"Namun, berbeda dengan gadis itu, dia tidak segan untuk meminta maaf.ibu sangat menyukai gadis itu, dan menginginkannya untuk menjadi menantu ibu. Ibu sangat berjuang agar dia bisa menerima tawaran ibu, dan alhasil karena mungkin dia adalah menantu yang dipertemukan untuk ibu, kami bertemu kembali direstoran.dari sana hubungan kami terjalin sampai sekarang, yang mengantarkannya akan menjadi istri kakakmu." Lanjut cerita Bu Amira pada Darwin


"Mendengar cerita pertemuan ibu untuk menjodohkan nya dengan kakak.sekilas aku berpikir jika dari tidak sengaja menabrak, membawa hubungan yang lebih dekat.artinya dari tabrakan itu, apakah aku dengannya bisa memiliki kisah jalan yang sama bahwa kami bisa bersatu?"


"Bisa jadi, Nak. Minta saja pada Tuhan agar mempertemukan mu kembali dengannya.jika dia adalah jodohmu, ibu yakin kalian akan bersatu."


"Tapi itu tidak mungkin, Bu. Besok aku harus kembali ke Amerika, mana mungkin aku bisa bertemu dengannya." Pungkas Darwin sedih


"Tidak bisa, Bu. sebenarnya aku sangat ingin menyaksikan pernikahan kakak, apalagi ini adalah menyangkut kehidupan barunya.aku ingin menjadi saksi kebahagiaan dan penyatuan cinta kakak untuk sampai hari tua nanti bersama kakak ipar, tapi Bagaimana lagi aku harus kembali besok pagi."


...***...


Esok harinya~


Hari ini adalah hari kepulangan Darwin kembali ke Amerika untuk menyelesaikan pendidikan MBA, mengikuti jejak kakaknya.


Subuh hari sekali sebelum ayam berkokok dan fajar menyingsing, dia sudah terbangun dan mempersiapkan barang miliknya ke dalam koper, lalu setelahnya ia berangkat ke bandara pada pukul 05.30. karena jadwal penerbangan nya sendiri pesawatnya akan terbang menuju Amerika pada pukul 06.30.

__ADS_1


Sebelum berangkat ke bandara, Darwin berpamitan dengan ayah, ibu dan adiknya Luna.berbeda dengan Arya yang sama sekali tidak peduli begitu enggan keluar dari kamar untuk menghantarkan adiknya yang akan berpamitan. Karena prinsipnya, untuk apa datang membawa kebahagiaan lalu pergi membawa luka, lebih baik tidak datang sama sekali sehingga tidak perlu berpamitan pergi.


"Dari awal hal inilah yang ibu tidak sukai, perpisahan dan kehilangan anak-anak ibu yang jauh dari pengawasan ibunya.tapi ini adalah kehidupannya, bukan semata pilihan Darwin belajar di negara amerika.ini adalah ketentuan yang sudah diberikan tuhan untuknya.ibu sebagai orang tua hanya bisa mendoakan Darwin semoga segera menyelesaikan pendidikannya dengan lancar dan diberi keberkahan dari setiap ilmu yang dia dapat." Pungkas Bu Amira sedih meratapi kepergian Darwin, yang cukup selama 2 hari ini menghiasi kediamannya


Pak Barma memeluk istrinya untuk memberikan pengertian dan ketenangan.


Dia cukup sedih, melihat Putra keduanya Darwin harus pergi kembali ke Amerika ketika sudah datang menghiasi mansion nya.


Tidak cukup banyak kenangan Bu Amira bersama Darwin, Darwin ikut andil dalam mempersiapkan pernikahan kakaknya yang akan dilaksanakan besok.


Hari itu, Darwin ikut bersama ibunya pergi ke mall untuk membeli beberapa barang yang akan diberikan untuk calon menantu dan keluarganya.


Darwin juga membeli beberapa barang yang dia titipkan pada ibunya, dan meminta agar hadiah tersebut diberikan kepada kakak iparnya setelah pernikahan itu selesai dengan mengatasnamakan dirinya.


"Ibu, sudah jangan menangis. Kak Arya dan aku ada di sini bersama ibu. Kak Darwin pergi karena pendidikannya, bukan pergi untuk selama-lamanya meninggalkan ibu." Ujar Luna


"Kau benar, Luna. Arya dan kau ada di sini. Tapi, rasanya sangat sepi jika Darwin yang selalu membuat lelucon itu pergi. di mansion ini yang hanya bisa membuat orang lain tertawa hanya Darwin. Sifat Arya sangat dingin, jangankan membuat lelucon, tersenyum saja dia tidak pernah." Cetus Bu Amira


"Memangnya Ayah tidak pernah membuat ibu tertawa dengan leluconnya? Aku pikir ayah sering membuat ibu tertawa."


"Ayah mu itu sangat jarang membuat ibu senang. Jika ibu bisa memilih, ibu ingin meninggalkan ayahmu sekarang." Bisik Bu Amira pada Luna dengan bercanda


"Ibuuu...??" Luna tertawa terbahak-bahak tidak menyangka

__ADS_1


Bu Amira menatap suaminya penuh tanda tanya. Pak Barma yang tidak tahu sama sekali, tidak mengerti arti tatapan istrinya.


__ADS_2